Tampilkan postingan dengan label atlet renang Indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label atlet renang Indonesia. Tampilkan semua postingan

Jumat, 14 Desember 2018

SYUCI INDRIANI : MENYEIMBANGKAN SEKOLAH DAN RENANG



Menyandang tunagrahita tidak berarti tuna produktif apalagi tuna prestasi. Atlet renang Syuci Indriani membuktikan dengan mengharumkan nama bangsa di ajang Asian Para Games 2018 yang digelar di Jakarta, Oktober lalu. Dara tunagrahita berusia 17 tahun ini sukses memboyong 2 medali emas dan 1 perunggu. Pencapaian ini melebihan targetnya yang 2 medali emas. Hebatnya lagi, medali perunggu diperoleh dari nomor gaya bebas yang bukan spesialisasinya. 

Menyadari besarnya dukungan keluarga hingga ia mencapai prestasi internasional, putri pasangan Syafriton dan Martini ini menggunakan bonus yang didapatnya untuk mengumrohkan sang ayah (ibunya sudah almarhumah). Selebihnya diinvestasikan untuk masa depan. Syuci mulai berlatih renang secara serius sejak berumur 6 tahun. Adalah orangtuanya yang mendeteksi bakat sang putri dan memupuknya. Dara asal Riau ini bahkan bersekolah di sekolah menengah khusus untuk atlet di Riau. Saat ini Syuci masih belajar di SMA Olahraga.

Bhima Kautsar, pelatih Syuci mengatakan, porsi latihan Syuci tidak berbeda dengan atlet renang berfisik normal. Menghadapi padatnya jaadwal latihan dan aktivitasnya sebagai pelajar, Syuci mengaku berusaha keras menyeimbangkan keduanya agar sama-sama berjalan baik. Dan buktinya, Syuci mampu mengukir prestasi dunia dengan tanpa pernah tinggal kelas. 

Prestasi:
- Medali emas renang ASEAN Para Games Kuala Lumpur 2017
- Medali emas renang Youth Para Games Dubai 2017
- Medali perak renang Youth Para Games Dubai 2017
- Medali emas renang 100 m gaya dada putri SB14 Asian Para Games Jakarta 2018
- Medali emas renang 100 m gaya ganti putri SB14 Asian Para Games Jakarta 2018
- Medali perunggu renang 200 m gaya bebas putri SB14 Asian Para Games Jakarta 2018
(mgh/foto: Femina)

Selasa, 10 Juni 2014

HANS H. YOSAPUTRA : PRESTASI RENANG BERKAT ASMA


Dikenal sebagai perenang dengan prestasi internasional, tak banyak yang tahu Hans pernah menderita penyakit asma. Karena penyakit itu pula sang ayah, Yohanes Yosaputra,  memasukkan Hans ke klub renang. Melampaui harapan, Hans bukan hanya berhasil mengalahkan asmanya, prestasi internasional di bidang renangpun di genggaman. 

Lahir dengan nama Hans Hafner Yosaputra di Jakarta tanggal 27 Juli 1987, ialah sulung  sekaligus satu-satunya pria dari 3 bersaudara. Kedua adiknya, Yuliana dan Yessy juga menekuni renang. Si bungsu Yessy bahkan hingga kini pemegang rekor renang 200 m gaya punggung putri SEA Games. Prestasi membangggakan perenang bersaudara ini tentu tak lepas dari dukungan Yohanes dan Sumarni kedua orangtua mereka yang telah memasukkan anak-anaknya ke klub renang sejak masih kecil. Apalagi, Yessy mengaku termotivasi Hans yang tekah lebih dulu berlatih di klub renang. Setelah menjadi perenang nasional, Hans dan Yessy mengaku saling memotivasi hingga bisa seperti sekarang. Inilah yang antara lain terjadi saat SEA Games 2011 lalu. Melihat Yessy meraih medali emas sekaligus memecahkan rekor SEA Games, Hans semakin termotivasi hingga mencapai sukses yang sama: medali emas sekaligus memecahkan rekor lama SEA Games atas namanya sendiri yang dicapai 2 tahun sebelumnya di Laos. 

Hans kini tinggal di Bandung bersama istri dan kedua anaknya. Di luar aktivitasnya sebagai perenang, Hans menikmati musik R & B, membaca komik, menonton film laga, dan tentunya merawat kedua buah hatinya bersama sang istri tercinta. Apalagi si bungsu yang baru lahir bulan Maret lalu makin hari makin lucu. 

Prestasi:
- Medali perunggu nomor 1500 m Asian Fin Swimming Championships Shadong (RRC) 2008
- Medali emas renang sirip nomor 800 m surface putra SEA Games Vientiane 2009
- Medali emas renang sirip nomor 800 m surface putra SEA Games Palembang 2011
- Rekor renang sirip nomor 800 m surface putra SEA Games Palembang 2011 (6 menit 44,41 detik)
- Medali perunggu nomor 1500 m surface Asian Fin Swimming Championships Vietnam 2012
(MGH/Foto: Koleksi Pribadi)

Rabu, 01 Mei 2013

RODRICK LUHUR : BERPRESTASI DARI SINGAPURA


Meski bermukim di Singapura untuk kuliah di bidang informatika, Rodrick tetap aktif sebagai atlet renang Indonesia. Tahun lalu misalnya, ia berhasil mempersembahkan 2 medali emas untuk Indonesia dari kejuaraan renang kelompok umur se-Asia Tenggara ke-36, SEA Age Group Swimming Championship yang berlangsung di Palembang. Rodrick merajai kelompok umur 15-17 tahun untuk nomor 200 meter gaya ganti perseorangan putra dan 400 meter gaya bebas persorangan putra. 

Tak hanya kuliah, keberadaannya di Negeri Singa dimanfaatkan Rodrick untuk berlatih renang. ia bahkan telah mendapat kesempatan bertanding bersama tim renang Olimpiade Singapura. Hasilnya enggembirakan. Rodrick berhasil menjuarai nomor relay di  Singapore Open 2012.

Rodrick lahir di Bogor (Jawa Barat) 19 April 1994. Ia memutuskan lanjut kuliah di Singapura setamat dari Sekolah Pelita Harapan. Sementara kedua orangtuanya tetap tinggal di Bantarjati, Bogor Utara.(MGH/Foto: Koleksi Pribadi)

Selasa, 30 April 2013

FELECIA ANGELICA : MEDALI EMAS SANG PUTRI SOLO

Perenang asal Solo (Jawa Tengah) yang baru berumur 12 tahun berhasil meraih medali emas dalam kejuaraan renang kelompok umur se-Asia Tenggara SEA Age Group Swimming yang diadakan di Palembang (2012). Dengan kemenangan ini, Felicia turut berperan dalam dominasi para perenang muda Indonesia di ajang renang yunior se-Asia Tenggara tahun lalu. Namanya juga sering ditulis sebagai Felicia Angelica di beberapa media cetak.(MGH)

Sabtu, 27 April 2013

CHRISTINA SUGIONO : MEDALI EMAS SEA GROUP


Mahasiswi Universitas Pelita harapan ini ikut menyumbang medali emas dari kejuaraan renang kelompok umur se-Asia Tenggara SEA Age Group Swimming ke-36 di Palembang (2012). Christina berasal dari Bekasi namun berdomisili di Tangerang karena kuliahnya. Dara berkacamata ini lahir tanggal 21 Maret 1995 dan memeluk agama Katolik.(MGH/Foto: Margaretha Herawati)

Jumat, 26 April 2013

OLIVIA FERNANDEZ : SUMBANG 2 EMAS RENANG SE-ASIA TENGGARA


Atlet renang yang masih duduk di bangku SMP ini meraih 2 medali emas dalam kompetisi renang kelompok umur se-Asia Tenggara, SEA Age Group Swimmin ke-36 di Palembang. Olivia Fernandez, berhasil mempersembahkan medali emas 100 m gaya kupu-kupu kelompok umur 13-14 tahun dan medali emas gaya punggung putri untuk kelompok umur yang sama. 

Di samping atributnya sebagai atlet renang yunior andalan Indonesia, Olivia masih belajar di SMPN 5 Sidoarjo (Jawa Timur). Dara ini beragama  islam dan seorang penyayang binatang. Cita-citanya, menjadi atlet renang kaliber dunia yang mengharumkan Indonesia. Iapun berharap, renang bisa menjadi olahraga prestasi Indonesia, seperti halnya bulutangkis dan angkat besi. (MGH/Foto: Koleksi Pribadi)

Jumat, 12 April 2013

BRYAN TJUT : PECAHKAN REKOR SEA AGE GROUP


Wajahnya memang imut, usianyapun baru 12 tahun. Tapi jangan salah. Si imut asal Bandung ini telah berprestasi dalam olahraga renang hingga di tingkat antar bangsa. Tak hanya memborong 3 medali emas dan 1 perak dalam Kejuaraan Renang Kelompok Umur se-Asia Tenggara (SEA Age Group) tahun lalu, Bryan juga memecahkan rekor 400 meter gaya ganti perseorangan putra yang sebelumnya dipegang perenang Vietnam. Sekedar info, nama Bryan Tjut sering ditulis sebagai Bryan Cut oleh beberapa media cetak. 

Prestasi:
- Medali emas  200 m gaya punggung putra SEA Age Group Palembang 2012
- Medali emas 400 m gaya bebas putra SEA Age Group Palembang 2012
- Medali emas 400 m gaya ganti perseorangan putra SEA Age Group Palembang 2012
- Rekor 400 meter gaya ganti perseorangan putra SEA Age Group Palembang 2012
- Medali perak 200 m gaya ganti perseorangan putra SEA Age Group Palembang 2012
(MGH/Foto: Koleksi Pribadi)

Kamis, 11 April 2013

RAINA SAUMI GRAHANA : JUARA RENANG KELOMPOK UMUR ASIA


Nama lengkapnya cukup panjang: Raina Saumi Grahana Ramdhani. Sampai-sampai kadang media cetak salah menulis namanya sebagai nama 2 orang yang berbeda. Ada juga yang menulis namanya sebagai Raina atau Saumi Grahana. Yang jelas, ialah atlet renang putri remaja harapan Indonesia di masa depan. Simak saja, prestasinya di kejuaraan renang kelompok umur Asia terus naik. Apalagi, Mojang Bandung kelahiran 24 Oktober 1995 ini masih duduk di bangku SMAN 20 Bandung. Masih sangat muda. 

Tapi tak banyak yang tahu, Rena, begitu sapaan dara penyayang kucing ini, menerjuni olahraga renang sejak umur 6 tahun awalnya untuk mengatasi penyakit asma yang dideritanya. Di luar urusan renang, mojang hitam manis ini ternyata penggemar gadget. Pegangannyapun lengkap: iPhone dan Blackberry! Raina bahkan mengaku sudah memiliki telefon genggam sendiri waktu baru berumur 10 tahun. Sampai sekarang, ia sudah berganti-ganti telefon genggam belasan kali. Namun soal operator, sejak awal memakai ponsel hingga kini Rena setia pada Simpati. Rena memang fasih bicara soal ponsel. Maklum, ia sangat 'dekat' dengan ponselnya. Kalau sudah asyik main ponsel, ia mengaku bisa lupa waktu! 

Kembali ke soal renang, Raina mengaku selain tekun berlatih iapun membuka diri terhadap kritik dan masukan dari siapapun. Raina percaya, menerima masukan dengan rendah hai merupakan salah satu kunci untuk terus memperbaiki diri. 

Prestasi:
- Medali perak AASF Asian Age Group  Championships Jakarta (2007)
- Medali perunggu AASF Asian Age Group Championships Jakarta (2007)
- Medali perak AASF Asian Age Group Championships Jepang (2009)
- Medali perunggu AASF Asian Age Group Championships Jepang (2009)
- Medali perunggu AASF Asian Age Group Championships Jepang (2009)
- Medali emas AASF Asian Age Group Championships Jakarta (2011)
- Medali perak AASF Asian Age Group Championships Jakarta (2011)
- Medali perunggu AASF Asian Age Group Championships Jakarta (2011)
- Medali perunggu AASF Asian Age Group Championships Jakarta (2011)
- Medali perak 200 meter gaya kupu-kupu putri SEA Games Palembang (2011)
- Medali perunggu SEA Games Pelmbang (2011)
- Medali perunggu SEA Games Palembang (2011)
(MGH/Foto: Koleksi Pribadi)

Selasa, 24 Juli 2012

RICHARD SAM BERA : ANEKA REKOR RENANG INTERNASIONAL


Tak hanya prestasi yang telah diukirnya di berbagai kejuaraan renang internasional, namun juga sejarah. Di ajang olahraga terakbar se-Asia Tenggara, SEA Games, Richard tercatat sebagai pemegang rekor renang 100 meter perorangan putra. Richard pulalah perenang yang memegang rekor paling sering memenangkan medali emas SEA Games. Ia juga membukukan rekor renang 100 meter perorangan putra dalam ajang kejuaraan antar mahasiswa di Amerika Serikat saat kuliah di negeri Obama itu. Richard juga 4 kali meraih penghargaan All-American Divisi 1 NCAA . 

Richard lahir di Jakarta, 19 Desember 1971, meraih gelar Bachelor of Science di bidang politik dan ekonomi dari Arizona State University. Kini ia bekerja sebagai Editor-in-Chief majalah FHM Indonesia dan Men's Fitness Indonesia sembari menulis artikel kesehatan untuk website ghiboo.com Di waktu luangnya, Richard rajin mengikuti kejuaraan triathlon di berbagai negara, termasuk tingkat dunia! Namun dunia renang tentu tak dilupakannya. bersama sesama mantan perenang Albert C. Sutanto, Richard mendirikan klub renang Millenium Aquatic Club yang berlokasi di Cikini, Jakarta Pusat. Richard juga menggemari olahraga sepakbola dan bersepeda. Ia bahkan bisa ditemui setiap pukul 5 pagi, bersepeda sepanjang jalan Sudirman, Jakarta. Untuk kalangan dekatnya, Richard juga biasa dipanggil Icad. 

Prestasi:
- Medali emas 100 meter perorangan putra SEA Games (1989)
- Medali perunggu 100 meter perorangan putra Asian Games, Beijing (1990)
- Medali emas 100 meter perorangan putra SEA Games (1991)
- Medali emas 100 meter perorangan putra SEA Games (1995)
- Medali emas 50 meter perorangan putra SEA Games (1995)
- Medali emas 100 meter perorangan putra SEA Games (1997)
- Medali emas 50 meter perorangan putra SEA Games (1997)
- Medali emas 100 meter perorangan putra SEA Games (1999)
- Medali emas 50 meter perorangan putra SEA Games (1999)
- medali perak 50 meter perorangan putra, World Swimming Championship, Hongkong (2000)
- Medali emas 100 meter perorangan putra SEA Games (2001)
- Medali emas 100 meter perorangan putra SEA Games(2005)
(MGH/Foto: Koleksi Pribadi)

Rabu, 18 Juli 2012

GLENN VICTOR : HARAPAN EMAS DI OLIMPIADE 2012



Perkenalkan, inilah Glenn Victor, salah seorang atlet renang Indonesia yang diharapkan menyumbang medali emas Olimpiade yang akan digelar di London akhir bulan ini. Bukan harapan berlebihan, karena catatan prestasi Glenn memang menjanjikan. Simak saja, ia berhasil mengantongi medali perak nomor 100 meter gaya punggung putra dalam SEA Games Palembang tahun lalu. Sedangkan dalam ajang Hongkong Terbuka (2010) Glenn sukses membawa pulang 2 medali emas dan 1 perak. Setahun sebelumnya, ia telah meraih medali emas renang 100 meter gaya punggung putra dalam SEA Games Laos (2009) dan medali emas Singapura Terbuka juga di nomor yang sama. Lebih ke belakang lagi, Glenn telah mempersembahkan 2 medali perak dalam SEA Games 2007 dari nomor 100 meter gaya punggung putra dan 4 x 100 meter gaya ganti beregu putra. 

