Tampilkan postingan dengan label penemu dari Indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label penemu dari Indonesia. Tampilkan semua postingan

Jumat, 21 Desember 2018

TYOVAN ARI WIDAGDO : MEMBERDAYAKAN WARGA PEDESAAN



Lewat aplikasi belajar bahasa asing Bahaso yang dibuatnya tahun 2015 Tyovan Ari Widagdo menyabet sejumlah penghargaan internasional sekaligus membawa nama Indonesia ke jajaran negara IT dunia. Iapun laris manis diundang ke berbagai negara sebagai pembicara di berbagai kegiatan bertema kepemudaan dan pendidikan antara lain di Singapura dan Korea Selatan. Untuk yang belum tahu, Bahaso adalah aplikasi belajar bahasa  asing secara online yang nantinya akan menawarkan 11 bahasa, diantaranya Inggris dan Mandarin. 

Pemuda yang biasa disapa Opan ini lahir di Wonosobo tanggal 12 Januari 1990. Opan adalah alumnus Ilmu Komputer Universitas Bina Nusantara. Memutuskan bekerja mandiri setelah lulus, Opan menyadari pentingnya penguasaan bahasa asing di era informasi ini. Terpikir olehnya para pedagang kecil, warga pedesaan, dan para buruh migran yang pasti akan lebih bisa memberdayakan diri sendiri apabila menguasai bahasa asing. Dari sinilah muncul idenya menciptakan Bahaso. Tidak semata-mata mengejar keuntungan, Opan juga memberikan kesempatan belajar bahasa asing di Bahaso secara gratis bagi 5000 orang yang tinggal di kota-kota kecil dan pedesaan di Indonesia. 

Atas kiprahnya ini, Opan dianugerahi sejumlah penghargaan internasional antara lain masuk daftar 30 anak muda Asia di bawah umur 30 tahun yang paling berprestasi di bidangnya di tahun 2017 "30 Under 30" dari majalah Forbes, salah satu dari 100 penemu paling hebat di dunia versi lembaga inovasi Amerika Serikat YouNoodle. Bukan hanya Opan, aplikasinya juga menyabet penghargaan sebagai The Best Apps 2018 kategori self improvement dari Google Play, mengalahkan ratusan aplikasi sejenis dari seluruh dunia.

Pemuda ramah ini bisa dihubungi di: 
Facebook: tyovanari
LikedIn: tyovan
Twitter: @tyovan
Website: tyovan.com 
(mgh/foto: istimewa)

Selasa, 25 Desember 2012

NURUL INAYAH : TEMUKAN BAHAN BAKAR ALTERNATIF DARI URINE


Bersama teman sekolahnya di SMAN 10 Malang (Jawa timur), Nando Novia, dara berjilbab ini menemukan photo electro system. Ini adalah sistem yang mampu mengubah air kencing (urine) menjadi penggerak mobil, setelah digabungkan dengan tenaga matahari. Berkat temuan mereka ini, Nurul dan Nando memenangkan medali emas dalam kompetisi penemu muda sedunia, International Young Inventors Project Olympiad (IYIPO) 2012 di Georgia. 

Nurul Inayah Ba'da Maulidiyah, demikian nama lengkap putri pedagang sepeda di Pasuruan (Jawa Timur) ini. Sama seperti Nando, Nurul juga masih belajar di bangku kelas 3 SMA. Dibanding Nando yang pendiam, Nurul lebih terbuka dan lincah berbicara. Cara bicaranya tegas dan lancar, menggambarkan kecerdasan.

Nurul dan Nando menciptakan bahan bakar nan unik itu dengan memecah urine menjadi hidrogen dan menggabungkannya dengan tenaga matahari. Namun, tak semua urine bisa 'berpartisipasi dalam gerakan bahan bakar alternatif' ini. Hanya urine orang yang  sehat bisa digunakan. Urine penderita diabetes dan yang mengandung obat-obatan, tidak bisa digunakan. Karena itu, urine hewan justru lebih baik digunakan dibanding urine manusia, karena hewan hanya mengkonsumsi makanan alami. Tak heran, kualitas urine hewan lebih baik dibanding manusia.(MGH/Foto: Radar Malang)

Senin, 24 Desember 2012

NANDO NOVIA : UBAH URINE JADI BAHAN BAKAR


Remaja asal Madiun (Jawa Timur) sukses meraih medali  emas International Young Inventor Project Olympiad (IYIPO) di Georgia tahun ini berkat temuannya, Photo Electro System yang diciptakan bersama Nurul Inayah. Ini merupakan sistem yang merubah air kencing (urine) untuk menggerakkan mobil. Digabung dengan tenaga matahari, bahan bakar penemuan Nando dan Nurul bisa menggerakkan mobil dengan kecepatan 60-80 km/jam. 

Nando Novia Hari Saputra atau biasa disebut Nando Novia. Nando, demikian nama panggilannya, mendapat ide penelitiannya saat menjelajah dunia maya (browsing). Awalnya, ia mendapat informasi dari internet bahwa salah satu kandungan urine adalah hidrogen. Nandopun langsung mendapat ide penelitian karena hidrogen sedang populer sebagai penggerak mobil. Bersama rekan satu sekolahnya, Nurul, mulailah Nando melakukan penelitian. Hasilnya, berhasil dan bahkan memperoleh penghargaan internasional.

Nando, putra karyawan Perhutani, saat ini kelas 3 SMAN 10 Malang. Nando mengidolakan mantan Presiden BJ Habibie yang juga pakar aeronautika kaliber dunia. Tak heran, Nando bercita-cita melanjutkan kuliah di bidang aeronautika seperti idolanya, setelah tamat SMA tahun depan. Nando berharap penemuannya bisa dikembangkan sebagai alternatif bahan bakar. Untuk itu, Nando dan Nurul berencana memasang instalasi pengumpul urine di kamar mandi sekolah. (MGH/Foto: Radar Malang)