Minggu, 19 Mei 2013

LINDAWENI FANETRI : PERINGKATNYA NAIK TERUS


Diasah PB Jaya Raya, kini Lindaweni Fanetri menjadi salah satu tulang punggung Timnas Bulutangkis Putri Indonesia. Lahir di Jakarta, 18 Januari 1990, ia masih tercatat sebagai mahasiswi Universitas Trisakti. Sebagai atlet  bulutangkis posturnya cukup ideal dengan tinggi 175 cm dan berat 53 kg. Namanya kadang ditulis dengan Linda Weni Fanetri atau Linda Weny Fanetri. Yang jelas, nama lahirnya adalah Lindaweni Fanetri Permatasari. Sekedar informasi, Linda memeluk agama Islam. Sebagai pribadi, ia ramah dan senang berteman termasuk dengan atlet-atlet bulutangkis negara lain yang menjadi lawannya di lapangan. Saat ini, Linda merupakan salah satu pemain tunggal putri andalan Tim Bulutangkis kita. Yang menggembirakan, peringkat Linda di tingkat internasional terus menunjukkan peningkatan. Saat ini ia menduduki peringkat 15, terbaik selama karirnya sebagai pebulutangkis. Semoga prestasi Linda makin menanjak ke depannya. 

Prestasi:
- Juara 2 Yonex Sunrise Vietnam Open Grand Prix 2012
- Juara 2 Yonex Chinese Taipei Open Grand Prix Gold 2012
- Juara Shaheed Dr. K.L. Garg - Syed Modi International India Grand Prix Gold 2012
(MGH/Foto: Koleksi Pribadi)

MI LEMAK


Bahan:
Mi instan Rasa Ayam Bawang   2 bks
Santan   200 ml (1/2 btr kelapa)
Lengkuas   2 cm (memarkan)
Daun jeruk   4 lbr (buang tulangnya)
Air   450 ml

Bumbu Halus:
Bawang merah   2 btr
Bawang putih   2 siung
Kunyit   1 cm
Kemiri sangrai   1 btr

Bahan Pelengkap:
Ayam goreng bagian paha   2 ptg
Tomat   1 buah (potong-potong)
Daun seledri   1 btg (iris)
Daun bawang   1 btg (potong-potong)
Emping goreng   50 gr
Bawang goreng   1 sdm

Cara Memasak:
  1. Rebus mi instan Rasa Ayam Bawang dalam air mendidih selama 1 menit. Tiriskan. Sisihkan.
  2. Panaskan minyak. Tumis bumbu halus sampai harum. Masukkan santan, daun salam, daun jeruk, lengkuas, dan air. Masak sampai mendidih.
  3. Tambahkan bumbu mi instan dan mi instan yang sudah direbus. Aduk rata.
  4. Sajikan bersama bahan pelengkap dan taburan bawang goreng. (Resep: Indomie)

Sabtu, 18 Mei 2013

BELLAETRIX MANUPUTTY : SI JELITA DI LAPANGAN BULUTANGKIS


Dara jelita ini adalah tunangan pebulutangkis putra kita, Dionysius Hayom Rumbaka. Bellaetrix Manuputty juga seorang pebulutangkis tunggal putri Indonesia. Bella, demikian si hidung mancung ini disapa, lahir tanggal 11 Oktober 1988 di Jakarta. Pendidikan terakhir di SMAN 64 Jakarta. Nona Ambon nan jelita ini merupakan salah satu pebulutangkis 'lulusan' PB Jaya Raya. 

Bella memang sudah tertarik pada olahraga bulutangkis sejak kecil, gara-gara sering melihat sang kakak Andromeda, berlatih bulutangkis. Sebelum berlatih di Jaya Raya, Bella bergabung dengan PB Dian Jaya di Bekasi (Jawa Barat). Di sini, kecintaan Bella pada bulutangkis makin terpupuk. Apalagi, keluarganya pecinta berat olahraga. Tak hanya sang kakak yang menekuni olahraga bulutangkis, Janne Thomas ibunya juga mantan atlet bola voli. Sementara sang ayah, Daniel Manuputty,  penggemar berat sepak bola. 

