Selasa, 03 Juli 2012

SIMAN SUDARTAWA : 4 EMAS DAN 2 REKOR RENANG SEA GAMES


3 tahun lalu, Siman diragukan pelatih renang nasional karena posturnya yang tergolong pendek untuk ukuran atlet renang. Saat datang ke Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PRSI) untuk minta ikut berlatih di Pelatnaspun ia sempat ditolak. Siapa sangka, remaja Bali yang sempat dipandang sebelah mata itu kini menjadi harapan Indonesia di Olimpiade setelah memborong 4 medali emas dalam SEA Games akhir tahun lalu. Tak hanya menjadi yang terbaik dalam 4 nomor renang, Siman membukukan 2 rekor untuk nomor 50 meter gaya punggung putra dan 100 meter gaya punggung putra dengan catatan waktu 55,59 detik, memecahkan rekor lama 56,16 detik atas nama perenang Malaysia, Alex Lim Keng Liat, yang telah bertahan selama 10 tahun 2 bulan.

I Gede Siman Sudartawa, anak tunggal Ketut Sudartawa dan I Made Sri Karmini, lahir di Klungkung (Bali) pada 8 September 1994. Sejak kecil ia selalu bersungguh-sungguh dan berusaha menjadi yang terbaik dalam segala hal. Tak heran, sejak kecil ia telah sering menjuarai berbagai turnamen renang tingkat daerah dan nasional. Meski telah memmbukukan prestasi gemilang, siswa SMA Olahraga Pekan Baru (Riau) ini tetap rendah hati. Siman mengatakan, kesuksesannya dalam SEA Games lalu berkat dukungan orangtua, pelatih, dan masyarakat Indonesia. 

Selain orangtua yang mendukung, Siman memang layak berterimakasih pada sang pelatih, Albert C. Sutanto yang juga mantan atlet renang nasional. Tak hanya membimbing di kolam renang, Albert sempat menampung Siman di rumahnya untuk berlatih di klub renang milik Albert, Millenium Aquatic di Jakarta Pusat. Pertemuan mereka terjadi 3 tahun lalu saat Siman dan ibunya menemui Albert di klub renang Millenium Aquatic. Waktu itu, ibu Made meminta Albert melatih Siman. Namun melihat postur Siman yang terbilang pendek untuk ukuran perenang, Albert ragu. Keraguan Albert segera berubah menjadi kekaguman saat melihat kemampuan berenang Siman. Walhasil Albert tak hanya bersedia melatih Siman, tapi bahkan membawa Siman Ke PRSI untuk dilatih di Pelatnas agar mendapat fasilitas yang lebih baik. Sayang, Siman ditolak karena diangggap belum mempunyai catatan prestasi yang memadai. Albert akhirnya menampung Siman di rumahnya untuk berlatih di Millenium Aquatic. 

Meski tak bisa berlatih di pelatnas, Siman tak berkecil hati dan tetap belatih keras. Dia lahap semua porsi latihan dari sang pelatih tanpa mengeluh. Setiap hari Siman berlatih renang selama 6 jam ditambah latihan beban di siang hari. Sekitar setahun berlatih di Millenium Aquatic, akhirnya Siman berhasil mengalahkan salah seorang atlet pelatnas di tahun 2010. Simanpun akhirnya diterima masuk Pelatnas, dan tak lagi tinggal di rumah Albert. 

Sukses menyabet 4 medali emas dan 2 rekor SEA Games, Siman menuai bonus ratusan juta rupiah. Untuk apa uangnya? Ternyata sebagian besar diserahkannya pada orangtua. Siman hanya mengambil sebagian kecil untuk membeli keperluan latihannya termasuk vitamin untuk atlet yang harganya memang mencapai jutaan rupiah untuk konsumsi per bulan. Siman berharap, dengan mengkonsumsi vitamin ia akan lebih optimal bertanding di Olimpiade London. Targetnya, masuk 16 besar. Untuk itu iapun giat berlatih keras di Jakarta. Setelah berusia 20 tahun dan semua tekniknya sempurna, barulah Siman mau berlatih di luar negeri untuk mencapai target prestasi di Olimpiade Brasil (2016). 

Prestasi:
- Medali emas nomor 100 meter gaya punggung putra SEA Age Group Swimming (2012)
- Medali emas Kejuaraan Renang Singapura Terbuka (2011)
- Medali emas nomor 50 meter gaya punggung putra SEA Games Palembang (2011)
- Medali emas nomor 100 meter gaya punggung putra SEA Games Palembang (2011)
- Medali emas nomor 200 meter gaya punggung putra SEA Games Palembang (2011)
- Medali emas nomor 4 x 100 meter gaya ganti estafet putra SEA Games Palembang (2011)

Rekor:
- 100 meter gaya punggung putra SEA Games dengan catatan waktu 55,59 detik (2011)
- 50 meter gaya punggung putra SEA Games (2011)
(MGH/Foto:Koleksi Pribadi)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar