Sabtu, 05 Februari 2011

ANDY OCTAVIAN LATIEF : EINSTEIN MUDA INDONESIA

     
     Tahun 2006, Tim Olimpiade Fisika Indonesia (TOFI) berhasil mempersembahkan 4 medali emas dan 3 medali perak dari ajang Olimpiade Fisika Internasional atau International Physics Olympiad (IPhO) di Singapura. Salah satu medali emas dipersembahkan Andy yang kala itu masih belajar di SMAN 1 Pamekasan, Madura.

     Andy lahir pada tanggal 3 Oktober 1988, putra pasangan Abd. Latief dan Nur Rahma. Hobinya bermain game, gitar, dan membaca, terutama buku-buku Fisika. Andy bahkan sudah melahap buku-buku Fisika referensi mahasiswa ketika ia masih pelajar sekolah menengah. Karena ketekunannya, ditambah otak yang memang encer tentunya, Andy selalu meraih juara pertama setiap kompetisi Fisika yang diikutinya. Tahun 2004 sampai awal 2005 saja ia menjuarai 11 kompetisi sains termasuk menyabet gelar High Distinction dalam Australian National Chemistry (2004)! Ditambah lagi medali perunggu dari ajang Asian Physics Olympiad di Almaty, Kazahstan (2006). Tak heran kalau teman-temannya menjuluki penggemar sate ini 'Einstein muda'. Apalagi Andy mempunyai motto; 'kalau Einstein bisa, kenapa saya tidak!'

     Meski mendapat tawaran beasiswa dari beberapa universitas terkemuka luar negeri, Andy memilih kuliah di Universitas Indonesia. Alasannya sederhana saja, kuliah di UI merupakan cita-citanya sejak sebelum mengikuti Olimpiade Fisika Internasional. Hebat ya, tak berpaling ke lain hati. Mungkin juga karena Andy tidak ingin terlalu jauh dari keluarganya di Desa Plakpak Kecamatan Palengaan, Pamekasan Madura. Takut kangen sate!  (MGH/Foto: An Nida)

3 komentar:

  1. Maaf ni, gambarnya salah... Gambar diatas ialah M. Firmansyah Kasim...

    BalasHapus
  2. Benar... Itu fotonya dia. Tulisan blog 8 tahun yang lalu. Bagaimana dg Andy Octavian sekarang? Lihat youtube ini

    https://m.youtube.com/watch?v=K61sxwdjCqk#searching

    BalasHapus
  3. CALON DOKTOR (S3) TERMUDA INDONESIA YANG AKAN MENUNTUT ILMU SYAR’I KE MADINAH

    JAKARTA (gemaislam) - Andy Octavian Latief, calon doktor Fisika asal pamekasan, Madura akan merampungkan studi jenjang S3 di Maryland University Amerika Serikat pada tahun depan. Pemuda berusia 24 tahun ini akan menjadi doktor termuda asal Indonesia.

    Menjelang kelulusannya, pria lulusan SMAN 1 Pamekasan 2006 ini banyak mendapatkan tawaran menjadi dosen di universitas ternama di Asia, Australia, Eropa dan Amerika, bahkan di kampusnya sendiri saat ini (Maryland University) juga telah menawarkan kontrak kerja padanya, tapi semuanya ia tolak.

    Pemuda cerdas asli Madura yang pernah meraih medali emas pada Olimpiade fisika Internasional kini aktif belajar bahasa Arab dan ilmu Syar’i di negeri patung Liberty. Bukan menimba ilmu agama kepada para Orientalis Kafir, tetapi kepada para da’i beraqidah lurus dan murid para ulama terkemuka.

    Menurut informasi yang didapat gemaislam.com, dinegeri Paman Sam itu, jika sore hari, Andy Octavian belajar bahasa Arab di Tooba University, sempat juga belajar Hadits, Aqidah dan Tajwid kepada ulama Amerika lulusan Arab Saudi seperti Syaikh Taha Adesun, Syaikh Ali Roach dan Syaikh Abu Salman.
    Ingin Belajar ke Universitas Islam Madinah

    Akhi Andy, demikian pria ini biasa disebut oleh kawan-kawan sepengajiannya, memiliki semangat membara dalam menuntut ilmu Syar’i, terlebih lagi setelah hidayah menyapanya, mengenal manhaj Salaf dan memperdalamnya di negeri muslim minoritas, Amerika Serikat. Rencananya setelah mendapat gelar doktor, dia akan hijrah ke kota nabi untuk menuntut ilmu syar’i di Universitas Islam Madinah.
    Kabar yang beredar baru-baru ini dia akan mengajar dan menjadi dosen di Universitas Islam Madinah. Ini adalah sesuatu yang mustahil, mengingat spesialis pria berkacamata itu adalah bidang fisika, sedangkan di universitas tersebut tidak ada jurusan untuk non ilmu syar’i.

    Kawan-kawan dekatnya mengabarkan bahwa Andy tahun depan, setelah lulus S3, akan pergi ke kota Madinah untuk belajar pada fakultas Hadits di Universitas Islam Madinah.

    Pada liburan beberapa bulan yang lalu, tepatnya bulan Juni, Andy diminta untuk mengisi kajian di hadapan mahasiswa UGM (Universitas Gadjah Mada) Yogyakarta, tepatnya di masjid Al Ashri, Pogung dengan tema "Kehidupan Muslim di Amerika Serikat."

    Jika jadi ke belajar ke kota nabi, Andy adalah salah satu diantara mereka yang ‘banting stir’ dari ilmu umum ke ilmu syar’i. Ia pun terinspirasi oleh beberapa asatidzah (ustad-ustad) yang dahulunya menekuni ilmu umum kemudian mendalami ilmu Syar’i di Universitas Islam Madinah, seperti :
    - Ustadz Abdullah Roy (S1 Hadist Universitas Islam Madinah (UIM) 2005, S2 Aqidah UIM th 2010 mahasiswa S3 Aqidah, dulu dari SMA umum, SMA 1 Jogja 1998),

    - Ustadz Firanda Andirja (mahasiswa S3 Aqidah, dulu kuliah Teknik Kimia di UGM dan SMA 1 Sorong 1997)

    - Ustadz Fauzan Abdullah (Mahasiswa S2 Fiqih, lulusan S1 Teknik Kimia UGM).
    (bms)

    - See more at: http://gemaislam.com/index.php/berita/indonesia-news-menuitem/705-ikuti-jejak-ustadz-firanda-calon-doktor-termuda-indonesia-akan-menuntut-ilmu-syar-i-ke-madinah#sthash.CAPMIX5H.dpuf

    Tambahan :
    - Ustad Muhammad Abduh Tuasikal (SMA 1 Jayapura 2002, S1 Teknik Kimia UGM 2007, S2 Kimia Polymer di King Saud University – Riyadh 2013), Pimpinan Ponpes Darussholihin, Panggang, Gunung Kidul.

    - Ustad Muhammad Yassir Lc (Alumni Universitas Islam Madinah) dulu kuliah di Teknik Nuklir UGM

    - Ustad Khalid Syamhudi (Alumni Univ Islam Madinah) dulu Teknik Nuklir UGM juga.

    BalasHapus