Tampilkan postingan dengan label atlet bulutangkis Indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label atlet bulutangkis Indonesia. Tampilkan semua postingan

Selasa, 11 Juni 2013

GEBBY R.IMAWAN : PEMAIN GANDA WAKIL INDONESIA


Gebby Ristiyani atau lebih dikenal dengan nama Gebby R. Imawan adalah pebulutangkis ganda putri yang sering mewakili Indonesia di berbagai turnamen internasional bersama Tiara Rosalia Nuraidah. 

Berulang tahun setiap tanggal 6 Maret, Gebby lahir di Tangerang (Jawa Barat) tepat tahun 1992. Alumna SMAN Ragunan ini punya hobi nonton film. Tak hanya kelincahannya di lapangan bulutangkis, penampilan fisik Gebby yang elok membuatnya jadi salah satu primadona lapangan bulutangkis. 

Soal asmara, dara jelita ini telah bertunangan Senatria Agus Setia Putra, rekannya sesama atlet bulutangkis sejak tahun 2007. 

Prestasi:
- Juara 2 Proton Malaysia International Challenge Sabah 2010
- Juara 2 Tata Open India International Challenge 2011
(MGH/Foto: Koleksi Pribadi)

Kamis, 14 Maret 2013

ADE CHANDRA : GANDA UTAMA DUNIA ERA 70-AN


Inilah salah seorang pebulutangkis ganda putra utama dunia di tahun 70-80an. Di masa jayanya, Ade Chandra berpasangan dengan Christian Hadinata merupakan ganda tangguh yang hanya bisa diimbangi oleh ganda Indonesia lain: Johan Wahjudi dan Tjun Tjun. Kala itu, kedua ganda Indonesia ini saling susul prestasi puncak di berbagai turnamen dunia. 

Ade Chandra lahir dengan nama Zhang Xingyuen di Jakarta tanggal 4 Februari 1950. Menikah dengan Margaretha Widjaja, Ade dikaruniai 4 putra-putri : Michael Lovender, Angela Lovenia, Aoura Lovenson, dan Michelle Lovena. 

Prestasi:
- Juara All England 1972
- Juara All England 1973
- Juara Thomas Cup Jakarta 1973 (bersama Tim Indonesia)
- Juara Thomas Cup Bangkok 1976 (bersama Tim Indonesia)
- Medali emas Asian Games 1978
- Juara IBF World Championships 1980
(MGH/Foto: Liputan 6)

Rabu, 27 Februari 2013

LIE POO DJIAN : 1 DARI 7 PENDEKAR BULUTANGKIS

Pudjianto, atau lebih dikenal dengan nama lahirnya Lie Poo Djian, adalah salah 1 dari 7 Pendekar Bulutangkis yang mempersembahkan Piala Thomas untuk pertama kalinya pada bangsa Indonesia (1958). Selain bermain di nomor tunggal, Poo Djian juga turun di nomor ganda bersama Tan Joe Hok yang juga saudara iparnya. Empat tahun kemudian, Poo Djian kembali memperkuat Tim Thomas Indonesia dan berhasil mempertahankan Piala Thomas di Bumi Pertiwi. 

Lahir tepat 25 Agustus 1932 di Purwokerto (Jawa Tengah), ayah 5 anak ini wafat 9 Agustus 2008 di rumahnya di Jakarta karena penyakit stroke yang sudah lama diderita. Menjelang tutup usia, Poo Djian hanya bisa duduk di kursi roda dan susah berbicara. Pahlawan bulutangkis Indonesia ini dimakamkan di Heroes Plaza, San Diego Hills, Karawang (Jawa Barat).(MGH)

Selasa, 26 Februari 2013

MINARNI : JUARA SEMUA NOMOR BULUTANGKIS


Minarni, kadang disebut juga dengan Minarni Soedaryanto/Sudaryanto memang luar biasa. Tak hanya berjaya di banyak turnamen elit bulutangkis dunia, ia mampu meraih juara di semua nomor bulutangkis: ganda campuran, ganda putri, dan tunggal putri. Setelah mundur sebagai atlet, srikandi bulutangkis ini menekuni profesi sebagai pelatih di Pelatnas sekaligus pengurus PB PBSI.

Lahir di Pasuruan (Jawa Timur) tanggal 10 Mei 1944, wanita sawo matang yang akrab disapa Min ini mulai bergabung dengan Pelatnas bulutangkis saat berusia 15 tahun. Di dalam dan luar lapangan, ia bersahabat karib dengan pasangannya di ganda putri: Retno Kustiyah. Saking akrabnya, persahabatan keduanya berkembang menjadi persaudaraan karena Min menikah dengan adik Retno Kustiyah, Soedaryanto. Pasangan Min-Soedaryanto dianugerahi 3 orang anak. Min berpulang tepat tanggal 14 Mei 2003 di Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP) Jakarta karena radang paru-paru yang baru diketahuinya sebulan sebelum wafat.

Prestasi:
A. Ganda Campuran (bersama Darmadi)
- Juara Canadian Open 1969

B. Tunggal Putri
- Juara Malaysian Open 1960
- Medali emas Asian Games 1962
- Juara Malaysian Open 1966
- Juara malaysian Open 1967
- Juara 2 All England 1968
- Juara US Open 1969
- Juara 2 Uber Cup 1969 (bersama Tim Indonesia)
- Juara 2 Uber Cup 1972 (bersama Tim Indonesia)
- Juara Uber Cup 1975 (bersama Tim Indonesia)

C. Ganda Putri (bersama Retno Kustiyah)
- Medali emas Asian Games 1962 
- Medali emas Asian Games 1966
- Juara Malaysian Open 1966
- Juara Malaysian Open 1967
- Juara All England 1968
- Juara Canadian Open 1969
- Juara US Open 1969
(MGH/Foto:badmintonstory.blogspot.com)

Senin, 25 Februari 2013

TAN JOE HOK : RAKET PERTAMANYA BAKIAK SANG IBU


Salah seorang pebulutangkis legendaris Indonesia yang berjasa memboyong Piala Thomas untuk pertamakalinya ke pangkuan Pertiwi (1958). Selain bermain di nomor tungal, Tan juga berlaga di nomor ganda bersama saudara iparnya, Lie Poo Djian. Keberhasilan Indonesia memboyong Piala Thomas kala itu meledakkan eforia di seluruh Indonesia, bahkan menjadi perhatian media olaharag dunia. Berbagai puja-puji dicurahkan pada para atlet anggota Tim Thomas Indonesia, termasuk Tan Joe Hok. Ada yang menyebut mereka '7 Magnificents', '7 Pahlawan Bulutangkis', dan sebagainya. Namun, Tan menolak disebut pahlawan. Ia lebih senang disebut pionir. 

Setelah gantung raket, Tan tetap berkecimpung dalam olahraga bulutangkis sebagai pelatih di PB Djarum Kudus merangkap Manajer Proyek cabang PB Djarum di Jakarta. Sebelumnya, Tan sempat melatih di Mexiko dan Hong Kong. Di luar bulutangkis yang menjadi panggilan jiwanya, Tan menceburkan diri ke dunia bisnis dengan mendirikan perusahaan Mandala Pest Control. 

Di eranya, Tan dijuluki 'The Giant Killer' oleh media internasional. Pasalnya, meski tubuhnya tergolong kecil, Tan telah membuktikan kelasnya dengan 'membantai' para pebulutangkis besar dunia. Majalah olaahraga terkemuka Amerika Serikat di era 50-an, Sport Illustrated pernah menurunkan profil lengkap Joe Hok dan menjulukinya 'Pemain yang Tak Terkalahkan'. 

Tan Joe Hok kadang  disebut dengan Tan Yoe Hok alias Hendra Kartanegara. Lahir di Sumedang (Jawa Barat), 11 Agustus 1937. Ia anak ke-2 dari 7 bersaudara. Berasal dari keluarga pedagang, Tan awalnya lebih dulu menggemari sepak bola. Minatnya pada bulutangkis mulai tumbuh saat keluarganya pindah ke Bandung dan tinggal di Gang Kote. Di sana, banyak orang yang bermain bulutangkis. Setelah keluarganya pindah ke rumah berhalaman luas di kawasan Cicendo, sang ayah membuat lapangan bulutangkis sederhana dengan garis terbuat dari bambu di halaman rumah mereka. Saat itu Tan berumur 12 tahun. Tak hanya dipakai keluarga Tan, para tetanggapun bergantian berlatih bulutangkis di lapangan 'eksklusif' itu. Tanpun tertarik eforia para tetangga dan keluarganya. Karena belum punya raket, awalnya ia bermain bulutangkis dengan memakai bakiak/kelompen/kelom ibunya sebagai pengganti raket. Teman berlatihnya, pembantu rumah tangga keluarga.  Seringnya bermain bulutangkis di rumah, membuat Tan jatuh hati pada olahraga teplok bola bulu angsa itu dan bergabung dengan klub Blue White (kemudian beralih nama menjadi PB Mutiara).

Meski berprestasi internasional dalam olahraga, Tan tak melupakan pendidikan formal. Ia bahkan bisa menyelesaikan pendidikan terakhirnya di Baylor University, Texas, Amerika Serikat, tempat ia meraih gelar sarjana bidang kimia dan biologi. Tan menikah dengan dara cantik Goei Kiok Nio dan dikaruniai 2 anak, Mariana dan Didik Kartanegara. Mereka tinggal di Jl.Mandala, belakang Kompleks Bidakara, Pancoran, Jakarta Selatan. Sayang, sang istri telah berpulang di tahun 1998. Untuk mengisi waktu sepeninggal sang istri, Tan belajar bahasa asing, memotret, dan menonton acara berita di TV. Iapun aktif dalam Komunitas Bulutangkis dan membantu para mantan atlet dan pelatih yang kurang beruntung di masa tua mereka. Kisah hidup  Tan Joe Hok telah difilmkan dengan judul 'Tan'. 

Prestasi:
- Juara Thomas Cup 1958 (bersama Tim Indonesia)
- Juara All England 1959 
- Juara US Open 1959
- Juara Canadian Open 1959
- Juara US Open 1960
- Juara Canadian Open 1960
- Juara Thomas Cup 1961 (bersama Tim Indonesia)
- Medali emas Asian Games 1962
- Juara Thomas Cup 1964 (bersama Tim Indonesia)
(MGH/Foto: Baltyra)

Minggu, 24 Februari 2013

TAN KING GWAN : MEREBUT DAN MEMPERTAHANKAN PIALA THOMAS

Tahun 1958, putra-putra terbaik Indonesia: Tan King Gwan, Olich Solihin, Lie Poo Djian, Eddy Jusuf, Njoo Kim Bie, Ferry Sonneville, dan Tan Joe Hok memboyong Piala Thomas untuk pertama kalinya ke Tanah Air. Mereka sukses menaklukkan juara bertahan Malaya (gabungan Malaysia dan Singapura yang kala itu masih bersatu) di kandang lawan. Seketika, eforia membuncah ke seluruh Nusantara. Tak hanya disambut meriah dengan penghormatan kenegaraan setiba di Tanah Air, ke-7 pahlawan Piala Thomas diarak keliling Jakarta beserta lambang supremasi beregu putra tertinggi dunia itu. Mereka bertujuh juga digelari '7 Magnificents'. Dalam laga bersejarah di tahun 1958 itu, King Gwan turun membela Indonesia di nomor ganda bersama Njoo Kim Bie. 

Empat tahun kemudian, King Gwan kembali membela Indonesia untuk mempertahankan gelar juara Piala Thomas. Hasilnya, Tim Indonesia berhasil mempertahankan Piala Thomas tetap di Bumi Pertiwi dengan mengalahkan Tim Muangthai dengan skor 6-3. 

Tan King Gwan lahir tahun 1932 dan tutup usia di tahun 2001. Di tahun 1960-an ia mengganti nama menjadi Darmawan Saputra meskipun tetap lebih dikenal sebagai Tan King Gwan. 

Prestasi:
- Juara Thomas Cup, Malaya 1958 (bersama Tim Indonesia)
- Juara Thomas Cup, Jakarta 1961 (bersama Tim Indonesia)
(MGH)

Sabtu, 23 Februari 2013

NJOO KIEM BIE : WAFAT SETELAH JATUH DI LAPANGAN BULUTANGKIS


Setiadharma Atmaja Koesbianto atau lebih dikenal dengan nama Njoo Kiem Bie adalah salah satu pahlawan Piala Thomas Indonesia. Bersama 6 rekannya, Kim Bie berhasil memboyong lambang supremasi tertinggi bulutangkis putra beregu ke Indonesia untuk pertamakalinya setelah menaklukkan Tim Malaya (1958). Sosok tegap setingggi 183 cm kala itu memang salah satu andalan tunggal putra Indonesia yang sedang di puncak prestasinya. 

Meski menjadi atlet bulutangkis kaliber dunia, Kim Bie tak pernah meninggalkan kota kelahirannya, Surabaya. Apabila kebanyakan atlet lain memilih pindah ke ibukota, Kim Bie memilih berlatih di Surabaya. Setelah mundur dari arena bulutangkispun, Kim Bie tetap tinggal di Surabaya. Ia bekerja sebagai karyawan bank milik Belanda yang kemudian dinasionalisasi menjadi Bank Exim dan akhirnya dimerger menjadi Bank Mandiri. Tentu, cintanya pada bulutangkis tak padam begitu saja. Ia tetap berkecimpung dalam olahraga yang amat dicintainya sebagai pelatih di PB Suryanaga, Surabaya. Kim Biepun sempat menyumbangkan pengalaman dan buah pikirannya sebagai Dewan Pakar PB PBSI  dan penasihat PBSI Jatim. 

Kim Bie lahir tanggal 17 September 1927. Menikah dengan Sisca Ling, Kim Bie dikaruniai 2 orang putri: Lucia Setiadharma Atmaja dan Maria Setiadharma Atmaja. Di mata putri-putrinya, Kim Bie adalah sosok ayah yang keras namun teguh memegang prinsip dan bertanggungjawab. Sementara bagi atlet-atlet muda binaannya, Kim Bie dikenang sebagai pelatih yang berdisiplin tinggi. Kim Bie selalu datang di lapangan 30 menit sebelum latihan dimulai. 

Yang juga menyentuh adalah kecintaannya yang mendalam terhadap bulutangkis. Saat sang istri dirawat di rumah sakit karena kanker, Kim Bie tak menghentikan aktivitasnya melatih bulutangkis di PB Suryanaga. Sebelum dan selesai melatih, ia selalu menunggui sang istri di rumah sakit. Ini dilakoninya setiap hari hingga istrinya berpulang. 

Njoo Kim Bie tutup usia di rumah sakit RKZ Surabaya, setelah terjatuh di lapangan bulutangkis saat sedang melatih. Tepatnya tanggal 7 januari 2008, Kim Bie menyusul sang istri yang telah berpulang karena kanker payudara (2007). Penuturan salah seorang kerabatnya, menjelang tutup usia Kim Bie mengingau mnyebut-nyebut nama anak-anak latihnya dan instruksi-instruksi latihan bulutangkis! Kim Bie dimakamkan beserta raket terakhir yang digunakannya melatih. Sayang,  ada 1 keinginannya yang tidak sempat dilihatnya sebelum wafat: melihat Piala Thomas dan Uber kembali bersanding di pangkuan Ibu Pertiwi. Semoga tak lama lagi, keinginan Mendiang dapat menjadi nyata. (MGH/Foto: Liputan 6)

Rabu, 20 Februari 2013

FERRY SONNEVILLE : PEJUANG OLAHRAGA INDONESIA


Ferry Sonneville. Siapa tak kenal nama besar salah satu legenda bulutangkis Indonesia ini. Rela mengorbankan kuliahnya di Amerika Serikat demi membela Indonesia di ajang Piala Thomas. Dialah yang memimpin Tim Indonesia sukses merebut Piala Thomas untuk pertama kalinya (1958) dengan mengalahkan Tim Malaya (Malaysia). Kemenangan pertama dilanjutkan dalam 2 penyelenggaraan Piala Thomas berikutnya (1961, 1964). Hebatnya dalam ketiga periode itu, Ferry tak hanya menjadi pemain dan pemimpin Tim Indonesia, namun juga merangkap pelatih! Ferry juga merupakan tunggal pertama andalan Indonesia kala itu. 

Di luar kecemerlangannya di Piala Thomas, banyak gelar juara disabetnya dari berbagai turnamen bulutangkis internasional. Selain menekuni bulutangkis, Ferry juga merupakan atlet sekaligus pelatih Jiu-Jitsu. Ia juga pendiri organisasi Judo dan Jiu-Jitsu Club Djakarta (kini Jiu-Jitsu Club Indonesia), di samping salah satu pendiri Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI). Ferry juga sempat menjabat Ketua PB PBSI (1981-1985). Bahkan, Ferry juga merupakan salah seorang pendiri Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI). Warisannya yang lain bagi dunia olahraga Indonesia adalah 2 buku karyanya: Better Badminton (1958) dan Bulutangkis Bermutu (1959).

Sosoknya yang disegani di tingkat dunia tampak dari kepercayaan yang diberikan pada Ferry sebagai Ketua International Badminton Federation (IBF) dan anggota Dewan Asian Games Federation (AGF). 

Ferdinand Alexander Sonneville, putra Dirk Jan Sonneville dan Leonij Elisabeth Hubeek. Lahir di Jakarta, 3 Januari 1931. Ferry memeluk agama Katholik. Pendidikan formal terakhir ditempuhnya di Universitas Erasmus, Belanda, di bidang ekonomi. Semasa kuliah, Ferry dipercaya menjadi Ketua Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) di Belanda. Kembali ke Indonesia setelah menamatkan pendidikannya, Ferry menekuni dunia bisnis. Ialah pendiri perusahaan PT Ferry Sonneville & Co yang bergerak di bidang property dan biro perjalanan Vayatour.

Tak hanya sibuk berbisnis dan mengurus olahraga Indonesia, Ferry juga aktif dalam berbagai kegiatan sosial. Selain mengurus beberapa perguruan tinggi swasta terkemuka, ia juga aktif sebagai anggota dewan penyantun anak-anak cacat, pelestarian arsip nasional, dan banyak lagi. 

Dari pernikahannya dengan Yvonne Theresia de Wit, Ferry dikaruniai 3 anak: Ferdinand Rudy Jr, Genia Theresia, dan Cynthia Guedolyn. Sayang, putra pertamanya meninggal dunia saat berusia 21 tahun. Dari kedua putrinya, Ferry mendapat 2 orang cucu. Selain kehebatannya sebagai atlet, Ferry dikenal para pecinta olahraga karena rambut putih yang menjadi ciri khasnya. Pria keturunan belanda ini memang berambut putih sejak usianya baru 18 tahun. 


Pejuang olahraga Indonesia ini wafat di RS MMC, Jakarta pada tanggal 20 November 2003 akibat kanker darah yang dideritanya. Saat itu ia masih menjabat Ketua Jiu-Jitsu Club Indonesia (JCI)

Prestasi:
- Juara Malayan Open 1955
- Juara Dutch Open 1955
- Juara Dutch Open 1956
- Juara Dutch Open 1957
- Juara French Open 1957
- Juara World's Invitational Tourney, Skotlandia 1957
- Juara Dutch Open 1958
- Juara Piala Thomas 1958 (bersama Tim Indonesia)
- Juara Dutch Open 1959
- Juara German Open 1959
- Juara 2 All England 1959
- Juara Dutch Open 1960
- Juara German Open 1960
- Juara French Open 1960 
- Juara Dutch Open 1961
- Juara Piala Thomas 1961 (bersama Tim Indonesia)
- Juara Canadian Open 1962
- Juara US Open 1962
- Juara Piala Thomas 1964 (bersama Tim Indonesia)

Penghargaan:
- Knighthood dari Gereja Katholik Roma (1972)
- FIABCI Medal Honour Melbourne (1988)
(MGH/Foto: REI)

Minggu, 13 Januari 2013

ZELIN RESIANA : MANTAN PERINGKAT 1 GANDA PUTRI DUNIA


Mantan spesialis ganda Indonesia di era 90-an ini memang telah lama meninggalkan arena bulutangkis dan menikmati kehidupan sebagai Nyonya Joko Suprianto. Namun pada masanya, ia masuk jajaran pemain bulutangkis elit dunia  yang mencetak banyak prestasi baik di ganda putri maupun campuran. Bersama Eliza Nathanael, Zelin bahkan memuncaki peringkat ganda putri bulutangkis dunia. 

Alumni PB Djarum Kudus ini lahir di Magelang (Jawa Tengah), 9 Juli 1972.  Zelin Resiana mundur dari bulutangkis pada tahun 1999, saat ia menikah dengan sesama atlet bulutangkis Joko Suprianto. Pasangan bulutangkis ini dikaruniai anak kembar di tahun 2003. Kini, Zelin total menjadi ibu rumah tangga. 

Prestasi:
A. Ganda Putri 
- Juara Swiss Open 1993 (bersama Indarti Isolina)
- Juara 2 Hong Kong Open 1993 (bersama Eliza Nathanael)
- Juara 2 Indonesian Open 1993 (bersama Eliza Nathanael)
- Juara Piala Uber 1994 (bersama Tim Uber Indonesia)
- Juara 2 All England 1995 (bersama Eliza Nathanael)
- Juara Piala Uber 1996 (bersama Tim Uber Indonesia)
- Juara US Open 1996 (bersama Eliza Nathanael)
- Juara Indonesian Open 1996 (bersama Eliza Nathanel)
- Juara 2 World Grand Prix 1996 (bersama Eliza Nathanael)
- Juara Indonesian Open 1997 (bersama Eliza Nathanael)
- Medali emas SEA Games 1997 (bersama Eliza Nathanael)
- Juara 2 All England 1997 (bersama Eliza Nathanael)
- Juara 3 IBF World Championships 1997 (bersama Eliza Nathanael)

B. Ganda Campuran
- Juara Taiwanese Open 1993 (bersama Denny Kantono)
- Juara Asian Championships 1998 (bersama Bambang Supriyanto)
- Juara 2 Indonesian Open 1999 (bersama Bambang Supriyanto)
(MGH/Foto: PB Djarum Kudus)

Jumat, 11 Januari 2013

MINARTI TIMUR : PERAIH MEDALI OLIMPIADE ITU TERDAMPAR DI MANILA


Sempat menjadi andalan Indonesia di sektor tunggal putri, pebulutangkis asal Surabaya ini makin menjulang prestasinya setelah memperkuat ganda campuran. Kecemerlangan prestasinya stabil meski beberapa kali berganti tandem, mulai Tri Kusharjanto, Bambang Supriyanto, hingga Sandiarto. Bahkan bersama Tri Kus, ia meraih medali perak Olimpiade Sydney (2000).

Minarti Timur alias Jho Ie Min, anak ke-3 dari 4 bersaaudara, lahir di Surabaya tepat 24 Maret 1968. Alumni  SMA Petra Surabaya ini merupakan atlet bulutangkis binaan PB Djarum Kudus (Jawa Tengah). Setelah gantung raket, ia mendirikan Minarti Timur Badminton Hall di Jl. Raya Lontar No.82 Surabaya.  Namun Meme, demikian ia diakrabi, jarang berada di Surabaya. Pasalnya sejak tahun 2003 Meme melatih Timnas bulutangkis Brunei Darussalam hinggga tahun 2005, lalu lanjut melatih di Manila, Filipina hingga kini. 

Uniknya, di Filipina Meme menjadi pelatih pribadi seorang warga Filipina bernama Allbe Benitez. Tak hanya Meme, mantan pebulutangkis putra kita Rudi Wijaya dan sepasang suami-istri dari RRC juga didapuk Allbe menjadi pelatih pribadinya.Mereka mendapat fasilitas rumah dan pembantu dari Allbe plus jalan-jalan ke luar negeri di waktu tertentu. Wah, kaya banget ya, si Allbe! Meme sendiri hingga kini masih menikmati hidup melajang meski tak menutup hati bagi pria yang seiman dengannya. Oh ya, Meme memeluk agama Katholik dan fasih berbahasa Mandarin. 

Prestasi:
A. Tunggal Putri
- Juara Dutch Open 1990

B. Ganda Campuran
- Medali perak Asian Games 1990
- Juara Thailand Open 1994
- Juara Indonesia Open 1995
- Medali emas SEA Games 1995
- Juara The World Badminton Grand Prix 1995
- Juara Singapore Open 1995
- Juara Indonesia Open 1996
- Juara Singapore Open 1996
- Juara Badminton World Cup 1996
- Juara Germany Open 1996
- Juara Malaysia Open 1996
- Juara Indonesia Open 1997
- Juara 2 All England 1997 (bersama Tri Kusharjanto)
- Juara 3 IBF World Championships Glasgow, Skotlandia 1997 (bersama Tri Kusharjanto)
- Juara Thailand Open 1997
- Juara 2 Japan Open 1997
- Juara Indonesia Open 1998
- Juara Singapore Open 1998
- Juara Malaysia Open 1998
- Medali perunggu Asian Games 1998
- Medali perak Olimpiade Sydney, Australia 2000 (bersama Tri Kusharjanto)
- Juara Asian Championships 2000
- Juara Malaysia Open 2000
- Juara Japan Open 2001
- Juara Indonesia Open 2002
(MGH/Foto: Koleksi Pribadi)

Selasa, 08 Januari 2013

TATI SUMIRAH : PAHLAWAN PIALA UBER 1975


Tati Sumirah atau dikenal juga dengan nama Ati Soemirah, adalah salah seorang srikandi bulutangkis Indonesia di era 70-an yang turut berjasa memboyong Piala Uber ke Indonesia untuk kali pertama di tahun 1975. Bersama Minarni, Utami Dewi (adik legenda bulutangkis Rudi Hartono), Imelda Wiguna, Theresia Widiastuti, dan Regina Masli, Tati mempersembahkan lambang supremasi bulutangkis beregu putri dunia untuk Indonesia dengan mengalahkan tim Jepang di final. Setahun sebelumnya, Tati menempati peringkat 2 Kejuaraan Invitasi Bulutangkis Dunia di Jakarta. Kala itu, Tati merupakan salah seorang atlet bulutangkis tunggal putri andalan Indonesia. 

Tati lahir di Jakarta tanggal 9 Februari 1952. Setelah mundur dari arena bulutangkis, ia bekerja sebagai kasir di apotek Ratu Mustika di Kebon Baru,  Jakarta Selatan. Kehidupan Tati juga sangat sangat sederhana. Nasib mantan srikandi bulutangkis Indonesia ini menyentuh hati legenda hidup bulutangkis dunia yang setelah gantung raket menekuni dunia usaha, Rudi Hartono. Rudi kemudian menawarkan pekerjaan di perusahaan oli Top One miliknya, dan diterima Tati. Hingga kini, Tati bekerja sebagai tenaga administrasi di pabrik oli Top One. Setiap hari, ia berangkat bekerja pukul 07.00 pagi dan baru sampai di rumah pukul 19.30. Tati pergi-pulang bekerja dengan mengendarai sepeda motor dari rumahnya di Jakarta Timur ke kantornya di Kemayoran, Jakarta Pusat. 

Tati tinggal di kawasan Waru Doyong, Buaran, Jakarta Timur. Tati merupakan sosok yang sangat pendiam namun ramah. Sikapnya ini juga membuatnya selalu menolak tawaran wawancara maupun undangan menjadi pembicara di berbagai acara. Tak heran, diantara para mantan atlet bulutangkis kelas dunia lain, nama Tati termasuk yang paling kurang gaungnya. Bahkan di lingkungan sekitar rumahnyapun nama Tati Sumirah kurang dikenal.

Hingga kini Tati belum menikah dan tinggal di rumah orangtuanya bersama ibu, adik, dan keponakan-keponakannya. Meski sang ayah, MS Soetrisno adalah atlet tinju, namun ketertarikan Tati menekuni olahraga justru bukan diawali dari keluarga. Adalah seorang warga negara Amerika yang secara tak sengaja memperkenalkan bulutangkis pada Tati. Ceritanya, saat Tati masih SD, di dekat rumahnya dibangun jalan by pass. Salah seorang yang bekerja di proyek itu adalah seorang Amerika yang kemudian berkenalan dengan Tati. Dari dialah Tati melihat majalah olahraga yang memuat foto bulutangkis. Warga Amerika itu menjelaskan pada Tati tentang olahraga bulutangkis yang menurutnya sedang populer di negeri asalnya kala itu. Tatipun tertarik dan mulai belajar bulutangkis sendiri di rumahnya. Sang ayahpun membuatkan lapangan bulutangkis darurat di belakang rumah mereka dengan tali rafia dan garis lapangannya digambar di atas tanah dengan kapur tulis. Waktu itu, keluarga Tati masih tinggal di kawasan Rawamangun. Ternyata tak hanya Tati yang berlatih di lapangan ala kadarnya itu. Warga setempat juga tertarik ikut berlatih bulutangkis. Baru saat berumur 14 tahun, Tati bergabung dengan PB Tangkas. 

Saking totalnya menekuni bulutangkis, Tati terpaksa mengorbankan sekolahnya. Ia tak pernah menamatkan pendidikan SMP karena padatnya jadwal pertandingan. Tati bergabung dengan Pelatnas saat berusia 20 tahun dan mengundurkan diri saat berusia 28 tahun karena ketatnya persaingan. Ia merasa prestasinya sudah menurun dibandingkan yuniornya sehingga berinisiatif mengundurkan diri. 

Prestasi:
- Juara 2 Uber Cup 1972 (bersama Tim Uber Indonesia)
- Juara 2 Kejuaraan Invitasi Dunia, Jakarta 1974
- Medali perak bulutangkis beregu putri Asian Games VII, Teheran 1974 (bersama Tim bulutangkis putri Asian Games Indonesia)
- Juara Uber Cup, Jakarta 1975 (bersama Tim Uber Indonesia)
- Juara 3 Kejuaraan Dunia 1980
(MGH/Foto: Fathiyah Wardah Alatas)

Sabtu, 05 Januari 2013

HERMAWAN SUSANTO : 'TERPERANGKAP' BULUTANGKIS


Melihat latar belakang keluarganya, Hermawan Susanto seolah 'terperangkap' dalam dunia bulutangkis. Mari kita simak bersama. Nama lengkapnya Hermawan Susanto, namun lebih sering dipanggil dengan nama Aim. Berlatar belakang keluarga atlet bulutangkis, tak heran bila Aim ikut 'terseret' menekuni bulutangkis. Puncak prestasinya di tahun 1990-an, berbagai gelar juara turnamen internasional disabetnya, termasuk medali perunggu tunggal putra Olimpiade Barcelona, Spanyol (1992). 

Aim lahir di Kudus (Jawa Tengah), 24 September 1967. Seperti disebutkan tadi, ia lahir di tengah keluarga atlet bulutangkis. Tak hanya kedua orangtuanya, Agus Susanto dan Megah Idawati, yang mantan atlet bulutangkis nasional dan pernah memperkuat tim Thomas dan Uber Indonesia.Bibi dan pamannya dari pihak ibu juga mantan atlet bulutangkis nasional, Megah Inawati dan sang legenda: Liem Swie King. Aim sendiri merupakan putra sulung Agus dan Megah. Aim mempunyai seorang adik laki-laki yang tidak tertarik menekuni bulutangkis. Aim dikenal sebagai pribadi yang rendah hati. Di luar bulutangkis, ia juga sangat menggemari sepakbola.

Aim menikah dengan rekannya sesama atlet bulutangkis, si cantik Sarwendah dan dikaruniai seorang putra, Andrew Susanto yang mengikuti jejak kedua orangtuanya, menjadi atlet bulutangkis. Aim dan Endah (panggilan Sarwendah) mengelola klub bulutangkis yang mereka dirikan, SBC (Sarwendah Badminton Club).  Saat ditanya kenapa klub tersebut hanya memakai nama Endah, Aim menjawab itu karena sang istri jauh lebih terkenal sebagai atlet bulutangkis dibanding dirinya. Keduanya sekaligus menjadi pelatih di sana. Salah seorang anak didiknya, ya putra mereka sendiri. Nah lengkap kan, dari awal sampai kini Aim memang tak  pernah lepas dari bulutangkis!

Prestasi:
- Juara 3 Hong Kong Open 1989
- Juara Dutch Open 1990
- Juara 3 Thailand Open 1990
- Juara 2 Finnish Open 1990
- Juara Denmark Open 1991
- Juara 2 Dutch Open 1991
- Juara Taiwan Open 1991
- Juara 2 German Open 1991
- Juara 3 Hong Kong Open 1991
- Juara Dutch Open 1992
- Juara China Open 1992
- Juara 3 Indonesia Open 1992
- Medali perunggu Olimpiade Barcelona, Spanyol 1992
- Juara 2 Taiwan Open 1992
- Juara 3 German Open 1992
- Juara 2 Kejuaraan Dunia 1993
- Juara Hong Kong Open 1993
- Juara 2 Thailand Open 1993
- Juara 3 Taiwan Open 1993
- Juara 2 Singapore Open 1994
- Juara Thomas Cup 1994 (bersama Tim Thomas Indonesia)
- Juara 2 Korea Open 1994
- Juara 3 All England 1994
- Juara Taiwan Open 1995
- Juara 2 Singapore Open 1995
- Juara 3 All England 1995
- Juara Malaysia Open 1997
- Juara US Open 1997
- Juara 3 Taiwan Open 1997
- Juara 3 Kejuaraan Asia 1997
(MGH/Foto: Sarwendah)

Kamis, 03 Januari 2013

ALAN BUDIKUSUMA : SANG PENGANTEN OLIMPIADE


Meski telah lama mundur sebagai atlet bulutangkis, hingga kini nama Alan Budikusuma masih sangat lekat di benak pecinta olahraga, lebih-lebih penggemar bulutangkis. Pada masanya, Alan termasuk salah seorang tunggal putra andalan Indonesia yang malang melintang di berbagai turnamen bulutangkis bergengsi dunia. Di masa jayanya, Alan pernah menduduki peringkat 1 dunia. Puncaknya, Alan meraih medali emas bulutangkis tunggal putra di Olimpiade Barcelona (1992). Kemenangan yang sangat indah karena sang kekasih (saat itu) yang juga ratu bulutangkis dunia,  Susi Susanti, meraih medali emas tunggal putri. Pers dunia kemudian menjuluki mereka: 'Penganten Olimpiade.' 

Alexander Alan Budikusuma Wiratama alias Goei Ren Fang, begitu nama lengkap pria bertinggi 179 cm. Alan lahir di Surabaya tanggal 29 Maret 1968 dan meemluk agama Kristen. Sejak kecil, Alan dan adiknya yang kini bermain bulutangkis di Hong Kong, Yohan Hadikusumo Wiratama, telah diarahkan sang ayah untuk  menekuni bulutangkis. Mulai berlatih sejak kanak-kanak di klub Rajawali Surabaya, tahun 1986 Alan bergabung dengan PB Djarum Kudus. Tak ada yang menduga bocah gemuk yang sangat gemar nonton film itu kelak menjadi juara Olimpiade. Pasalnya, Alan kecil kurang bisa disiplin soal makan, hal yang sangat diperhatikan bagi atlet. Alan memang suka makan, apalagi kalau ketemu makanan favoritnya, rawon. 

Setelah gantung raket di tahun 1996, Alan membuka perusahaan alat-alat bulutangkis Astec bersama sang istri Susi Susanti. Nama Astec sendiri merupakan singkatan dari Alan-Susi Technology. Meski tak lagi bertanding di arena bulutangkis, Alan tetap berjuang untuk bulutangkis Indonesia dengan menyeponsori berbagai turnamen bulutangkis usia dini. Di luar kesibukannya sebagai pengusaha, Alan dikenal sebagai Pak RT di lingkungan tempat tinggalnya di Kelapa Gading, Jakarta Utara. Dari pernikahan mereka, Alan dan Susi telah dikaruniai seorang putri, Lourencia Averina, dan 2 orang putra, Albertus Edward serta Sebastianus Frederick.

Prestasi:
- Juara Dutch Open 1989
- Juara Thailand Open 1989
- Juara Thailand Open 1991
- Juara China Open 1991
- Juara German Open 1992
- Juara Indonesia Open 1993
- Juara Invitasi Piala Dunia 1993
- Medali emas Olimpiade Barcelona, Spanyol, 1992
- Juara Malaysia Open 1995
- Juara Thomas Cup 1996 (bersama Tim Thomas Indonesia)
(MGH/Foto: Inilah)

Minggu, 09 Desember 2012

ROSYITA EKA PUTRI SARI : CINTA BULUTANGKIS KARENA SANG AYAH


Namanya manis, semanis orangnya : Rosyita Eka Putri Sari. Tapi, di kalangan teman-temannya sesama atlet bulutangkis yunior, ia biasa dipanggil 'Inem'. Dara kelahiran Sleman (Yogyakarta) tanggal 6 Juli 1996 ini tergolong jangkung diantara atlet bulutangkis putri, tingginya 170 cm dengan bobot 66 kg. Bermain di nomor ganda putri dan ganda campuran, perkenalannya dengan bulutangkis berkat jasa sang ayah yang hampir setiap hari mengajaknya bermain bulutangkis. Dari sinilah tumbuh cintanya pada bulutangkis hinga meringankan langkanya bergabung dengan klub bulutangkis. Ia termasuk salah satu atlet binaan PB Djarum. Tak hanya bulutangkis, ia juga suka olahraga lari, atletik, dan voli. 

Pengagum Agnes Monica ini paling suka makan nasi goreng, udang goreng tepung, dan sate kambing. Ia juga suka menonton film, terutama drama dan horor. Favoritnya: King, Heart, dan Hantu Tanah Kusir. Untuk bulutangkis, Inem mengidolakan Liliyana Natsir dan Greysia Polii. Sekarang Inem sedang berjuang mengejar cita-citanya menjadi juara dunia bulutangkis. Di luar lapangan, ia memang tampak sulit bergaul dan pendiam. Tapi kalau sudah kenal, wah bawelnya itu lho! Ingin kenal lebih dekat, bisa kontak di email rosy.rosyta@yahoo.com

Prestasi:
- Juara 1 ganda putri German Junior 2012 (bersama Melati Daeva Oktavianti)
- Juara 3 Banuinvest International 2012 
(MGH/Foto:Koleksi Pribadi)

Kamis, 06 Desember 2012

PUTRA EKA RHOMA : RAIH JUARA DI AUSTRALIA

Nama belakangnya memang mengingatkan pada Rhoma Irama. Toh, Putra bukanlah putra atau cucu sang raja dangdut ataupun penyanyi dangdut generasi baru.  Putra Eka Rhoma, atlet bulutangkis yunior Indonesia yang biasa turun di nomor ganda putra bersama Hafiz Faisal dan ganda campuran dengan Aris Budiharti. Prestasinya ditingkat internasional cukup menjanjikan, terutama di ganda putra.

Putra lahir di Jakarta, 11 Mei 1994 mengasah bakat bulutangkisnya di klub PB Jaya Raya Jakarta. Sebagai atlet bulutangkis, ia punya postur yang cukup ideal: tinggi 172 cm dengan berat 71 kg. Dengan usia yang masih muda dan tambahan pengalaman serta ketekununan berlatih, semoga Putra makin matang sebagai pebulutangkis kelas dunia. 

Prestasi:
- Juara ganda putra Li-Ning Australia Junior 2012 (bersama Hafiz Faisal)
- Juara 2 ganda putra Yonex Dutch Junior 2012 (bersama Hafiz Faisal)
- Juara 3 ganda putra Malaysia International Challenge 2012 (bersama Hafiz Faisal)
(MGH/Foto: Koleksi Pribadi)

Rabu, 05 Desember 2012

ARYA MAULANA ALDIARTAMA : SANG JUARA ASIA BULUTANGKIS YUNIOR


Nama lengkapnya Arya Maulana Aldiartama. Terdengar gagah dan berkharisma ya? Tapi ternyata remaja yang jago main bulutangkis ini lebih ngetop dengan nama Uul yang terdengar imut. Ialah salah satu dari ganda putra bulutangkis yunior andalan kita. Bersama Edi Subaktiar, Uul menempati peringkat 10 dunia yunior saat ini. Selain karena kerja kerasnya, kesuksesan Uul tak lepas dari kedua orangtua yang sangat mendukung bahkan mendorong sang putra agar menekuni olahraga bulutangkis. Selain berprestasi di nomor ganda putra, Uul juga berlaga di nomor ganda campuran.

Uul lahir di solo (Jawa Tengah), 30 September 1995. Bakat bulutangkisnya diasah di PB Djarum Kudus (Jawa Tengah). Atlet remaja bertinggi-berat 171 cm/66 kg punya hobi mendengarkan musik, berenang, dan nonton film. Tak heran, dia hobi nonton Dahsyat di TV. Lagu favoritnya Kau Buatku Berarti (Tiket), Jangan Bilang Siapa-Siapa (Aura Kasih), juga semua lagu-lagu Ungu dan ST 12. Kalau artis, Arya paling ngefan pada Pasha Ungu, Rezky Aditya, dan Chelsea Olivia. Uul memang hobi nonton sinetron, terutama Melati untuk Marvel. Kalau atlet bulutangkis, Uul mengagumi Hendra Setiawan, Bambang Supriyanto, dan pelatihnya sendiri: Sigit Budiarto. Cita-citanya menjadi pebulutangkis top dunia dan meraih medali emas Olimpiade. Atlet belia yang mengaku baik hati, humoris, dan mudah bergaul ini bercita-cita menjadi wiraswastawan setelah tak lagi berprestasi sebagai atlet. Uul beragama Islam. 

Uul bisa dikontak lewat emailnya: aryamaulana39@yahoo.com

Prestasi:
- Juara 2 ganda putra Singapore Youth International 2010
- Juara 2 ganda putra German Junior 2012
- Juara 2 ganda putra Banuinvest International Series 2012
- Juara ganda putra Asia Junior Championship 2012
(MGH/Foto:Koleksi Pribadi)

Selasa, 04 Desember 2012

RUSELLI HARTAWAN : SI MUNGIL YANG LINCAH DI ARENA


Panggil saja dia 'Mei Mei', pasti juara 3 tunggal putri bulutangkis Singapore Youth International 2011 ini menoleh. Atlet yunior godogan PB Jaya Raya ini lahir di Jakarta, 27 Desember 1997. Jadi, nggak lama lagi dong ulang tahunnya. Tubuhnya tergolong mungil untuk ukuran atlet bulutangkis. Dengan tinggi 160 cm dan berat 54 kg Mei Mei tampak imut di lapangan bulutangkis. Tapi postur mungilnya juga membuat Mei Mei lincah bergerak mengejar kok. Dara pengagum Andrie Wongso ini memeluk agama Katolik. Bocoran lain, seperti umumnya remaja seusianya, Mei Mei suka sekali memotret dirinya sendiri dengan kamera hp dalam segala kesempatan. (MGH/Foto:Koleksi Pribadi)

Senin, 03 Desember 2012

EDI SUBAKTIAR : GAGAL SELEKSI DAERAH, RAIH PERINGKAT 1 DUNIA


Inilah pemain muda Indonesia yang berhasil membawa pulang gelar juara dunia bulutangkis yunior 2012. Bersama si cantik Melati Daeva Oktavianti,Obama (nama panggilan Edi) menjuarai nomor ganda campuran. Siapa sangka, Obama yang kini menjadi salah satu pebulutangkis yunior andalan Indonesia baik di nomor ganda putra maupun campuran, dulu menerjuni bulutangkis karena 'kepepet'. Pasalnya, Obama gagal lolos seleksi atlet lari halang rintah di daerahnya. Jadilah ia banting stir menekuni bulutangkis, dan sukses! Tidak tanggung-tanggung, Obama dan Melati Daeva Oktavianti kini menduduki peringkat pertama atlet bulutangkis yunior  internasional! Sementara untuk ganda putra, Obama menduduki peringkat 10 dunia yunior bersama Arya Maulana. 

Obama lahir di Sidoarjo (Jawa Timur), 13 Januari 1994. Remaja gagah bertinggi 181 cm dengan berat 73 kg ini pelahap sate kambing, bakso, martabak manis, dan ayam goreng. Kalau ada waktu, Obama menikmati berkeliling dengan naik motor. Pengagum Taufik Hidayat ini memang penggemar berat sepak bola. Soal musik, Edi sangat suka mendengarkan lagu Ungu yang judulnya Untukmu Selamanya. Ia juga menyukai suara Gita Gutawa dan akting aktor India berwajah tampan, Hrithik Roshan. Obama bercita-cita menjadi pebulutangkis terbaik dunia. Lebih jauh ditanya cita-citanya setelah gantung raket kelak, Obama ingin membuka toko alat-alat olahraga dan membuka gedung bulutangkis, yang memang masih sangat diperlukan di Indonesia. Sebagai pribadi, Obama mengaku pemalu dan pendiam, namun teguh dalam memegang prinsip. Benar-tidaknya, silakan buktikan sendiri lewat email: edysubaktiar@yahoo.co.id

Prestasi:
A. Ganda Campuran
- Juara Dutch Junior 2012
- Juara Banuinvest International Series 2012
- Juara BWF World Junior Championship 2012


B. Ganda Putra
- Juara 2 German Junior 2012
- Juara 2 Banuinvest International Series 2012
- Juara Asian Junior Championship 2012
(MGH/Foto: PB Djarum)

Minggu, 02 Desember 2012

MELATI DAEVA OKTAVIANTI : JUARA DUNIA BULUTANGKIS YUNIOR 2012


Gelar juara dunia bulutangkis yunior nomor ganda campuran kembali direbut Indonesia tahun ini. Kali ini Melati Daeva Oktavianti dan Edi Subaktiar yang mengondol gelar juara setelah mengalahkan duet Indonesia lainnya, Alfian Eko Prasetya dan Shela Devi Aulia. 

Melati Daeva Oktavianti lahir di Serang (Jawa Barat) tanggal 26 Oktober 1994. Melly, begitu dara cantik ini biasa dipanggil, bertinggi berat 168 cm/63 kg. Ia merupakan salah satu atlet bentukan PB Djarum Kudus (Jawa Tengah).  Di waktu luang, Melly suka membaca buku dan mendengarkan kelompok musik idolanya: Yovie & the Nuno, apalagi kalau lagunya Sempat Memiliki. Penikmat cumi goreng tepung ini punya cita-cita menjadi wanita karir apabila tidak berprestasi lagi di arena bulutangkis. Melly mengaku mempunyai sifat sisiplin, bertanggung jawab, dan rajin berdoa. Selain handal di nomor ganda campuran, Melly juga berprestasi di nomor ganda putri bersama pasangannya, Rosyita Eka Putri Sari.

Prestasi 
A. Ganda Campuran:
- Juara Banuinvest International Series 2012
- Juara Dutch Junior 2012 
- Juara BWF World Junior Championships 2012 campuran

B. Ganda Putri:
- Juara German Junior 2012 
(MGH/Foto:Koleksi Pribadi)

Minggu, 07 Oktober 2012

JONATHAN CHRISTIE : 3 MEDALI DARI OLIMPIADE PELAJAR ASIA TENGGARA


Panggil saja ia 'Joe'.  Atlet bulutangkis belia asuhan PB Tangkas Specs ini berhasil meraih 2 medali emas dan 1 perak dalam ajang Olimpiade Pelajar se-Asia Tenggara di Jakarta (2009). Lahir di Jakarta 15 September 1997, si keren ini juga pemain film lho. Aktingnya bisa dicermati di film bertema bulutangkis, 'King'. Di film itu Joe memerankan tokoh Arya. Bagi yang sudah pernah bertemu langsung, putra pasangan Andrea Adi Siswa dan Marlanti Djaja ini dikenal sebagai pribadi yang ramah dan murah senyum. Iapun selalu melayani para penggemarnya dengan sabar. Di lapangan bulutangkis, Joe memag lebih dikenal sebagai atlet tunggal, Namun sebenarnya iapun jago bermain di nomor ganda putra, bahkan sering menggondol gelar juara ganda putra. (MGH/Foto:koleksi Pribadi)