Uniknya, sang kakak Andromeda yang membuat Bella tertarik menekuni bulutangkis, kini justru beralih ke olahraga basket. Olahraga ini pula yang ditekuni adik Bella, Cassiopea. Ingin tahu lebih banyak tentang Bella, sapa saja lewat twitternya @bellaetrix

Prestasi:
- Juara 2 Sunkist Indonesia International Challenge Indocock Djarum Open 2010
- Juara beregu Summer Universiade Shenzhen (RRC) 2011 (bersama Tim Indonesia)
- Juara Malaysia International Challenge 2011
(MGH/Foto: Koleksi Pribadi)

TERI PEDAS DENGAN CABE HIJAU

Bahan:
Teri Medan   100 gr
Cabe hijau   200 gr (iris halus)
Pete   1 papan
Bawang merah   5 btr (iris tipis)
Bawang putih   3 siung (iris tipis)
Air asam   1 sdm
Taoco   1 sdm
Gula 
Garam
Salam
Lengkuas
Minyak goreng
Air   1 cangkir

Cara Memasak:
1. Cuci bersih teri lalu goreng hingga kering.
2. Kupas pete, belah 2. 
3. Tumis kedua jenis bawang hingga harum. 
4. Masukkan rempah-rempah dan taoco.
5. Tuangkan air, masukkan bumbu-bumbu. 
6. Aduk-aduk hingga airnya tinggal sedikit.
7. Masukkan teri. Ratakan.
8. Angkat.
(Resep: Nyonya Rumah/Kompas)

Jumat, 17 Mei 2013

DIONYSIUS HAYOM RUMBAKA : HIDUPNYA HANYA UNTUK BULUTANGKIS


Tak hanya menjadi salah satu pebulutangkis tunggal putra andalan Indonesia saat ini, pemuda berhidung mancung ini jadi idola para dara. Wajahnya yang tampan ditunjang postur bertinggi 182 cm rupanya mampu mencuri perhatian para pecinta olahraga, utamanya kaum hawa. Tak masalah ia telah bertunangan dengan pebulutangkis putri nan jelita, Bellaetrix Manuputty. 

Olahragawan yang biasa dipanggil Hayom ini lahir di Kulon Progo (DI Yogyakarta) tanggal 22 Oktober 1988. Lulus SMAN 1 Kudus (Jawa Tengah), Hayom total menekuni bulutangkis meski sepakbola juga digemarinya. Namun, seperti diakui Hayom sendiri, hidupnya hanya untuk bulutangkis. Tapi bukan berarti Hayom tidak melirik profesi lain. Ia ingin menjadi anggota TNI AU seandainya tak menjadi pebulutangkis.  Awal ketertarikan Hayom pada bulutangkis berawal dari menonton teman-teman sepermainannya berlatih. Dari sana, ia tertarik ikut berlatih dan ternyata lanjut hingga menjadi atlet nasional. Hayom termasuk salah satu pebulutangkis yang 'dibidani' PB Djarum Kudus. Ditanya cita-cita saat ini, Hayom menjawab ia ingin menjadi atlet bulutangkis kaliber dunia. 

Pelahap pecel lele ini juga menyukai film laga dan musik R&B. Tak heran, ia mengidolakan Dewi Sandra yang penyanyi R&B. Tapi kalau atlet bulutangkis, hanya Taufik Hidayat yang dikagumi Hayom. Di waktu senggang, Hayom suka menonton Bukan 4 Mata di TV. Atlet yang juga sering disebut dengan nama lebih singkat Hayom Rumbaka bisa dikontak di hayom_88_@yahoo.com atau twitter @Dionysiushayom

Prestasi:
- Juara Banuinvest International Series Rumania 2009
- Juara 2 Vietnam Challenge 2009
- Juara Yonex Australian Open Grand Prix 2009
- Juara Indonesia International Challenge 2009
- Juara 2 India Open Grand Prix 2009
- Juara 2 Thomas Cup 2010 (bersama Tim Indonesia)
- Juara 2 Indonesia Open Grand Prix Gold 2010
- Medali perunggu beregu putra Asian Games 2010 9bersama Tim Putra Indonesia)
- Juara India Open 2010
- Juara Indonesia Open Grand Prix Gold 2011
- Medali emas beregu putra SEA Games 2011 (bersama Tim Putra Indonesia)
- Juara 2 Indonesia Open Grand Prix Gold 2012
- Juara 2 beregu AXIATA Cup 2012 (bersama Tim Indonesia)
(MGH/Foto: Koleksi Pribadi)

CAKE KELAPA COKELAT

Bahan:
Tepung ketan   150 gr
Kelapa parut kering warna cokelat   50 gr
Vanili   secukupnya
Gula pasir   75 gr
Margarin   40 gr
Telor ayam   2 btr
Santan   50 ml
Cokelat coating (untuk hiasan)
Kertas roti

Cara Membuat:
1. Campur tepung ketan, kelapa parut, dan vanili.
2. Kocok 1/2 gula pasir dengan margarin hingga hancur. Sisihkan (Kocokan 1).
3. Kocok 1/2 gula sisanya dengan telor ayam hingga kental. Angkat (Kocokan 2).
4. Masukkan campuran tepung dan kelapa. Aduk rata. 
5. Masukkan Kocokan 1. Aduk rata.
6. Ambil cetakan, beri alas kertas roti, dan olesi margarin. 
7. Tuangkan adonan ke dalam cetakan dan taburi dengan kelapa kering.
8. Panggang dalam oven hingga matang. Angkat. 
9. Cetak dengan cetakan cookies bentuk bundar atau sesuai selera.
10. Hiasi dengan cokelat coating dan dinginkan.
11. Hidangkan.

Info Saji:
Untuk: 10 potong (151 kal/ptg)
(Resep: Ibu Tuti Soenardi/Kompas)

Kamis, 16 Mei 2013

AHMAD TOHARI : MENDUNIA DARI BANYUMAS


Salah satu nama besar dalam dunia sastra Indonesia yang telah mendunia adalah Ahmad Tohari, pengarang asal Banyumas (Jawa Tengah). Tak hanya di Indonesia, karya-karyanya juga diterjemahkan dalam berbagai bahasa: Jerman, Mandarin, Jepang, Belanda, dan Inggris. Iapun telah dianugerahi penghargaan sastra ASEAN, SEA Write Award, The Fellow of  The University of Iowa dari Universitas Iowa (Amerika Serikat), dan menjadi dosen luar biasa di salah satu universitas di Jepang. Padahal ia tak menyandang gelar sarjana apapun. Meski sempat kuliah di Universitas Ibnu Khaldun, Jakarta dan Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, semua tak diselesaikannya.  Toh bakatnya dalam bidang sastra beroleh penghargaan dari dunia internasional. 

'Ronggeng Dukuh Paruk' adalah karyanya yang paling terkenal. Tak hanya telah 2 kali diangkat ke layar perak, novel tersebut juga telah diterjemahkan ke dalam bahasa-bahasa: Jepang, Inggris, Jerman, dan Belanda. 

Ahmad Tohari lahir tanggal 13 Juni 1948 di Banyumas. Ayahnya seorang PNS yang bertugas di Departemen Agama, bahkan sempat menjabat Kepala Departemen Agama di Banyumas.  Ahmad Tohari sendiri menggeluti dunia jurnalistik di Jakarta dan sempat bekerja di majalah Amanah, Keluarga, hingga redaktur harian Merdeka sebelum kemudian memutuskan kembali ke Banyumas untuk sepenuhnya menjadi pengarang. 

Meski telah diakui dunia sebagai salah satu sastrawan terkemuka, Ahmad Tohari tetap sederhana dan rendah hati. Ini terlihat dari dari penampilannya yang selalu bersahaja, termasuk tetap memilih tinggal di rumah peninggalan orang tuanya di Banyumas. Satu lagi, Beliau selalu menolak disapa dengan panggilan 'Pak'. (MGH/Foto: Ardhisa)