Jumat, 07 September 2018

RIFKI ARDIANSYAH ARROSYID : LATIHAN SAMPAI MUNTAH DARAH


Salah satu medali emas yang dikoleksi Indonesia dari Asian Games 2018 baru lalu dipersembahkan karateka kita Sersan Dua Rifki Ardiansyah Arrosyid. Kejutan yang indah, bukan hanya karena karateka 21 tahun ini tidak diunggulkan.  Posisinyapun semula 'hanya' sebagai atlet cadangan. Beruntung, di seleksi terakhir ia berhasil menempati peringkat pertama hingga lolos mewakili Indonesia ke Asian Games. Di final, atlet asal Jawa Timur ini menghadapi karateka Iran, Amir Mahdi Zadeh yang diunggulkan memenangkan medali emas. Pasrah kepada Allah SWT dan berusaha menampilkan performa terbaiknya, menjadi kunci kemenangan Rifki. Tapi tentu tidak hanya itu. Perjuangan Rifki dimulai jauh hari sebelum berlaga di Asian Games. Latihan keras menjadi makanan sehari-hari. Bahkan 3 hari menjelang pembukaan Asian Games, Rifki cedera parah saat latihan. Rahangnya cedera terkena pukulan rekan berlatih bahkan sampai muntah darah. Namun dengan semangat dan motivasi kuat, Rifki berhasil mengatasi sakit dan kecemasannya, hingga berhasil menjadi karateka  yang terbaik di Asia di kelas kumite 60 kg. Sehari-hari, Serda Rifki Ardiansyah Arrosyid bertugas di jajaran Kodam V/Brawijaya. Menjadi juara Asian Games dan juara dunia karate adalah cta-citanya sejak kecil. 

Prestasi:
- Medali perunggu karate kelas kumite beregu SEA Games 2017 Kuala Lumpur
- Medali emas karate kelas kumite 60 kg Asian Games 2018 Jakarta-Palembang
(mgh/foto: Suara Merdeka)

1 komentar: