Senin, 24 September 2018

HUTOMO SURYO WASISTO : ILMUWAN MUDA, SEGUDANG PENGHARGAAN DUNIA


Penampilannya jauh dari kesan serius seperti image para ilmuwan. Ito, demikian ia biasa disapa, berpenampilan tak beda dengan anak muda metroplitan jaman now. Model rambut dan busana kasual yang trendy untuk saat santainya, iapun gemar berolahraga terutama bilyar. Bicaranyapun santai bahkan sering berbahasa Jawa bila berkomunikasi dengan teman-temannya. Padahal ia adalah fisikawan yang berkarir di Jerman dan menjabat sebagai Kepala Grup OptoSense-Laboratory for Emerging Nanometrology di Technische Universitatet Braunschweig. Itopun sangat sering diundang sebagai pembicara dalam berbagai konferensi internasional fisika, terutama sebagai narasumber teknologi nano. Nama Hutomo Suryo Wasisto memang sangat dikenal di kalangan ahli teknologi nano internasional. Ia telah menerbitkan lebih dari 60 makalah ilmiah baik berupa jurnal peer-review maupun konferensi ilmiah internasional. Itopun mempunyai 2 paten di Jerman dan Eropa. Prestasinya yang begitu mengagumkan membuat pemerintah Jerman terpesona dan menganugerahi Ito dengan hak tinggal khusus untuk warga non Jerman berkualifikasi hebat. 

Sukses dan terhormat di negeri orang tidak menggerus identitas dan rasa cinta Ito pada Indonesia. Ia mendirikan lembaga kerjasama Indonesia-Jerman di bidang nano dan quantum yang diberi nama Indonesian-German Center for Nano and Quantum Technologies (IG-Nano). Langkah awal lembaga ini memfasilitasi pendidikan S3 dan penelitian untuk para ilmuwan muda LIPI di bidang nano dan quantum di Technische Universitaet Braunschweig. Berikutnya, IG-Nano memperluas kerjasama dengan ilmuwan-ilmuwan Indonesia di luar LIPI termasuk dengan sejumlah universitas. Ito menegaskan, ia tak mau pikiran dan tenaganya hanya dicurahkan untuk Jerman. Karena itu pula tahun 2018 ini Ito pulang ke Indonesia, selain untuk menghadiri pertemuan ilmuwan dispora Indonesia, Simposium Cendekia Kelas Dunia 2018 yang diselenggarakan pemerintah Indonesia bulan lalu, iapun berbagi ilmu dan pengalaman dengan saudara-saudara sebangsa lewat seminar Mit Wissen kann man Die Welt Veraendern (dengan kemauan, manusia bisa merubah dunia). Dalam seminar ini, Ito tidak hanya menjelaskan tentang teknologi nano, namun juga berbagi pengalaman dengan siapapun yang berminat kuliah di Jerman, termasuk kiat-kiat menjadi ilmuwan kelas dunia. Sangat menarik, bukan?

Hutomo Suryo Wasisto menamatkan pendidikan S1 teknik elektro dengan predikat cum laude di Universitas Gadjah Mada (UGM), sebelum kemudian terbang ke Taiwan untuk menempuh pendidikan S2 di Asia University. Sedangkan gelar PhD diperolehnya dengan (lagi-lagi) predikat cum claude dari Technische Universitaet Braunschweig, Jerman. Lebih lengkap tentang Ito bisa diikuti di:
Facebook: hutomosuryowasisto
Instagram: hutomowasisto
Website: www.tu-braunschweig.de/mib/lena/nachwuchsgruppen/optosense

Prestasi:
- Best Young Scientist Poster Award, the 26th European Conference on Solid-State Transducer (Eurosensors 2012), Krakow (Polandia)
- Best Paper Award dari IEEE Nanotechnology Council, Suzhou (RRC) 2013
- Penghargaan Walter-Kertz-Studienpreis, Technische Universitaet Braunschweig 2014
- Travel Grant Award dari Transducer Research Foundation (TRF), Alaska (AS) 2015
- Best Conference Poster Award, The 31st European Conference on Solid-State Transducer (Eurosensors 2017)
- Pembicara di European Materials Research Society Meeting 2017 Fall Meeting
Pembicara di The 8th International Workshop on Advanced Materials Science and Nanotechnology (IWAMSN) 2016
- Niederlassungserlaubnis fuer Hochqualifizierte (hak tinggal khusus untuk orang asing dengan kualifikasi tinggi) dari Pemerintah Jerman, sejak 2016
- Pembicara di International Conference on Functional Nanomaterials and Nanodevices 2017 (NANOMAT 2017)
(mgh/foto: istimewa)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar