Tampilkan postingan dengan label atletik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label atletik. Tampilkan semua postingan

Senin, 06 Agustus 2018

WEMPI PELAMONIA : REKOR ATLETIK ASIA TENGGARA YUNIOR


Perkenalkan, inilah Wempi Pelamonia. Salah satu atlet remaja andalan Indonesia di cabang atletik. Kadang menulis namanya sebagai W. Pela, Wempi adalah saudara kandung Merlin Pelamonia, salah satu atlet putri andalan Indonesia juga di cabang atletik. Wempi yang baru saja lulus SMA Ragunan Jakarta ini sukses meraih medali emas lari 800 meter putra dari ajang ASEAN Schools Games akhir bulan lalu di Singapura. Wempi juga pemegang rekor nomor yang sama di ajang Kejuaraan Atletik Asia Tenggara Usia Muda. Berprestasi internasional di usia remaja, harapan Wempi sederhana saja. Remaja ramah yang santun ini berharap mendapat kesempatan mengabdi sebagai PNS setelah tidak lagi menjadi atlet. Semoga harapan Nyong Saparua ini sampai ke pihak yang berwenang ya. 

Prestasi:
- Medali emas lari 800 m putra Kejuaraan Atletik Asia Tenggara Usia Muda, Filipina (2017)
- Rekor lari 800 m putra Kejuaraan Atletik Asia Tenggara Usia Muda, Filipina (2017)
- Medali emas lari 800 m putra ASEAN Schools Games, Singapura (2018)
(mgh/foto: istimewa)

Minggu, 05 Agustus 2018

JEANNY NURAINI AMELIA : TERCEPAT BERKAT ANJING


Hari ini kita kembali berkenalan dengan remaja Indonesia yang telah mengukir prestasi internasional di ajang ASEAN Schools Games. Jeanny Nuraini Amelia Agreta, demikian nama lengkapnya. Remaja kelahiran Jakarta, tangal 22 Agustus 2000 yang tahun ini baru lulus dari SMAN 24 Jakarta. Jeanny adalah sprinter berbakat yang memboyong medali emas dari ajang ASEAN School Games yang diadakan akhir bulan lalu di Singapura. 

Ada yang lucu dari proses Jeanny menjadi atlet. Menekuni atletik sejak kelas 4 SD, Jeanny ternyata menemukan bakatnya secara tidak sengaja. Ceritanya, duluu..... itu Jeanny dikejar anjing di dekat rumahnya. Jeanny yang takut anjing, lari sekencang-kencangnya hingga sang anjing tak mampu menyusul. Peristiwa itu membuat Jeanny dan orangtuanya sadar bahwa Jeanny punya bakat menjadi sprinter. Wah berarti sang anjing yang mengejar Jeanny waktu itu berjasa dong ya? Tapi tidak cuma itu. Jeanny mengaku selalu membayangkan dikejar anjing saat bertanding di arena. Hasilnya? Tidak cuma jadi sprinter remaja tercepat di Indonesia selama 3 tahun berturut-turut. Tahun ini iapun menjadi remaja tercepat di Asia Tenggara! Selain takut anjing, Jeanny juga takut pada balon dan besi bercorak. Tapi Jeanny suka banget kalau diajak menyanyi. 

Beberapa minggu lagi Jeanny akan mewakili Merah Putih di ajang Asian Games. Jeanny akan turun di nomor lari estafet putri. Meski merupakan anggota tim yang termuda, Jeanny bertekad akan berjuang keras bersama para seniornya. Demi Merah Putih, selalu semangat dan pantang menyerah!

Prestasi:
- Medali perak lari 100 m putri ASEAN Schools Games 2016 Chiang Mai (Muangthai)
- Medali emas lari 100 m putri ASEAN Schools Games 2018 Singapura
(mgh/foto; istimewa)

Jumat, 03 Agustus 2018

ADI RAMLI SIDIQ : CEDERA KAKI TETAP MEDALI EMAS


Termotivasi kesuksesan Lalu Muhammad Zohri, atlet yunior lari 100 meter putra yang beberapa waktu lalu meraih gelar Juara Dunia U-20, Adi Ramli Sidiqpun sukses mempersembahkan medali emas dari ajang ASEAN School Games 2018 yang diadakan di Malaysia akhir bulan lalu. 

Adi Ramli Sidiq yang biasa disapa Rai memang mengidolakan Lalu Muhammad Zohri. Bagi Rai, Zohri adalah motivator untuk mencapai kesuksesan. Motivasi dari kesuksesan Zohri pula yang memberi Rai semangat berlebih hingga tak mempedulikan sakit di engkel kaki kirinya yang sedang cedera hingga menjadi yang terbaik di ajang ASEAN school Games lalu. Rai bertekad akan mempertahankan semangat dan motivasinya untuk mencapai hasil terbaik saat bertanding pada ajang Olimpiade Remaja yang akan digelar di Argentina akhir tahun ini. Remaja periang yang gaul ini bercita-cita membahagiakan orang tua dan orang dekatnya. 

Melihat performa Rai di arena, siapa sangka atlet 17 tahun ini belum lama dilatih secara serius. Bakat Rai  ditemukan Pak Ardi, guru olahraganya di SMPN 1 Karangsembung, Kebumen (Jawa Tengah). Beliau pulalah yang terus memotivasi Rai agar terus giat berlatih. Padahal Rai sempat putus asa dan hampir meninggalkan atletik. Sekarang, Rai tidak sering lagi bertemu dengan Pak Ardi karena sudah masuk Pelatnas atletik di Jakarta. Tapi untungnya, sudah ada motivator yang dekat dengannya, ya itulah Zohri seniornya di pelatnas atletik. 

Prestasi:
- Medali perak lari 100 meter putra SEA Youth Athtletics Championships, Singapura 2018
- Medali emas lari 100 meter putra ASEAN School Games 2018, Malaysia 2018
(mgh/foto: istimewa)