Tampilkan postingan dengan label Asia Pacific Film Festival. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Asia Pacific Film Festival. Tampilkan semua postingan

Selasa, 13 Mei 2014

YUDHI ARFANI : MUSIKNYA TERBAIK SE-ASIA PASIFIK


Bersama Zeke Khaseli, ia mengharumkan nama Indonesia di Asia Pacific Film Festival yang digelar Desember 2013 lalu di Macau dengan menggondol gelar penata musik terbaik. Musik garapan Yudhi-Zeke untuk film Jangan Bicara Cinta (What They Don't Talk About When They Talk About Love) dinilai Dewan Juri sebagai yang terbaik dari semua musik film se-Asia Pasifik tahun lalu.

Yudhi Arfani lahir tanggal 4 April di Jakarta, adalah gitaris grup musik Everybody Loves Irene. Gape membuat komposisi lagu, Yudhipun sibuk sebagai komposer di Imaginary Tunes. Di luar aktivitasnya bermusik, sarjana Ilmu Komunikasi jebolan Universitas Prof. DR. Moestopo (Beragama) ini juga menekuni dunia jurnalistik dengan bekerja di Provoke! Magazine. Posisinya keren lho, Senior Web Editor. Kereeeenn....

Yudhi yang humoris punya 2 saudara laki-laki: Yusa Arwansyah dan Yudha Arfiansyah. Saat ini Yudhi makin dekat dengan seorang dara murah senyum berambut panjang yang lagi-lagi identitasnya dirahasiakan. 

Kontak Yudhi langsung saja ke email: yudhiarfani@gmail.com. Ingin tahu aktivitas terakhirnya silakan meluncur ke yudhiarfani.com atau lovesirene.com. (MGH/Foto: Koleksi Pribadi)

Senin, 12 Mei 2014

ZEKE KHASELI : UNGGULI JAY CHOU DI ASIA PACIFIC FILM FESTIVAL


Nama vokalis, pianis sekaligus gitaris Zeke and The Popo ini memang belum terlalu dikenal di Indonesia. Padahal bersama Yudhi Arfani (Everybody Loves Irene), Zeke menyabet gelar penata musik terbaik di ajang Asia Pacific Film Festival di Macau, akhir tahun lalu. Musik karya Zeke dan Yudhi untuk film Tidak Bicara Cinta (What They Don't Talk About When They Talk About Love) mengungguli karya-karya nominator dari berbagai negara Asia-Pasifik lain, seperti Taro Iwashiro yang menggarap musik film Ask This of Rikyu, Shane McLean untuk Mt. Zion, Shigeru Umebayashi untuk The Grandmaster, dan Jay Chou untuk The Rooftop.

Haris Khaseli Gumelar, begitulah nama yang disandangnya ketika hadir ke dunia, memang musisi indie yang menolak didikte pemilik modal. Mantan personil Lain dan Zeke and The Popo yang kini bersolo karir ini disebut beraliran ambient, psychedelic, dan folk rock. Tuh, kan. Baru nama genre musiknya saja sudah ruwet gitu. 

Zeke memang sangat menyukai film, disamping musik tentu saja. Tak heran pria kelahiran Cijantung (Jawa Barat) tahun 1977 ini memilih menimba ilmu penyutradaraan di New York Film Academy, London. Pulang ke Indonesia, ia cukup laris sebagai penata musik film bahkan mampu meraih prestasi internasional. Akhir pekan lalu Zeke melepas masa lajang dengan menyunting aktris Ladya Cheryl. Resepsi pernikahan diadakan di Hotel Gran Mahakam, Jakarta. Semoga langgeng dan bahagia selalu! (MGH/Foto: Koleksi Pribadi)