Tampilkan postingan dengan label peraih emas SEA Games. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label peraih emas SEA Games. Tampilkan semua postingan

Minggu, 22 Juni 2014

NOVIA NURAINI : EMAS SEA GAMES SRIKANDI MUDA


Inilah salah satu srikandi andalan Indonesia di banyak kejuaraan internasional. Novia Nuraini dilahirkan tepat hari ke-24 bulan November tahun 1990 dari pasangan Agus Subijanto dengan Tri Yuli Ariantini. Meskipun mengharumkan nama bangsa lewat cabang olahraga panahan, dara berlesung pipit ini juga alumna D1 ITS jurusan komputer aplikasi bisnis. Tak hanya mampu meraih emas di nomor perorangan, ia juga telah mempersembahkan medali emas SEA Games nomor beregu putri bersama Safitri Eka Yuliani dan Ika Yuliana.

Prestasi:
- Medali emas panahan perorangan putri nomor recurve SEA Games Vientiane 2009
- Medali emas panahan beregu putri nomor recurve SEA Games Palembang 2011
(MGH/Foto:rcherz)

Sabtu, 21 Juni 2014

ARDIANSYAH : DULUNYA SAKIT-SAKITAN


Ketangguhannya telah berkali-kali teruji, tak hanya di arena gulat namun juga di kehidupan nyata bahkan sejak ia masih kecil. Ketika usianya baru 2 tahun, Yayan (nama panggilan Ardiansyah) sakit patah hingga tak bisa bicara. Meski kedua orangtuanya Edi Darma dan Nurhasanah sudah membawa Yayan ke RSU Samarinda, namun Yayan tak kunjug sembuh. Untunglah lewat salah seorang tetangga yang mempunyai keahlian pengobatan alternatif, Yayan bisa sembuh. Meski demikian, Yayan kecil sakit-sakitan hingga disisihkan teman-temannya. 

Keadaan berubah setelah Yayan menekuni olahraga gulat. Tidak hanya jadi jauh dari segala penyakit, Yayan mampu berprestasi hingga tingkat internasional. Tak hanya puja-puji, banyak yang mendekati ingin jadi temannya. Tetap, cobaan datang menguji Yayan. 

Tahun 2008, anak ke-3 dari  bersaudara ini menjadi korban penipuan hingga hampir seluruh uang bonus prestasinya raib. Gagallah rencana Yayan membangun rumah untuk orangtuanya. Toh ia tetap membiayai kedua orangtua menunaikan ibadah haji. Yayan memang anak berbakti. Dalam situasi apapun, ia selalu meminta restu orangtuanya walaupun hanya bisa lewat telefon. Begitu pula bila ia akan bertanding, termasuk saat di luar negeri. 

Tahun 2013 Yayan dan keluarganya mendapat 2 cobaan besar. Pertama rumah Orangtua Yayan di Samarinda ludes dilalap si jago merah. Cobaan kedua terjadi ketika Yayan yang sedang mengendarai sepeda motornya tanpa sengaja menciprati pengguna jalan lain. Saat itu memang habis hujan dan Yayan yang sedang terburu-buru akan menghadiri pembukaan pekan olahraga daerah tanpa sadar menerobos genangan air. Akibatnya, pengguna jalan yang tidak terima terciprat air dari motor Yayan langsung mengeroyok Yayan dibantu teman-temannya. Yayan luka cukup parah hingga sulit berbicara. Yang patut diacungi jempol, bukannya membalas dengan cara preman, Yayan memilih menyelesaikan kasus main hakim sendiri tersebut dengan jalur hukum dengan melaporkannya pada pihak berwajib.

Meskipun Yayan dan keluarganya bermukim di Samarinda (Kalimantan Timur), namun sejatinya ia lahir di Sorong (Papua) tanggal 19 September 1983. Yang juga menarik, kelima saudara kandung Yayan menekuni olahraga gulat dan berhasil menjadi pegulat-pegulat berprestasi nasional dan internasional, termasuk 2 saudara perempuannya. Ardiansyah adalah kakak kandung pegulat kaliber dunia Muhammad Aliansyah.

Prestasi:
- Medali emas gulat gaya romawi 50 kg putra SEA Games Vientiane 2009
- Medali perak gulat gaya romawi 50 kg putra SEA Games Palembang 2011
(MGH/Foto: Antara)

Senin, 29 April 2013

FERINANTO : SENIOR YANG TETAP DIANDALKAN


Sepuluh tahun yang lalu, pembalap sepeda asal Madiun (Jawa Timur) ini mempersembahkan medali emas nomor kriterium SEA Games Vietnam (2003). Dengan sportif Feri, begitu nama sapaannya mengakui, ia mustahil meraih juara tanpa dukungan 2 rekan senegaranya yang juga bertanding di nomor yang sama, Suwandra dan Ryan Ariehan. 

Sepuluh tahun berlalu, Feri tetap menjadi salah satu pembalap andalan Indonesia. Alumnus SMAN 3 Madiun ini bahkan masih akan membela Indonesia di SEA Games akhir tahun ini. Meski sudah tergolong senior, pembalap bernama legkap Ferinanto Ngadenan ini optimis mampu berprestasi maksimal meski harus bersaing dengan para pembalap terbaik Asia Tenggara lain yang lebih muda.(MGH/Foto: Koleksi Pribadi)

Selasa, 02 April 2013

IRENE TRUITJE JOSEPH : PERAIH EMAS YANG TERGANJAL CEDERA


Irene Truitje Yoseph, salah seorang pelari cepat Indonesia yang telah mengukir prestasi di tingkat internasional. Dara asal Maluku ini merupakan peraih medali emas 100 meter putri SEA Games Brunei Darussalam (1999) dan medali perunggu  100 meter putri SEA Games Bangkok (2007). Sayang, prestasi wanita bertinggi 163 cm dengan berat 52 kg ini menurun setelah menderita cedera di tahun 2002. Sejak itu, Irene menjadi rentan cedera dan karirnya sebagai pelaripun tersendat. Irene lahir tanggal 14 Oktober 1981. (MGH/Foto: Antara)

Kamis, 28 Maret 2013

HENNY MASPAITELLA : SEKALI BERLARI, LUMPUHKAN 2 PENCOPET


Henny Maspaitella memang dilahirkan untuk menjadi atlet. Dilahirkan dalam keluarga olahragawan, berayah Leonard Maspaitella yang atlet lompat jangkit dan beribu Paulina Sarah Lessil, seorang atlet bola voli. Tak hanya orang tuanya, adik Henny, Loudry, juga atlet bola voli. Henny sendiri sempat menekuni bola voli, basket, hingga sofbol, sebelum kemudian menemukan 'cinta sejatinya' pada atletik, terutama lari. Tak salah juga, karena sejak kecil Henny sudah gemar berlari. Waktu itu, ia lebih sering berlari daripada berjalandi dalam rumahnya. Untungnya, rumah orangtua Henny di Jl. Kawung Surabaya dekat lapangan sepakbola. Di lapangan itulah Henny kecil berlatih lari setiap hari.  

Lourina Henriette Maspaitella demikian nama lengkapnya, menikah dengan sesama atlet atletik, I Wayan Budi Astra. Wanita langsing bertinggi-berat 171 cm/60 kg ini kini menekuni profesi sebagai pelatik atletik di Surabaya dan Sidoarjo (Jawa Timur). Apalagi ia telah mengambil pensiun dini dari Bank Dagang Negara(BDN) untuk total mengabdi pada dunia olahraga yang amat dicintainya. Di waktu senggangnya, Henny gemar membaca buku-buku psikologi. Ini sangat membantu Henny mendekatkan diri dengan anak latihnya. Henny memang menempatkan diri sebagai ibu bagi anak-anak latihnya, jadi teman curhat bahkan soal yang sangat pribadi sekalipun. Toh di saat latihan ia tetap menerapkan ketegasan dan disiplin yang ketat, bahkan cenderung otoriter. 

Di luar prestasinya sebagai pelari cepat, tahun 1998, Henny sempat ramai diberitakan banyak media nasional karena prestasinya yang lain. Waktu itu, Henny yang masih bekerja di BDN di Jakarta sembari menjadi atlet Pelatnas. Suatu hari sepulang bekerja, di bis kota menuju tempat latihannya, Henny dicopet sekelompok pria. Menyadari dompetnya diembat, tanpa pikir panjang, wanita berdarah Ambon ini langsung mengejar hingga turun dari bis kota sambil berteriak. Kebetulan ada seorang polisi yang berada di dekat TKP. Kontan, pak Polisi membantu sang peraih emas SEA Games mengejar para pencopet. Hasilnya, pak Polisi sukses membekuk seorang pencopet dan Henny melumpuhkan....2 pencopet! Sesampai di kantor polisi, Henny membuat tercengang para polisi karena keperkasaannya. Sampai ia sempat disangka intel yang sedang bertugas. Apalagi, waktu itu Henny masih berambut cepak. Dan esoknya, peristiwa ini menjadi berita di berbagai media Tanah Air.

Di balik semua itu, tak banyak yang tahu, Henny sempat keder akan kemungkinan balas dendam komplotan pencopet yang diringkusnya. Maka, selama 2 bulan setelah peristiwa itu ia tak berani naik bis kota dan selalu naik taksi. Setelah pensiun dini dari BDN, Henny dan keluarganya tinggal di kawasan Sidosermo, Surabaya. 

Prestasi:
- Medali emas lari 100 m puteri SEA Games 1979
- Medali emas lari 100 m Kejuaraan Asia Terbuka 1981
- Medali emas lari 200 m Kejuaraan Asia terbuka 1981
(MGH/Foto: Koleksi Pribadi)

Jumat, 21 Desember 2012

MISDAN YUNIP : 3 EMAS + REKOR ANGKAT BESI SEA GAMES

Lewat olahraga angkat besi, Misdan Yunip berhasil meraih 3 kali menjadi juara angkat besi kelas 69 kg putra SEA Games. Ia bahkan pernah memegang rekor SEA Games di kelas tersebut. Misdan yang akrab dipanggil 'Ucok' merupakan salah satu atlet gemblengan Padepokan Gajah Lampung di Pringsewu (Lampung). Dari angkat besi pula Ucok bisa membangun rumah yang cukup mentereng di kampungnya, membeli sawah, dan kebun bagi keluarganya. Lebih dari itu, Ucok tak perlu pusing memikirkan nasibnya bila kelak tak lagi aktif di arena angkat besi. Pasalnya, aah seorang putra ini telah diterima bekerja sebagai PNS. Kesuksesan Ucok ini memotivasi para orangtua di desanya untuk mendorong putra-putri mereka menekuni olahraga angkat besi. 

Nama Misdan Yunip juga pernqah menghiasi berbagai media olahraga menjelaqng Olimpiade Athena (2008). Kala itu, pemilik Padepokan Gajah Lampung, Imron Rosadi protes pada PABBSI atas dugaan manipulasi data prestasi atlet yang mebuat 2 atlet, salah satunya Misdan Yunip, tercoret dari kontingen angkat besi ke Olimpiade.(MGH)

Sabtu, 28 Juli 2012

TRIYA NINGSIH : TOLAK TAWARAN 2 KEWARGANEGARAAN


Kecil-kecil cabe rawit, biar kecil prestasi melangit. Begitulah pelari jarak jauh Indonesia yang sedang berlaga di Oimpiade, Triya Ningsih. Dengan tinggi 146 cm dan berat 37 cm, prestasinya melampaui atlet-atlet lain yang berpostur lebih menjulang. Ialah pemegang rekor lari 10.000 meter SEA Games dengan catatan waktu 32 menit 49,47 detik, mengoreksi rekor lama juga atas nama pelari Indonesia Supriati Sutono yang telah bertahan selama 8 tahun! Kalau Sahabat menyaksikan upacara pembukaan Olimpiade Subuh tadi (waktu Indonesia), sosok dara mungil ini direkam kamera berada di barisan terdepan bersama beberapa atlet wanita Indonesia lain dengan seragam kebaya merah. 

Lahir 15 Mei 1987, putri pasangan petani alm. Iyas Saderi dan Ngatiyateni ini mengasah bakat berlarinya di klub Lokomotif milik PT Kereta Api Indonesia (KAI) di Solo. Siapa sangka, awalnya ia tak berminat menjadi atlet lari meski sang kakak, Ruwiyati, merupakan atlet lari nasional yang disegani. Untung ada Alwi Mugiyanto, pelatih Ruwiyati yang yakin Triya berbakat menjadi pelari. Alwi terus membujuk Triya agar bersedia mengikuti jejak sang kakak menekuni olahraga lari. Tak hanya itu tantangan yang dihadapi Alwi. Para pengamat olahragapun mencibir Triya yang dianggap tidak cocok menjadi atlet. Terbukti, keyakinan dan kegigihan Alwilah yang tepat. Bahkan karena prestasinya yang mengagumkan di tingkat Asia, Triya pernah mendapat tawaran kewarganegaraan dari Malaysia dan Brunei Darussalam. Jawabannya, sudah kita ketahui. Hingga kini Triyatetap berjuang membela Merah Putih di arena atletik. 

Tak hanya mengandalkan bakat, Triyaberlatih keras dan disiplin. Untuk menjaga performanya, dara ini berlari 10-35 km/hari 6 hari, kecuali hari Minggu.Target latihannya perminggu  berlari 210 - 250 km! Tak hanya itu, Triya hanya makan ikan, sayur mayur, dan  beras merah yang hanya ada di Indonesia. Ia berpantang makan makanan berminyak, daging, dan minum es. Sehari-hari Triyaningsih bekerja sebagai PNS di Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora). 

Selain bakat, semangat juang menjadi nilai tambah Triya. Ini ditunjukkan antara lain saat berlomba di nomor lari maraton SEA Games tahun lalu. Triya memilih menyembunyikan cedera yang didapatnya sejak bertanding di nomor 5.000 meter agar tetap diturunkan di nomor maraton. Hasilnya berbuah emas di setiap nomor yang diikutinya. Padahal belakangan ia mengaku, kalau saja tak ada penonton, ia pasti berlari sambil meringis kesakitan. "Tapi karena ada penonton, jadi saya tahan sakitnya dan berlari sambil tersenyum," tutur wanita kuat ini. 

Meski bertanding di cabang yang relatif lebih menguras tenaga, Triya memilih tetap berpuasa selama Olimpiade. Ia berharap bisa memperbaiki catatan waktu dalam Olimpiade ini. Untuk menghadapi Olimpiade, ia telah mempersiapkan diri secara khusus di kawasan pegunungan Pengalengan di Bandung. 

Prestasi:
- Medali emas maraton putri Brunei Darussalam (2005)
- Medali emas maraton putri Penang, Malaysia (2005)
- Medali emas maraton putri Singapura (2006)
- Medali emas maraton putri Muangthai (2006)
- Medali emas lari 5.000 meter putri SEA Games Muangthai (2007)
- Medali emas lari 10.000 meter putri SEA Games XXV Laos (2009)
- Medali emas lari 5.000 meter putri SEA Games XXV Laos (2009)
- Medali emas lari 10.000 meter putri SEA Games Palembang (2011)
- Medali emas lari 5.000 meter putri SEA Games Palembang (2011)
- Medali emas maraton putri SEA Games Palembang (2011)
(MGH/Foto: Koleksi Pribadi)

Selasa, 24 Juli 2012

RICHARD SAM BERA : ANEKA REKOR RENANG INTERNASIONAL


Tak hanya prestasi yang telah diukirnya di berbagai kejuaraan renang internasional, namun juga sejarah. Di ajang olahraga terakbar se-Asia Tenggara, SEA Games, Richard tercatat sebagai pemegang rekor renang 100 meter perorangan putra. Richard pulalah perenang yang memegang rekor paling sering memenangkan medali emas SEA Games. Ia juga membukukan rekor renang 100 meter perorangan putra dalam ajang kejuaraan antar mahasiswa di Amerika Serikat saat kuliah di negeri Obama itu. Richard juga 4 kali meraih penghargaan All-American Divisi 1 NCAA . 

Richard lahir di Jakarta, 19 Desember 1971, meraih gelar Bachelor of Science di bidang politik dan ekonomi dari Arizona State University. Kini ia bekerja sebagai Editor-in-Chief majalah FHM Indonesia dan Men's Fitness Indonesia sembari menulis artikel kesehatan untuk website ghiboo.com Di waktu luangnya, Richard rajin mengikuti kejuaraan triathlon di berbagai negara, termasuk tingkat dunia! Namun dunia renang tentu tak dilupakannya. bersama sesama mantan perenang Albert C. Sutanto, Richard mendirikan klub renang Millenium Aquatic Club yang berlokasi di Cikini, Jakarta Pusat. Richard juga menggemari olahraga sepakbola dan bersepeda. Ia bahkan bisa ditemui setiap pukul 5 pagi, bersepeda sepanjang jalan Sudirman, Jakarta. Untuk kalangan dekatnya, Richard juga biasa dipanggil Icad. 

Prestasi:
- Medali emas 100 meter perorangan putra SEA Games (1989)
- Medali perunggu 100 meter perorangan putra Asian Games, Beijing (1990)
- Medali emas 100 meter perorangan putra SEA Games (1991)
- Medali emas 100 meter perorangan putra SEA Games (1995)
- Medali emas 50 meter perorangan putra SEA Games (1995)
- Medali emas 100 meter perorangan putra SEA Games (1997)
- Medali emas 50 meter perorangan putra SEA Games (1997)
- Medali emas 100 meter perorangan putra SEA Games (1999)
- Medali emas 50 meter perorangan putra SEA Games (1999)
- medali perak 50 meter perorangan putra, World Swimming Championship, Hongkong (2000)
- Medali emas 100 meter perorangan putra SEA Games (2001)
- Medali emas 100 meter perorangan putra SEA Games(2005)
(MGH/Foto: Koleksi Pribadi)