Bahan:
Daging ikan patin 300 gr (potong dadu kecil)
Minyak 2 sdm (untuk menumis)
Daun pisang (untuk membungkus)
Bambu 1 ptg (untuk memanggang)
Arang (untuk memanggang)
Bumbu halus:
Kemiri 5 btr
Cabai merah 50 gr
Bawang merah 50 gr
Bawang putih 2 siung
Kunyit 2 ruas jari
Jahe 2 ruas jari
Laos 2 ruas jari
Serai 1 btg
Daun jeruk 3 lbr
Garam 1 sdt/sesuai selera
Cara Memasak:
1. Tumis bumbu yang dihaluskan.
2. Masukkan potongan ikan lalu aduk rata.
3. Tunggu hingga matang. Angkat.
4. Bungkus dengan daun pisang.
5. Masukkan ke dalam bumbung bambu yang sudah dibelah atasnya sebagai tutup, lalu ikat.
6. Panggang di atas bara api hingga bumbu meresap. Angkat.
7. Hidangkan pepes ikan di bambu yang telah diangkat tutup bambunya.
Info Saji:
Untuk: 6 porsi (105 kal/porsi)
(Resep: Tuti Soenardi/Kompas)
Serabi Indonesia (SERbA-serBI INDONESIA), berisi tulisan tentang sisi positif Indonesia. Dipersembahkan untuk saudara-saudari sebangsa.
Jumat, 04 Mei 2012
Kamis, 03 Mei 2012
JOHN HARDY : MEREK INDONESIA ASAL KANADA
Pecinta perhiasan pasti kenal John Hardy, salah satu merek ternama kelas dunia yang gerainya ada di pusat-pusat perbelanjaan eksklusif seperti Le Bon Marche Rive Gauche di Paris, Saks Fifth Avenue di New York, atau Harrods di London. Dari namanya, siapa sangka kalau merek ini lahir di Bali dengan seluruh proses mulai desain hingga pembuatannya dikerjakan di Bali pula! Bahkan, semua seri koleksi John Hardy diberi nama-nama Indonesia seperti Naga, Kali, Palu, atau Cinta.
Adalah John Hardy, perancang perhiasan muda asal Kanada yang datang ke Bali di tahun 1975 untuk mempelajari teknik pembuatan perhiasan tradisional. 14 tahun kemudian, John mendirikan perusahaan perhiasan dengan label namanya sendiri. Tahun 1999, Guy Bedarida, seorang perancang perhiasan senior asal Paris bergabung dengan John Hardy. Tahun 2007, John menjual perusahaanya pada Guy dan Damien Dernoncourt. Tetap, kedua pemilik baru memakai merek lama dan konsisten pada teknik tradisional Bali dalam pembuatan setiap perhiasan John Hardy. Ini pula yang menjadi ciri khas John Hardy.
Salah satu teknik dasar pembuatan perhiasan tradisional Bali adalah teknik rantai, yaitu merangkai mata rantai satu per satu. Teknik ini sangat unik karena sudah tidak ditemukan lagi di negara lain. Keunikan teknik tradisional Bali ini digabungkan dengan teknik klasik Eropa dan kontemporer. Hasilnya, perhiasan-perhiasan John Hardy yang unik dan berkelas.
Selain teknik tradisional Bali, Guy juga mengagumi bakat alam para seniman Bali yang luar biasa. Diantara tim kreatifnya, ada yang tadinya tukang kebun dan petugas kebersihan di Bali. Toh dari tangan merekalah tercipta perhiasan John Hardy yang mendunia! Tak kalah penting, mereka tidak mempunyai ego. Guy mengatakan, tim kreatifnya yang saat ini terdiri dari 60 orang saling membagi ide kreatif, hal yang tidak ditemukannya di New York atau Paris.
Sebagai bentuk tanggung jawab pada alam Bali yang telah memberi inspirasi tanpa putus, John Hardy menanam 800.000 batang bambu di Bali. Komitmen inipun dituangkan dalam salah satu koleksinya 'Bamboo'. Pada setiap perhiasan koleksi ini, terukir jumlah batang bambu yang akan ditanam bila perhiasan tersebut terjual.(MGH/Foto: www.harrods.com)
PENGKANG (Khas Pontianak)
Bahan:
Ketan 250 gr (rendam sekitar 1 jam, tiriskan)
Santan kental 200 ml
Garam sedikit
Daun pandan 1 lbr
Isi:
Ebi 50 gr (rendam, haluskan)
Daun bawang 1 btg (iris kecil)
Margarin 1 sdm (untuk menumis)
Garam sedikit
Merica sedikit
Bawang putih 1 sdm (dihaluskan)
Bawang merah 1 sdm (dihaluskan)
Keju parut 50 gr
Daun pisang (untuk membungkus)
Bambu (untuk menjepit)
Cara Memasak:
1. Kukus ketan sampai setengah matang.
2. Rebus santan kental, garam, dan daun pandan sambil diaduk sampai mendidih. Angkat.
3. Campur ketan dengan santan sambil diaduk rata. Biarkan sebentar hingga meresap.
4. Kukus lagi sampai ketan matang. Angkat dan sisihkan.
5. Isi: Tumis bawang merah dan bawang putih. Masukkan ebi. Aduk rata. Masukkan garam, merica, keju, dan daun bawang. Aduk rata dan angkat.
6. Bagi ketan menjadi 10 bagian. Beri adonan isi lalu bentuk kerucut.
7. Bungkus dengan daun pisang dan jepit dengan bambu.
8. Panggang sambil diolesi dengan minyak agar mengkilat sebelum disajikan.
9. Sajikan hangat-hangat.
Info Saji:
Untuk : 10 potong (142 kalori/potong)
(Resep:Tuti Soenardi/Kompas)
Ketan 250 gr (rendam sekitar 1 jam, tiriskan)
Santan kental 200 ml
Garam sedikit
Daun pandan 1 lbr
Isi:
Ebi 50 gr (rendam, haluskan)
Daun bawang 1 btg (iris kecil)
Margarin 1 sdm (untuk menumis)
Garam sedikit
Merica sedikit
Bawang putih 1 sdm (dihaluskan)
Bawang merah 1 sdm (dihaluskan)
Keju parut 50 gr
Daun pisang (untuk membungkus)
Bambu (untuk menjepit)
Cara Memasak:
1. Kukus ketan sampai setengah matang.
2. Rebus santan kental, garam, dan daun pandan sambil diaduk sampai mendidih. Angkat.
3. Campur ketan dengan santan sambil diaduk rata. Biarkan sebentar hingga meresap.
4. Kukus lagi sampai ketan matang. Angkat dan sisihkan.
5. Isi: Tumis bawang merah dan bawang putih. Masukkan ebi. Aduk rata. Masukkan garam, merica, keju, dan daun bawang. Aduk rata dan angkat.
6. Bagi ketan menjadi 10 bagian. Beri adonan isi lalu bentuk kerucut.
7. Bungkus dengan daun pisang dan jepit dengan bambu.
8. Panggang sambil diolesi dengan minyak agar mengkilat sebelum disajikan.
9. Sajikan hangat-hangat.
Info Saji:
Untuk : 10 potong (142 kalori/potong)
(Resep:Tuti Soenardi/Kompas)
UDANG ASAM MANIS (Khas Pontianak)
Bahan:
Udang ukuran sedang 500 gr (sekitar 10 ekor)
Bawang bombay cincang 2 sdm
Bawang putih cincang 1 sdm
Saus tomat 3 sdm
Garam secukupnya
Merica secukupnya
Saus tiram 1 sdm
Minyak 2 sdm (untuk menumis)
Minyak (untuk menggoreng udang)
Cara Memasak:
1. Bersihkan udang, buang kepalanya, goreng sebentar.
2 Angkat dan sisihkan.
3. Tumis bawang bombay dan bawang putih hingga harum.
4. Masukkan saus tomat, saus tiram, dan udang yang telah digoreng.
5 Bubuhkan garam dan merica. angkat.
6. Hidangkan.
Info Saji:
Untuk : 5 porsi (107 kal/porsi)
(Resep: Tuti Soenardi/Kompas)
Udang ukuran sedang 500 gr (sekitar 10 ekor)
Bawang bombay cincang 2 sdm
Bawang putih cincang 1 sdm
Saus tomat 3 sdm
Garam secukupnya
Merica secukupnya
Saus tiram 1 sdm
Minyak 2 sdm (untuk menumis)
Minyak (untuk menggoreng udang)
Cara Memasak:
1. Bersihkan udang, buang kepalanya, goreng sebentar.
2 Angkat dan sisihkan.
3. Tumis bawang bombay dan bawang putih hingga harum.
4. Masukkan saus tomat, saus tiram, dan udang yang telah digoreng.
5 Bubuhkan garam dan merica. angkat.
6. Hidangkan.
Info Saji:
Untuk : 5 porsi (107 kal/porsi)
(Resep: Tuti Soenardi/Kompas)
Rabu, 02 Mei 2012
SRI LUCE RUSNA & HAPPY SALMA : MENEMBUS AMERIKA DENGAN PERHIASAN
Diam-diam, aktris, model, dan penulis Happy Salma sukses menembus Amerika. Bukan lewat film atau tulisannya, namun dengan bisnis perhiasan bermerek Tulola. Bukan sembarang perhiasan, karena Tulola menawarkan desain yang unik, perpaduan modernitas dengan berkarakter etnik Indonesia. Berkat desain yang unik dan istimewa ini, Tulola dinobatkan oleh majalah W terbitan Amerika Serikat sebagai salah satu perhiasan terbaik dan paling ingin dimiliki oleh para wanita.
Tidak sendirian, Happy menjalankan bisnis ini bersama sahabatnya, Sri Luce Rusna, wanita Bali yang lahir dan besar di Manhattan, Amerika Serikat. Urusan desain diserahkan pada Sri yang memiliki bakat merancang perhiasan dari sang ibu, Desak Nyoman Suarti, seorang perancang bisana dan perhiasan ternama di Bali. Merek Tulola sendiri diambil dari nama putri Sri, Putu Lola, yang juga merupakan inspirasi bisnis perhiasan ini.
Tahun 2010, Sri dan Happy membuka toko Tulola yang pertama di New York, Amerika Serikat. Tidak setengah-setengah, merekapun menyewa Humas untuk mempromosikan Tulola di Negeri Obama itu. Dalam waktu singkat, Tulola sukses menembus majalah-majalah Amerika seperti Harper's Bazaar, Life and Style, NME, Pregnancy, dan Savy. Tidak hanya di halaman dalam, Tulola dikenakan para model sampul majalah. Hasilnya, Tulola semakin lama semakin diminati kaum wanita Amerika Serikat. Bahkan sejumlah selebriti setempat juga menjadi pemakai Tulola, diantaranya Courtney Love, Mischa Barton, Ali Fedotowsky, Jessica Lucas, Brooke Burke, dan Kelly Rowland.
Mengimbangi permintaan pasar Amerika Serikat yang semakin meningkat, tahun ini, Sri dan Happy akan membuka satu toko lagi di New York dan memperluas pasar ke kawasan Asia. (MGH/Foto: sub-cult.com)
IKAN PESMOL
Bahan:
Ikan mas 1 ekor (sekitar 1/2 kg)
Serai 1 btg (bagian putihnya saja, memarkan)
Cuka 1 sdm
Air 150 cc
Garam 1/2 sdt
Minyak goreng
A. Acar
Wortel 1 btg (iris tipis memanjang)
Mentimun 1 btg (belah 4, buang bijinya, iris tipis memanjang)
Lobak 1 btg (iris tipis memanjang)
Cabai rawit merah 10 buah
Bawang merah 10 btr (pilih yang kecil-kecil)
Garam 1/2 sdt
Gula pasir 2 sdm
Cuka 1 sdm
B. Bumbu Halus
Bawang merah 6 btr
Bawang putih 3 siung
Kunyit 2 ruas
Lengkuas 2 iris
Jahe 2 iris
Kemiri 5 btr
Garam 1 sdt
Gula pasir 2 sdm
Cara Memasak:
1. Bersihkan ikan lalu lumuri dengan garam. Diamkan selama sekitar 15 menit.
2. Goreng sampai kering.
3. Gerus semua bumbu halus lalu tumis bersama serai sampai harum.
4. Tuangi 150 cc air. Aduk-aduk sampai agak mengental.
5. Masukkan semua acar. Aduk-aduk sebentar.
6. Tambahkan cuka.
7. Angkat dan siramkan di atas ikan.
Ikan mas 1 ekor (sekitar 1/2 kg)
Serai 1 btg (bagian putihnya saja, memarkan)
Cuka 1 sdm
Air 150 cc
Garam 1/2 sdt
Minyak goreng
A. Acar
Wortel 1 btg (iris tipis memanjang)
Mentimun 1 btg (belah 4, buang bijinya, iris tipis memanjang)
Lobak 1 btg (iris tipis memanjang)
Cabai rawit merah 10 buah
Bawang merah 10 btr (pilih yang kecil-kecil)
Garam 1/2 sdt
Gula pasir 2 sdm
Cuka 1 sdm
B. Bumbu Halus
Bawang merah 6 btr
Bawang putih 3 siung
Kunyit 2 ruas
Lengkuas 2 iris
Jahe 2 iris
Kemiri 5 btr
Garam 1 sdt
Gula pasir 2 sdm
Cara Memasak:
1. Bersihkan ikan lalu lumuri dengan garam. Diamkan selama sekitar 15 menit.
2. Goreng sampai kering.
3. Gerus semua bumbu halus lalu tumis bersama serai sampai harum.
4. Tuangi 150 cc air. Aduk-aduk sampai agak mengental.
5. Masukkan semua acar. Aduk-aduk sebentar.
6. Tambahkan cuka.
7. Angkat dan siramkan di atas ikan.
Acar: Campur semua bahan. Biarkan semalam. Campur dengan bumbu pesmol keesokan harinya. (Resep:Nyonya Rumah/Kompas)
GIGI : MENARI DI 4 BENUA
Jangan harap bisa bertemu dengan Gigi di Jakarta pada awal pekan karena wanita energik ini pasti sedang berada di Singapura. Maklum saja, setiap hari Senin ia harus mengajar di Attitude
Performing Arts Studio dan satu sekolah di Tanjong Katong. Sementara hari Selasa dipastikan ia selalu
mengajar di almamaternya, Lasalle College of the Art. SedangkanRabu pagi, ia pasti ada di bandara Changi untuk bersiap pulang ke Jakarta, kembali mengurus
sekolah tarinya, Gigi Art of Dance dan kelompok tarinya, Gigi Dance Company.
Gianti Giadi, demikian nama lengkapnya, memang luar biasa.
Mojang kelahiran Bandung, 5 Oktober 1985 ini tidak hanya piawai mengajar, tapi
juga jago sebagai penata tari dan penari. Karya-karyanya telah dipentaskan di Singapura
dan Jakarta. Sedangkan sebagai penari, ia telah melanglang buana ke berbagai
panggung di Amerika Serikat, Singapura, Australia, Kanada, Belanda, dan tentunya
Indonesia, membawakan karya para penata tari kelas dunia, mulai Maxine Heppner,
Loretta Livingston, Mark Haim, Gerard Mostard, Jaime Redfern, hingga Keith
Thompson dari Trisha Brown Dance Company, New York. Kini, ia sedang
sibuk-sibuknya mempersiapkan pagelaran di Turki dan Amerika Serikat bersama
Gigi Dance Company, pertengahn tahun ini.
Hebatnya, sulung dari 3 bersaudara putri pasangan Giadi
Goerbana dan Reita Giadi ini selalu konsisten dengan misinya untuk
memperkenalkan budaya Indonesia ke pentas internasional. Diantaranya dengan
mengunakan sampur (selendang) dalam gerakan tari balet dan memasukkan unsure gerak
tari tradisional ke dalam tari modern.
Untuk itu, hingga kini Gigi terus belajar tari tradisional untuk
memperkaya perbendaharaan tarinya sekaligus ‘membawa Indonesia’ dalam gerak
tarinya. Sekarang ia masih tekun mempejari tari Jawa secara khusus, langsung di
Jawa tengah. Selanjutnya, Gigi berencana mempelajari tari tradisional Indonesia
dari daerah-daerah lain.(MGH/Foto:Koleksi pribadi)
Langganan:
Postingan (Atom)