Yang tak banyak diketahui orang, ketertarikan Glenn pada olahraga renang berawal dari pengaruh teman-temannya. Ia sendiri awalnya lebih menekuni olahraga tennis. Olahraga renang mulai ditekuninya pada umur 10 tahun, saat bergabung dengan klub  Elvira Swima Gemilang di kotanya, Bandung.

Glenn Victor Sutanto, demikian nama lengkapnya, lahir tanggal 7 November 1989 di Bandung, terbilang senior di jajaran perenang nasional Indonesia. Perenang bertinggi 183 cm dan berat 74 kg  ini adalah putra sulung pasangan Haris Untung Sutanto dan Janti Kumalawati. Di waktu senggangnya, alumnus SMAK BPK 2 Penabur Bandung ini suka mendengarkan musik dan bermain game komputer. Glenn juga suka belajar, terlihat dari kegiatannya mengikuti kursus bahasa Inggris di sela-sela kesbukannya sebagai atlet nasional, hingga kini. Sebagai persiapan masa depannya, Glenn juga memulai bisnis jual-beli binatang peliharaan meskipun masih taraf kecil-kecilan. Sebagai pribadi, Glenn merupakan sosok yang  sportif, rendah hati, dan ramah. Ia tak segan memuji atlet renang lain yang berprestasi dan selalu melayani dengan ramah setiap penggemarnya yang meminta foto bersama. Cocok kan, dengan motonya, "jalani kehidupan dengan berusaha dan bersyukur." (MGH/Foto: Rosa Panggabean)

Selasa, 03 Juli 2012

SIMAN SUDARTAWA : 4 EMAS DAN 2 REKOR RENANG SEA GAMES


3 tahun lalu, Siman diragukan pelatih renang nasional karena posturnya yang tergolong pendek untuk ukuran atlet renang. Saat datang ke Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PRSI) untuk minta ikut berlatih di Pelatnaspun ia sempat ditolak. Siapa sangka, remaja Bali yang sempat dipandang sebelah mata itu kini menjadi harapan Indonesia di Olimpiade setelah memborong 4 medali emas dalam SEA Games akhir tahun lalu. Tak hanya menjadi yang terbaik dalam 4 nomor renang, Siman membukukan 2 rekor untuk nomor 50 meter gaya punggung putra dan 100 meter gaya punggung putra dengan catatan waktu 55,59 detik, memecahkan rekor lama 56,16 detik atas nama perenang Malaysia, Alex Lim Keng Liat, yang telah bertahan selama 10 tahun 2 bulan.

I Gede Siman Sudartawa, anak tunggal Ketut Sudartawa dan I Made Sri Karmini, lahir di Klungkung (Bali) pada 8 September 1994. Sejak kecil ia selalu bersungguh-sungguh dan berusaha menjadi yang terbaik dalam segala hal. Tak heran, sejak kecil ia telah sering menjuarai berbagai turnamen renang tingkat daerah dan nasional. Meski telah memmbukukan prestasi gemilang, siswa SMA Olahraga Pekan Baru (Riau) ini tetap rendah hati. Siman mengatakan, kesuksesannya dalam SEA Games lalu berkat dukungan orangtua, pelatih, dan masyarakat Indonesia. 

Selain orangtua yang mendukung, Siman memang layak berterimakasih pada sang pelatih, Albert C. Sutanto yang juga mantan atlet renang nasional. Tak hanya membimbing di kolam renang, Albert sempat menampung Siman di rumahnya untuk berlatih di klub renang milik Albert, Millenium Aquatic di Jakarta Pusat. Pertemuan mereka terjadi 3 tahun lalu saat Siman dan ibunya menemui Albert di klub renang Millenium Aquatic. Waktu itu, ibu Made meminta Albert melatih Siman. Namun melihat postur Siman yang terbilang pendek untuk ukuran perenang, Albert ragu. Keraguan Albert segera berubah menjadi kekaguman saat melihat kemampuan berenang Siman. Walhasil Albert tak hanya bersedia melatih Siman, tapi bahkan membawa Siman Ke PRSI untuk dilatih di Pelatnas agar mendapat fasilitas yang lebih baik. Sayang, Siman ditolak karena diangggap belum mempunyai catatan prestasi yang memadai. Albert akhirnya menampung Siman di rumahnya untuk berlatih di Millenium Aquatic. 

Meski tak bisa berlatih di pelatnas, Siman tak berkecil hati dan tetap belatih keras. Dia lahap semua porsi latihan dari sang pelatih tanpa mengeluh. Setiap hari Siman berlatih renang selama 6 jam ditambah latihan beban di siang hari. Sekitar setahun berlatih di Millenium Aquatic, akhirnya Siman berhasil mengalahkan salah seorang atlet pelatnas di tahun 2010. Simanpun akhirnya diterima masuk Pelatnas, dan tak lagi tinggal di rumah Albert. 

Sukses menyabet 4 medali emas dan 2 rekor SEA Games, Siman menuai bonus ratusan juta rupiah. Untuk apa uangnya? Ternyata sebagian besar diserahkannya pada orangtua. Siman hanya mengambil sebagian kecil untuk membeli keperluan latihannya termasuk vitamin untuk atlet yang harganya memang mencapai jutaan rupiah untuk konsumsi per bulan. Siman berharap, dengan mengkonsumsi vitamin ia akan lebih optimal bertanding di Olimpiade London. Targetnya, masuk 16 besar. Untuk itu iapun giat berlatih keras di Jakarta. Setelah berusia 20 tahun dan semua tekniknya sempurna, barulah Siman mau berlatih di luar negeri untuk mencapai target prestasi di Olimpiade Brasil (2016). 

Prestasi:
- Medali emas nomor 100 meter gaya punggung putra SEA Age Group Swimming (2012)
- Medali emas Kejuaraan Renang Singapura Terbuka (2011)
- Medali emas nomor 50 meter gaya punggung putra SEA Games Palembang (2011)
- Medali emas nomor 100 meter gaya punggung putra SEA Games Palembang (2011)
- Medali emas nomor 200 meter gaya punggung putra SEA Games Palembang (2011)
- Medali emas nomor 4 x 100 meter gaya ganti estafet putra SEA Games Palembang (2011)

Rekor:
- 100 meter gaya punggung putra SEA Games dengan catatan waktu 55,59 detik (2011)
- 50 meter gaya punggung putra SEA Games (2011)
(MGH/Foto:Koleksi Pribadi)

Jumat, 29 Juni 2012

YESSY YOSAPUTRA : PECAHKAN REKOR RENANG SEA GAMES


Inilah salah satu perenang Indonesia yang membuat kejutan dalam SEA Games akhir tahun lalu. Yeye, begitu perenang ini diakrabi, sukses meraih emas nomor 200 meter gaya punggung putri. Pencapaian Yeye mengakhiri paceklik emas yang dialami Indonesia selama bertahun-tahun di nomor putri. Tak hanya itu, Yeye memecahkan rekor SEA Games dengan catatan waktu 2 menit 16,07 detik, menumbangkan rekor lama yang telah dipegang selama 18 tahun 5 bulan atas nama perenang Filipina berdarah Amerika-Jepang, Akiko Thomson. Yeye juga berperan merebut medali perunggu nomor 4x200 meter estafet di ajang yang sama. Sebelumnya, Yeye telah meraih medali perak di nomor 100.000 meter Asian Beach Games di Oman (2010). 

Yessy Venisia Yosaputra, lahir di Bandung tanggal 27 Agustus 1994. Untuk mencapai prestasi seperti sekarang, putri Yohanes Yosaputra dan Sumarni  berlatih renang 3 sampai 7 jam sehari mengarungi jarak 10.000 meter di bawah bimbingan pelatih Nizarudin Nizar. Latihannyapun tak hanya di kolam renang, tapi juga di perairan bebas yang memerlukan stamina dan kekuatan lebih. Bakat berenang Yeye memang sudah nampak sejak kecil. Awalnya  bergabung dengan klub Aquarius, Bandung. Apalagi sang ayahpun mendukung penuh. Kakak Yeye, Hans, lebih dulu terjun sebagai atlet renang. 

