Tampilkan postingan dengan label Louis Vuitton. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Louis Vuitton. Tampilkan semua postingan

Jumat, 23 Mei 2014

EKO NUGROHO : ...DAN LOUIS VUITTON PUN MEMILIHNYA


Lagi-lagi seniman Indonesia membuktikan kelasnya di tingkat internasional. Rumah mode eksklusif dunia, Louis Vuitton, kembali memilih Eko Nugroho untuk merancang produk premium mereka. Terakhir, Eko diminta merancang scarf edisi khusus yang eksklusif, hanya dibuat 500 lembar dan merupakan koleksi musim gugur/dingin. Scarf ini dijual di butik Louis Vuitton dengan harga sekitar Rp. 9 juta/lembar.

Eko Nugroho, bermukim di Yogya namun punya nama internasional. ia sudah sering berpameran tunggal di berbagai museum dan galeri seni di berbagai negara Eropa, Amerika, dan Australia. Lahir di Yogyakarta tanggal 4 Juli 1977, alumnus Institut Seni Indonesia, Yogyakarta, ini menelurkan banyak kaya instalasi, video, hingga lukisan. 'Perkenalan' Louis Vuitton dengan Eko mungkin terjadi tahun 2011 ketika seniman beraliran kontemporer itu berpartisipasi dalam Transfiguration and Contemporary Mythologies pada Espace Culturel Louis Vuitton di Paris. 

Untuk scarf edisi khusus Louis Vuitton, Eko menghadirkan Indonesia  lewat gunungan grebeg, stupa candi, hingga keragaman hayati dalam motif rancangannya. Hasilnya, karya seni yang bebas kompromi pasar namun tetap mempertimbangkan aspek mode. Istimewanya, scarf rancangan Eko akan berubah tampilan bila digunakan dengan cara melipat yang berbeda. 

Meskipun makin banyak seniman Indonesia sukses berkarya di tingkat internasional, namun pandangan awam masih kurang bersahabat. Ini disadari Eko. Bagi para seniman muda yang masih merintis jalan, Eko berpesan agar terus berkarya, fokus pada pekerjaan yang didasari cinta, dan mengedepankan kedisiplinan. Jangan lupa tetap berfikir positif dan berusaha selalu menjauhi hal-hal yang akan merugikan diri sendiri. Yang menarik pendapat Eko bahwa orang sukses adalah yang selalu menghargai orang lain dan bersikap profesional dalam bekerja. Terus berkarya, apapun bentuknya dan sekecil apapun, pasti akan berguna bagi diri sendiri, dan mungkin kelak bagi bangsa dan negara. Semoga makin banyak Eko Nugroho baru yang akan muncul.(MGH/Foto: Christopher Parr)

Selasa, 09 April 2013

NANCY GO : KARYANYA DIPAKAI PUTRI KERAJAAN INGGRIS


Mengandalkan rancangan bergaya vintage dipadukan teknik rajut, sulam dengan pemanis manik-manik, kristal Swarovski, perak, hingga emas, Nancy Go mampu membuat tas-tas dengan model abadi namun mewah. Kelebihannya, semua tas dibuat dengan tangan secara manual hingga masing-masing menjadi karya seni yang eksklusif. 

Tak heran, produknya yang mengusung merek Bagteria sukses menembus pasar premium di banyak negara. Pemakai Bagteriapun banyak dari kalangan jet set dan pesohor. Sebut saja Emma Thompson, Paris Hilton, Anggun, hingga putri kerajaan Britania Raya Zara Phillips! Bagteria dijual dengan harga terendah Rp 1,5 juta untuk pasar dalam negeri, dan minimal setara Rp 3 juta di luar negeri. 

Nancy Go, pencipta dan perancang Bagteria, memang suka membuat aneka kerajinan tangan sejak kecil. Wanita yang lahir dan tinggal di Jakarta Barat ini kemudian mengembangkan hobinya menjadi karya yang produktif. Awalnya, ia membuat tas di garasi rumahnya. Kini, usahanya telah berkembang pesat dan Nancy mampu mempekerjakan ratusan karyawan. Pasarnyapun telah berskala internasional. Selain di Indonesia, Bagteria telah dipasarkan di pusat-pusat perbelanjaan premium di Amerika Serikat, Inggris, Jepang, Kuwait, Italia, Perancis. Kualitasnya yang prima membuat Bagteria disejajarkan dengan merek-merek premium yang sudah jauh lebih lama lahir, seperti Chanel, Louis Vuitton, dan Christian Lacroix. (MGH/Foto: BBC)

Jumat, 28 September 2012

GARIN NUGROHO : SUKSES INTERNASIONAL LEWAT FILM DAN SENI INSTALASI


Di usianya yang menapaki setengah abad, Garin Nugroho makin produktif dan berprestasi.  Tak hanya melahirkan film-film berkualitas dunia, ia kini menekuni seni visual bahkan telah meraih sukses internasional. Karya-karya seni instalasinya telah digelar di berbagai negara Eropa, bahkan menjadi pembuka pameran seni rupa yang menyuguhkan karya 500 maestro seni rupa dunia! Setelah berpameran di salah satu butik Louis Vuitton di Paris, Garin lanjut berpameran di Korea. Soal Louis Vuitton, tak hanya memfasilitasi pameran Garin, merek premium kelas dunia inipun telah membeli salah satu karya Garin untuk butik mereka di Paris. Jauh sebelum ini, orang telah mengenal Garin sebagai sutradara handal berkelas dunia. Terbukti, gelar Sutradara Terbaik disabetnya dari Festival Film Asia-Pasifik di Korea Selatan (1992) lewat film 'Cinta Dalam Sepotong Roti'. Gelar yang sama kembali diraihnya lewat film 'Bulan Tertusuk Ilalang' kali ini dari ajang Festival 3 Benua (Three Continents Festival) di Nantes, Perancis.  

Putra ke-4 dari 7 bersaudara anak pasangan Soetjipto dan Mariah ini lahir di Yogyakarta, saat kalender menunjukkan tanggal 6 bulan Juni tahun 1961. Mengenyam pendidikan formal terakhir di Fakultas Hukum Universitas Indonesia, Garin menikahi Riani Ikaswati dan dianugerahi 4 anak: Kamila Andini, Gibran Tragari, Adinda Fudia Hanamichi, dan Anala Ahimsa. (MGH/Foto: The Jakarta Post)