Tampilkan postingan dengan label atlet badminton tunggal putra. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label atlet badminton tunggal putra. Tampilkan semua postingan

Jumat, 17 Mei 2013

DIONYSIUS HAYOM RUMBAKA : HIDUPNYA HANYA UNTUK BULUTANGKIS


Tak hanya menjadi salah satu pebulutangkis tunggal putra andalan Indonesia saat ini, pemuda berhidung mancung ini jadi idola para dara. Wajahnya yang tampan ditunjang postur bertinggi 182 cm rupanya mampu mencuri perhatian para pecinta olahraga, utamanya kaum hawa. Tak masalah ia telah bertunangan dengan pebulutangkis putri nan jelita, Bellaetrix Manuputty. 

Olahragawan yang biasa dipanggil Hayom ini lahir di Kulon Progo (DI Yogyakarta) tanggal 22 Oktober 1988. Lulus SMAN 1 Kudus (Jawa Tengah), Hayom total menekuni bulutangkis meski sepakbola juga digemarinya. Namun, seperti diakui Hayom sendiri, hidupnya hanya untuk bulutangkis. Tapi bukan berarti Hayom tidak melirik profesi lain. Ia ingin menjadi anggota TNI AU seandainya tak menjadi pebulutangkis.  Awal ketertarikan Hayom pada bulutangkis berawal dari menonton teman-teman sepermainannya berlatih. Dari sana, ia tertarik ikut berlatih dan ternyata lanjut hingga menjadi atlet nasional. Hayom termasuk salah satu pebulutangkis yang 'dibidani' PB Djarum Kudus. Ditanya cita-cita saat ini, Hayom menjawab ia ingin menjadi atlet bulutangkis kaliber dunia. 

Pelahap pecel lele ini juga menyukai film laga dan musik R&B. Tak heran, ia mengidolakan Dewi Sandra yang penyanyi R&B. Tapi kalau atlet bulutangkis, hanya Taufik Hidayat yang dikagumi Hayom. Di waktu senggang, Hayom suka menonton Bukan 4 Mata di TV. Atlet yang juga sering disebut dengan nama lebih singkat Hayom Rumbaka bisa dikontak di hayom_88_@yahoo.com atau twitter @Dionysiushayom

Prestasi:
- Juara Banuinvest International Series Rumania 2009
- Juara 2 Vietnam Challenge 2009
- Juara Yonex Australian Open Grand Prix 2009
- Juara Indonesia International Challenge 2009
- Juara 2 India Open Grand Prix 2009
- Juara 2 Thomas Cup 2010 (bersama Tim Indonesia)
- Juara 2 Indonesia Open Grand Prix Gold 2010
- Medali perunggu beregu putra Asian Games 2010 9bersama Tim Putra Indonesia)
- Juara India Open 2010
- Juara Indonesia Open Grand Prix Gold 2011
- Medali emas beregu putra SEA Games 2011 (bersama Tim Putra Indonesia)
- Juara 2 Indonesia Open Grand Prix Gold 2012
- Juara 2 beregu AXIATA Cup 2012 (bersama Tim Indonesia)
(MGH/Foto: Koleksi Pribadi)

Senin, 07 Januari 2013

ARDY B. WIRANATA : TURUT SAPU BERSIH MEDALI OLIMPIADE


Rakyat Indonesia terutama pecinta bulutangkis akan selalu mengenang Olimpiade Barcelona, Spanyol (1992). Saat itu atlet-atlet bulutangkis Indonesia mendominasi perolehan medali, bahkan di nomor tunggal putra, semua medali disapu bersih para pendekar bulutangkis kita. Tak hanya Alan Budikusuma yang memboyong medali emas, Ardy B.Wiranata dan Hermawan Susanto juga mempersembahkan medali perak dan perunggu. Tak hanya berjaya di Olimpiade, Ardy juga 2 kali turut mengantarkan Tim Indonesia menjuarai kejuaraan bulutangkis putra beregu dunia Thomas Cup. Di masa jayanya, Ardy menduduki peringkat 1 tunggal putra internasional. 

Ardy Bernardus Wiranata, lahir 10 Februari 1970 di Jakarta dari keluarga pecinta bulutangkis. Kedua kakaknya juga atlet bulutangkis. Sejak umur 9 tahun, Ardy serius berlatih bulutangkis di klub. Ardy kecil bahkan tak bermain dengan teman sebanyamnya karena lebih memilih berlatih bulutangkis. Uniknya, meski fokus sepenuhnya pada bulutangkis namun Ardy mengaku tak mempunyai sahabat dari kalangan bulutangkis. 

Selain disebut dengan nama lengkapnya, Ardy yang bertinggi 171 cm juga sering disebut Ardy BW, Ardy B. Wiranata,  atau Ardy Wiranata. Ardy merupakan salah satu alumnus PB Djarum Kudus (Jawa Tengah). Setelah gantung raket, Ardy tetap menekuni dunia bulutangkis sebagai pelatih. Saat ini ia melatih Timnas bulutangkis Kanada setelah sebelumnya melatih Timnas Amerika Serikat. Sempat menderita hepatitis A dan divonis dokter tidak bisa bermain bulutangkis lagi, Ardy membuktikan ia bisa kembali menekuni olahraga yang menjadi hidupnya dan embali melatih lagi hingga kini. 

Mengidolakan Lius Pongoh, Liem Swie King, Dan Rudi Hartono, Ardy hanya mempercayai seorang pelatih, Hadi Nazri, yang melatihnya sejak Ardy berusia 9 tahun hingga gantung raket. Ardy mengaku, hubungannya dengan sang pelatih lebih seperti teman dibanding antara pelatih-anak asuh. 

Prestasi:
- Juara Indonesia Open 1990
- Juara Indonesia Open 1991
- Juara Japan Open 1991
- Juara All England 1991
- Juara Sweden Open 1991
- Medali perak Olimpiade Barcelona, Spanyol 1992
- Juara Japan Open 1992
- Juara Taiwan Open 1992
- Juara Indonesia Open 1992
- Juara Malaysia Open 1993
- Juara Japan Open 1994
- Juara Korea Open 1994
- Juara Thomas Cup 1994 (bersama Tim Thomas Indonesia)
- Juara Indonesia Open 1994
- Juara Singapore Open 1994
- Juara Indonesia Open 1995
- Juara Thomas Cup 1996 (bersama Tim Thomas Indonesia)
- Juara Indonesia Open 1997
- Juara Sweden Open 1997
(MGH/Foto: Ziggo)

Sabtu, 05 Januari 2013

HERMAWAN SUSANTO : 'TERPERANGKAP' BULUTANGKIS


Melihat latar belakang keluarganya, Hermawan Susanto seolah 'terperangkap' dalam dunia bulutangkis. Mari kita simak bersama. Nama lengkapnya Hermawan Susanto, namun lebih sering dipanggil dengan nama Aim. Berlatar belakang keluarga atlet bulutangkis, tak heran bila Aim ikut 'terseret' menekuni bulutangkis. Puncak prestasinya di tahun 1990-an, berbagai gelar juara turnamen internasional disabetnya, termasuk medali perunggu tunggal putra Olimpiade Barcelona, Spanyol (1992). 

Aim lahir di Kudus (Jawa Tengah), 24 September 1967. Seperti disebutkan tadi, ia lahir di tengah keluarga atlet bulutangkis. Tak hanya kedua orangtuanya, Agus Susanto dan Megah Idawati, yang mantan atlet bulutangkis nasional dan pernah memperkuat tim Thomas dan Uber Indonesia.Bibi dan pamannya dari pihak ibu juga mantan atlet bulutangkis nasional, Megah Inawati dan sang legenda: Liem Swie King. Aim sendiri merupakan putra sulung Agus dan Megah. Aim mempunyai seorang adik laki-laki yang tidak tertarik menekuni bulutangkis. Aim dikenal sebagai pribadi yang rendah hati. Di luar bulutangkis, ia juga sangat menggemari sepakbola.

Aim menikah dengan rekannya sesama atlet bulutangkis, si cantik Sarwendah dan dikaruniai seorang putra, Andrew Susanto yang mengikuti jejak kedua orangtuanya, menjadi atlet bulutangkis. Aim dan Endah (panggilan Sarwendah) mengelola klub bulutangkis yang mereka dirikan, SBC (Sarwendah Badminton Club).  Saat ditanya kenapa klub tersebut hanya memakai nama Endah, Aim menjawab itu karena sang istri jauh lebih terkenal sebagai atlet bulutangkis dibanding dirinya. Keduanya sekaligus menjadi pelatih di sana. Salah seorang anak didiknya, ya putra mereka sendiri. Nah lengkap kan, dari awal sampai kini Aim memang tak  pernah lepas dari bulutangkis!

Prestasi:
- Juara 3 Hong Kong Open 1989
- Juara Dutch Open 1990
- Juara 3 Thailand Open 1990
- Juara 2 Finnish Open 1990
- Juara Denmark Open 1991
- Juara 2 Dutch Open 1991
- Juara Taiwan Open 1991
- Juara 2 German Open 1991
- Juara 3 Hong Kong Open 1991
- Juara Dutch Open 1992
- Juara China Open 1992
- Juara 3 Indonesia Open 1992
- Medali perunggu Olimpiade Barcelona, Spanyol 1992
- Juara 2 Taiwan Open 1992
- Juara 3 German Open 1992
- Juara 2 Kejuaraan Dunia 1993
- Juara Hong Kong Open 1993
- Juara 2 Thailand Open 1993
- Juara 3 Taiwan Open 1993
- Juara 2 Singapore Open 1994
- Juara Thomas Cup 1994 (bersama Tim Thomas Indonesia)
- Juara 2 Korea Open 1994
- Juara 3 All England 1994
- Juara Taiwan Open 1995
- Juara 2 Singapore Open 1995
- Juara 3 All England 1995
- Juara Malaysia Open 1997
- Juara US Open 1997
- Juara 3 Taiwan Open 1997
- Juara 3 Kejuaraan Asia 1997
(MGH/Foto: Sarwendah)