Tampilkan postingan dengan label peraih emas SEA Games 2011. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label peraih emas SEA Games 2011. Tampilkan semua postingan

Kamis, 02 Mei 2013

FAIZAL ZAINUDDIN : KARATEKA KATA TERBAIK ASIA

Faizal Zainuddin disebut-sebut karateka terbaik di Asia khususnya untuk nomor Kata. Tak berlebihan karena pemuda tampan asal Makassar ini selalu menyabet juara di semua kejuaraan internasional yang diikutinya. Ia bahkan satu-satunya karateka Asia yang mampu meraih medali di Italian Open. Tak heran, total hadiah yang dikumpulkannya hingga kini telah mencapai milyaran rupiah hingga membuat Faizal menjadi salah satu olahragawan terkaya di Indonesia. Putra pasangan Zainuddin dan Nurhayati ini lahir di Soroako (Luwu Selatan) tanggal 29 Desember 1982 dan memeluk agama Islam.

Prestasi:



- Medali perunggu nomor Kata perorangan putra Asian Games Guangzhou, RRC 2010
- Medali emas nomor Kata beregu putra World Karate Federation Istanbul 2011
- Medali perunggu nomor Kata perorangan putra Italian Open 2011
- Medali perunggu nomor Kata beregu putra Italian Open 2011
- Medali emas nomor Kata perorangan putra SEA Games Palembang 2011
- Medali emas nomor Kata beregu putra SEA Games Palembang 2011
(MGH/Foto: Koleksi Pribadi)

Senin, 15 April 2013

ANANG YULIANTO : MEDALI EMAS DARI ANGGOTA GEGANA


Keberhasilannya memboyong medali emas cabang olahraga menembak individual 25 m Standard Pistol Men dalam SEA Games Palembang (2011) lalu tak hanya membuahkan bonus ratusan juta rupiah, namun juga kenaikan pangkat. Jangan heran, Anang Yulianto, atlet menembak putra andalan Indonesia ini memang anggota Gegana Brimob Mabes Polri dengan pangkat Bripka. Tapi berkat kesuksesannya mempersembahkan medali emas bagi Indonesia, Bripka Anang naik pangkat menjadi Aipda. 

Aipda Anang Yulianto lahir di Riau tahun 1975. Setelah upacara penyerahan medali SEA Games, Anang menyatakan pada para wartawan bahwa ia mempersembahkan medali emas yang diraihnya untuk negara yang dicintainya, Indonesia. (MGH/ Foto: Okezone)

Senin, 26 November 2012

RINI BUDIARTI : EMAS HALANG RINTANG SEA GAMES


Wanita asal Yogya yang berwajah lembut ini sehari-hari bekerja di Kemenpora. Di luar jam kerja, ialah ibu seorang putri dan 2 putra yang lucu-lucu. Tapi jangan salah, di arena ia merupakan atlet yang tangguh. Rini Budiarti memang salah satu atlet lari halang rintang andalan Indonesia. Prestasinya di nomor halang rintang cukup membangggakan. Ialah peraih medali perak lari halang rintang 3000 meter di  Taiwan Terbuka tahun ini. Sebelumnya, Rinipun telah mempersembahkan medali emas dari ajang SEA Games Palembang (2011). Rini beragama Islam dan menikah dengan Jemi, PNS di Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga DKI Jakarta. (MGH/Foto:Koleksi Pribadi)

Rabu, 10 Oktober 2012

ASEP SANTOSO : SUMBANG EMAS DENGAN TAEKWONDO


Mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta ini menyumbangkan medali emas cabang taekwondo di SEA Games  Palembang (2011) lalu. Asep bersama Daniel Danny Harsono dan Fazza Fitracahyo, berhasil menjuarai nomor poomsae beregu senior putra. 

Sehari-hari, Asep dikenal ramah dan humoris.  Di waktu senggang, Asep juga suka mendengarkan musik, terutama yang disuguhkan Mbah Surip, Superman Is Dead, Endank Soekamti, dan Bondan Prakoso & Fade2Black. Kalau acara TV, ia paling suka menonton Kick Andy. (MGH/Foto:Koleksi Pribadi)

Senin, 30 Juli 2012

TONTOWI AHMAD : KEJAR IMPIAN JUARA OLIMPIADE



Penampilannya bersama Liliyana Natsir di babak penyisihan bulutangkis nomor ganda campuran Olimpade sangat menjanjikan. Setelah mengalahkan pasangan India Diju V/Jwala Gutta, kemarin ganda campuran Indonesia menundukkan Lee Yong Dae/Ha Jung Eun dari Korea. Semuanya berhasil diselesaikan Tontowi/Liliyana dengan mudah hingga menempatkan mereka di posisi teratas grup, hingga hari ini. 


