Tampilkan postingan dengan label peraih medali emas SEA Games. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label peraih medali emas SEA Games. Tampilkan semua postingan

Minggu, 13 Juli 2014

POPO ARIO SEJATI : TERBUKTI JUARA SEJATI


Pembalap sepeda ini sempat kehilangan kepercayaan diri saat gagal merebut medali emas di SEA Games Palembang 2011. Pasalnya waktu itu, rantai sepedanya copot saat sedang berpacu. Berkat motivasi sang pelatih Oki Respati dan orang-orang dekatnya, Popo kembali bangkit dan membuktikan ia juara sejati dengan memenangkan Kejuaraan Balap Sepeda Asia tahun lalu. Tentu, di nomor yang adi spesialisasinya, down hill putra. Popo kadang disebut dengan Popo Sejati saja, berulang tahun setiap tanggal 24 Juli. 

Prestasi:
- Medali emas SEA Games Vientiane 2009
- Juara the Asian Mountain Bike Continental Championships 2013
(MGH/Foto: Fan Page)



Sabtu, 14 Juni 2014

SANDY GUMULYA : GANTUNG RAKET DEMI KEHAMILAN KEDUA


Tubuhnya memang terbilang mungil untuk ukuran olahragawati dengan tinggi-berat 161 cm/54 kg. Tapi justru dengan tubuh mungil itulah ia lincah bergerak mengejar bola. Ya, dialah Sandy Gumulya petenis senior kebanggaan Indonesia. Mulai menerjuni tenis profesional sejak usia 14 tahun, prestasinya makin mantap di bawah arahan pelatih Suzanna Anggarkusuma yang juga mantan petenis nasional. 

Maria Fransisca Sandy Gumulya lahir di Jakarta tepat 2 April 1986 sebagai putri dari Rudy Gumulya dan Siantiningsih. Adiknya, Beatrice, juga petenis profesional. Selain tenis, Sandy juga menggemari renang dan basket. Meskipun berkarir sebagai petenis profesional, alumna Universitas Tarumanagara ini juga bekerja kantoran di Bank Sumatera Selatan, Bangka Belitung. 

Wanita cantik ini menikah dengan petenis Armendio Anggara pada 2012 lalu tapi sedihnya keguguran anak pertama setahun kemudian. Kini, Sandy sedang mengandung anak kedua dan  belajar dari pengalaman keguguran sebelumnya, ia lebih berhati-hati. Sandy bahkan memutuskan istirahat total sebagai petenis. Toh, ia tak bisa total meninggalkan tenis. Sejak awal bulan ini Sandy aktif sebagai panitia turnamen tenis putri internasional di Solo yang berlangsung hingga hari ini. Sandypun belum tahu apakah ia akan kembali ke lapangan tenis setelah melahirkan atau gantung raket permanen. Pokoknya, semoga selalu sehat dan lancar proses bersalinnya nanti. Sandy Gumulya bisa disapa di Twitter: @Sandy_Gumulya. 

Prestasi:
- Juara tunggal putri ITF Circuit Manila 2003
- Juara 2 ganda putri ITF Circuit Jakarta 2003 (bersama Septi Mende)
- Medali perak beregu putri Afro-Asian Games Hyderabad, India 2003
- Medali perunggu tunggal putri Afro-Asian Games Hyderabad, India 2003
- Juara 2 ganda putri ITF Circuit Balikpapan 2004 (bersama Pichittra Thongdach/Muangthai)
- Juara 2 tunggal putri ITF Circuit Jakarta 2004
- Juara 2 tunggal putri ITF Circuit Jakarta 2004
- Juara tunggal putri ITF Circuit Jakarta 2004
- Juara tunggal putri ITF Circuit New Delhi 2006
- Juara tunggal putri ITF Circuit Jakarta 2006
- Juara 2 ganda putri ITF Circuit New Delhi, India 2006 (bersama Pichittra Thongdach)
- Juara 2 ganda putri ITF Circuit Tarakan 2006 (bersama Septi Mende)
- Juara 2 ganda putri ITF Circuit Jakarta 2006 (bersama Lavinia Tananta)
- Juara tunggal putri ITF Circuit Hyderabad, India 2007
- Juara 2 tunggal putri ITF Circuit Balikpapan 2007
- Juara 2  tunggal putri ITF Circuit Traralgon, Australia 2007
- Juara tunggal putri ITF Circuit Pune, India 2007
- Medali emas tunggal putri SEA Games Muangthai 2007
- Medali perak ganda putri SEA Games Muangthai 2007 (bersama Romana Tedjakusuma)  
- Medali perak beregu putri SEA Games Muangthai 2007
- Juara tunggal putri ITF Circuit Solo 2008
- Juara ganda putri ITF Circuit Balikpapan 2008 (bersama Lavinia Tananta)
- Juara 2 tunggal putri ITF Circuit Jakarta 2008
- Juara 2 ganda putri ITF Circuit Surakarta 2008 (bersama Lavinia Tananta)
- Juara tunggal putri ITF Circuit Augusta, Amerika Serikat 2008
- Medali perak beregu putri SEA Games Vientiane 2009
- Medali perak ganda putri SEA Games Vientiane 2009
- Juara tunggal putri ITF Circuit Jakarta 2010
- Juara ganda putri ITF Circuit Jakarta 2010 (bersama Moe Kawatoko/Jepang)
- Juara ganda putri ITF Circuit Kuching, Malaysia 2010 (bersama Sabina Sharipova/Uzbekistan)
- Juara tunggal putri  ITF Circuit Jakarta 2010
- Juara 2 tunggal putri  ITF Circuit Kuching, Malaysia 2010
- Juara tunggal putri  ITF Circuit Surabaya 2011
- Juara 2 ganda putri ITF Circuit Surabaya 2011 (bersama Cynthia Melita)
(MGH/Foto: Armendio Anggara)

Jumat, 13 Juni 2014

FAHRIANSYAH : TERLAMBAT TAPI JUARA


Hari ini kita kembali berkenalan dengan pegulat yang telah mengharumkan nama bangsa di tingkat internasional. Fahriansyah adalah peraih medali emas gulat kelas bebas 66-74 kg putra SEA Games Vientiane 2009. Ialah putra ketujuh dari 9 bersaudara anak Ishak dengan Siti Aisyiah yang lahir di Tapin (Kalimantan Selatan), 26 November 1987. 

Alumnus Universitas Negeri Jakarta jurusan Ilmu Keolahragaan ini baru menekuni gulat saat usianya sudah 15 tahun. Agak terlambat untuk ukuran olahragawan. Toh ayah satu anak ini mampu berprestasi di tingkat internasional. 

Prestasi:
- Medali emas gulat kelas bebas 74 kg putra SEA Games Muangthai 2007.
- Medali emas gulat kelas bebas 74 kg putra SEA Games Vientiane 2009.
- Medali perak gulat kelas bebas 74 kg putra SEA Games Palembang 2011.
- Medali emas gulat kelas bebas 84 kg putra SEA Games Myanmar 2013.
(MGH/Foto: Palembang News)

Rabu, 11 Juni 2014

MERY WANDRA : PETARUNG YANG LEMBUT HATI


Menekuni olahraga 'keras' seperti taekwondo tak berarti tidak punya sisi manis. Lihat saja Mery Wandra, taekwondoin kebanggaan Indonesia. Melihat ketangguhannya saat berlaga di arena mungkin tak mengira ia sebenarnya lembut hati. Intip saja gadgetnya. Game kesukaannya saja Pet Society karena ia memang penyayang binatang. Nah benar kan, Mery sebenarnya lembut hati. Soal pendidikan, pemuda asal Padang (Sumatra Barat) kelahiran 19 Juni 1987 ini menamatkan pendidikan formal terakhirnya dari Universitas Budi Luhur, Jakarta. 

Prestasi:
- Medali emas kelas 63 kg Hwarang Championships Korea Selatan 2004
- Medali emas kelas bantam SEA Games Vientiane 2009 
- Medali emas kelas bantam SEA Games Palembang 2011
(MGH/Foto: Koleksi Pribadi)

Senin, 09 Juni 2014

RYAN ARIEHAAN : LANGGANAN EMAS SEA GAMES


Alumnus PAAP Unpad ini adalah pembalap sepeda putra andalan Indonesia di berbagai kejuaraan internasional. Dan Ryan telah membuktikan tidak menyia-nyiakan kepercayaan bangsanya. Lima kali membela Merah Putih di ajang SEA Games, 5 kali pula ia sukses mengibarkan Sang Dwi Warna dan membawa pulang medali emas. Hanya di SEA Games 2013 Ryan absen menyumbang medali emas karena terpaksa mundur dari Pelatnas untuk menjaga anaknya yang sakit. 

Ryan lahir di Garut (Jawa Barat), di hari ke-4 bulan Maret tahun 1979. Pria beragama Islam ini telah menikah dengan mojang geulis yang juga asli Garut, Atieh Rcd. Dari pernikahan mereka, pasangan berbahagia ini telah dikaruniai 2 putra yang sehat dan menggemaskan: Rasya Syafa Ariehaan dan Arayan Ariehaan. Meskipun sering berjauhan dengan keluarga karena tugasnya sebagai olahragawan, Ryan menanamkan pendidikan Islam sejak dini pada kedua buah hatinya. 

Prestasi:
- Medali emas road race beregu putra SEA Games Vietnam 2003
- Medali emas road race beregu putra SEA Games Filipina 2005
- Medali emas road race SEA Games Muangthai 2007
- Medali emas nomor 40 km ITT SEA Games Vientiane 2009
- Medali emas nomor 180 km road race beregu putra SEA Games Palembang 2011(MGH/Foto: Koleksi Pribadi)

Jumat, 06 Juni 2014

MUHAMMAD ALIANSYAH : KELUARGA PEGULAT DARI KAMPUNG PEGULAT


Menilik latar belakang pegulat berprestasi internasional ini, memang cukup menarik. Bagaimana tidak, dari 6 saudara kandungnya semua menekuni olahraga gulat. Lima kakaknya: Rudiansyah, Badriansyah, Ardiansyah, Komariah, dan Dewi Ulfah adalah pegulat-pegulat nasional. Dari mereka berlima hanya Komariah yang belum pernah berlaga di SEA Games. Tak heran adik bungsu merekapun tertarik menjadi pegulat dan kini sedang berjuang di tingkat yunior. 

Lebih unik lagi, cucu purnawirawan TNI ini lahir dan dibesarkan di Jl. Abul Hasan Gg. 10 yang merupakan kampung para pegulat Kalimantan Timur. Hampir semua pegulat andalan Kaltim lahir dan tumbuh di gang tersebut. Mereka bertetangga, saling kenal, tumbuh, dan berprestasi bersama. Dari gang itu pula sebagian pegulat nasional Indonesia berasal. Aliansyah adalah putra ke-6 pasangan Darmansyah dan Rubiah. Sedihnya, banyak rumah di kampung pegulat itu ludes dalam kebakaran tahun lalu. Rumah orang tua Aliansyah termasuk yang terbakar habis, berikut medali-medali putra-putrinya. Musibah yang sama menimpa rumah para pegulat di kawasan itu. Musibah itu terjadi kala Aliansyah berada di Jakarta untuk persiapan SEA Games dan baru bisa pulang ke Samarinda seusai SEA Games. 

