Sabtu, 19 Januari 2013

STEFANUS LIE : KALKULATOR HIDUP SI ANAK TUNGGAL


Siapa bilang hitung menghitung identik dengan kalkulator. Tanyalah pada Stefanus Lie, peraih 3 medali Olimpiade matematika Asia-Pasifik dan internasional ini ternyata tidak suka menggunakan kalkulator maupun alat bantu lain saat mengerjakan soal-soal matematika. Bagi Stefanus, kalkulator justru memperlambat kerja. Ia lebih suka mengandalkan otaknya sendiri dalam mengerjakan soal-soal matematika. Tak heran, diantara kawan-kawannya, remaja bertubuh imut ini dijuluki 'Kalkulator Hidup'. 

Stefanus Lie, anak tunggal pasangan Jimmy Lie dan Sukiana, kelahiran Jakarta 22 April 1994. Ia menggemari catur, lari, dan tentu saja: matematika. Saat ini Stefanus sedang menimba ilmu di National University of Singapore (NUS), Singapura. 

Prestasi:
- Medali perunggu Olimpiade Matematika Internasional di Astana, Kazakhstan (2010)
- Medali perunggu International Mathematics Olympiad (IMO) di Amsterdam, Belanda (2011)
- Medali emas The Asian Pacific Mathematics Olympiad (APMO, 2012)
- Medali perak International Mathematics Olympiad (IMO, 2012)
(MGH/Foto: BPK Penabur)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar