Tampilkan postingan dengan label Ponorogo. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ponorogo. Tampilkan semua postingan

Minggu, 16 September 2018

AJI BANGKIT PAMUNGKAS : PENDEKAR REMAJA PENAKLUK ASIA


Saat sebagian besar remaja seusianya sibuk mengejar lawan jenis atau pusing mencari jati diri, Aji telah berprestasi sebagai atlet pencak silat kelas internasional. Usia 18 tahun, ia telah menjadi juara Asia di kelasnya. Prestasi terbarunya, baru beberapa minggu lalu Aji mempersembahkan medali emas dari ajang olahraga terbesar se-Asia, Asian Games. 

Aji lahir tanggal 20 Mei 1999 di kota reyog Ponorogo (Jawa Timur) mempersembahkan kemenangannya di Asian Games 2018 untuk kedua orangtuanya. Remaja 19 tahun bertinggi 179 cm dengan berat 89 kg berencana menggunakan uang bonusnya untuk membeli rumah bagi kedua orang tuanya, Agus Widodo dan Anis Nurul Laili, sekaligus memberangkatkan mereka ke Mekkah untuk berhaji. Aji mengakui peran kedua rangtuanya sangat penting hinga ia menjadi seperti sekarang. saat final Asian Games misalnya, Aji menghadapi pesilat Singapura yang sangat tangguh. Namun dukungan kedua orang tuanya yang datang langsung menonton membuat Aji mendapat suntikan semangat dan kekuatan tambahan hingga akhirnya memenangkan laga. 

Prestasi:
- Juara Asia pencak silat nomor tarung kelas I:85-90 di Ponor0 kg putra 2017
- Medali emas pencak silat nomor tarung kelas I:85-90 kg putra  Asian Games Jakarta-Palembang 2018
(mgh/foto: CDN)

Minggu, 12 Agustus 2012

TRIANA ITA PURNAMASARI : GURUKU JUARA 2 PANJAT TEBING ASIA


Di media namanya sering disebut dengan 'Tri Ita Purnamasari' atau 'Ita Triana'. Yang jelas nama lengkap dara asal Ponorogo (Jawa Timur) ini adalah Triana Ita Anugrah Purnamasari. Ialah atlet panjat tebing yang turut andil dalam kesuksesan tim panjat tebing putri Indonesia memboyong medali perak nomor speed estafet putri di ajang Asian Beach Games di Haiyang (Cina), Juni lalu. 

Ita, demikian nama panggilannya, berulang tahun setiap tanggal 27 Juni. Lulus dari Universitas Negeri Surabaya, Ita menekuni profesi sebagai guru di samping tetap aktif sebagai atlet panjat tebing nasional. Di luar kedua aktivitas itu, diam-diam Ita juga berbisnis kecil-kecilan, menjual aneka perlengkapan olahraga untuk dewasa dan anak-anak. Soal asmara, dara berjilbab ini juga sudah menemukan tambatan hatinya. Anugrah Panji, begitu nama pria yang beruntung memenangkan hati Ita. (MGH/Foto: Koleksi pribadi)