Sebagai pegulat Aliansyah telah mempersembahkan untuk Indonesia medali perak gaya Grego kelas 60 kg SEA Games 2009 dan medali emas SEA Games 2011 dari gaya yang sama. (MGH/Foto: Antara)

Selasa, 03 Juni 2014

DEWA AYU ARI PRATIWI : KORBANKAN PENDIDIKAN DEMI PRESTASI


Totalitasnya dalam menekuni beladiri asli Indonesia, pencak silat, jelas tak diragukan lagi. Putri Bali ini memutuskan tidak lanjut pendidikan ke tingkat perguruan tinggi selepas SMA. Latihan pencak silat jadi fokus sepenuhnya. Kerja keras, ketekunan, dan pengorbanannya berbuah gelar Juara Dunia Pencak Silat nomor seni tunggal putri tahun 2012 dalam Kejuaraan Dunia di Chiang Mai (Muangthai). Setahun kemudian, sulung dari 3 bersaudara ini kembali sukses menyumbangkan medali emas dari ajang SEA Games di Palembang, juga dari nomor seni tunggal putri. Semoga makin berjaya di kejuaraan-kejuaraan  internasional berikutnya.(MGH/Foto: Naskleeeng)

Rabu, 15 Mei 2013

JONATHAN SIANTURI : 5 MEDALI EMAS DI TENGAH CEDERA


Pecinta senam Indonesia pasti akan langsung teringat Jonathan Sianturi apabila ditanya siapa pesenam putra legendaris negeri ini. Tak hanya prestasinya yang belum ada tertandingi pesenam putra lain di Indonesia hingga saat ini, Jonathan juga memiliki semangat dan dedikasi yang mengagumkan. Ini antara lain ditunjukkannya dalam SEA Games 1997. Meski sedang menderita cedera, Jonathan berhasil mempersembahkan 5 medali emas! Sepanjang karirnya sebagai pesenam, Jonathan memenangkan 14 medali emas SEA Games dan 2 medali emas Commonwealth Games. 

Pria bernama lengkap Jonathan Mangiring Sianturi adalah putra ke-4 pasangan Oloan Sianturi dan Samaria Simamora. Jonathan lahir di Jakarta tahun 1972. Kedua orangtuanyalah yang paling berperan hingga Jonathan menjadi legenda senam Indonesia. Berawal dari sang ayah yang mengajak Jonathan kecil melihat latihan senam di stadion hingga Jonathan tertarik ikut berlatih senam. Namun dalam waktu singkat, Jonathan sudah bosan dan enggan berlatih senam lagi. Tak putus asa, kedua orangtuanya terus membujuk agar Jonathan mau kembali berlatih senam. Salah satunya, dengan membelikan mobil-mobilan. Tak sia-sia. Jonathan mau berlatih senam lagi bahkan prestasinya makin cemerlang hingga bergabung dengan Pelatnas saat usianya baru 14 tahun.

Ayah 3 putrin ini mundur sebagai atlet di tahun 2004 dan beralih menjadi pelatih senam putra Pelatnas hingga kini, di samping aktif sebagai pengurus Pusat Persatuan Senam Indonesia. Harapannya kini, anak-anak latihnya mampu berprestasi melebihi dirinya di masa jaya dulu. (MGH/Foto: Kompas)

Senin, 08 April 2013

BUAMIN : PEMBALAP SENIOR YANG RENDAH HATI


Tergolong atlet senior di cabang balap sepeda BMX, B uamin atau Abuamintetap mampu bersaing dengan atlet-atket yang jauh lebih muda. Bersama yuniornya, Toni Syarifudin, Buamin merupakan pembalap BMX putra andalan Indonesia. Dalam berbagai kejuaraan balap BMX, Buamin dan Toni saling susul menyusul di posisi terdepan. Namun pada SEA Games 2011 lalu di Palembang, Toni harus mengakui kecepatan seniornya. Ia harus puas membawa pulang medali perak, sementara medali emas balap sepeda BMX putra dikantongi Buamin. Namun Buamin tetap rendah hati dengan mengatakan, kemenangannya diraih berkat pelatih dan teman-teman setimnya. Pembalap senior ini lahir di Jakarta tanggal 7 Juli 1987. (MGH/Foto: Koleksi Pribadi)

Sabtu, 30 Maret 2013

CAROLINA RIEUWPASSA : SPRINTER PUTRI ASIA TERBAIK DI KOLN


Di tahun 1970-an, Indonesia memiliki pelari cepat (sprinter) wanita handal yang mampu berprestasi di tingkat antar-bangsa. Ialah wanita asal Sulawesi Selatan, Carolina Rieuwpassa atau biasa disapa dengan nama Nina. Masuk 3 besar di Asian Games tahun 1970, Nina melesat menjadi pelari cepat Asia terbaik dalam pelatihan di Koln (Jerman). Total catatan waktunya melampaui catatan waktu yang dicapai para pelari Asia lainnya. Nina lahir di Makassar, 7 Februari 1949 dari pasangan Marcus Rieuwpassa dan Mien. Kini, Nina menikmati masa pesiunnya di Jl. Patiro Sompe, Makassar.

Prestasi:
- Medali perunggu lari 100 meter Asian Games Bangkok 1970
- Medali perunggu lari 200 meter Asian Games Bangkok 1970
- Medali emas 100 meter SEA Games 1977
(MGH/Foto: Rizal Harahap)

Minggu, 24 Maret 2013

MARDI LESTARI : MANUSIA TERCEPAT ASIA


'Manusia tercepat Asia' begitu ia dijuluki setelah menjadi satu-satunya atlet Asia yang berhasil menembus semifinal lari 100 m Olimpiade Seoul (1988). Hingga kini, julukan itu lekat pada pelari kelahiran 1 Juli 1968. Pencapaian di Olimpiade tak hanya melambungkan nama Mardi lestari di Tanah Air, namun juga di luar negeri. Bahkan hingga kini, nama dan sosoknya masih sangat dikenal kalangan olahraga di Jerman. 

Kadir Sani, pelatih atletik Sumatera Selatan yang sempat mengikuti pelatihan lari gawang di Jerman 3 tahun lalu mengatakan, nama Mardi Lestari sangat dikenal bahkan oleh para siswa sekolah olahraga di Jerman. Komite olahraga nasional Jaerman juga memiliki rekaman lengkap Mardi lestari saat bertanding di SEA Games dan Olimpiade. Yang mengharukan, tambah Kadir, penghargaan yang ditunjukkan masyarakat olahraga Jerman pada Mardi. Mantan Manusia Tercepat Asia itu disambut layaknya seorang pejabat di Indonesia. Padahal di Indonesia sendiri, nama dan presatsi Mardi Lestari sudah dilupakan banyak orang. 

Lahir di Binjai (Sumatera Utara) dengan nama Afdiharto Mardi Lestari, tubuhnya terbilang mungil untuk ukuran atlet: tinggi 166 cm dengan berat 63 kg. Namun, soal kecepatan, kelincahan, dan kekuatan, ia tak kalah dengan atlet-atlet lari kelas dunia. Terbukti Mardi mampu bersaing adu cepat di lintasan yang sama dengan pelari-pelari top dunia seperti Ben Johnson di Olimpiade.

Prestasi:
- Medali perak 100 m SEA Games Jakarta 1987
- Medali emas 200 m SEA Games Kuala Lumpur 1989
- Medali emas 100 m SEA Games Kuala Lumpur 1989
- Medali emas 100 m SEA Games Manila 1991
- Medali emas 100 m SEA Games Singapura 1993
(MGH/Foto: Wikipedia)

Jumat, 22 Maret 2013

MAHARANI ARDY : MEDALI EMAS DI HARI ULANG TAHUN


SEA Games Palembang (2011) lalu benar-benar kenangan tak terlupakan bagi atlet menembak kita, Maharani Ardy. Tak hanya berhasil mempersembahkan medali emas bagi bangsa Indonesia dari nomor 50 meter rifle prone putri, lebih dari itu, kemenangannya diraih tepat di hari ulang tahunnya. 

Reni, demikian wanita kelahiran Palembang ini biasa disapa, lahir tanggal 14 November 1986. Di samping menekuni olahraga menembak, putri pasangan Sukardi-Ira Sakura sehari-hari bekerja di Bank Sumsel Bangka-Belitung. Menyusul kemenangannya di SEA Games, Reni mendapat bonus uang sebesar Rp 500 juta  dari pemerintah RI yang digunakannya untuk membiayai kedua orang tua menunaikan ibadah haji. Untuk Reni, masih ada bonus lain:  hadiah mobil sport yang siap mengantarnya ke manapun ia mau.(MGH/Foto: Haryanto Tri Wibowo)

Rabu, 30 Januari 2013

GUSTAR JUNIANTO : PECAHKAN REKOR ANGKAT BESI DI HANOI

Meski tak terlalu populer di Indonesia, namun olahraga angkat besi banyak melahirkan atlet berkelas internasional yang mengharumkan nama bangsa. Salah satunya adalah Gustar Junianto. Ialah pemegang medali emas sekaligus pemecah rekor angkat besi kelas 62 kg SEA Games Hanoi (2003). Lahir 14 Juni 1980, Gustar merupakan salah satu atlet angkat besi handal jebolan Padepokan Gajah Lampung asuhan legenda hidup angkat besi Indonesia yang juga mantan atlet angkat besi, Imron Rosadi. (MGH)

Selasa, 01 Januari 2013

IVANA ADELIA IRMANTO : EMAS WUSHU UNTUK BANGSA INDONESIA


Akhir 2011, Ivana Adelia Irmanto mempersembahkan medali emas cabang wushu dari ajang olahraga terbesar se-Asia Tenggara: SEA Games. Ivana sukses menjadi ratu di nomor Nan Quan putri. Saat itu, atlet berpenampilan kalem ini masih bersattus siswi SMA Bopkri I Yogyakarta. Meraih emas pertama di SEA Games, Ivana yakin kemenangannya dicapai karena keyakinannya pada pertolongan Tuhan. Tak heran, saat upacara pengalungan medali, Ivana tampak turut menyanyi dengan mata berkaca-kaca saat lagu 'Indonesia Raya' dikumandangkan. Iapun mengaskan, medali emas raihannya dipersembahkan bagi bangsa Indonesia dan keluarganya tercinta. 

Ivana lahir 11 September 1993. Dara bertinggi-berat 167 cm/62 kg ini merupakan anak ke-3 dari 4 bersaudara. Pencapaiannya sebagai atlet wushu kelas internasional tentu tak diperoleh dengan mudah. Ivana sudah mulai belajar beladiri dan senam sejak usia 6 tahun. Hingga kini, ia tetap tekun berlatih keras setiap hari.(MGH/Foto:  The Jakarta Post)

Minggu, 30 Desember 2012

EMBUN CAHYONO : RAIH EMAS JUDO PERTAMA DI SEA GAMES 2011


Bersama Suliswanto, Embun Cahyono mempersembahkan medali emas cabang olahraga judo SEA Games Palembang (2011). Embun dan Suliswanto menjuarai kategori (seni) Nage No Kata. Medali emas ini merupakan yang pertama diraih kontingen judo Indonesia dalam SEA Games akhir tahun lalu, dan ikut mengantarkan Indonesia menjadi juara umum dengan 134  emas, 106 perak, dan 94 perunggu.(MGH/Foto: Antara)

Jumat, 28 Desember 2012

OKTA DWI PRAMITA : AWALNYA ENGGAN ANGKAT BESI


Dari enggan menjadi sayang. Begitulah perasaan Okta pada angkat besi, olahraga yang membesarkan namanya di tingkat dunia. Mulai berlatih angkat besi sejak umur 14 tahun, Okta mengaku memulai dengan enggan. Kedua orangtuanya, Usman Ali dan Siti Wakhidah, yang mendorongnya bergabung dengan Padepokan Gajah Lampung milik tokoh angkat besi Imron Rosadi. Bahkan, sang ayah sendiri yang mengantar Okta ke padepokan. 

Seiring berjalannya waktu, dara kelahiran 15 Oktober 1986 ini makin mencintai angkat besi arena termotivasi melihat teman-temannya serius berlatih. Apalagi, banyak anggota padepokan yang sukses di tingkat internasional. Itu memotivasi Okta hingga kini sukses menjadi salah satu atlet angkat besi putri andalan Indonesia. Sudah banyak pula medali dari berbagai kejuaraan angkat besi dunia diraihnya. Okta antara lain meraih medali emas Kejuaraan Asia Junior, medali perak kelas 53 kg putri SEA Games Muangthai (2007), dan medali emas kelas 56 kg putri SEA Games Laos (2009). (MGH/Foto: Tempo)

Minggu, 23 Desember 2012

EDI KURNIAWAN : TEKAD KEMBALI REBUT JUARA SEA GAMES


Seperti umumnya atlet angkat besi lain, Edi Kurniawan lahir dari keluarga yang kurang berkecukupan secara ekonomi. Toh ia membuktikan bisa mencapai prestasi internasional dengan merebut medali emas angkat besi kelas 69 kg putra pada SEA Games Muangtha (2007). Sayang, ia terpaksa absen di SEA Games 2009 karena cedera punggung. Edi lahir di Lampung tanggal 7 Januari 1988. Ia mempunyai  tinggi-berat 166 cm/69 kg. Di SEA Games 2013 mendatang, Edi bertekad akan kembali merebut  medali emas. Saat ini, Edi berlatih di Samarinda (Kalimantan Timur) di bawah arahan pelatih bertangan dingin, Lukman. (MGH/Foto: Koleksi Pribadi)

Sabtu, 22 Desember 2012

SANDOW WELDEMAR NASUTION : PRESTASI ANGKAT BESI, HOBI BERSEPEDA


Meski dikenal sebagai salah satu atlet angkat besi andalan Indonesia, pria bertubuh kekar ini ternyata juga penggemar berat olahraga bersepeda. Tak hanya aktif dalam komunitas penggemar sepeda, iapun pernah bersepeda hingga ke Malaysia! Satu lagi olahraga yang digemarinya: menembak. Buat yang terakhir ini, Sandow sering menyalurkan hobi menembaknya dengan 'main perang-perangan'  bersama teman-teman komunitasnya. 

Sandow Weldemar Nasution lahir 25 Maret 1981 dan bertinggi-berat 168 cm/77 kg. Diantara para atlet angkat besi lain, Sandow lebih mirip rocker dengan tato di lengan, anting hitam plus piercing di bibir dan alis kiri. Sandow juga sempat diperebutkan propinsi Jawa Barat dan Jawa Timur menjelang PON lalu. Pasalnya, Jawa Barat enggan melepas Sandow yang menyeberang ke kontingan Jawa Timur. Kasusnya selesai setelah PABBSI memutuskan Sandow boleh bertanding untuk Jawa Timur.

Prestasi:
- Medali emas angkat besi kelas 85 kg putra SEA Games Filipina (2005)
- Medali emas angkat besi kelas 77 kg putra SEA Games Muangthai (2007)
- Medali perak  kelas 77 kg putra Kejuaraan Angkat Besi Asia, Taiwan (2007)
- Medali emas angkat besi kelas 77 kg putra SEA Games Palembang (2012)
(MGH/Foto: Koleksi pribadi)