Rabu, 06 Juni 2012

LINDA HOEMAR ABIDIN : DAPAT TEPUKAN TANGAN 1/2 JAM DI POLANDIA


Bakat tarinya jelas tak diragukan lagi. Ialah penari utama Elisa Monte Dance Company (DC), New York (Amerika Serikat) di era 80-an hingga 90-an. Berkat bakat menarinya pula, wanita cantik kelahiran Semarang 17 desember 1967 ini menjelajah Amerika Serikat dan Eropa, membawakan tari kontemporer. Penampilannyapun selalu mengundang sambutan hangat penonton. Bahkan pernah saat tampil di Polandia, penonton bertepuk tangan hingga setengah jam untuk Linda! Toh bagi Linda, penampilan yang paling berkesan justru saat menari di negerinya sendiri pada tahun 1991. Saat itu ia tampil di Gedung Kesenian Jakarta (GKJ). 

Menari adalah hidup Linda. Sejak usia 3 tahun ia telah belajar tari balet klasik. Waktu itu ia masih tinggal di Berlin, mengikuti orangtuanya. Tahun 1973, keluarganya pindah ke Jakarta. Lindapun melanjutkan pelajaran baletnya di Nritya Sundara selama beberapa tahun, sebelum lanjut ke Sumber Cipta. Kalau liburan sekolah tiba, saat teman-teman seusianya lebih suka bermain atau jalan-jalan, Linda memilih mengikuti summer course menari di Jerman atau Amerika Serikat. Lulus SMAN 70 Jakarta, ia langsung terbang ke Amerika Serikat, belajar tari di Alvin Ailey American Dance Center di New York. 

Hidup sebagai bintang di negeri pusat hiburan dunia, tak membuat Linda melupakan tanah airnya yang jauh. Melihat rapinya manajemen DC, Linda tergerak untuk menerapkannya di Indonesia. Jadwal pentas DC telah disusun rapi selama 2 tahun. Hal yang belum lazim dilakukan di Indonesia. Linda berfikir, andai manajemen yang profesional seperti itu diterapkan di Indonesia, pasti dunia seni akan melejit. Pemikiran itu mendorongnya mundur sebagai penari profesional di tahun 1992, saat namanya sedang di puncak ketenaran. Ia memilih fokus belajar manajemen seni di Teachers College, Columbia University. 

Kelar menimba ilmu manajemen seni di negeri Paman Sam, wanita anggun ini pulang ke Indonesia tahun 1997. Bersama temannya, Amna S. Kusumo, Linda mendirikan Yayasan Kelola yang bergerak di bidang pembelajaran, pendanaan, dan pembukaan akses informasi bagi para seniman. Yayasan ini juga mendorong kelompok-kelompok seni untuk menerapkan manajemen profesional dengan cara memberikan dana hibah. Hingga kini, Yayasan Kelola telah memberikan dana hibah pada 1.362 karya tari, teater, dan musik, termasuk seni pertunjukan yang dipentaskan secara keliling. Nilai hibah yang diberikanpun terus meningkat. Kalqau nilai total hibah sampai tahun 2001 sebesar Rp 148 juta untuk 14 karya tari, tahun 2012 ini Yayasan kelola telah memberikan dana sebesar Rp 400 juta untuk 7 karya tari dan 4 seni pertunjukan lain. 

Di luar kesibukannya mengelola Yayasan Kelola, Linda menularkan ilmunya dengan mengajar Manajemen Seni Pertunjukan di Institut Kesenian Jakarta (IKJ). Dan tentu, tak melupakan perannya sebagai istri Reza Abidin, direktur Optik Tunggal. (MGH/Foto:Koleksi pribadi)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar