Rabu, 05 September 2012

SUSI SUSANTI : LEGENDA HIDUP BULUTANGKIS DUNIA


Nggak asyik banget deh kalau tidak kenal Susi Susanti. Yah, meskipun belum pernah salaman tapi paling tidak kenal nama dan prestasi. Dialah pebulutangkis tunggal putri pertama yang meraih medali emas di Olimpiade Barcelona (1992). Hingga kini tidak ada pebulutangkis wanita lain di dunia yang menyamai prestasi Susi meraih gelar juara Olimpiade, World Championship, dan All England secara berturut-turut. Nama Susi Susanti juga tercatat di Guinness Book of World Records sebagai pebulutangkis yang menjuarai All England 4 kali berturut-turut! 

Lahir dengan nama Lucia Fransisca Susi Susanti alias Wang Lian-xiang di Tasikmalaya (Jawa Barat), 11 Februari 1971. Orangtuanya yang pedagang sembako di pasar Tasikmalaya sangat mendukung bakat sang putri hingga Susi yang sudah belajar bermain bulutangkis sejak usia 5 tahun, telah serius berlatih di usia ke-7 tahun! Bakat dan dukungan keluarga membuat Susi mampu berprestasi di tingkat internasional sejak usia belasan tahun. Di masa jayanya, Susi nyaris tak terkalahkan. Dalam setiap turnamen internasional yang diikutinya, bisa dipastikan Susi tak terkalahkan! Berkat prestasinya yang luar biasa selama aktif menjadi atlet bulutangkis, Susi bahkan telah dianugerahi Hall of Fame dari federasi bulutangkis dunia, Badminton World Federation (BWF). Selain pada Susi, penghargaan yang sama juga diberikan pada Rudy Hartono, Christian Hadinata, Dick Sudirman, dan Liem Swie King.  Tak berlebihan bila Susi disebut salah satu legenda hidup bulutangkis dunia.

Kini, istri peraih emas bulutangkis tunggal putra Olimpiade Barcelona, Alan Budikusuma ini menikmati kehidupan sebagai ibu dari 2 putra dan 1 putri. Bersama sang suami, Susi mendirikan perusahaan alat-alat bulutangkis 'Astec' yang merupakan singkatan Alan-Susi Technology. Pasangan tokoh bulutangkis dunia inipun mendirikan stadion bulutangkis di Kelapa Gading, Jakarta Utara, yang diberi nama Olympic Badminton Hall. Susi sendiri berpatungan dengan mantan srikandi bulutangkis lain, Rosiana Tendean, membangun usaha pijat refleksi, juga di kelapa Gading, tak jauh dari rumahnya. Idenya muncul karena semasa menjadi atlet, mereka kesulitan mencari tempat pijat refleksi kalau menderita salah urat. Untuk menepis citra miring, Susi dan Rosi memajang nama mereka di depan ruko tempat usaha pijat refleksi mereka. 

Setelah bertahun-tahun 'pensiun', Susi sempat bertanding lagi, namun dalam kegiatan pengumpulan dana untuk korban letusan Gunung Merapi Yogyakarta, tahun lalu. Susi juga tetap memberi sumbangan pada bulutangkis Indonesia dengan menjadi manajer tim, melatih para pemain yunior, hingga mengadakan turnamen bulutangkis untuk anak-anak usia dini. Namun cita-citanya mendirikan sekolah bulutangkis untuk anak-anak usia dini masih terganjal kurangnya dana. Susi berharap, bulutangkis bisa masuk dalam kurikulum sekolah sejak tingkat SD agar penjaringan bibit-bibit berbakat lebih efektif.

Prestasi:
- Juara Indonesia Open (1989)
- Juara All England (1990)
- Juara World Badminton Grand Prix (1990)
- Juara All England (1991)
- Juara Thailand Open (1991)
- Juara Swedish Open (1991)
- Juara Indonesia Open (1991)
- Juara Denmark Open (1991)
- Juara China Taipei Open (1991)
- Juara World Badminton Grand Prix (1991)
- Medali emas Olimpiade Barcelona (Spanyol, 1992)
- Juara World Badminton Grand Prix (1992)
- Juara Thailand Open (1992)
- Juara Japan Open (1992)
- Juara Denmark Open (1992)
- Juara All England (1993)
- Juara World Championships (1993)
- Juara World Badminton Grand Prix (1993)
- Juara Dutch Open (1993)
- Juara Malaysia Open (1993)
- Juara Thailand Open (1993)
- Juara All England (1994)
- Juara China Taipei Open (1994)
- Juara World Badminton Grand Prix (1994)
- Juara Indonesia Open (1994)
- Juara Japan Open (1994)
- Juara Thailand Open (1994) 
- Juara Piala Uber (1994, bersama Tim Uber Indonesia)
- Juara Malaysia Open (1994)
- Juara Malaysia Open (1995)
- Juara Indonesia Open (1995)
- Juara Korea Open (1995)
- Juara Japan Open (1995)
- Juara Piala Uber (1996, bersama Tim Uber Indonesia)
- Medali perungggu Olimpiade Atlanta (Amerika Serikat, 1996)
- Juara World Badminton Grand Prix (1996)
- Juara Indonesia Open (1996)
- Juara Indonesia Open (1997)
- Juara Malaysia Open (1997)
(MGH/Foto: Richard Sam Bera)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar