Rabu, 06 April 2011

LIUS PONGOH : TUNGGAL ATAU GANDA, TETAP TANGGUH


     Untuk ukuran pebulutangkis, Nyongnyong (begitu panggilan akrabnya) memang tergolong pendek dan agak gemuk. Tapi semangat dan kelincahannya menjadikan Nyongnyong pebulutangkis tangguh yang sulit dikalahkan di arena. Pokoknya, bandel! Julukannya saja 'bola karet' karena lincahannya. 

     Lius Pongoh, pebulutangkis yang berjuang antara akhir 1970-an hingga sekitar pertengahan 1980-an, dilahirkan di Jakarta tanggal 3 Desember 1960. Karirnya sempat terhenti saat ia menderita cedera punggung pada tahun 1982 dan harus beristirahat selama 2 tahun. 

     Setelah gantung raket, ia tetap aktif mengurus bulutangkis lewat induk organisasi olahraga bulutangkis Indonesia, PBSI. Terakhir, ia sempat menjabat Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi PB PBSI sebelum mengundurkan diri pada Desember 2010 karena kondisi organisasi yang dinilainya tidak kondusif lagi. Awal Februari 2011, ayah 3 putra ini kembali ke dunia bulutangkis. Kali ini, sebagai Staf Ahli PB Djarum. 
Prestasi:
A. Tunggal:
- Juara Swedia Terbuka 1981
- Juara 2 Jepang Terbuka 1981
- Juara 2 Piala Thomas 1982 (bersama Tim Indonesia)
- Juara Indonesia Terbuka 1984
- Juara 2 Piala Thomas 1986 (bersama Tim Indonesia)


B.Ganda Putra:
- Juara Jepang Terbuka 1981 (bersama Christian Hadinata)
- Juara Swedia Terbuka 1982 (bersama Christian Hadinata)
(MGH/Foto:www.tribunnews.com)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar