Rabu, 08 Agustus 2018

I GUSTI MADE OKA SULAKSANA : SANG LEGENDA SELANCAR INDONESIA



Atlet layar dan selancar angin legendaris Indonesia ini mulai mengenal olahraga selancar sejak kelas 5 SD. Beruntung, ia tinggal di kawasan Sanur yang menunjang bakat alamnya. Dari awalnya hanya melihat orang berlatih selancar, Oka kemudian bergabung dengan salah satu klub selancar setempat. Aksi Oka di atas ombak rupanya menarik perhatian Ngurah Wijaya, salah satu pengusaha hotel di Sanur. Ngurah memotivasi Oka untuk ikut kompetisi selancar Bali Open. Ngurah berjanji akan menyeponsori Oka mengikuti kompetisi selancar angin di Singapura bila berprestasi di Bali Open. 'Tantangan' itu diterima Oka. Hasilnya, sudah bisa diduga. Oka meraih juara di Bali Open. Ngurahpun memenuhi janjinya. OKa dikirim mengikuti Kejuaraan Selancar Angin Yunior di Singapura setahun kemudian, dan langsung merebut juara kedua. Kemenangan itu makin memotivas Oka lebih giat berlatih. Gelar demi gelarpun ia raih dari berbagai ajang internasional.

Lahir dengan nama I Gusti Made Oka Sulaksana pada tanggal 29 April 1971 di Sanur (Bali). Orangtuanya, I Gusti Putu Raka Adi dan Ni Gusti Ketut Oka adalah nelayan di Sanur. Oka lahir dan tumbuh dengan alam di Sanur. Karena itulah ia hingga kini tetap tinggal di Sanur. Tidak ada keinginannya pindah dari tanah kelahirannya. Bagi Oka, Sanur lebih dari kampung halaman. Sanur adalah tempat yang membawa berkah baginya. Cerita Oka, dulu ia tidak pernah membayangkan akan menjadi atlet. Bisa makan saja sudah sangat bersyukur. Namun semua berubah ketika ia mulai berprestasi di olahraga selancar. Dan gelar pertamanya direbut di Sanur, kampung halamannya. 

Tetap rendah hati dan ramah pada siapa saja, Oka kini membuka kursus selancar dan homestay di Sanur. Ia bukan lagi anak nelayan miskin yang harus bekerja keras sekedar untuk makan. Oka yang sekarang adalah atlet selancar terbaik Indonesia dan pengusaha di Sanur. Tapi selebihnya, suami Agung Made Dewi Arini ini tidak berubah. Ia tetap menyatu dengan alam Sanur. Okapun biasa mengobrol akrab dengan para nelayan di pantai maupun para wisatawan. Ia selalu menolak disebut atlet selancar legendaris. Oka berkilah, ia justru harus belajar pada atlet-atlet selancar Indonesia lainnya. Apapun, sederet prestasi internasional telah diraihnya. Meski tak lagi aktif berkompetisi, Oka tetap mengabdikan diri untuk Indonesia dengan melatih para atlet selancar muda di Bali, termasuk ketiga anaknya, Ni Gusti Candra Pertiwi, I Gusti Bagus Gopala, dan I Gusti Putra Padantya. 

Prestasi:
- Juara 2 Kejuaraan Selancar Angin Yunior Singapura 1986
- Medali emas selancar angin SEA Games Singapura 1993
- Medali emas selancar angin SEA Games Chiang Mai 1995
- Medali emas selancar angin SEA Games Jakarta 1997
- Medali emas selancar angin SEA Games Bandar Seri Begawan 1999
- Medali emas selancar angin SEA Games Kuala Lumpur 2001
- Medali emas selancar angin SEA Games Ho Chi Minh 2003
- Medali emas selancar angin Asian Games Bangkok 1998
- Medali emas selancar angin Asian Games Busan 2002
- Medali perak selancar angin SEA Games Manila 2005
- Medali perunggu selancar angin Asian Games Doha 2006
- Medali perak selancar angin Asian Games Guangzhou 2010
(mgh/foto: istimewa)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar