Tampilkan postingan dengan label peraih medali SEA Games. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label peraih medali SEA Games. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 13 April 2013

SUSY SUSWANTI : MEDALI SEA GAMES IBU PEMBALAP


Status boleh ibu satu anak. Tapi soal kecepatan memacu sepeda, Susy Suswanti atau kadang disebut Suswanti masih salah satu pembalap sepeda  BMX wanita tertangguh di Asia Tenggara. Ini dibuktikannya dengan meraih medali perunggu SEA Games Palembang (2011).  Bahkan sebenarnya Susy berpeluang meraih medali perak karena sejak start langsung melesat di urutsn terdepan bersama rekan sesama pembalap Indonesia, Elga Kharisma Novanda. Sayang, Susy kemudian terjatuh akibat sepedanya bersenggolan dengan sepeda pembalap Muangthai, Notsuda Wongwai. Akibatnya, Susy kehilangan momentum dan terpaksa turun ke urutan ketiga. 

Lulusan SMAN 3 Purwokerto ini menikah dengan sesama pembalap sepeda BMX Rino Prayogo dan dikaruniai seorang anak laki-laki yang lucu, Elnino atau biasa dipanggil Nino. Meski sangat menikmati perannya sebagai seorang ibu,  Susy terpaksa harus sering berpisah dengan Nino karena padatnya jadwal latihan sebagai atlet nasional. (MGH/Foto:Koleksi pribadi)

Kamis, 11 April 2013

RAINA SAUMI GRAHANA : JUARA RENANG KELOMPOK UMUR ASIA


Nama lengkapnya cukup panjang: Raina Saumi Grahana Ramdhani. Sampai-sampai kadang media cetak salah menulis namanya sebagai nama 2 orang yang berbeda. Ada juga yang menulis namanya sebagai Raina atau Saumi Grahana. Yang jelas, ialah atlet renang putri remaja harapan Indonesia di masa depan. Simak saja, prestasinya di kejuaraan renang kelompok umur Asia terus naik. Apalagi, Mojang Bandung kelahiran 24 Oktober 1995 ini masih duduk di bangku SMAN 20 Bandung. Masih sangat muda. 

Tapi tak banyak yang tahu, Rena, begitu sapaan dara penyayang kucing ini, menerjuni olahraga renang sejak umur 6 tahun awalnya untuk mengatasi penyakit asma yang dideritanya. Di luar urusan renang, mojang hitam manis ini ternyata penggemar gadget. Pegangannyapun lengkap: iPhone dan Blackberry! Raina bahkan mengaku sudah memiliki telefon genggam sendiri waktu baru berumur 10 tahun. Sampai sekarang, ia sudah berganti-ganti telefon genggam belasan kali. Namun soal operator, sejak awal memakai ponsel hingga kini Rena setia pada Simpati. Rena memang fasih bicara soal ponsel. Maklum, ia sangat 'dekat' dengan ponselnya. Kalau sudah asyik main ponsel, ia mengaku bisa lupa waktu! 

Kembali ke soal renang, Raina mengaku selain tekun berlatih iapun membuka diri terhadap kritik dan masukan dari siapapun. Raina percaya, menerima masukan dengan rendah hai merupakan salah satu kunci untuk terus memperbaiki diri. 

Prestasi:
- Medali perak AASF Asian Age Group  Championships Jakarta (2007)
- Medali perunggu AASF Asian Age Group Championships Jakarta (2007)
- Medali perak AASF Asian Age Group Championships Jepang (2009)
- Medali perunggu AASF Asian Age Group Championships Jepang (2009)
- Medali perunggu AASF Asian Age Group Championships Jepang (2009)
- Medali emas AASF Asian Age Group Championships Jakarta (2011)
- Medali perak AASF Asian Age Group Championships Jakarta (2011)
- Medali perunggu AASF Asian Age Group Championships Jakarta (2011)
- Medali perunggu AASF Asian Age Group Championships Jakarta (2011)
- Medali perak 200 meter gaya kupu-kupu putri SEA Games Palembang (2011)
- Medali perunggu SEA Games Pelmbang (2011)
- Medali perunggu SEA Games Palembang (2011)
(MGH/Foto: Koleksi Pribadi)

Minggu, 07 April 2013

TONI SYARIFUDIN : KECEWA MEDALI SEA GAMES


Indonesia mendominasi perolehan medali balap sepeda BMX pada SEA Games 2011 lalu. Tak hanya menyapu bersih seluruh medali emas, para pembalap kita juga memboyong sebagian medali perak dan perunggu. Salah satu pembalap yang berhasil mempersembahkan medali perak adalah Toni Syarifudin. Meski mendapat medali, Toni sangat kecewa atas kegagalannya mempersembahkan emas dari pesta olahraga terbesar se-Asia Tenggara itu. Apalagi sebelumnya Toni hampir selalu memenangkan setiap kejuaraan balap BMX. Namun Toni tetap berbesar hati, karena ia turut berperan menahan para pembalap dari negara lain, hingga rekannya Buamin mulus melaju terdepan dan memenangkan medali emas untuk Indonesia. Saat ini Toni sedang mempersiapkan diri menghadapi Kejuaraan Asia pertengahan tahun ini. Untuk itu, sejak awal Maret lalu Toni berlatih di Swiss. Melihat prestasinya selama ini dan usianya yang masih belasan tahun, alumni SMKN 5 Surakarta (Jawa Tengah) ini diharapkan akan makin berprestasi di tingkat internasional. Ingin tahu lebih banyak tentang Toni, sapa saja di Twitternya: @Tonisyarifudin.(MGH/Foto: Koleksi Pribadi)