Senin, 18 Juni 2012

HENGKY GUN : MANTAN JUARA DUNIA TINJU WBC YUNIOR

Petinju kelahiran Ambon (Maluku) 26 Juni 1962 yang meraih gelar juara dunia kelas bulu super WBC yunior (1988). Sebelumnya, Hengky telah menyandang gelar juara OPBF (Asia-Pasifik) sebanyak 4 kali berturut-turut! Usia Hengky 24 tahun saat sabuk juara dunia direbutnya. Di luar ring, dalam kehidupan sehari-hari, Hengky bersahabat dengan Pulo Sugarray yang juga mantan juara dunia WBC yunior. Namun di atas ring, Hengky adalah lawan Pulo yang tangguh. 


Ada yang istimewa dari Hengky sebagai petinju, selain prestasinya. Ia hanya 1 kali cedera sepanjang bertarung di ring tinju, yaitu saat mempertahankan gelar juara WBC Intercontinental di Inggris. Tahun 1990, Hengky memutuskan gantung sarung tinju. Alasannya, ia ingin bekerja seperti orang lain pada umumnya, menikah, dan memiliki rumah. Sempat bekerja selama 6 bulan di satu perusahaan asuransi, Hengky kemudian pindah ke satu perusahaan elektronika sebagai tenaga penjualan. Di sinilah rezekinya lancar. Tak hanya bisa menabung, iapun belajar memperbaiki berbagai peralatan elektronika. Setelah tabungannya cukup, Hengky keluar dari perusahaannya dan mendirikan service elektronika HO Service. 


Pekerjaan tetap, sudah ada. Bagaimana dengan 2 keinginan Hengky lainnya, menikah dan punya rumah? Syukurlah semua sudah terlaksana. Dari tabungannya selama bertinju, ia berhasil membeli rumah di kawasan Kertajaya, Surabaya. Hengkypun telah menikah dengan Inge Irawati dan dikaruniai 2 putra, Helvin dan Osvaldo yang namanya digunakan sebagai nama perusahaan servis elektronika milik Hengky. 


Kecintaannya pada dunia tinju sempat membuat Hengky kembali menekuni olahraga tinju sebagai pelatih di pabrik Semen Gresik di Tuban (Jawa Timur) selain melatih beberapa petinju lain. Namun masalah penhasilan dan jarak membuat Hengky kembali menekuni usaha servis elektronikanya.  Maka, ia kembali menekuni usaha service elektronikanya bersama mantan petinju lain, Suwarno Perico alias No Pecel, sesama 'alumnus' Sasana Sawunggaling Surabaya. Sayang, akhir-akhir ini usaha elektronikanya sepi order. Bahkan penghasilan yang didapat hanya cukup sekedar untuk makan. 


Tentang olahraga tinju Indonesia sekarang, petinju bernama lengkap Hengky Gunawan yang di masa jayanya digelari The Killer ini prihatin dengan matinya sasana-sasana tinju dan tidak adanya kompetisi di dalam negeri. Akibatnya, menurut Hengky, kini sangat langka juara tinju yang berkualitas. (MGH)

3 komentar:

  1. Bravo mas Hengki...Alhamdulillah akhirnya dapat juga artikel tentang mas Hengki Gun salah satu legenda tinju tanah air.
    Untuk pak Presiden, Pak Menpora... Tolong perhatikan dong nasib dan kesejahteraan mantan atlet-atlet berprestasi yg telah mengharumkan nama bangsa dan negara. Thx

    BalasHapus
  2. Bravo mas Hengki...Alhamdulillah akhirnya dapat juga artikel tentang mas Hengki Gun salah satu legenda tinju tanah air.
    Untuk pak Presiden, Pak Menpora... Tolong perhatikan dong nasib dan kesejahteraan mantan atlet-atlet berprestasi yg telah mengharumkan nama bangsa dan negara. Thx

    BalasHapus
  3. Itu tetangga ku bang kalo mau cari tau lebih lanjut nya mungkin bisa cek di oyo life nama rumahnya yang sekarang jadi tempat kost itu Gunawan residence

    BalasHapus