Tampilkan postingan dengan label Artis Indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artis Indonesia. Tampilkan semua postingan

Jumat, 05 April 2013

JAJANG PAMONTJAK : 2 PIALA AKTRIS TERBAIK ASIA


Jajang adalah salah satu dari sangat sedikit aktris yang terjun ke dunia seni peran dengan bekal akting yang mumpuni. Berangkat dari latar belakang teater, Jajang memulai karirnya dari bawah sebagai figuran. Bahkan dalam film pertamanya, Terminal Cinta yang dibintangi WS Rendra dan Marini (1977), Jajang hanya kebagian 2 kata saja! Namun kini, siapa tak kenal Jajang Pamontjak sebagai aktris kawakan yang tetap laris di usia yang telah cukup senior. Lebih dari itu, kepiawaiannya beraktingpun telah diakui insan perfilman internasional dengan disabetnya 2 penghargaan sebagai Aktris Terbaik Asia di India dan Perancis. 

Lahir di Perancis, 28 Juni 1952, orang tuanya memberi nama yang manis: Lidia Djunita Pamontjak. Masa kecil hingga remajanya dilewatkan di banyak negara mengikuti sang ayah, Nazir Dt. Pamontjak yang diplomat. Jajang kembali ke Indonesia untuk menempuh pendidikan di Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Indonesia (UI) di tahun 1972. Saat kuliah di UI itulah ia bergabung dengan Teater Kecil, pimpinan sutradara Arifin C. Noer. Enam tahun kemudian, Jajang menikah dengan Arifin setelah sang sutradara senior menceraikan istrinya. Arifin memang telah menikah dan mempunyai beberapa anak ketika bertemu Jajang. Setelah menikah dengan Arifin, nama Jajang berubah menjadi Jajang C. Noer. Dari pernikahannya dengan Arifin, Jajang dikaruniai 2 anak: Nitta Nazira dan Marah Laut. 

Setelah tak lagi menjadi istri Arifin C. Noer, Jajang kembali memakai nama gadisnya 'Pamontjak'. Wanita Minang berpembawaan ceplas ceplos dan berkemauan keras inipun tak 'hanya' menjadi pemeran, namun juga sutradara film. 

Penghargaan:
- Aktris Terbaik Deauville Asian Film Festival Perancis dalam film Eliana, Eliana (2003)
- Aktris Terbaik Cinemaya Festival of Asian Cinema (Cinefan) New Delhi dalam film Eliana, Eliana (2003)
(MGH/Foto: Tomi Satryatomo)

Kamis, 07 Maret 2013

TRIE UTAMI : SUARANYA RAIH PENGHARGAAN INTERNASIONAL


Penyanyi dan pencipta lagu mungil bersuara jangkung ini telah memenangkan beberapa penghargaan internasional sebagai bukti kualitas musikalnya. Tak heran, meski ayahnya anggota militer, namun Iie, demikian ia biasa disapa, dilahirkan dalam keluarga yang musikal. Kakak sulungnya, Purwa Tjaraka, adalah musisi yang disegani di negeri ini. 

Lahir dengan nama Trie Utami Sari di Bandung, tepat tanggal 8 Januari 1968. Bungsu dari 3 bersaudara ini merupakan putri pasangan Kolonel (Purn) H. Soedjono Atmotenojo dan Hj. Soejarni Oesoep. Sejak kecil, wanita berdarah campuran Jawa-Sunda ini telah mengenal musik dari piringan hitam orang tuanya, termasuk musik klasik. Lanjut belajar piano dengan 2 saudaranya pada Alfons Becalel, seorang warga negara Hongaria dan juga di Yayasan Pusat Pendidikan Musik (YPPM) Bandung. Tak cukup, Iie juga menimba ilmu musik di Bina Mustika (1978). Dibesarkan dalam lingkungan musik yang kental, tak heran sejak TK Iie sudah gemar bernyanyi. 

Panggung musik mulai dijajalnya saat duduk di bangku SD, dengan mengikuti berbagai lomba menyanyi. Diuduk di bangku SMAN 2 Bandung, Iie mulai menyanyi di salah satu restoran di Bandung mendampingi  kakak sulungnya Purwa. saat itu, Iie tampil bergantian dengan kakak keduanya yang juga penyanyi, Thea Ika Ratna. Iie juga sempat menjadi penyiar radio Dee-Day dan Oz. Lulus SMA, Iie belajar bermain saksofon, keyboard, dan aransemen lagu di Genta Winaya Drum Corps (GWDC). Di samping itu, ia menjadi penyanyi grup Kahitna.

Iie mulai terjun sebagai profesional ketika bergabung dengan band beraliran jazz, Krakatau dan menelurkan album First Album (1986). Setelahnya, karir Iie makin melejit hingga akhirnya bersolo karir dan sukses. 

Sayangnya, kehidupan asmara Iie tak seindah karir musiknya. Pernikahannya dengan Wiwie GV yang juga musisi di tahun 1991, hanya bertahan 2 tahun. Iie kemudian menikah lagi dengan Andi Analta Baso Amir, putra tokoh Sulawesi Selatan, Andi Baso (1995). Pernikahan inipun pecah 10 tahun kemudian karena Andi Analta berpaling hati. Kini Iie telah mengayuh biduk rumah tangga kembali dengan Rully Fabrian.

Prestasi:
- Juara 2 Best Performer Asia-Pacific Broadcasting Union (ABU), Golden Kite World Song Festival, Kuala Lumpur (1990)
- Pemenang Grand Prix Cerbul de Aur,The Golden Stag International Singing Contest, Brasov, Rumania (1992)
- Juara Asia Pacific Broadcasting Union (ABU), Bangkok (1997)
(MGH/Foto:  Koleksi Pribadi)

Sabtu, 26 Januari 2013

ENDAH WIDIASTUTI : KALAHKAN RATUSAN MUSISI DARI SELURUH DUNIA


Bersama sang suami, Rhesa Aditya, Endah membentuk duo Endah 'N Rhesa yang sedang membawa wajah musik Tanah Air ke pentas dunia dalam salah satu festival musik bergengsi tingkat internasional, MIDEM Festival. Berlangsung mulai hari ini hingga 29 Januari di Cannes (Perancis), MIDEM merupakan ajang pertemuan para pelaku musik dari seluruh dunia. Inilah etalase para musisi untuk memasarkan karya mereka pada para produser, agen, dan label dari berbagai negara. Tentu, tak murah tampil di panggung bergengsi di sana, apalagi untuk tampil di panggung utama.  Untuk tampil di panggung utama musisi harus merogoh kocek setara sekitar Rp 250 juta untuk sekali tampil! Tapi ini tak berlaku untuk pasangan musisi Indonesia Endah 'N Rhesa. Lho kok? 

Endah 'N Rhesa beroleh keistimewaan tampil gratis di panggung utama MIDEM, bahkan 2 kali! Tak hanya itu. Mereka juga beroleh kesempatan mengadakan konferensi pers, hak akses basis data, hingga  fasilitas konsultasi kreatif dan hukum. Salah satu penampilan mereka juga akan disiarkan langsung oleh radio Perancis lho. Semua keistimewaan itu diperoleh Endah 'N Rhesa secara cuma-cuma sebagai pemenang kompetisi musik internasional Indaba yang diikuti lebih dari 300 musisi dari seluruh dunia! Hebatnya, dari ratusan peserta itu, hanya 2 peserta yang lolos tampil gratis di MIDEM: satu kelompok musik asal Inggris dan tentunya, Endah 'N Rhesa dari Indonesia! 

Endah Widiastuti lahir tanggal 4 Mei 1983 dan beragama Islam. Wanita berkacamata ini adalah alumni Pendidikan Musik dari Universitas Pelita Harapan. Di duo Endah 'N Rhesa, ia menggawangi seksi suara (penyanyi), gitaris, sekaligus penulis lagu. Tak heran, sejak kecil wanita langsing ini memang gemar memetik dawai gitar. Di panggung, Endah tampil sederhana tanpa riasan wajah ataupun pakaian berlebihan seperti umumnya penyanyi  wanita lain. Namun, suaranya yang bening dengan permainan gitar akustik yang memikat sungguh mempesona! Endah punya moto: 'Jadilah dirimu sendiri, tak peduli apapun yang dikatakan orang lain.' Lebih lengkap tentang Endah bisa diakses dari laman resmi Endah 'N Rhesa: endahnrhesa dotcom  Kalau ingin kontak langsung Endah, silakan kirim email ke endahwidiastuti@facebook.com (MGH/Foto: Koleksi Pribadi)

Rabu, 09 Januari 2013

IKO UWAIS: MANTAN SOPIR YANG MEMUKAU HOLLYWOOD



Berkat kemahirannya dalam beladiri asli Indonesia, pencak silat, Iko tak hanya mengubah nasibnya dari sopir menjadi aktor namun juga karpet merah ke Hollywood. Setelah film pencak silat yang dibintanginya 'The Raid' masuk 10 besar box office di Amerika Serikat, bintang Iko makin bersinar. Tak hanya diajak Keanu Reeves berakting di film ' Man of Tai Chi', Iko juga dinobatkan situs film milik Warner Bros, Rotten Tomatoes, sebagai  The Breakout Stars 2012. Iko menempati peringkat 5 dari 25 artis sedunia. Iko bahkan mengalahkan nama-nama top seperti Samantha Barks (bintang Les Miserables yang ada di peringkat ke-6), Berenice Marlohe (aktris James Bond: Skyfall, peringkat ke-10), dan Rebel Wilson (bintang Pitch Perfect: Bridesmaids, peringkat ke-15). Akting Iko di film The Raid dinilai Rotten Tomatoes sangat memukau dan Iko sangat berpotensi untuk lebih berkiprah di dunia fim internasional. 

Lahir dengan nama Uwais Qorny pada tanggal 12 Februari 1983 di Jakarta, ia beruntung dibesarkan di lingkungan Betawi dengan adat yang kental, meski sebenarnya berdarah Minang. Apalagi, sang paman mempunyai perguruan pencak silat 'Tiga Berantai'. Di sanalah Iko berguru pencak silat sejak berumur 10 tahun hingga menjadi atlet pencak silat yang sering membawa nama Indonesia ke berbagai negara. Di samping kesibukannya sebagai atlet, Iko bekerja sebagai sopir di satu perusahaan telekomunikasi. Menurut salah seorang mantan kawan sekantornya, Iko merupakan sopir idola para karyawati. Para karyawati yang pesan mobil kantor, biasanya selalu menambah permintaan dengan kalimat,"sopirnya Iko ya Mas..." 

Iko 'terseret' ke dunia film ketika sutradara asal Inggris, Gareth Evans, datang ke 'Tiga Berantai' untuk mencari pemain film 'Merantau' yang akan digarapnya. Mudah ditebak, Iko termasuk yang dipilih. Tak hanya menjadi pemeran pelengkap, Iko dipercaya memegang peran utama dalam film laga berlatar budaya Minang itu. Tak hanya Gareth, Merantau Films, perusahaan film yang meanunginya juga kepincut pada kepiawaian Iko dalam pencak silat, langsung mengontrak Iko selama 5 tahun. Kelar Merantau, Iko kembali berakting dalam film laga garapan Gareth yang kedua 'Serbuan Maut'. Belakangan, film ini lebih dikenal dengan judul internasionalnya 'The Raid'. Hebatnya, Iko tak hanya berakting di film kedua ini. Iapun menjadi penata laga (koreografer) bersama Yayan Ruhian, sesama atlet pencak silat yang turut bermain dalam 'The Raid'. Tak hanya mengikuti sukses film pertama di festival film internasional, 'The Raid' meraih sukses komersial di berbagai negara, bahkan menembus box office di negara kiblat film dunia, Amerika Serikat. 

Sukses 'The Raid' berdampak pada para aktornya yang langsung mencuri hati kalangan perfilman Hollywood. Tak hanya Joe Taslim yang  beradu akting dengan Vin Diesel dalam sekuel film laris The Fast and the Furious 6, Iko juga di diajak Keanu Reeves bermain di film 'Man of Tai Chi'. Ini merupakan film pertama yang disutradarai Keanu. 

Soal asmara, Iko sempat menjalin hubungan cinta dengan aktris berwajah Timur Tengah nan cantik, Jane Shalimar. Toh jodoh berbicara lain. Pertengahan tahun lalu, Iko menikah dengan penyanyi berwajah ayu, Audy yang baru dikenalnya lewat internet beberapa bulan sebelum menikah. Nggak pakai lama, setelah 3 bulan berpacaran, Iko langsung menikahi Audy. Iko bisa dikontak di Twitter: iko_uwais atau email: iko.merantaufilms@gmail.com (MGH/Foto: Koleksi Pribadi)

Rabu, 26 Desember 2012

DONNY DAMARA : AKTINGNYA HEMPASKAN ANDY LAU


Siapa tak kenal Donny Damara di tahun '90-an. Kala itu wajah tampan khas Indonesianya sangat sering terpampang di berbagai sampul majalah, halaman mode, panggung peragaan busana, iklan, hingga film-film nasional. Seiring berjalan waktu, karir Donny di dunia hiburan tampak meredup. Tapi laiknya aktor sejati, karir Donny di dunia film tak pernah mati. Prestasinya bahkan tak lagi di tingkat nasional, tapi meningkat ke kelas dunia. Awal tahun ini,  Donny dinobatkan sebagai Aktor Terbaik lewat film Lovely Man dalam 6th Asian  Film Awards di Hong Kong. Tak sembarangan, Donny melibas nama-nama besar seperti Park Hae Il (Korea), Yakusho Koji (Jepang), Andy Lau dan Chen Kung (Hong Kong) yang juga masuk nominasi. 

Donny memerankan waria dalam film Lovely Man. Dengan akting kuat para pemerannya plus cerita yang memikat, Lovely Man menuai banyak pujian para juri dan kritikus film dalam dan luar negeri. Dalam film itulah, Donny beradu akting dengan Raihaanun, istri sutradara Lovely Man,Teddy Soeriaatmadja. Yang lucu, anak Teddy dan Raihanuun yang baru berumur 3 tahun hingga kini membenci Donny karena melihat Donny sering memarahi sang ibu saat syuting Lovely Man. Teddy dan Raihanuun memang membawa anak mereka ke lokasi syuting. 

Pria mancung berkulit sawo matang ini lahir dengan nama Donny Damara Prasadhana, tanggal 12 Oktober 1966, beragama Islam. Ia adalah adik penulis terkenal, Ikke Soepomo. Donny terjun ke dunia model sejak masih kanak-kanak. Awalnya, Donny kecil dikontrak membintangi iklan TV produk mentega Blue Band. Sejak itu, sosoknya laris membintangi iklan berbagai produk, hingga mencapai puncak popularitas di tahun 1990-an sebagai aktor sekaligus model. Tak hanya model iklan dan majalah, sosok tegapnya laris sebagai peragawan karya para perancang papan atas. Sukses di dunia hiburan dan model, tak berarti mengesampingkan pendidikan formal. Terbukti, Donny juga berhasil meraih gelar sarjana dari FISIP Universitas Indonesia dengan mulus. 

Sayang, di tengah kesuksesannya dalam karir, Donny menghadapi masalah dalam kehidupan pribadi. Sang istri yang telah 16 tahun mendampingi, Vita, mengajukan gugatan cerai. Tentang ini, baik Vita maupun Donny kompak tutup mulut soal penyebab perceraian mereka. (MGH/Foto: Koleksi Pribadi)

Selasa, 11 Desember 2012

JOE TASLIM : JUDOKA YANG MENEMBUS HOLLYWOOD



Satu lagi aktor Indonesia yang berhasil menembus perfilman luar negeri. Kali ini Joe Taslim yang sedang syuting film Fast and Furious 6 di Hollywood, Amerika Serikat. Joe merupakan judoka nasional yang sering mewakili Indonesia di tingkat internasional bahkan beberapa kali meraih medali (1997-2009). Joe menarik perhatian Hollywood setelah berperan sebagai Sersan Jaka dalam film Indonesia yang mendunia The Raid


Lahir dengan nama Johannes Taslim tepat tanggal 23 Juni 1981. Kecintaannya pada bela diri ditanamkan Mardjuki Taslim, sang ayah yang penggemar karate. Sejak kecil, Joe dan sang kakak, Peter, ditanamkan jiwa sportivitas dan disiplin. Setiap hari Peter dan Joe wajib berlatih jogging dan push up. Tak heran, Peter dan Joe berhasil menjadi atlet-atlet bela diri andalan Indonesia. Sebelum memilih judo, Joe sempat 'nyasar' ke cabang wushu selama setahun. Merasa kurang sreg, iapun berpaling pada taekwondo. Masih belum sreg juga, iapun mengikuti jejak sang kakak yang lebih dulu menerjuni judo dan berlanjut hingga menjadi atlet nasional. Sayang ia harus pensiun sebagai judoka karena cedera (2009).

Sukses menjadi atlet, Joe merambah dunia model. Beberapa iklan sempat dibintanginya hingga akhirnya melebarkan sayap ke dunia seni peran. Beberapa film layar lebarpun dibintangi Joe, termasuk film horor Deadmine yang beredar di seluruh Asia. Namun, jalannya ke dunia film internasional diperolehnya lewat jejaring sosial Facebook. Lho kok? Ya, awalnya Joe meng-add sutradara film Merantau, Gareth Evans.  Ia kemudian  mengirim pesan lewat akun FB sang sutradara, menawarkan diri untuk film Gareth berikutnya. Garethpun menjawab positif dan meminta Joe mengirim beberapa video film-film sebelumnya. Jelas kesempatan ini tak dilewatkan Joe. Dan gayung bersambut. Gareth tertarik dengan akting Joe dan melibatkan pria tegap ini di filmnya yang kemudian masuk box office Amerika Serikat: The Raid. Dan seperti kita tahu, lewat film inilah penampilan Joe mencuri hati Hollywood hingga beroleh peran di sekuel film box office Fast and Furious 6. 


Sedikit tentang kehidupan pribadinya, Joe telah menikah dengan Julie di tahun 2010. Twitter: @Joe_Taslim  Facebook: joetaslim.theraid

Prestasi sebagai atlet judo:
- Medali emas kejuaraan Asia Tenggara judo (1999)
- Medali perunggu SEA Games Kuala Lumpur (2001)
- Medali perak SEA Games Muangthai (2007)
- Medali perunggu SEA Games Vientiane (2009)
(MGH/Foto: Koleksi pribadi)

Jumat, 07 Desember 2012

ELLY KASIM : KONSER 5 HARI BERTURUT-TURUT DI ISTANA BUDAYA MALAYSIA

Akhir tahun 1960-an, ia sudah terkenal sebagai penyanyi di Malaysia, Singapura, dan Hong Kong. Ia bahkan dikontrak perusahaan rekaman Phillips di Singapura dan Hong Kong untuk rekaman piringan hitam dan hasilnya dipasarkan untuk publik di kedua negara tersebut. Puluhan tahun berlalu, Elly Kasim tetap dicintai publik negara tetangga, utamanya Malaysia. Terbukti ia diundang tampil selama 5 hari berturut-turut di Istana Budaya, Kuala Lumpur (2001). Sekedar informasi, Istana Budaya adalah gedung pertunjukan bergengsi di KL. Tidak sembarangan artis bisa tampil di sana. Hebatnya, meski telah lama tak lagi aktif sebagai penyanyi profesional Elly tetap tak kehilangan pamornya bahkan di negeri jiran sekalipun. Selama 5 hari pertunjukan Elly berlangsung, patung-patung Elly Kasih bertebaran di penjuru Istana Budaya. Bahkan ada warga Malaysia yang saking kagumnya pada Elly sampai hendak membawa pulang salah satu patung itu! 

Elly Kasim memulai karirnya sebagai penyanyi lagu-lagu Minang sejak awal tahun 1960-an. Kala itu ia bergabung dengan Orkes Kumbang Cari sebelum kemudian menjadi vokalis band Zaenal Combo. Elly Kasim meroket berkat hit-hitnya seperti Lansek Manih, Kaparinyo, Cik-Cik Periok, Batu Balah, Ayam Den Lapeh, dan yang paling meledak: Bareh Solok. 

Elly menikah Nazif Basir, pimpinan Sanggar Tari Nasional (Sangrina) Bunda. Bersama Sangrina Bunda, pasangan berdarah Minang ini aktif memperkenalkan budaya sukunya ke luar negeri sejak akhir tahun 1970-an. Di rumahnya di Jl. Beton, Kayu Putih, Jakarta Timur, Elly juga membuka usaha perencana dan pelaksana perhelatan perkawinan adat Minang dengan nama Quesha Event/Wedding Organizer. Usaha ini diwarisi Elly dari sang nenek. Salah satu pelanggan setia Quesha adalah Emil Salim, staf ahli Presiden SBY. Keluarga Pak Emil turun temurun menggunakan jasa Quesha. 

Kecintaan keluarga Elly pada budaya Minang juga tampak dari makanan yang tersaji di rumah megah mereka. Selain selalu mengkonsumsi bareh Solok atau beras Solok, lauk pauk yang terhidag juga Minang banget. Mulai dari rendang, terung balado, jengkol, talua barendo, dan sebagaianya. (MGH/Foto: Koleksi Pribadi)

Jumat, 31 Agustus 2012

AGNES MONICA : 2 X ARTIS TERBAIK FESTIVAL LAGU ASIA


Mengawali karir di dunia hiburan sejak usia kanak-kanak dengan menjadi pembawa acara Tralala Trilili bersama penyanyi Ferry (ME Voice), kini dara ini tak hanya mantap di jajaran artis papan atas Indonesia, namun juga telah merambah ke mancanegara baik sebagai penyanyi maupun aktris. Prestasinya sebagai penyanyi di tingkat internasional dibuktikan dengan 2 kali meraih The Best Asian Artist Award dari Asia Song Festival di Korea (2008 dan 2009). Di bidang seni peran, Nez telah membintangi 2 serial Taiwan The Hospital (2006) dan Romance in the White House yang juga dibintangi artis tersohor Taiwan yang juga personil F4, Jerry Yan. 

Agnes Monica Muljoto, biasa dipanggil Nez, bungsu dari 2 bersaudara yang lahir di Jakarta, 1 juli 1986. Beruntung, kedua  rangtuanya, Ricky Suprapto dan Jenny Siswono sangat mendukung karir Nez di dunia hiburan. Bahkan kakak laki-lakinya, Steve  hingga kini berperan sebagai manajer Nez. Nez  sendiri bekerja total tak hanya sebagai penghibur, namun merancang kostum-kostumnya, menata gerak di panggung, hingga menulis beberapa lagu. Toh di sela-sela kesibukannya sebagai penyanyi, aktris,dan  model, ia tetap meluangkan waktu untuk hobinya, bulutangkis dan ice skating. Meski harus meninggalkan kuliahnya di Fakultas Hukum Universitas Pelita Harapan, namun artis bertinggi berat 165 cm/49 kg ini terus mengejar mimpinya untuk berkiprah di dunia hiburan Amerika dan Eropa. Dengan konsep memadukan barat dan timur, tak jarang Nez memakai kostum panggung yang terinspirasi dari kebaya dan dipadukan dengan koreografi barat atau koreografinya yang terinspirasi tarian tradisional Indonesia. Di luar dunia hinuran yang telah lama ditekuninya, Nez kini membuka perusahaan pakaian yang berkonsep gaya Harajuku. 

Sayangnya, soal asmara terbilang tak mulus bagi Nez. Berkali-kali kisah cintanya kandas. Beberapa artis sempat dikabarkan dekat dengan Nez: Bams (Samson), Afghan, Rezky Aditya, Daniel Mananta, hingga Dirly. Terakhir, Nez diberitakan akrab dengan pebasket Denny Sumargo dan drummer Excel Mangare yang baru berumur 18 tahun.

Ingin menengok Nez? Langsung saja ke www.agnesmonicaofficial.com atau tweet ke @agnezmo(MGH/Foto: Koleksi Pribadi)

Selasa, 14 Agustus 2012

AYU AZHARI : AKTRIS TERBAIK SE-ASIA PASIFIK


Wanita cantik berwajah lembut ini mengharumkan Indonesia dengan merebut gelar Aktris Terbaik pada Festival Film Asia Pasifik lewat film Telegram besutan sutradara papan atas, Slamet Rahardjo (2001). Dalam film itu, Ayu berperan sebagai arwah gentayangan seorang Wanita Tuna Susila. Tahun 90-an iapun turut berperan dalam satu film kolosal Belanda, Oeroeg.

Lahir di Jakarta dengan nama Siti Khadijah pada tanggal 19 November 1969, ia mengganti namanya menjadi Ayu Azhari saat terjun ke dunia seni peran. nama Azhari jelas diambil dari sang ayah. Tapi nama Ayu dipakai karena ia tak ingin memakai nama Khadijah yang merupakan istri Rasulullah. Ayu menjelaskan, Khadijah RA  adalah wanita yang mulia. Karenanya tak pantas nama Beliau digunakan seorang pemain film yang kadang harus beradegan kurang sesuai dengan ajaran Islam. Ayu memang berlatar belakang keluarga muslim yang taat. Awal terjun ke dunia artis, Ayu harus kucing-kucingan dengan kedua orangtuanya yang tidak suka sang putri menjadi artis. Nyatanya kemudian tak hanya Ayu, namun adik-adiknya: Ibra, Rahma, dan Sarah juga terjun ke dunia hiburan. Ayu, sulung dari 6 bersaudara dari keluarga keturunan Timur Tengah. Orangtuanya berasal dari Afganishtan. Tak hanya menekuni dunia seni peran, dunia seni suara dan modelingpun dilakoninya. Bahkan beberapa tahun lalu ia sempat mencalonkan diri sebagai Wakil Bupati Sukabumi namun gagal.

Melihat penampilannya yang begitu indah, orang tak akan mengira Ayu telah mempunyai 6 orang anak dari 3 pernikahannya. Pernikahan pertama dengan musisi Djody Gondokusumo membuahkan satu anak laki-laki yang kini telah dewasa, Axel. Setelah bercerai dengan Djody, Ayu menikah lagi dengan pria Finlandia, Timo Yusuf Ibrahim dan melahirkan Sean Azad, Mariam Nur Al Iman serta Sulaiman Atiq. Sayang, pernikahan dengan Timopun tak langgeng. Kini, Ayu mengarungi bahtera pernikahan dengan penyanyi rock Amerika Serikat, Mike Tramp yang di era 90-an sangat mendunia sebagai vokalis White Lion. Dengan Mike, Ayu telah dikaruniai sepasang anak, Isabelle dan Lennon. Begitu cintanya pada Ayu, Mike sampai menciptakan lagu berjudul 'Khadija', nama asli Ayu Azhari. Di luar kesibukannya sebagai artis, Ayu dan keluarganya mendirikan yayasan sosial Al Azhari.  Ayu bisa dikontak via email: ayukhadijah@gmail.com (MGH/Foto: Koleksi Pribadi)

Minggu, 05 Agustus 2012

ANGGUN : PENYANYI ASIA TERSUKSES DI PENTAS MUSIK DUNIA


Meski bukan WNI lagi, namun dunia mengenalnya sebagai wanita seniman asal Indonesia. Saya sudah membuktikannya sendiri sejak beberapa tahun lalu. Waktu saya bertemu seorang warga negara Perancis yang bekerja di Singapura. Saat tahu saya dari Indonesia, dia spontan berseru "Anggun!" Lalu dia bercerita, Anggun sangat populer di Perancis. Dan diapun, si teman baru Perancis itu, salah saorang penggemar artis cantik bersuara indah itu. Tak hanya itu. Seorang teman lain asal Amerika (dan tinggal di Amerika), juga  bercerita betapa kagumnya dia pada suara dan sosok Anggun yang eksotis khas Asia. Itu yang saya alami sendiri. Beberapa teman yang tinggal atau berlibur ke Eropa menceritakan hal yang sama: teman bulenya secara spontan menyebut "Anggun" saat tahu sang lawan bicara dari Indonesia. Cerita lain, seorang teman yang tinggal di Italia terkejut waktu pertama kali menelefon kantornya. Pasalnya, nada tunggu perusahaan Italia itu memakai lagu Anggun! Tapi maaf, saya lupa judulnya. Anggun memang selalu menunjukkan identitas Indonesianya. Dari penampilan misalnya, Anggun  selalu mempertahankan fisik khas Indonesianya dengan rambut hitam panjang dan kulit coklat. Ia juga selalu menyebut Indonesia sebagai negeri kelahirannya dalam berbagai kesempatan. Dalam salah satu wawancara dengan media internasional, Anggun menceritakan betapa indahnya Bahasa Indonesia. Ia bahkan mengatakan, Bahasa Indonesia adalah bahasa terindah di dunia!

Prestasi Anggun di pentas musik dunia tak bisa dibantah lagi. Dalam 7 tahun terakhir saja, 12 juta kopi album internasionalnya terjual di seluruh dunia. Jumlah yang belum bisa ditandingi penyanyi Asia manapun! Berbagai panggung duniapun telah dijelajahinya, termasuk sepanggung dengan penyanyi-penyanyi internasional seperti Celine Dion, Sting, Toni Braxton, Alicia Keys, Sarah Mc Lachlan, Michael Bolton, Beyonce, Bryan Adams, Peter Gabriel, Julio Iglesias, The Corrs, Dionne Warwick, Mariah Carrey, hingga Tina Arena. Anggun juga telah tampil dalam berbagai acara TV top di Amerika seperti Rossie O'Donnell Show, New York Session West 54, World Beat, dan banyak lagi. Di TV, Anggun sudah tampil bersama selebriti papan atas dunia seperti Cindy Crawford, Bill Clinton, Gisele Bundchen, Edward Norton, dan David Ginola. Untuk acara-acara off air Anggunpun laris tampil dalam berbagai perhelatan bergengsi kelas dunia seperti MTV Asia Award, upacara pembukaan Liga Italia di Milan, bahkan diundang tampil oleh Pangeran Albert dari Monaco, Paus Paulus, dan Dalai Lama dalam acara-acara mereka. 

