Tampilkan postingan dengan label Chef Indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Chef Indonesia. Tampilkan semua postingan

Minggu, 10 Februari 2013

HANDI MULYANA : CELINE DIONPUN MEMESAN KUE BUATANNYA


Penampilannya kalem. Handi Mulyana, chef peringkat 5 dunia dalam  mendekorasi kue pengantin. Keahliannya dalam membuat dan menghias kue telah tersohor di seluruh dunia. Tak hanya mendirikan sekolah memasak Handi's Cakes yang terkenal di Australia, Handi juga laris diundang berbagi ilmu dalam berbagai workshops di seluruh dunia! Sempat menjadi bintang tamu dalam acara MasterChef Australia 1, ia kembali diundang dalam MasterChef Australia 2, kali ini sebagai konsultan menghias kue! 

Di Australia ia sudah menjadi Chef selebriti papan atas yang wira-wiri di berbagai acara TV. Sebut saja Fresh, The Disney Channel, Sydney Weekender, dan The Morning Show. Para langganannyapun tak hanya dari Australia. Para selebriti papan atas dunia asal Amerika seperti Rihanna, Oprah Winfrey, dan Celine Dion juga termasuk pelanggan kue buatan Handi! Celine bahkan memesan kue buatan Handi secara khusus untuk ulang tahun pernikahannya. Tak hanya itu. Prestasi gemilang kembali dicapai Handi tahun lalu,  ia mendapat penghargaan sebagai Cake Decorator of The Year di Australia. Sebelumnya, ia telah 3 kali menyabet penghargaan Boys Own Bake-Off dari Bobby Goldsmith Foundation: 2 kali sebagai pemenang pertama (1999 & 2002) dan pemang ke-2 (2002). 

Handi berasal dari Cianjur (Jawa Barat), kelahiran 28 Oktober 1975. Ia pindah ke Sydney, Australia untuk belajar pariwisata di William Blue, Sydney. Sementara Diploma di bidang membuat dan menghias kue diperolehnya dari NSW TAFE. Minatnya terhadap masak memasak terutama membuat kue tumbuh sejak masih tinggal di Indonesia. Sejak menginjak remaja, Handi telah bekerja membantu orangtua di toko kue 'Tan Keng Cu' milik keluarganya. Diantara teman-temannya, pria berpenampilan kalem yang halus dalam bertutur kata ini dikenal ramah. 

Mau sejago Handi dalam membuat dan mendekorator kue? Coba kontak Handi di +61 2 9663 4916 atau kalau Sahabat berada di Australia, bisa langsung bertemu Handi di 124 Gardener Road, Sydney 2032. (MGH/Foto: Koleksi Pribadi)

Sabtu, 09 Februari 2013

I WAYAN WICAYA : KALAHKAN PARA CHEF BINTANG MICHELIN


Tahun 2010, I Wayan Wicaya mengharumkan nama Indonesia di bidang kuliner internasional dengan memenangkan Global Chefs Challenge 2010 di Santiago. Bagi yang belum mengetrahui, Global Chefs Challenge adalah kompetisi antar chef sedunia yang diadakan 2 tahun sekali dan merupakan salah satu yang paling bergengsi di dunia untuk perorangan. Kompetisi ini diadakan oleh World Association of Chefs Societies (WACS). Tak tanggung-tanggung, Wicaya mengungguli para chef kelas dunia termasuk para pemegang bintang Michelin dari berbagai negara!

Sehari-hari, Wicaya merupakan Executive Sous Chef di Bvlgari Hotels & Resort, Bali. Ia merupakan alumni Balai Pendidikan dan Latihan Pariwisata (BPLP) Nusa Dua, Bali (sekarang Sekolah Tinggi Pariwisata/STP Nusa Dua). Kesuksesannya di Global Chefs Challenge diraih melalui jalan panjang setelah menjuarai berbagai seleksi dan kompetisi mulai tingkat nasional hingga Asia. Hingga akhirnya, pria asal Singaraja (Bali) ini menjadi satu-satunya wakil Asia yang maju ke putaran final di Santiago dan sukses membawa pulang piala emas!(MGH/Foto: Koleksi Pribadi)

Jumat, 04 Januari 2013

FARAH QUINN : DIPILIH ASIAN FOOD CHANNEL


Chef jelita ini mulai dikenal masyarakat sejak membawakan acara masak memasak  Ala Chef  di TransTV. Kini, wajah cantiknya tak hanya diakrabi penonton TV Indonesia, namun juga di seluruh Asia. Pasalnya, Farah terpilih menjadi pembawa acara di saluran kuliner TV berbayar Asian Food Channel yang bermarkas di Singapura. Jadilah Farah bolak-balik Jakarta-Singapura karena syuting acaranya dilakukan di Singapura sementara Farah dan keluarganya bermukim di Jakarta. 

Farah lahir di Bandung, tanggal 7 April 1980 dari keluarga pengusaha yang berkecukupan. Sejak kecil,  memang sudah hobi memasak, terutama membuat kue. Melewatkan masa kanak-kanak hingga remaja di Sumatera Barat bersama keluarganya, wanita berdarah Minang ini paling senang membantu sang ibu membuat aneka kudapan. Lulus SMP, ia bertolak ke Pittsburgh (Amerika Serikat) untuk melanjutkan pendidikan. Meski sangat suka memasak, ia tak langsung belajar kuliner selepas SMA. Farah justru belajar keuangan di Indiana University Pennsylvania. Uniknya, ia justru memilih bekerja di restoran Italia setelah lulus. Saat itulah Farah mantap menekuni bidang kuliner sebagai jalan hidupnya. Iapun kembali ke bangku kuliah, kali ini ia mengambil jalur 'yang benar': Pittsburgh Culinary Institute dengan fokus pastry. Tak puas, ia melanjutkan belajar pastry ke World Pastry Championships sambil bekerja di salah satu resort. 

Kemampuan Farah membuat pastry mendapat pengakuan ketika ia diminta memasak makanan pencuci mulut untuk para delegasi G8 Summit di Georgia, Amerika Serikat (2005). Di tahun yang sama, Farah dan suaminya, seorang pria Amerika yang juga seorang chef, Carson Quinn, membuka restoran yang diberi nama 'Camus'. Restoran ini juga menyediakan makanan Indonesia dan di kalangan perantau Indonesia di Amerika, konon, sambalnya maknyus! Tentu bukan hanya sambalnya yang maknyus karena Camus mendapat penghargaan bintang 4 karena kualitas makanannya. Toh karena sesuatu hal, Farah dan suaminya menjual Camus lalu pulang ke Indonesia bersama anak semata wayang mereka, Armand. 

Di Indonesia, keluarga kecil ini tinggal di perumahan Taman Alfa Indah yang dibangun orangtua Farah. Tapi tak lama lagi, mereka pindah ke rumah baru di Kemang yang proses pembangunannya sudah hampir rampung. Sementara Farah menikmati pekerjaannya antara Indonesia-Singapura, sang suami, Carson, sibuk mengurus bisnis restoran mereka. Seperti umumnya orang Minang, Farah merupakan pribadi yang spontan dan periang. Ia senang wisata dan jalan-jalan bersama teman-temannya, baik di Amerika Serikat maupun Indonesia. Farah beragama Islam dan bertinggi/berat 172 cm/50 kg. Dalam keseharian, Farah selalu ramah pada siapapun. Pribadi yang ramah dan menyenangkan ditambah wajah dan sosok nan indah, tak heran Farah laris dikontrak sebagai model iklan berbagai produk. (MGH/Foto: Koleksi Pribadi)

Selasa, 09 Oktober 2012

HARYO PRAMOE : PROMOSIKAN MASAKAN INDONESIA KE DUNIA DENGAN BAHASA DAERAH


Lahir dengan nama Haryo Probogiri, namun lebih dikenal para pemirsa TV sebagai Haryo Pramoe.  Tak hanya dikenal pemirsa di Indonesia, Chef Haryo juga tampil di acara 'Icip Icip' TV3 Malaysia dan Asian food Channel. Sebagai chef, lulusan Christelijke Hogeschool Noord Nederland ini  memang sudah matang pengalaman internasional. Dengan keahliannya memasak, ia telah bekerja selama belasan tahun di hotel, restoran, dan resort berkelas di Belanda, Amerika Serikat, dan Kanada. Toh, ia tetap mendedikasikan pengalaman dan kebisaannya untuk memajukan kuliner negeri sendiri. 

Haryo lahir 8 Maret 1975. Ia cucu pendiri PWI (persatuan Wartawan Indonesia) dan Menteri Perekonomian di era Presiden Soekarno, Sumanang. Haryo punya hobi segala yang berhubungan dengan kegiatan luar ruangan: motor, mendaki gunung, jalan-jalan di gunung, wisata, menyelam, dan memasak di alam terbuka dengan bahan-bahan dari alam sekitarnya. Jadi, siapa bilang cowok yang  jago masak itu kecewek-cewekan? Haryo juga punya hobi 'sangar' lainnya, musik metal! Ia bahkan pernah mengasuh kelompok metal yang hobi tampil angker di panggung, Parau. Haryo sendiri penggemar grup metal Seringai. Ayah dari Muhammad Yoda ini jago lho, ngedrumnya. 

Di samping kesibukannya mengasuh acara masak memasak di TV dan menjadi konsultan usaha makanan-minuman, Chef Haryo aktif mengelola www.indonesianfoodchannel.com, situs kuliner Indonesia yang dicita-citakan Haryo untuk dikembangkan menjadi saluran TV kuliner Indonesia pertama.  Impiannya, TV kuliner itu menyiarkan acara kuliner Indonesia 24 jam sehari. Tujuannya, mempromosikan masakan Indonesia ke tataran internasional. Di waktu luang, Haryo juga suka melukis dan bermain skateboard di jalan depan rumahnya di Graha Cinere, Depok (Jawa Barat). Tambahan informasi untuk Indonesian Food Channel, meski mempunyai misi mempromosikan masakan Indonesia kepada dunia, namun situs ini menggunakan pengantar bahasa Indonesia dan daerah-daerah Indonesia! Lho kok? Tenang, ini memang disengaja Haryo untuk memperkenalkan bahasa Indonesia dan kekayaan bahasa daerah kita. Harapan Haryo, orang-orang asing yang ingin belajar masak makanan Indonesia jadi belajar bahasa Indonesia atau bahasa daerah kita juga. Kalau malas belajar bahasa dan maunya belajar masak saja? Ya nggak masalah, toh ada teks bahasa Inggrisnya. 

Website: www.dapurharyo.com. Twitter: @chefharyo Email: haryopramoe@yahoo.com  Telefon bisa ke nomor 0821 229 822 98/0818 757 465 atau 0857 187 593 30 dengan Soni, manajernya. (MGH/Foto:Koleksi Pribadi)

Selasa, 25 September 2012

WILLIAM WONGSO : MAESTRO KULINER INDONESIA


Penggemar kuliner Indonesia pasti tak asing dengan tokoh satu ini, William Wongso. Tak hanya namanya yang lekat dengan kuliner premium,  sosoknyapun sering muncul di televisi dalam program-program yang membahas kuliner khas Indonesia. Padahal ia lulusan berbagai sekolah dan pelatihan profesional kuliner di beberapa negara, mulai Swiss, Belanda, Italia Jerman, Perancis, Amerika Serikat, hingga Jepang. Ia menguasai makanan berbagai negara, mulai es krim, coklat, aneka roti, anggur, pastry, hingga yakiniku.  Toh ia juga sangat menguasai berbagai kuliner Indonesia. Pakar kuliner ini mengaku belajar banyak dari ibu-ibu rumah tangga sederhana dan para pedagang di pasar tradisional. Di bidang kuliner Indonesia, bisa dibilang William Wongsolah maestronya. 

Karir internasionalnya di bidang kuliner telah dimulai puluhan tahun lalu, saat bekerja sebagai peneliti di Baking Programme, East Sydney Technical College, Australia (1978). Iapun sempat bekerja selama 9 tahun di Quintessance Restaurant, termasuk membuka William Restaurant. Kepakarannya dalam kuliner Indonesia juga telah diakui secara internasional, terbukti Beliaulah satu-satunya yang diundang untuk mewakili Indonesia dalam World of Flavors International Conference and Festival di Napa, Amerika Serikat (2009). Tak main-main, ajang itu dihadiri 80 ahli masak dari seluruh dunia. Kini di usia yang tak lagi terbilang muda, William tetap aktif sebagai penasihat maskapai nasional Garuda dan masih berkeliling dunia mempromosikan kuliner Indonesia. Tak hanya memperkenalkan makanan Indonesia pada Oom William selalu memberi semacam pembekalan tentang kuliner Indonesia pada para diplomat kita yang akan bertugas ke luar negeri. Tujuannya, agar mereka juga menyebarkan informasi tentang kuliner Indonesia di negara tempat bertugas. Untuk menaikkan gengsi makanan Indonesia di negeri sendiri, Oom William membuka jaringan restoran makanan Indonesia berkonsep fine dining di bawah bendera Flavours of W.

