Tampilkan postingan dengan label Surabaya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Surabaya. Tampilkan semua postingan

Selasa, 27 Mei 2014

PEGGY HARTANTO : 2 RANCANGANNYA DI GOLDEN GLOBE 2014


Ada yang istimewa bagi saya dari Golden Globe Awards di Amerika Serikat tahun ini. Pasalnya, 2 aktris Hollywood tampak mengenakan busana karya perancang busana muda Indonesia, Peggy Hartanto (26), dalam rangkaian festival fim televisi paling bergengsi di Amerika Serikat itu. Kedua aktris tersebut, Odette Annable pemeran film seri House, dan Kathleen Robertson, bintang serial Beverly Hills 90210. Odette mengenakan gaun rancangan Peggy saat menghadiri acara InStyle Golden Globe Awards Post-Party. Sementara Kathleen memakai rancangan Peggy dalam acara Anonymous Content dan HBO's Pre-Golden Globe Event. 

Rancangan Peggy yang kontemporer dengan mengambil inspirasi dari budaya Indonesia, memang disukai banyak selebritas Amerika Serikat. Sebut saja aktris Bella Thorne, Lucy Hale, Giuliana Rancic, Janel Parrish, AJ Michalka hingga penyanyi internasional asal Indonesia Anggun, semua pernah memakai rancangan Peggy. Selain di Amerika Serikat, rancangan Peggy dipasarkan di Australia dan Eropa. 

Peggy Hartanto lahir dan besar di Surabaya, adalah lulusan terbaik jurusan fashion design dari Raffles College of Design and Commerce, Sydney (Australia). Beberapa penghargaan di bidang fashion juga diraihnya dari berbagai ajang di negeri Kanguru. Setelah lulus, ia sempat bekerja di rumah mode eksklusif Collette Dinnigan di Sydney sebelum akhirnya memutuskan pulang ke kampung halaman di Surabaya dan membangun labelnya sendiri: Peggy Hartanto, kemudian membuka kantor perwakilan di Hollywood.

Lebih lengkap tentang wanita mungil yang gemar mendengarkan Andien ini bisa lewat email: contact@peggyhartanto.com atau twitter @peggyhartanto. Sebagian koleksinya bisa dilihat di peggyhartanto.com. Sedangkan kantor Peggy di Amerika Serikat: Brooklyn PR, 459 North La Jolla Avenue, West Hollywood, Los Angeles, CA 90048. Mau telefon tinggal tekan +1 323 591 0905. 

Penghargaan:
- Juara 2 Woven Section, The Australian Wool Fashion Awards (2009)
- Juara Kinokuniya Digital Art Price, Kinokuniya (2009)
- Award for Excellence in Fashion Design, Raffles Sydney (2009)
- Juara Woven Section, The Australian Wool Fashion Awards (2010)
- Juara 2 Bridal Section, The Australian Wool Fashion Awards (2010)
- Rosemunt Australian Fashion Week Alumni Prize, Raffles Sydney (2010)
(MGH/Foto: Koleksi Pribadi)

Rabu, 03 April 2013

MIKAEL IFIANTO : IKUT RANCANG MASERATI CHICANE


Penggemar otomotif mana tak kenal Maserati, mobil Italia yang harganya selangit itu. Tentu banyak yang mengagumi mobil berdesain futuristik ini. Tapi dari semua seri yang sudah dikeluarkan Maserati, tentulah Maserati Chicane yang teristimewa. Pasalnya, salah satu perancangnya adalah putra Indonesia asal Surabaya, Mikael Ifianto. Siapakah anak muda ini?

Mikael Ifianto atau diakrabi dengan nama 'Mike', lahir di Surabaya tanggal 22 Agustus 1983. Ia tumbuh dan mengenyam pendidikan di Kota Pahlawan  hingga merampungkan pendidikan di Universitas Petra. Selanjutnya, Mike terbang ke Roma untuk mempelajari ilmu desain transportasi di Instituto Europeo di Design hingga menggondol gelar Master. 

Kini Mike sudah kembali ke Surabaya dan bekerja sebagai Chief Designer di Rannova Indonesia sambil mengajar desain visual di Universitas Ciputra. Toh, sebagai anak muda ia tetap menikmati hidup dengan mengadakan perjalanan ke berbagai tempat di dalam dan luar negeri, kapan saja waktu memungkinkan.(MGH/Foto: Koleksi Pribadi)

Kamis, 28 Maret 2013

HENNY MASPAITELLA : SEKALI BERLARI, LUMPUHKAN 2 PENCOPET


Henny Maspaitella memang dilahirkan untuk menjadi atlet. Dilahirkan dalam keluarga olahragawan, berayah Leonard Maspaitella yang atlet lompat jangkit dan beribu Paulina Sarah Lessil, seorang atlet bola voli. Tak hanya orang tuanya, adik Henny, Loudry, juga atlet bola voli. Henny sendiri sempat menekuni bola voli, basket, hingga sofbol, sebelum kemudian menemukan 'cinta sejatinya' pada atletik, terutama lari. Tak salah juga, karena sejak kecil Henny sudah gemar berlari. Waktu itu, ia lebih sering berlari daripada berjalandi dalam rumahnya. Untungnya, rumah orangtua Henny di Jl. Kawung Surabaya dekat lapangan sepakbola. Di lapangan itulah Henny kecil berlatih lari setiap hari.  

Lourina Henriette Maspaitella demikian nama lengkapnya, menikah dengan sesama atlet atletik, I Wayan Budi Astra. Wanita langsing bertinggi-berat 171 cm/60 kg ini kini menekuni profesi sebagai pelatik atletik di Surabaya dan Sidoarjo (Jawa Timur). Apalagi ia telah mengambil pensiun dini dari Bank Dagang Negara(BDN) untuk total mengabdi pada dunia olahraga yang amat dicintainya. Di waktu senggangnya, Henny gemar membaca buku-buku psikologi. Ini sangat membantu Henny mendekatkan diri dengan anak latihnya. Henny memang menempatkan diri sebagai ibu bagi anak-anak latihnya, jadi teman curhat bahkan soal yang sangat pribadi sekalipun. Toh di saat latihan ia tetap menerapkan ketegasan dan disiplin yang ketat, bahkan cenderung otoriter. 

Di luar prestasinya sebagai pelari cepat, tahun 1998, Henny sempat ramai diberitakan banyak media nasional karena prestasinya yang lain. Waktu itu, Henny yang masih bekerja di BDN di Jakarta sembari menjadi atlet Pelatnas. Suatu hari sepulang bekerja, di bis kota menuju tempat latihannya, Henny dicopet sekelompok pria. Menyadari dompetnya diembat, tanpa pikir panjang, wanita berdarah Ambon ini langsung mengejar hingga turun dari bis kota sambil berteriak. Kebetulan ada seorang polisi yang berada di dekat TKP. Kontan, pak Polisi membantu sang peraih emas SEA Games mengejar para pencopet. Hasilnya, pak Polisi sukses membekuk seorang pencopet dan Henny melumpuhkan....2 pencopet! Sesampai di kantor polisi, Henny membuat tercengang para polisi karena keperkasaannya. Sampai ia sempat disangka intel yang sedang bertugas. Apalagi, waktu itu Henny masih berambut cepak. Dan esoknya, peristiwa ini menjadi berita di berbagai media Tanah Air.

Di balik semua itu, tak banyak yang tahu, Henny sempat keder akan kemungkinan balas dendam komplotan pencopet yang diringkusnya. Maka, selama 2 bulan setelah peristiwa itu ia tak berani naik bis kota dan selalu naik taksi. Setelah pensiun dini dari BDN, Henny dan keluarganya tinggal di kawasan Sidosermo, Surabaya. 

Prestasi:
- Medali emas lari 100 m puteri SEA Games 1979
- Medali emas lari 100 m Kejuaraan Asia Terbuka 1981
- Medali emas lari 200 m Kejuaraan Asia terbuka 1981
(MGH/Foto: Koleksi Pribadi)

Jumat, 11 Januari 2013

MINARTI TIMUR : PERAIH MEDALI OLIMPIADE ITU TERDAMPAR DI MANILA


Sempat menjadi andalan Indonesia di sektor tunggal putri, pebulutangkis asal Surabaya ini makin menjulang prestasinya setelah memperkuat ganda campuran. Kecemerlangan prestasinya stabil meski beberapa kali berganti tandem, mulai Tri Kusharjanto, Bambang Supriyanto, hingga Sandiarto. Bahkan bersama Tri Kus, ia meraih medali perak Olimpiade Sydney (2000).

Minarti Timur alias Jho Ie Min, anak ke-3 dari 4 bersaaudara, lahir di Surabaya tepat 24 Maret 1968. Alumni  SMA Petra Surabaya ini merupakan atlet bulutangkis binaan PB Djarum Kudus (Jawa Tengah). Setelah gantung raket, ia mendirikan Minarti Timur Badminton Hall di Jl. Raya Lontar No.82 Surabaya.  Namun Meme, demikian ia diakrabi, jarang berada di Surabaya. Pasalnya sejak tahun 2003 Meme melatih Timnas bulutangkis Brunei Darussalam hinggga tahun 2005, lalu lanjut melatih di Manila, Filipina hingga kini. 

Uniknya, di Filipina Meme menjadi pelatih pribadi seorang warga Filipina bernama Allbe Benitez. Tak hanya Meme, mantan pebulutangkis putra kita Rudi Wijaya dan sepasang suami-istri dari RRC juga didapuk Allbe menjadi pelatih pribadinya.Mereka mendapat fasilitas rumah dan pembantu dari Allbe plus jalan-jalan ke luar negeri di waktu tertentu. Wah, kaya banget ya, si Allbe! Meme sendiri hingga kini masih menikmati hidup melajang meski tak menutup hati bagi pria yang seiman dengannya. Oh ya, Meme memeluk agama Katholik dan fasih berbahasa Mandarin. 

Prestasi:
A. Tunggal Putri
- Juara Dutch Open 1990

B. Ganda Campuran
- Medali perak Asian Games 1990
- Juara Thailand Open 1994
- Juara Indonesia Open 1995
- Medali emas SEA Games 1995
- Juara The World Badminton Grand Prix 1995
- Juara Singapore Open 1995
- Juara Indonesia Open 1996
- Juara Singapore Open 1996
- Juara Badminton World Cup 1996
- Juara Germany Open 1996
- Juara Malaysia Open 1996
- Juara Indonesia Open 1997
- Juara 2 All England 1997 (bersama Tri Kusharjanto)
- Juara 3 IBF World Championships Glasgow, Skotlandia 1997 (bersama Tri Kusharjanto)
- Juara Thailand Open 1997
- Juara 2 Japan Open 1997
- Juara Indonesia Open 1998
- Juara Singapore Open 1998
- Juara Malaysia Open 1998
- Medali perunggu Asian Games 1998
- Medali perak Olimpiade Sydney, Australia 2000 (bersama Tri Kusharjanto)
- Juara Asian Championships 2000
- Juara Malaysia Open 2000
- Juara Japan Open 2001
- Juara Indonesia Open 2002
(MGH/Foto: Koleksi Pribadi)

Kamis, 03 Januari 2013

ALAN BUDIKUSUMA : SANG PENGANTEN OLIMPIADE


Meski telah lama mundur sebagai atlet bulutangkis, hingga kini nama Alan Budikusuma masih sangat lekat di benak pecinta olahraga, lebih-lebih penggemar bulutangkis. Pada masanya, Alan termasuk salah seorang tunggal putra andalan Indonesia yang malang melintang di berbagai turnamen bulutangkis bergengsi dunia. Di masa jayanya, Alan pernah menduduki peringkat 1 dunia. Puncaknya, Alan meraih medali emas bulutangkis tunggal putra di Olimpiade Barcelona (1992). Kemenangan yang sangat indah karena sang kekasih (saat itu) yang juga ratu bulutangkis dunia,  Susi Susanti, meraih medali emas tunggal putri. Pers dunia kemudian menjuluki mereka: 'Penganten Olimpiade.' 

Alexander Alan Budikusuma Wiratama alias Goei Ren Fang, begitu nama lengkap pria bertinggi 179 cm. Alan lahir di Surabaya tanggal 29 Maret 1968 dan meemluk agama Kristen. Sejak kecil, Alan dan adiknya yang kini bermain bulutangkis di Hong Kong, Yohan Hadikusumo Wiratama, telah diarahkan sang ayah untuk  menekuni bulutangkis. Mulai berlatih sejak kanak-kanak di klub Rajawali Surabaya, tahun 1986 Alan bergabung dengan PB Djarum Kudus. Tak ada yang menduga bocah gemuk yang sangat gemar nonton film itu kelak menjadi juara Olimpiade. Pasalnya, Alan kecil kurang bisa disiplin soal makan, hal yang sangat diperhatikan bagi atlet. Alan memang suka makan, apalagi kalau ketemu makanan favoritnya, rawon. 

Setelah gantung raket di tahun 1996, Alan membuka perusahaan alat-alat bulutangkis Astec bersama sang istri Susi Susanti. Nama Astec sendiri merupakan singkatan dari Alan-Susi Technology. Meski tak lagi bertanding di arena bulutangkis, Alan tetap berjuang untuk bulutangkis Indonesia dengan menyeponsori berbagai turnamen bulutangkis usia dini. Di luar kesibukannya sebagai pengusaha, Alan dikenal sebagai Pak RT di lingkungan tempat tinggalnya di Kelapa Gading, Jakarta Utara. Dari pernikahan mereka, Alan dan Susi telah dikaruniai seorang putri, Lourencia Averina, dan 2 orang putra, Albertus Edward serta Sebastianus Frederick.

Prestasi:
- Juara Dutch Open 1989
- Juara Thailand Open 1989
- Juara Thailand Open 1991
- Juara China Open 1991
- Juara German Open 1992
- Juara Indonesia Open 1993
- Juara Invitasi Piala Dunia 1993
- Medali emas Olimpiade Barcelona, Spanyol, 1992
- Juara Malaysia Open 1995
- Juara Thomas Cup 1996 (bersama Tim Thomas Indonesia)
(MGH/Foto: Inilah)

Kamis, 20 Desember 2012

BIYAN WANAATMADJA : KARYANYA DIPAKAI DI GOSSIP GIRL


Penggemar serial Gossip Girl asal Indonesia bisa jadi makin jatuh hati pada serial yang selalu menyuguhkan pakaian-pakaian indah itu. Pasalnya, salah satu episodenya menampilkan busana rancangan salah seorang perancang busana papan atas kita, Biyan Wanaatmadja dipakai Lily van der Woodsen (Kelly Rutherford). Busana sulaman dengan aksen emas itu merupakan karya terbaru Biyan. 

Biyan Wanaatmadja, sering disebut dengan 'Biyan' saja, lahir di Surabaya, 20 Oktober 1954. Lulus dari London College of Fashion, Inggris, Biyan merintis labelnya di kota kelahirannya, Surabaya. Ia mendirikan labelnya 'Biyan' di tahun 1980. Kini, dari studionya di Jakarta Selatan, Biyan terus melahirkan karya-karyanya yang elegan. Sukses dengan label pertama, pria yang selalu halus dalam tutur kata ini meluncurkan 'Biyan Living' yang berkonsep gaya hidup. Iapun merancang busana pengantin yang dilabeli 'Biyan Bride'.Karya-karya Biyan tak hanya dipasarkan di dalam negeri, tapi juga telah lama dijual di Bergdorf Goodman, pusat perbelanjaan elit di Midtown, Manhattan, New York (Amerika Serikat). Di Indonesia, Biyan memiliki 2 butik di pusat perbelanjaan papan atas Pacific Place dan Plaza Senayan. 

Soal pembawaannya yang selalu kalem dan kadang terksesan santai, kadang membuat 'gemas' teman-teman dekatnya yang menganjurkan Biyan untuk lebih mengubah gayanya menjadi lebih  serba cepat. Tentang ini, Biyan menjawab di facebook pribadinya, "Saya tidak suka bergerak terlalu cepat. Kadang orang berkata pada saya, 'Anda harus bergerak lebih cepat'. Tapi saya percaya kita harus mendengar diri kita sendiri, karena itulah sahabat terbaik kita."  Dua tujuuuu (maksudnya lebih dari setuju!), Pak Biyan!

Mau kontak Biyan atau melihat-lihat koleksinya, silakan lewat web resminya: www.biyan.com.(MGH/Foto: Dian Muljadi)

Minggu, 12 Agustus 2012

TRIANA ITA PURNAMASARI : GURUKU JUARA 2 PANJAT TEBING ASIA


Di media namanya sering disebut dengan 'Tri Ita Purnamasari' atau 'Ita Triana'. Yang jelas nama lengkap dara asal Ponorogo (Jawa Timur) ini adalah Triana Ita Anugrah Purnamasari. Ialah atlet panjat tebing yang turut andil dalam kesuksesan tim panjat tebing putri Indonesia memboyong medali perak nomor speed estafet putri di ajang Asian Beach Games di Haiyang (Cina), Juni lalu. 

Ita, demikian nama panggilannya, berulang tahun setiap tanggal 27 Juni. Lulus dari Universitas Negeri Surabaya, Ita menekuni profesi sebagai guru di samping tetap aktif sebagai atlet panjat tebing nasional. Di luar kedua aktivitas itu, diam-diam Ita juga berbisnis kecil-kecilan, menjual aneka perlengkapan olahraga untuk dewasa dan anak-anak. Soal asmara, dara berjilbab ini juga sudah menemukan tambatan hatinya. Anugrah Panji, begitu nama pria yang beruntung memenangkan hati Ita. (MGH/Foto: Koleksi pribadi)

Kamis, 19 Juli 2012

ALBERT C.SUTANTO : DI BALIK PRESTASI RENANG INDONESIA

Selain bulutangkis dan angkat besi, renang merupakan cabang olahraga yang ditargetkan mendulang emas dari arena Olimpiade London akhir bulan ini. Bukan mimpi di siang bolong mengingat prestasi atlet-atlet renang Indonesia yang semakin cemerlang beberapa tahun belakangan ini. Bahkan di ajang SEA Games lalu para perenang kita tak hanya memborong medali emas namun juga menciptakan beberapa rekor baru. Di balik grafik prestasi renang yang terus meningkat, peran Albert C. Sutanto tak bisa dilupakan. Dialah pelatih timnas renang kita saat ini. Berkat dedikasi dan tangan dinginnya, terbentuklah para 'perenang emas' Indonesia. 

Albert Christiadi Sutanto, jelas bukan orang baru di dunia renang. Ialah mantan atlet renang kelahiran Surabaya, 24 Desember 1975 yang pernah mempersembahkan medali perunggu SEA Games (2003). Albert merupakan putra kedua dari Sanjaya dan Findawati. Hebatnya, kedua saudara Albert juga   mantan atlet renang nasional: Felix C. Sutanto (kakak kembar) dan Hendry C. Sutanto (adik). Setelah mengundurkan diri sebagai atlet, Albert mendirikan klub renang Millenium Aquatic yang berlokasi di Jakarta Pusat. Di sanalah, selain di pelatnas, Albert mendedikasikan dirinya untuk prestasi renang  Indonesia. Tak sebatas melatih, Albert rela menampung bibit atlet berbakat dari luar Jakarta di rumahnya, seperti yang dilakukannya waktu 'menemukan' Siman Sudartawa. (MGH/Foto: Siman Sudartawa)

Senin, 09 Juli 2012

EVI NELIWATI : IBU YANG JAGO PANJAT TEBING

Satu lagi srikandi Indonesia yang sukses mempersembahkan medali dari ajang SEA Games 2011 lalu. Evi Neliwati berhasil membawa pulang medali perak panjat tebing putri nomor speed world record. Evi hanya kalah cepat dari sesama atlet Indonesia, Tita Supita. Bulan lalu, Evi kembali meraih sukses dalam Asian Beach Games yang diadakan di Haiyang (Cina). Evi berhasil membawa pulang medali perunggu untuk nomor speed putri serta speed estafet putri bersama Tita Supita dan Triana Ita Purnama.

Evi menikah dengan Jockho Ook dan telah dikaruniai seorang putra yang lucu, Abdillah Tajusa (biasa dipanggil Abi). Wanita  asal Lubuklinggau (Sumatera Barat) ini kini tinggal di Surabaya.(MGH/Foto:Koleksi pribadi) 

Selasa, 29 Mei 2012

SERAFI ANELIES UNANI : EMAS SANG DEBUTAN


Dara kelahiran 1 Januari 1989 ini menyumbang satu medali emas di SEA Games XXVI di Palembang tahun lalu untuk nomor lari 100 meter putri. Prestasi yang membangggakan, apalagi itu merupakan perjuangan pertamanya di SEA Games. Dan Serafi mempersembahkan kemenangannya untuk orangtua, terutama sang ayah yang saat itu berulang tahun. 

Mau tahu kunci suksesnya? Tetap berjuang walaupun kesempatan yang ada sangat sedikit dan terus berdoa, begitu yang diungkap mahasiswi Fakultas Hukum Universitas Surabaya (Ubaya) ini. 

Serafi sendiri telah tekun berlatih lari sejak berumur 9 tahun. Ia memang sudah menyukai lari sejak masih anak-anak. Kecintaannya ini menumbuhkan motivasi yang kuat untuk terus berlatih keras dan fokus. Hasilnya, Serafi menjadi wanita yang tercepat di Asia Tenggara untuk lari nomor 100 meter!  Kini, di samping kesibukannya sebagai atlet dan mahasiswi, Serafi berbisnis pakaian beesama teman-temannya. Yang istimewa, pakaiannya memakai bahan kain batik Papua dan hanya dibuat satu desain untuk satu pemesan. Jadi, harus pesan dulu ya. (MGH/Foto:Koleksi Pribadi)