Meski telah berkiprah di pentas internasional, Anggun suka menyelipkan bahasa Indonesia ke dalam album internasionalnya. Tak banyak yang tahu, Anggun sempat ditawari menjadi gadis Bond mendampingi Pierce Brosnan dalam film Tomorrow Never Dies dan High Fidelity. 2 kali tawaran peran gadis Bond datang, 2 kali pula Anggun menolak karena merasa panggilan jiwanya adalah musik, bukan sebagai aktris. Toh Anggun dengan senang hati mengisi musik beberapa film animasi Eropa seperti Hello, I'm A Fish, Anya & Victor, juga Anastacia (versi Perancis) yang diproduksi Walt Disney. Ia juga mengerjakan ilustrasi musik untuk film Denmark, Open Hearts, juga serial TV Eropa bertajuk La Perle Noire. Tahun 2005, Anggun mengisi musik film Hollywood The Transpotter II. Tak berhenti sampai di situ. Ia juga menjadi narator sekaligus pengisi musik film 'Earth' (versi bahasa Perancis) di tahun 2008. Setahun kemudian, Anggun diundang tampil menyanyi dalam ajang bergengsi World Music Awards. 

Anggun Cipta Sasmi mengawali karirnya sejak kanak-kanak dengan naik turun panggung kecil di seputar Jakarta. Bahkan sering tanpa imbalan apapaun termasuk segelas air putih sekalipun! Iapun sempat tampil di panggung Ancol hingga kemudian wanita langsing kelahiran Jakarta, 29 April 1974 ini sukses menembus dapur rekaman dan melejit dengan nama Anggun C. Sasmi. Saat itu ia baru berumur 9 tahun. Di usia itu pula Anggun telah bisa mencipta lagu sendiri. Bakat seni Anggun menurun dari kedua orangtuanya yang memang seniman. Mereka jugalah yang berjasa mengasah bakat Anggun. Sang ayah yang pengarang, Darto Singo, sabar melatih vokal putrinya sejak dini. Sedangkan sang ibu, Dien Herdina, gigih sebagai manajer Anggun di samping kesibukannya sebagai ibu rumah tangga. bakat dan perjuangan panjang mereka berbuah manis. Di usia belasan, Anggun telah menjadi salah satu penyanyi terpopuler Indonesia, bahkan mempunyai perusahaan rekaman sendiri.

Keputusan yang  berani diambil Anggun setelah menikah dengan manajernya, Michel de Ghea, seorang pria Perancis. Iapun hijrah ke negeri suaminya, setelah menjual perusahaan rekamannya dan memulai karirnya dari nol di negeri yang baru. Setelah kesana kemari menawarkan demo rekaman, Anggun bertemu Erick Benzi, produser top Perancis yang sangat tertarik pada suara Anggun. Akhirnya album pertama Anggun di luar Indonesia rilis pada tahun 1997, Au Nom de la Lune. Langsung mencetak hit di Perancis, Swiss, Belgia, dan Kanada! Tak hanya memamerkan suara emasnya, Anggun juga membuai telinga para pendengarnya dengan unsur-unsur musik tradisional Indonesia yang diramu harmonis dalam komposisi beberapa lagu dalam album tersebut. Sukses album berbahasa Perancis, diikuti album internasional kedua, kali ini berbahasa inggris, dan diedarkan di 33 negara di Asia, Eropa, dan Amerika. Album kedua ini melejitkan single Snow On Sahara yang menduki puncak tangga lagu di Italia, Spanyol, Jepang, dan beberapa negara Asia timur lain. Sementara di Inggris, lagu tersebut mencapai posisi ke-5 di UK Charts serta menembus posisi 16 di tangga lagu Billboard hingga mengukuhkan Anggun sebagai artis Asia pertama yang berhasil menembus tangga lagu Amerika! Albumnya yang berjudul sama, Snow On The Sahara, menduduki peringkat 23 Billboard Heat Seekers Charts. Berkat album ini pula Anggun dihadiahi banyak Platinum dari berbagai negara. Hingga kini, tak ada penyanyi Asia lain yang menandingi Anggun dalam angka penjualan album internasional di luar Asia. Tak heran, badan internasional sekaliber PBBpun menggamitnya sebagai United Nations Goodwill Ambassador dan menjadi juru bicara untuk program Mikro Kredit dan duta FAO internasional. Kesibukannya yang luar biasa membuat Anggun harus memilih, dan melepas status WNI. Dalam satu wawancara Anggun menjelaskan betapa lelahnya setiap kali harus mondar mandir mengurus izin bekerja di Perancis sebagai orang asing. Belum lagi biaya dan pajak yang harus dibayar sebagai WNA yang bekerja di Perancis. Dengan pertimbangan itulah, pengagum penyanyi Sheila Chandra ini memutuskan berganti kewarganegaraan meski jiwanya selalu Indonesia. 

Prestasi, popularitas dan sosok indahnya membuat Anggun laris sebagai model berbagai produk  internasional. Jam tangan mewah sekelas Audemars Piguet juga mengontraknya sebagai Brand Ambassador. Tak hanya sosoknya, lagunyapun sering dipakai ilustrasi iklan, salah satunya iklan jam tangan Swiss ternama Swatch. Berbagai penghargaan telah dicapai Anggun sepanjang karir internasionalnya. Diantaranya dari kementerian kebudayaan Perancis sebagai salah satu artis non Perancis yang meraih sukses di negeri Eiffel, The Knight of Art & Letter dari Kedutaan Besar Perancis di Jakarta karena Anggun dianggap memicu minat anak-anak muda di seluruh dunia untuk belajar bahasa Perancis lewat lagu berbahasa Perancis yang dinyanyikan Anggun, juga Woman Inspired dari organisasi  Beacon Light di Asia. Bahkan, penyanyi Amerika asal Hongkong, Coco Lee mengaku terinspirasi oleh Anggun. 

Di luar gemuruh tepuk tangan dan gemerlap kesuksesan, Anggun tetap ibu bagi putri semata wayangnya, Kirana Cipta Montana Sasmi, dan istri Oliver Maury, seorang produser rekaman berkebangsaan Kanada. Di luar panggung dan sorotan spotlight, ia tetap wanita sederhana yang selalu menggunakan bahasa Indonesia tanpa dicampur aduk dengan bahasa lain saat bicara dengan orang Indonesia, bangga dengan kulit coklat dan rambut hitamnya.  2 ciri fisik ini justru dibanggakan Anggun karena membuat iri orang-orang Eropa. Anggun bertutur, dia sering mendapat pujian dari teman-teman bulenya karena menurut mereka warna kulit dan rambut Anggun bagus. Karenanya, ia berharap putrinya kelak mewarisi kulit coklat dan rambut hitamnya meski sekarang penampilan Kirana mewarisi sosok barat sang ayah. Toh Anggun tetap 'ngotot' berdoa agar setelah dewasa  kulit Kirana berubah jadi coklat! Soal spiritual, Anggun yang lahir dalam keluarga muslim, telah memilih Buddha sebagai keyakinan barunya. Anggun dan keluarga kecilnya cukup sering mengunjungi Indonesia Selain untuk menjenguk keluarga besar di Jakarta dan Yogya, juga berlibur ke rumah mereka yang asri di Bali. Bagi yang pernah bertemu, Anggun dikenal selalu rendah hati dan ramah pada siapa saja.

Informasi resmi tentang Anggun bisa diikuti di www.anggun.com atau lewat Franck Zajac di email anggunmanagement@consultant.com (MGH/Foto: Koleksi Pribadi)

Senin, 16 Juli 2012

SAM BRODIE : MANTAN BINTANG REALITY SHOW INGGRIS


Namanya melejit di Inggris berkat reality show yang dibintanginya, 'Living the Dream'  dan 'Big Brother 7 UK'. Uniknya, ia dikenal bukan sebagai pria tapi sebagai wanita karena itulah identitas Sam yang ditampilkan di acara TV tersebut. Popularitas Sam di Inggris dibuktikan dengan meraih penghargaan Nicest Big Brother Housemate Award dari BBLB Channel 4 (2010). Hidup sebagai pesohor di negara yang dikenal makmur rupanya tak membawa kebahagiaan bagi Sam yang lahir dengan nama Samuel David Alexander Brodie. Setelah melewati proses pencarian, Sam memutuskan masuk Islam. 

Setelah menjadi mualaf, Sam semakin tekun mempelajari Islam. Hingga suatu hari, Sam yang masih tampil sebagai wanita membaca salah satu ayat Al Qur'an yang sangat menyentuh hatinya. Saat itu tubuhnya bergetar hebat dan pria gagah inipun menangis membaca ayat yang berisi larangan pria berpenampilan seperti wanita dan sebaliknya. Sejak itu, Sam langsung kembali ke fitrahnya sebagai laki-laki. Ia tak lagi berdandan sebagai wanita meskipun ia harus meninggalkan dunia hiburan Inggris yang telah memberinya kelimpahan materi dan ketenaran. Namun ada hikmah yang lebih besar didapat Sam. Keluarga yang semula menjauhi, kembali menerima Sam setelah tahu ia kembali berpenampilan sebagai laki-laki. Keputusan besar lain yang diambil Sam adalah pulang ke Indonesia dan menetap untuk seterusnya.

Kini, Sam sudah menemukan hidup yang tenang dan lengkap. Menikah dengan sahabatnya, Indry, seorang wanita Indonesia, 2 tahun lalu dan telah dianugerahi seorang putri, Kimmy Caitlyn Malika yang lahir setahun kemudian (2011).  Sam bekerja sebagai pembawa acara hiburan di TV Malaysia dan Indonesia. Sam juga menekuni dunia tarik suara dan akting, selain menjadi manajer MTV MAX. Di luar dunia seni, pria berdarah campuran Skotlandia-Indonesia ini menekuni dunia bisnis. Ia sempat mendirikan Santa Fe Relocations, sebuat perusahaan konsultan untuk ekspatriat yang berkantor di Jakarta. Meski sempat lama bermukim di Inggris, Sam lahir di Medan tanggal 14 April 1989. Setelah lulus dari Jakarta International School (JIS), barulah ia pindah ke Inggris dan melanjutkan pendidikan ke Greenwood Academy di Dreghorn. Kabar Sam bisa diikuti lewat twitternya @Sam_Brodie(MGH/Foto: Koleksi Pribadi)