Tampilkan postingan dengan label Sumatera Utara. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sumatera Utara. Tampilkan semua postingan

Selasa, 11 Juni 2013

IKAN ARSIK (khas Batak)

Bahan:
A. Bumbu yang diletakkan di dasar panci
Bunga kecombrang   10 kuntum
Daun sereh   5 btg
Batang rias (batang kecombrang)   2 btg
Andaliman   2 sdm (gerus kasar)
Asam cikala   5 buah (geprak)

B. Ikan
Ikan mas besar  1 ekor (utuh atau potong 5-7 bagian)
Jeruk nipis  yang sudah mulai membusuk   1 buah
Garam   3 sdm

C. Bumbu halus
Bawang merah   8 btr
Bawang putih   4 siung
Cabe merah   10 buah
Lengkuas   5 cm
Jahe   5 cm
Kunyit   10 cm

D. Bumbu tambahan
Jeruk nipis   5 buah (peras)
Air   600 ml
Garam   1 sdm

E. Sayuran
Kacang panjang   10-15 helai
Tahu putih   100 gr
Iokio   10 btg

Cara Memasak:
1. Ikan
- Bersihkan, keluarkan isi perutnya, lalu cuci.
- Lumuri dengan air jeruk nipis dan garam.
- Diamkan selama sekitar 10 menit.
- Ulangi hingga kesat. 
- Sisihkan.
2. Bumbu di dasar panci
-  Cuci semua bahan.
- Potong-potong lalu susun di dasar panci.
- Pastikan api belum dinyalakan. 
- Memarkan batang sereh, susun di dasar panci. 
- Kelupasi 1 per 1 bunga kecombrang. Bagian terdalam cukup dipotong menjadi 4 bagian saja. 
- Susun helai-helai bunga kecombrang di dasar panci.
- Potong batang rias secara sejajar. Potong di bagian tengahnya hingga menjadi 4 atau 8 bagian.
- Masukkan asam cikala. 
- Masukkan andaliman. 
- Tata ikan di atasnya.
- Masukkan bumbu halus.
- Tambahkan air dan perasan jeruk nipis. 
- Tutup panci dan nyalakan api.
- Biarkan selama 30 menit. Tidak perlu diaduk. 
- Tambahkan sayur mayur.
- Rebus lagi hingga air berkurang dan empuk. 
- Tambahkan garam.

Tips:
- Perhatikan susunan 4 bagian dalam memasak Ikan Arsik, yaitu: bumbu di lapisan paling bawah (dasar panci), di atasnya letakkan ikan, lalu bumbu halus, dan di lapisan paling atas adalah sayuran pelengkap. 
- Pastikan ikan yang digunakan berukuran besar dengan berat minimal 1 kg. 
(Resep: Republika)

Sabtu, 16 Juni 2012

SUWITO LAGOLA : PETANI YANG MANTAN JUARA DUNIA TINJU



Hal-hal yang tampak negatif bila disalurkan secara tepat bisa menjadi hal yang bermanfaat tak hanya bagi diri sendiri, namun juga bagi banyak orang. Apa yang dialami Suwito bisa menjadi contoh. Hobinya adu jotos semasa remaja, disalurkan Suwito ke sasana tinju. Hasilnya, tahun 1995, Suwito Lagola mengharumkan nama bangsa Indonesia dengan merebut gelar juara dunia kelas welter World Boxing Federation (WBF). Dari 4 kali bertanding di kancah internasional, Suwito membukukan 3 kemenangan (1 diantaranya menang KO) dan 1 kali draw. 


Karirnya di dunia tinju tak berlangsung lama. Dunia tinju yang penuh intrik membuatnya kecewa berat. Tak hanya memutuskan gantung sarung tinju saat di puncak kejayaan, petinju asal Binjai (Sumatera Utara) ini juga membakar semua medali, piagam dan penghargaan yang diperolehnya selama berjuang di ring tinju. 


Kini, Suwito hidup tenang dan bahagia di Langkat (Sumatera Utara) bersama istri dan ketiga anaknya. Meski penampilannya kini bak rocker dengan rambut ikal gondrong, tapi profesi barunya sama sekali tak berhubungan dengan dunia musik rock. Sekarang, ia mencari nafkah sebagai petani karet di atas lahan hadiah mantan Bupati Langkat.  Tentu, dunia tinju tak ditinggalkannya. Ia masih melatih beberapa anak didik, termasuk salah seorang anak kandungnya, Aa Lagola. Suwito berharap, Aa akan mengikuti jejaknya menjadi juara dunia kelak.(MGH/Foto: Chaerul Dharma & Cuk Arbianto)