Sabtu, 19 Juli 2014

BUBUR PACAR CINA

Bahan:
Pacar Cina   150 gr
Gula pasir   secukupnya
Santan cair
Santan kental
Daun pandan   2-3 lbr
Garam   sedikit
Vanili   1 bks

Cara Membuat:
1. Didihkan santan cair.
2. Masukkan pacar Cina. Biarkan hingga mendidih.
3. Kecilkan apinya, biarkan sambil sesekali diaduk.
4. Jika bijinya sudah kelihatan kecil, tandanya sudah matang.
5. Masukkan gula pasir sesuai selera.
6. Aduk hingga gula hancur. Angkat.
7. Masukkan vanili. Ratakan.
8. Rebus santan dengan sedikit garam dan daun pandan.
9. Sajikan bubur dengan santannya. 
(Resep: Nyonya Rumah/Kompas)

Jumat, 18 Juli 2014

WINDRI WIDIESTA DHARI : HIJAB YANG MENCURI PERHATIAN DUNIA


Lima tahun lalu Windri Widiesta Dhari memutuskan keluar dari pekerjaannya yang mapan sebagai General Manager sebuah BUMN. Keinginannya waktu itu hanyalah memberi lebih banyak waktu untuk keluarga. Memilih bekerja di rumah dengan modal nekad berbisnis pakaian muslim yang dirancangnya sendiri, tak dinyana Windri kini menjadi salah satu bintang baru di dunia mode. Karya-karyanya tak hanya sukses di Indonesia tapi telah merambah pasar internasional dan menuai pujian media asing. 

Lihat saja ketika Windri menampilkan karya-karyanya di Tokyo Fashion Week awal tahun ini. Kantor berita Perancis Agence France-Presse (AFP) kontan memuji sebagai, "karya perancang Asia yang paling merebut perhatian." Sementara Taipei Times menulis, "adibusana hijab  mencuri perhatian dk Tokyo Fashion Week." Tak mau kalah, majalah Harper Bazaar Amerika Serikat edisi bulan ini memuji Windri sebagai, "designer to watch." Ya, label NurZahra yang didirikan Windri  tahun lalu kini mulai mendunia. Kerudung NurZahra bahkan telah dijual sebuah toko online Jepang dan laris manis. Melihat tanggapan hangat konsumen di luar Indonesia, Windri segera membuka butik di luar negeri dalam waktu dekat.

Dibalik kecemerlangan karirnya sebagai perancang busana muslim sekarang ini, ternyata dulu Windri sama sekali tidak tertarik pada busana muslim. Wanita cantik campuran Minang-Jawa kelahiran Palembang 28 Mei 1970 ini bahkan pernah mengatakan pada temannya bahwa ia tidak akan pernah mengenakan hijab. 

Keadaan berubah ketika  alumna Akademi Pariwisata Trisakti ini memutuskan mundur dari pekerjaan kantorannya dan bekerja di rumah. Punya lebih banyak waktu untuk keluarga dan mempelajari agama, Windri akhirnya mantap berhijab tahun 2009. Setelah itulah ia mulai merancang busana muslimnya sendiri hingga berkembang menjadi label yang mendunia dalam waktu relatif singkat. Yang lebih penting, meski tetap berkarya ia punya waktu yang fleksibel untuk sang suami Bob Ramadi Aziz dan ketiga anaknya: Dhira Ragasanmata, Trisha Ragakusuma, dan Charlize Ragakirana. Si sulung Dhira yang masih bersekolah di SMA Al Izhar Jakarta bahkan telah membantu Windri sebagai perancang NurZahra. 

Windri sendiri masih menyimpan asa kelak NurZahra berkembang menjadi merek global setara Mark & Spencer. Tidak hanya menyediakan busana muslim, namun juga aksesori, interior hingga kue-kue halal. 

Perkembangan kiprah NurZahra di tingkat dunia atau tertarik melihat koleksinya, silakan langsung ke NurZahra.com twitter: @nurzahralook email: info@nurzahra.com atau telefon ke +62.8577.6963.102.
(MGH/Foto: Shinta Kusuma)

KOLAK PISANG

Bahan:
Pisang raja bulu tua   1 sisir / pisang tanduk tua   6 buah
Gula Jawa   secukupnya
Kelapa   1/2 btr (ambil santannya)
Daun pandan   3 lbr
Garam   sedikit

Cara Membuat:
1. Kupas pisang lalu potong-potong.
2. Rebus gula Jawa dengan air secukupnya. 
3. Saring lalu rebus lagi.
4. Masukkan pisang, biarkan hingga mendidih.
5. Kecilkan api. Biarkan beberapa saat lagi hingga pisang cukup matang. 
6. Angkat. 
7. Rebus santan dengan garam dan daun pandan. Angkat.
8. Hidangkan kolak bersama santannya.
(Resep: Nyonya Rumah/Kompas)