Di luar kolam renang, Yeye tetap menekuni pelajaran di SMAK BPK 2 Penabur, Bandung. Kesibukannya sebagai atlet yang memaksa dia sering absen ke sekolah, tak membuat Yeye melupakan pelajaran. Ia selalu membawa buku pelajaran ke manapun pergi untuk dipelajari kapanpun waktu memungkinkan. Tak merasa cukup belajar sendiri, Yeyepun mengikuti pelajaran dari guru les yang diundang ke rumahnya. Di waktu senggang, Yeye juga suka melakukan hobinya yang lain, nonton. (MGH/Foto: The Jakarta Globe)

Kamis, 28 Juni 2012

RICKY ANGGA WIJAYA : PERAK SEA GAMES DARI PERAIRAN TERBUKA

Wajah perenang muda asal Bandung kelahiran 23 Mei 1996 ini memang imut-imut. Tapi prestasinya tidak bisa dibilang imut. Ricky Angga Wijaya adalah peraih medali perak renang nomor perairan terbuka (open water swimming) 5000 meter SEA Games XXVI di Palembang (2011).  Jelas prestasi yang membanggakan, apalagi Ricky beru kali pertama membela Indonesia di ajang SEA Games. 

Di luar renang, bungsu dari 3 bersaudara ini baru lulus dari SMP Nehru Memorial International School Bandung. Rencananya, ia akan melanjutkan poendidikan ke SMA Trinitas, juga di kota kembang Bandung. Meski sudah berprestasi di tingkat internasional, Ricky tetap rendah hari dan jauh dari sikap sombong. Ia bahkan masih malu-malu menghadapi awak media. Satu yang khas dari perenang harapan Indonesia ini, logat Sundanya yang kental. Diantara keluarga dekatnya, perenang spesialis perairan terbuka ini juga punya panggilan kesayangan nan terdengar imut 'Iki'. 

Untuk meningkatkan prestasi, Ricky berlatih hampir setiap hari di kolam renang Karang Setra, Bandung, di bawah arahan pelatih Nizarudin Nizar(MGH/Foto: Koleaksi Pribadi)

Selasa, 26 Juni 2012

RESSA KANIADEWI : 3 EMAS DARI SEA AGE GROUP SWIMMING 2012

Tiada kesuksesan tanpa totalitas. Ini disadari benar oleh Ressa Kaniadewi, salah satu bintang Kejuaraan Renang Kelompok Umur Asia Tenggara SEA Age Group ke-36 yang digelar di Palembang awal bulan ini. Setelah lulus SMA tahun ini, Ressa tak berniat melanjutkan pendidikan formal ke perguruan tinggi karena ingin fokus mengejar prestasi di dunia renang. Dalam ajang SEA Age Group lalu, Ressa meraih 3 medali emas dari nomor 100 meter kupu-kupu putri , 200 meter gaya ganti putri, dan estafet beregu putri. Tahun lalu, Ressa telah mempersembahkan 2 medali perunggu SEA Games di nomor 200 meter dan 400 meter gaya ganti putri.

Berbeda dengan remaja seusianya yang masih mencari jati diri, Ressa seolah sudah tahu apa yang diinginkannya sejak masih kecil. Mojang Bandung kelahiran 15 Sptember 1994 ini sudah bergabung dengan klub renang Tirta Merta di kotanya, Bandung, saat umurnya baru 6 tahun. Iapun sangat menikmati rutinitas latihan renang yang dilakukan setiap hari, pagi dan sore. Tak puas dengan catatan waktunya selama ini, Ressa terus berlatih keras untuk meraih prestasi yang lebih tinggi lagi. Dengan tekad kuat yang mengagumkan, apalagi ditunjang postur setinggi 170 cm yang cukup menjulang untuk ukuran Asia, sangat mungkin Ressa akan menjadi bintang renang Indonesia di tingkat dunia.(MGH/Foto:Majalah Akuatik)