Meski sudah menyandang reputasi internasional sebagai ahli kuliner, Oom William masih belum puas. Beliau prihatin dengan langkanya chef makanan Indonesia meskipun profesi chef makin diminati. Menurut Oom William, meski makin banyak anak muda Indonesia yang tertarik menjadi chef, namun kebanyakan menggeluti makanan asing karena dianggap lebih bergengsi. Ini diperparah dengan tidak adanya institusi pendidikan kuliner Indonesia yang representatif.  Lebih parah lagi,  Padahal potensi kuliner Indonesia sangatlah besar, bahkan menurut Oom William ragam makanan Indonesia merupakan yang terbanyak di dunia! 

William Wirjaatmadja Wongso lahir di Surabaya, 12 April 1947 dan menikah dengan Lusiana Rahardjo yang juga ahli kuliner. Pasangan ini dikaruniai seorang puteri, Tia.   Oom William bisa dihubungi via twitter @williamwongso. Websitenya: williamwongso.com

Penghargaan Internasional:
- Chevalier Dans L'Ordre Du Merite Agricole dari Kementerian Pertanian Perancis (2001)
-  Duta Pariwisata Indonesia untuk Korea pilihan Korean Tourism Board (2009)
- South East Asia Wine Pioneer Recognition Award dari Wine for Asia (2011)
(MGH/Foto: Koleksi Pribadi)

Sabtu, 23 Juni 2012

KAREN CARLOTTA : RAIH MEDALI DARI FOOD HOTEL ASIA DI SINGAPURA


'Chef juara', demikian cap yang dilekatkan Royco pada chef cantik ini. Bukan kebetulan, Karen adalah model iklan Royco. Dan bukan sekedar isapan jempol, karena Karen, atau biasa dipanggil KC memang peraih medali perunggu kompetisi memasak internasional yang diadakan di Singapura Food Hotel Asia kategori kue pengantin (2006) dan peringkat ke-2 kompetisi Californian Raisins (2006). Kue pengantinnya memang unik dan indah karena dihias motif batik dan ukiran Jepara. Tak heran berhasil merebut tempat ke-3 dari seratusan peserta dari berbagai negara. Tentu, rasanya juga pasti enak!

Karen Carlotta Setijono, lahir tanggal 1 Agustus 1982, sejatinya sarjana ekonomi lulusan Universitas Tarumanagara, Jakarta. Sempat bekerja di Bank Panin, KC memilih keluar karena merasa tidak cocok bekerja di bank. Minatnya sejak kecil memang memasak. Sayang, kedua orangtuanya, Aaron Suryajaya Setijono dan Charlotte Sari Dewi menginginkan KC belajar manajemen. Namun akhirnya, melihat tekad sang puti yang kuat, mereka setuju KC belajar gastronomi di Singapura. Kebetulan, kakak tertua KC juga tinggal di Singapura. Di sana, KC belajar pastry dan baking di Shatec Institute.

Lulus dari Shatec, bungsu dari 3 bersaudara ini bekerja sebagai chef di 3  restoran terkemuka Singapura: One Rochester, One Twenty Six, dan One Caramel (2007-2009). Posisi terakhirnya Executive Pastry Chef. Tak tanggung-tanggung, setiap hari kecuali Minggu, KC sudah ada di restoran mulai pukul 6 pagi hingga pukul 11 malam! Saat KC pulang ke Indonesia menghadiri pernikahan kakaknya, KC dilarang kembali ke Singapura oleh orangtuanya yang khawatir melihat kesibukan sang putri yan ekstra padat. 

KC memiliki kekhasan, suka membuat makanan berbentuk unik. saat ibunya berulang tahun misalnya, LC membuat kue ulang tahun berbentuk sepatu berhak tinggi bertuliskan nama sang ibu. Sementara saat kekasihnya, chef Andhika Maxi berulang tahun, KC membuat kue prototipe Maxi (nama panggilan Andhika Maxi).