Kamis, 17 Juli 2014

ARI SEPUTRA : KARYANYA DI HARVEY NICHOLS


Berlatar belakang pendidikan perbankan, alumnus Perbanas ini justru sukses sebagai perancang busana. Lebih dari 20 tahun menekuni dunia mode, pria asal Jakarta ini tak hanya berjaya di dalam negeri namun juga berhasil menembus pasar luar negeri. Label busana siap pakai Major Minor didirikannya tahun 2011 tak hanya dipasarkan di pusat perbelanjaan elit Jakarta, namun juga dijual di Isetan dan Twentytwenty9 Singapura. Bahkan butik ternama Inggris Harvey Nichols ikut memasarkan Major Minor di toko online mereka. Sebagai strategi pasar, Ari mengeluarkan 2 macam Major Minor: reguler dan signature. Di sela-sela kesibukannya merancang busana dan mengurus PT Kinarya Asa Mandiri miliknya, ia tetap punya waktu menikmati hobinya bersepeda atau berwisata bersama Sari istrinya serta putra-putrinya, Syahrisa dan Alayka. (MGH/Foto: Koleksi Pribadi)

SATE KERANG

Bahan:
Kerang   1 kg (cuci bersih, rebus hingga matang, dinginkan, ambil isinya)

Bumbu:
Cabe merah   3 buah
Bawang merah   5 btr
Bawang putih   2 siung
Kemiri bakar   2 btr
Garam   secukupnya
Gula   secukupnya
Cuka   sedikit
Mustar   1 sdm

Cara Memasak:
1. Gerus semua bumbu kecuali cuka dan mustar.
2. Tumis hingga harum.
3. Tambahkan sedikit air. Didihkan.
4. Angkat lalu bubuhi cuka dan mustar.
5. Panaskan sedikit minyak goren di wajan.
6. Masukkan kerang.
7. Aduk rata lalu angkat.
8. Dinginkan.
9. Tusukkan kerang pada tusuk sate.
10. Bakar sebentar.
11. Letakkan di piring saji.
12. Siram dengan bumbunya.
1. Sajikan.
(Resep: Nyonya Rumah/Kompas)

Rabu, 16 Juli 2014

DADANG CHRISTANTO : MENANJAK DI AUSTRALIA


Perupa yang bermukim di Australia ini pernah menjadi dosen School of Art and Design, Northern Territory University di Darwin (Australia) tahun 1999-2003. Sejak itu pula ia bermukim di Negeri Kanguru hingga kini. Meskipun sudah tidak mengajar lagi, Dadang terus berkarya dan rajin mengadakan pameran di Australia maupun Indonesia. 

Dadang Christanto lahir tahun 1957 di Tegal (Jawa Tengah). Saat baru kelas 2 SD, Dadang kehilangan sang ayah hingga ia dan adiknya hanya diasuh sang ibu. Menyadari bakatnya di bidang seni rupa, Dadang mantap masuk Sekolah Seni Rupa Indonesia (SSRI) di Yogyakarta setelah lulus SMP. Lepas SSRI ia mendaftar ke Akademi Seni Rupa Indonesia (ASRI) namun gagal. Tak berkecil hati, ia bergabung dengan Bengkel Teater Rendra yang waktu itu masih bermarkas di Yogyakarta. Di sanalah Dadang berkenalan dan belajar pada banyak seniman dan aktivis. Pengalaman ini mempengaruhi karya-karyanya yang sarat kritik sosial dan politik. 

Setahun 'berguru' di Bengkel Teater Rendra, Dadang kembali mendaftar ke ASRI (1980). Kali ini ia lolos dan lulus 5 tahun kemudian. Karirnya sebagai perupa menanjak ketika ia berhasil mendapat residensi seni rupa di University of South Australia di Adelaide. Sejak itu ia sering berpameran tunggal maupun bersama perupa lain di banyak negara. Terakhir ia baru saja menggelar pameran  di Melbourne.(MGH/Foto: Dodok Jogja)

KETAN UNTI KUAH SEREH

Bahan:
Beras ketan   300 gr (rendam 2 jam)
Air   150 ml
Daun pandan   1 lbr
Garam   1/2 sdt

Unti Kelapa:
Kelapa muda   100 gr (parut memanjang)
Gula merah   50 gr (sisir halus)
Gula pasir   1 sdm
Garam   secukupnya
Daun pandan   1 lbr
Air   50 ml

Kuah Sereh:
Santan kental   500 ml
Gula merah   100 gr
Gula pasir   2 sdm
Garam   secukupnya
Daun pandan   2 lbr
Sereh   1 btg (memarkan)
Nangka matang   3 buah (potong dadu kecil)

Cara Membuat:
1. Unti kelapa:
- Campur semua bahan di wajan anti lengket.
- Rebus hingga tercampur rata dan kering.
- Angkat dan sisihkan.
2. Kuah sereh:
- Rebus semua bahan sambil terus diaduk agar santan tidak pecah.
- Angkat setelah mendidih lalu saring.
- Rebus lagi di atas api kecil bersama nangka.
- Angkat dan sisihkan.
3. Kukus beras ketan selama 15 menit atau hingga merekah.
4. Angkat dan tuang ke dalam baskom.
5. Rebus air, garam, dan daun pandan hingga mendidih.
6. Tuang ke atas beras ketan. Aduk rata.
7. Kukus lagi hingga ketan matang. Angkat.
8. Ambil 1 sendok makan ketan lalu pipihkan.
9. Isi dengan unti kelapa. Bulatkan.
10. Susun ketan unti di atas mangkok saji.
11. Siram dengan kuah sereh.
12. Sajikan hangat.
(Resep: Nanda/Femme)