Tampilkan postingan dengan label lifter putri. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label lifter putri. Tampilkan semua postingan

Kamis, 21 Februari 2013

CITRA FEBRIYANTI : DEMI JUARA, DENYUT NADINYA BERHENTI 7 MENIT


Di Olimpiade London (2012), andalan Indonesia di cabang olahraga angkat berat kelas 53 kg putri ini berhasil menempati urutan ke-4. Sebelumnya, Citra memboyong medali emas dari ajang SEA Games Palembang (2011). Yang mengagumkan dari dara ini, semangat juangnya yang tinggi di arena. Semangat tinggi dan pantang menyerah terlihat saat ia bertanding dalam Kejuaraan Angkat Berat Asia di Korea Selatan, 2 tahun lalu. Mengerahkan segenap kemampuan hingga kehabisan tenaga bahkan denyut nadinya sempat berhenti selama 7 menit. Namun, Citra berhasil menjadi yang terbaik hingga menyabet mahkota Juara Angkat Berat Puteri Asia!

Citra berasal dari Lampung dan merupakan salah seorang atlet angkat berat gemblengan Padepokan Gajah Lampung. Lahir tanggal 22 Februari 1988 dari keluarga buruh, kini Citra berhasil memperbaiki kehidupan keluarganya. Tak hanya mampu membeli rumah, Citrapun membiayai pengobatan orangtuanya yang kini sakit-sakitan dan menjadi tulang punggung keluarganya.

Prestasi:
- Juara angkat berat putri kelas 53 kg Asia, Korea Selatan (2011)
- Medali perak angkat berat putri kelas 53 kg SEA Games, Palembang (2012)
(MGH/Foto: Koran Jakarta)

Kamis, 31 Januari 2013

MELLA EKA RAHAYU : 2 KALI JUARA ANGKAT BESI ASIA


Penampilannya tak beda dengan kebanyakan anak muda sebanyanya : ceria dan sedikit narsis. Sangat suka memotret diri sendiri dengan ponsel pintar yang selalu dibawanya. Tapi soal prestasi, Mella jauh melampaui sebanyanya. Atlet angkat besi andalan Indonesia di kelas 72 kg ini telah 2 kali berturut-turut merebut gelar juara Asia. Gelar pertama direbutnya dalam Kejuaraan Asia di Kobe, Jepang (2011). Tahun lalu, Mella sukses mempertahankan gelar Juara Asia dalam kejuaraan di India.

Mella Eka Rahayu, lahir di Koto Padang (Sumatera Barat) tanggal 21 Mei 1990. Bakat angkat besinya diasah di Pusat pelatihan Angkat Besi PT Semen Padang di Indarung (Sumatera Barat). Di sanalah Mella setiap hari berlatih selama 6 jam, terbagi 3 jam di pagi hari dan 3 jam setiap sore hari. Di luar itu, Mella menekuni kuliahnya di Universitas Negeri Padang.(MGH/Foto: Koleksi Pribadi)

Jumat, 28 Desember 2012

OKTA DWI PRAMITA : AWALNYA ENGGAN ANGKAT BESI


Dari enggan menjadi sayang. Begitulah perasaan Okta pada angkat besi, olahraga yang membesarkan namanya di tingkat dunia. Mulai berlatih angkat besi sejak umur 14 tahun, Okta mengaku memulai dengan enggan. Kedua orangtuanya, Usman Ali dan Siti Wakhidah, yang mendorongnya bergabung dengan Padepokan Gajah Lampung milik tokoh angkat besi Imron Rosadi. Bahkan, sang ayah sendiri yang mengantar Okta ke padepokan. 

Seiring berjalannya waktu, dara kelahiran 15 Oktober 1986 ini makin mencintai angkat besi arena termotivasi melihat teman-temannya serius berlatih. Apalagi, banyak anggota padepokan yang sukses di tingkat internasional. Itu memotivasi Okta hingga kini sukses menjadi salah satu atlet angkat besi putri andalan Indonesia. Sudah banyak pula medali dari berbagai kejuaraan angkat besi dunia diraihnya. Okta antara lain meraih medali emas Kejuaraan Asia Junior, medali perak kelas 53 kg putri SEA Games Muangthai (2007), dan medali emas kelas 56 kg putri SEA Games Laos (2009). (MGH/Foto: Tempo)

Rabu, 19 Desember 2012

SUPENI : PERAIH MEDALI ASIAN GAMES YANG PROMOSI KE SEKOLAH


Tak hanya berprestaasi sebagai atlet, salah satu lifter putri kebanggan Indonesia inipun peduli pada olahraga yang ditekuninya. Peraih medali perak angkat besi kelas 50 kg putri Asian Games 1994 ini aktif mempromosikan olahraga angkat besi ke sekolah-sekolah. Tak hanya melancarkan 'diplomasi persuasif', ia juga memperagakan teknik-teknik angkat besi di depan para guru dan siswa. Supeni sendiri meski telah aktif sebagai atlet nasional sejak remaja namun tak melupakan pendidikan formal. Pendidikannya di SMAN 1 Ciawi, Bogor (Jawa Barat) mulus dirampungkannya. Wanita Jawa kelahiran Sumatera ini sudah menikah dengan Jun, seotang jagawana yang bertugas di Lampung. (MGH/Foto:Koleksi Pribadi)