Minggu, 10 Maret 2013

SUSYANA TJHAN : WARISI BAKAT AYAH


Belajar wushu sejak usia 8 tahun dan telah berprestasi di kejuaraan wushu saaat baru 10 tahun, tak heran bila kini Susyana Tjhan menjadi salah 1 andalan Indonesia di tingkat internasional. 

Susyana, biasa dipanggil Ana, merupakan putri Tjhan Rahmat Setiadi dengan Sri Suryatni Yuda. Ana lahir di hari ke-19 pada bulan November tahun 1984.  Sang ayahlah yang berjasa memperkenalkan Ana pada wushu. Maklum, sang ayah mantan atlet wushu nasional. Di luar kesibukannya sebagai atlet dan karyawati Agung Podomoro Group, Ana meluangkan waktu melatih wushu untuk anak-anak di klub Citra Garden. Saat ini Ana sedang mempelajari ilmu kepelatihan di program S2 Shanghai University of Sport, RRC. 

Prestasi:
- Medali emas Kejuaraan Asia Yunior Malaysia (1999)
- Medali perunggu Kejuaraan Asia Yunior Malaysia (1999)
- Medali emas SEA Games Malaysia (2001)
- medali perunggu SEA Games Malaysia (2001)
- Medali emas Kejuaraan Asia-Afrika Mesir (2002)
- Medali emas Kejuaraan Asia-Afrika Mesir (2002)
- Medali perak Kejuaraan Asia-Afrika Mesir (2002)
- Medali perak SEA Games Vietnam (2003)
- Medali perak SEA Games Vietnam (2003)
- Medali perunggu Kejuaraan Asia Myanmar (2004)
- Medali emas SEA Games Filipina (2005)
- Medali perak SEA Games Filipina (2005)
- Medali perak SEA Games Filipina (2005)
- Medali perak Asian Games Qatar (2006)
- Medali perunggu Turnamen Wushu Beijing (Eksebisi wushu pada Olimpiade Beijing, 2008)
- Medali perunggu Kejuaraan Asia Makau (2008)
- Medali perunggu The World Games  Taiwan (2009)
- Medali perunggu Kejuaraan Dunia Kanada (2009)
- Medali emas SEA Games Laos (2009)
- Medali perunggu Combat Games Beijing (2010)
- Medali perunggu nomor chang quan Asian Games Guangzhou, Cina (2010)
- Medali emas nomor pedang tombak SEA Games Palembang (2011)
- Medali perak nomor chang quan SEA Games Palembang (2011)
(MGH/Foto: Koleksi Pribadi)

I LOB U (Indomie Lobak Udang)


Bahan:
Indomie Rasa Mi Cakalang  1 bks
Serai  1 batang (memarkan)
Air asam  2 sdm
Air  400 ml
Lobak  50 gr (potong bulat, rebus)
Udang   5 ekor (rebus)
Kapri  5 buah

Bumbu Halus:
Bawang merah  3 butir (sangrai)
Bawang putih  1 siung (sangrai)
Cabe merah keriting  2 buah (sangrai)

Cara Membuat:
  1. Rebus Indomie Rasa Mi Cakalang, serai, air asam, dan bumbu halus dalam air mendidih selama 3 menit. Aduk rata.
  2. Masukkan lobak, udang, kapri, dan bumbu Indomie Rasa Mi Cakalang. Aduk rata. Masak sampai matang.
  3. Sajikan. (Resep: Indomie)

Sabtu, 09 Maret 2013

LINDSWELL KWOK : JUARA DUNIA YANG INGIN JADI AKTRIS LAGA


Lindswell Kwok adalah atlet wushu yang telah berprestasi di banyak ajang internasional. Dara kelahiran Binjai (Sumatera Utara), 24 September 1991 ini merupakan bungsu dari 6 bersaudara anak pasangan Tjoa Eng Hing dan Nuraini. Lahir dengan nama Guo Li Juan, Lindswell lulusan sekolah Hangkesturi dan memeluk agama Buddha. Minat Lindswell menekuni olahraga wushu muncul karena pengaruh kakaknya, Iwan, yang lebih dulu belajar wushu. Menariknya, meski telah sukses sebagai atlet wushu kelas dunia, Lindswell ternyata berminat menjadi aktris laga. 

Prestasi:
- Medali perunggu World Junior Wushu Championships (WJWC) Kuala Lumpur (2006)
- Medali emas World Junior Wushu Championships (WJWC) Bali (2008)
- Medali emas nomor taijiquan World Wushu Championships (WWC) Ontario, Kanada (2009)
- Medali perunggu nomor taijijian World Wushu Championships (WWC) Ontario, Kanada (2009)
- Medali perak nomor taijiquan SEA Games Laos (2009)
- Medali emas nomor taijijian SEA Games Palembang (2011)
- Medali emas nomor taijiquan SEA Games Palembang (2011)
(MGH/Foto: Koleksi Pribadi)

MI INSTAN GORENG TONGKOL PEDAS


Bahan:
Mi instan Goreng  1 bks
Sawi hijau  1 ikat (potong-potong)
Pindang tongkol 75 gr (goreng setengah matang, suwir-suwir)
Saus pedas manis  1 sdm
Garam  1/4 sdt
Gula pasir  1/4 sdt
Air  150 ml
Minyak goreng  2 sdm (untuk menumis)

Bumbu Halus:
Cabe merah keriting  3 buah
Bawang putih  1 siung
Bawang merah  1 butir

Cara Memasak:
  1. Panaskan minyak. Tumis bumbu halus sampai harum. Masukkan pindang tongkol. Aduk rata. Tambahkan saus pedas manis, garam, gula pasir, dan air. Aduk rata. Masak sampai meresap. Sisihkan.
  2. Rebus mi instan Goreng dalam 400 ml air mendidih 3 menit sampai matang. Masukkan sawi hijau. Aduk rata. Angkat dan tiriskan. Campurkan bumbu mi instan Goreng. Aduk rata.
  3. Taburkan tumisan pindang tongkol pedas dan bawang goreng di atas mi. Sajikan. (Resep: Indomie)

Jumat, 08 Maret 2013

LANNY GUMULYA : EMAS DARI PAPAN LONCAT INDAH


Prestasi membanggakan di tingkat internasional sudah diraih atlet loncat indah Indonesia di tahun 1960-an. Lanny Gumulya, atlet putri kita berhasil mempersembahkan medali emas cabang olahraga loncat indah dari ajang Asian Games (1962). Sebelumnya, Lanny juga sukses memboyong medali emas loncat indah dari pertandiangan di Filipina. 

Lanny lahir di Jakarta tepat 13 November 1944. Ia menikah dengan Charlie Kartadinata, putra pemilik perusahaan kecap Bango. Tak hanya pesta pernikahan mereka yang meriah, bulan madu Lanny-Charlie juga luar biasa wah. Mereka berbulan madu di Spanyol selama 3 tahun! Pernikahan ini juga mengakhiri karir Lanny sebagai atlet loncat indah sekaligus menolak tawaran menjadi pelatih nasional. 

Prestasi:
- Medali emas nomor papan 3 m Asian Games Jakarta (1962)
- Medali emas papan 3 m Ganefo Jakarta (1963)
(MGH/Foto: Koleksi Pribadi)

MI KUAH WOKU SAYURAN UDANG


Bahan:
Mi instan Rasa Mi Cakalang  2 bks
Udang  2 ekor (bersihkan, belah punggungnya)
Ikan tenggiri fillet  50 gr (potong-potong)
Cumi-cumi  50 gr (bersihkan, potong 2x2 cm)
Kentang  50 gr (potong bentuk bintang)
Wortel  50 gr (potong bentuk bintang)
Daun jeruk  2 lbr
Daun kemangi  4 tangkai
Daun bawang  1 btg (iris)
Minyak goreng  1 sdm (untuk menumis)
Air  1000 ml

Bumbu Halus:
Bawang merah  3 btr
Bawang putih  2 siung
Kunyit  1/2 cm
Jahe  1/2 cm
Kemiri  1 btr (sangrai)

Hiasan:
Tomat apel  1 buah (bentuk kuntum bunga)
Daun kemangi segar  2 tangkai
Cabe rawit 3 buah

Cara Memasak:
  1. Tumis bumbu halus sampai harum. Tuang air. Masak sampai mendidih.
  2. Masukkan udang, ikan tenggiri, cumi-cumi, kentang, wortel, daun jeruk, dan daun kemangi. Masak sampai mendidih 1 menit.
  3. Masukkan mi instan Rasa Mi Cakalang dan bumbunya. Aduk rata 3 menit. Masukkan daun bawang.  Angkat.
  4. Tuang dalam mangkuk. Sajikan bersama tomat, daun kemangi, dan cabe rawit. (Resep: Indomie)

Kamis, 07 Maret 2013

TRIE UTAMI : SUARANYA RAIH PENGHARGAAN INTERNASIONAL


Penyanyi dan pencipta lagu mungil bersuara jangkung ini telah memenangkan beberapa penghargaan internasional sebagai bukti kualitas musikalnya. Tak heran, meski ayahnya anggota militer, namun Iie, demikian ia biasa disapa, dilahirkan dalam keluarga yang musikal. Kakak sulungnya, Purwa Tjaraka, adalah musisi yang disegani di negeri ini. 

Lahir dengan nama Trie Utami Sari di Bandung, tepat tanggal 8 Januari 1968. Bungsu dari 3 bersaudara ini merupakan putri pasangan Kolonel (Purn) H. Soedjono Atmotenojo dan Hj. Soejarni Oesoep. Sejak kecil, wanita berdarah campuran Jawa-Sunda ini telah mengenal musik dari piringan hitam orang tuanya, termasuk musik klasik. Lanjut belajar piano dengan 2 saudaranya pada Alfons Becalel, seorang warga negara Hongaria dan juga di Yayasan Pusat Pendidikan Musik (YPPM) Bandung. Tak cukup, Iie juga menimba ilmu musik di Bina Mustika (1978). Dibesarkan dalam lingkungan musik yang kental, tak heran sejak TK Iie sudah gemar bernyanyi. 

Panggung musik mulai dijajalnya saat duduk di bangku SD, dengan mengikuti berbagai lomba menyanyi. Diuduk di bangku SMAN 2 Bandung, Iie mulai menyanyi di salah satu restoran di Bandung mendampingi  kakak sulungnya Purwa. saat itu, Iie tampil bergantian dengan kakak keduanya yang juga penyanyi, Thea Ika Ratna. Iie juga sempat menjadi penyiar radio Dee-Day dan Oz. Lulus SMA, Iie belajar bermain saksofon, keyboard, dan aransemen lagu di Genta Winaya Drum Corps (GWDC). Di samping itu, ia menjadi penyanyi grup Kahitna.

Iie mulai terjun sebagai profesional ketika bergabung dengan band beraliran jazz, Krakatau dan menelurkan album First Album (1986). Setelahnya, karir Iie makin melejit hingga akhirnya bersolo karir dan sukses. 

Sayangnya, kehidupan asmara Iie tak seindah karir musiknya. Pernikahannya dengan Wiwie GV yang juga musisi di tahun 1991, hanya bertahan 2 tahun. Iie kemudian menikah lagi dengan Andi Analta Baso Amir, putra tokoh Sulawesi Selatan, Andi Baso (1995). Pernikahan inipun pecah 10 tahun kemudian karena Andi Analta berpaling hati. Kini Iie telah mengayuh biduk rumah tangga kembali dengan Rully Fabrian.

Prestasi:
- Juara 2 Best Performer Asia-Pacific Broadcasting Union (ABU), Golden Kite World Song Festival, Kuala Lumpur (1990)
- Pemenang Grand Prix Cerbul de Aur,The Golden Stag International Singing Contest, Brasov, Rumania (1992)
- Juara Asia Pacific Broadcasting Union (ABU), Bangkok (1997)
(MGH/Foto:  Koleksi Pribadi)