Kini, KC mengelola AMKC Food Concept, restoran yang didirikan bersama kekasihnya. Mereka berdua juga bahu membahu menjadi koki untuk private dining berbagai perusahaan, sosialita, dan pejabat. Berdua pula mereka pernah membintangi iklan salah satu merek mobil Jepang. KC juga sibuk tampil dalam berbagai acara masak memasak di TV maupun berbagai acara off air. Sebagai chef, wanita mungil ini juga berharap resep-resepnya bisa mudah dipraktekkan oleh siapapun. 

"Bagi saya, seorang koki harus bisa membagi ilmunya kepada orang lain," kata KC. Tentu saja, yang dimaksud KC tidak termasuk resep menu AMKC Food Concept.(MGH/ Foto: Koleksi pribadi)

Jumat, 22 Juni 2012

YONO PURNOMO : DUTA KULINER INDONESIA DI AMERIKA

Tahun 70-an, Widjiono Purnomo merantau ke Amerika Serikat untuk mencari peluang yang lebih baik. Sebelumnya, Yono, demikian nama panggilan pria asal Jakarta ini bekerja di kapal milik Amerika dan Belanda SS Rotterdam, setelah menamatkan pendidikan di APN Bandung (sekarang Sekolah Tinggi Perhotelan/STP atau lebih dikenal dengan NHI). Saat bekerja di kapal asing itulah Yono bertemu wanita Amerika nan cantik, Donna yang kemudian menjadi istrinya. Karena Donna pula, Yono memutuskan bermukim di Albany, Amerika Serikat, kampung halaman sang istri dan membuka usaha restoran makanan Indonesia dan Amerika.


Hasilnya, tak hanya memperoleh peluang yang lebih baik, Yono berhasil menjadi yang salah satu yang terbaik diantara para profesional kuliner Amerika bahkan dunia! Sangat banyak penghargaan internasional yang diperolehnya. Berkali-kali tampil di TV nasional sebagai bintang tamu acara-acara top, Yono masuk jajaran Master Chefs dan Celebrity Chefs di Amerika Serikat. Kini ia mengelola kerajaan bisnis kuliner dan hotelnya bersama sang istri dan putra mereka, Dominick. Mengikuti jejak kedua orangtuanya, Dominickpun menekuni dunia gastronomi. 


Mengawali karir di dunia kuliner dengan membuka Yono's Restaurant, restoran yang menyajikan hidangan Indonesia dan Amerika. Tak hanya sukses dengan restoran pertama, Yono kemudian membuka cafe bertema otomotif Bumpers Cafe di Armory Center, satu pusat hiburan super luas yang menempati lahan tak kurang dari  65.000 kaki persegi (1998). Kerajaan bisnis kuliner Yono makin melaju. Iapun membuka usaha baru 'Studio 64 Nightclub' (2000).  Kerajaan bisnisnya makin lengkap dengan dibukanya sebuah hotel butik. Tapi tak hanya berbisnis. Di luar itu, Yono merupakan donatur 150 yayasan sosial. Iapun dikenal sebagai pecinta dan kolektor seni. 


Di Amerika, tak semua orang mampu menikmati masakan Indonesia olahan Yono. Saat menjadi chef tamu restoran fine dining James Beard House (mereka menyebut Yono sebagai  'star chef'), masakan Yono ada di kisaran harga $ 85 untuk anggota dan $ 110 untuk non anggota. Mau tahu masakan yang dihidangkan? Semua khas Indonesia seperti sate ayam, gado-gado, kroket daging, dan sebagainya. 


Meski sudah menjadi toko penting dalam gastronomi internasional, Pak Yono tetap rendah hati dan membuka diri bagi siapapun yang ingin belajar padanya. Iapun tetap datang dan memasak dalam acara reuni APN di Bandung beberapa tahun lalu. Beberapa kali, ia bahkan menjadi dosen tamu di almamaternya itu. Setiap malam Master Chef ini bisa ditemui di restoran utama miliknya: Yono's Restaurant di 25 Chapel St . Albany, New York. Telp. 0518.436.7747. Belum sempat ke Albany? Bisa mengunjungi Yono's Restaurant yang sangat elegan lewat situs mereka www.yonos.com


Berikut program TV yang pernah menampilkan Yono:
- Motivator bersama Benita Zahn dalam 'Let's Eat' di NBC dan Channel 13 WNYT (1990)
- The Today Show (1994)
- TV Food Network (1995)
- Good Morning America (beberapa kali sebagai bintang tamu) 

Penghargaan:
- Culinarian of The Year dari American Culinary Federation (ACF) Albany (1987)
- Chef of The Year, ACF Albany (1988)
- Medali emas, ACF (1991)
- Medali Kehormatan dari Leas Amis D'Ecoffier (1991)
- Named Restaurateur of The Year dari NYS Restaurant Association (1991)
- Termasuk dalam America's 2000 oleh Chefs in America (1991)
- Medali emas dari ACF (1992)
- Medali perunggu dari ACF (1993)
-Medali perak dari ACF (1993)
- Cuinary Cornucopia Grand Award (Best of Show) dari ACF (1994)
- Medali emas dari ACF (1994)
- Chaine des Rotisseur Medal of Honor (1994)
- Chef of The Year dari ACF New York Chapter (1995)
- Medali perak dari ACF (1996)
- Pemenang Hadiah Utama Nasional dari La Parade des Chefs, Javits Center, New York City (1996)
- Medali emas dari ACF (1997)
- Culinary Cornucopia Grand Award (Best of Show) dari ACF (1997)
- Medali perunggu Internasional (kategori perorangan) dari British Open Cookery Championship (1997)
- Inaugural Community Service Award dari New York State Restaurant Assn./Capital District.
- Medali perunggu Internasional (kategori beregu) dari Hotelympia di London (1998)
- Sante Magazine Award (1999)
- Medali perunggu Master Chefs Grand Prix dari Hotelympia (2000)
- Wine spectator 'Award of Excellence' (2001)
- Sante Magazine Award (2001)
- Wine spectator 'Award of Excellence' (2002)
- Sante Magazine Fine Dining Award (2003)
-Wine spectator 'Award of Excellence' (2003)
-  Best of Award of Excellence dari wine Spectator (2004)
- ACF Achievement of Excellence kategori Fine Dining (2006)
- Fine Dining Award dari DiRoNA (Distinguished Restaurants of North America) (2007)
- Wine Spectator Best of Award of Excellence Award (2007)
- Faces of Diversity American Dream Award dari National Restaurant Association (2010)
- Compass Award dari the Downtown Albany Business Improvement District (BID) (2012)


Pencapaian lain:
- Keliling Amerika untuk memperkenalkan makanan Indonesia dalam program Festival of Indonesia (1990)
- Profilnya dimuat dalam Who's Who Among Rising Young Americans (1992)
- Chef Tamu di James Beard House (1992)
- Pembicara Seminar Makanan Indonesia dalam acara Konvensi Nasional American Culinary Federation (ACF) di California (1994)
- Wakil Presiden ACF New York Chapter (1995)
- Dosen tamu di Culinary Institute of America (1995)
- Direktur Pengembangan Proyek Cornucopia of Flavours Cookbook (1995)
- Presiden ACF New York Chapter (1996)
- Kapten tim dan pendiri New York State Culinary Team Albany (1997)
- Chef tamu di pesta tahunan James Beard Awards ke-8 (1998)
- Manajer dan kapten  New York State Culinary Team Albany (1998)
- Chef tamu di James Beard 'Chefs and Champagne' (1998)
- Kapten dan manajer NYS Culinary Team USA (2000)
- Chef tamu di James Beard House (2001)
- Mentored Chef's dari USS Albany, Nuclear Submarine (2002)
- Penyelenggara Gala Holiday Dinner untuk the Confrerie de la Chaine des Rotisseurs (2003)
- Four Star Review dari Albany Times Union (2003)
- Mendemonstrasikan masakan Indonesia dalam perhelatan ACF NE Regional (2003)
- Diminta Capiello Dairy untuk menyusun resep-resep fusion untuk  pasar Asia  (2004)
- Panelis tamu dalam Asian Expo Javits Center di New York City (2005)
- Ditampilkan dalam buku  'Glorious Food'  terbitan International Association of Culinary Professionals (2005)
- Ditampilkan dalam 'New Asian Cuisine' Fabulous Recipes from Celebrity Chefs (2006)
- Four Star Review dari Albany Times Union (2006)
(MGH/Foto: Forbes)