Tontowi yang biasa dipanggil Owi atau Towi, lahir di Banyumas (Jawa Tengah), 18 Juli 1987.  Di waktu luangnya, atlet bertinggi 179 cm ini suka juga menonton film,  makan, dan bermain bilyar. Pelahap makanan Padang, steak, dan spaghetti ini dikenal mudah bergaul dan humoris. Owi juga mengidolakan Nova Widhianto, mantan pemain bulutangkis ganda campuran Indonesia yang kini menjadi pelatih.  Menekuni bulutangkis atas dorongan orang tuanya, Owi mulai mewakili Indonesia di kejuaraan internasional di tahun 2005. Setelah berpasangan di ganda campuran dengan seniornya, Liliyana Natsir, prestasi Owi makin bersinar. Kini, Tontowi/Liliyana masuk jajaran pebulutangkis elit dunia yang disegani. Sempat menduduki peringkat 2 dunia tahun lalu, saat ini Tontowi/Liliyana menempati peringkat 4 dunia. 

Mengintip kehidupan pribadi, Owi sempat menjalin asmara dengan rekan sepelatnas, Anneke Feinya Agustin. Sayang, hubungannya dengan pebulutangkis berwajah menawan itu harus berakhir. Kini, Owi sudah menambatkan hatinya pada model cantik berdarah indo, Michelle Harminc.


Di ajang Olimpiade kali ini, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir merupakan satu-satunya harapan Indonesia di nomor ganda campuran bulutangkis. Bagi Owi ini kesempatan yang sangat dinantikan untuk meraih cita-citanya, menjadi juara Olimpiade. Semoga berhasil, Owi! Email: ahmadtontowi@yahoo.com twitter: @owixsve2810


Prestasi:
- Juara Thailand Challenge 2007
- Juara Vietnam Grand Prix Open 2007
- Juara ganda campuran Vietnam Grand Prix Open 2008 (bersama Shendy Puspa Irawati)
- Juara 3 ganda campuran Vietnam Open Grand Prix 2009
- Juara 3 New Zealand Open Grand Prix 2009
- Juara 1 ganda campuran Vietnam International Challenge 2009 (bersama Richi Puspita Dili)
- Medali perunggu beregu putra Asian Games 2010 
- Juara ganda campuran Macau Open Grand Prix Gold 2010 
(bersama Liliyana Natsir)
- Juara 2 ganda campuran Chinese Taipei Open Grand Prix Gold 2010 (bersama Liliyana Natsir)
- Juara ganda campuran Indonesia Open Grand Prix Gold 2010 (bersama Liliyana Natsir)
- Juara ganda campuran India Open Super Series 2011 (bersama Liliyana Natsir)
- Juara ganda campuran Malaysia Open Grand Prix Gold 2011 (bersama Liliyana Natsir)
- Juara ganda campuran Singapore Open Super Series 2011 (bersama Liliyana Natsir)
- Juara 2  ganda campuran Indonesia Open Super Series Premier 2011 (bersama Liliyana Natsir)
- Juara ganda campuran Macau Open 2011 (bersama Liliyana Natsir)
- Medali emas ganda campuran SEA Games 2011 (bersama Liliyana Natsir)
- Juara  ganda campuran All England Championship 2012 (bersama Liliyana Natsir)
- Juara ganda campuran Swiss Grand Prix Gold 2012 (bersama Liliyana Natsir)
- Juara ganda campuran India Super Series 2012 (bersama Liliyana Natsir)
(MGH/Foto: www.pb-pbsi.org)

Minggu, 29 Juli 2012

FERNANDO LUMAIN : LOLOS OLIMPIADE TANPA KUALIFIKASI



Fernando Lumain, atau biasa dipanggil Nando, adalah satu-satunya atlet putra wakil Indonesia di arena atletik Olimpiade London. Nando lolos ke Olimpiade tanpa melalui babak kualifikasi. Sebagai penerima beasiswa International Olympic Committee, Nando otomatis mendapat fasilitas wild card ke ajang olahraga terbesar sedunia. Tapi tentu tak hanya mengandalkan fasilitas, prestasi pelari cepat (sprinter) spesialis 100 meter inipun bisa diandalkan. Terbukti ia sukses memenangkan beberapa pertandingan lari internasional. Terakhir ia mempersembahkan medali emas lari estafet putra 4x100 meter dari ajang SEA Games XXVI di Palembang tahun lalu. 

Lahir 18 Oktober 1989 Di Manado, saat ini ia masih kuliah di Universitas Prof . Dr. Moestopo (Beragama) Jakarta. Awalnya, Nando menekuni olahraga basket sebelum pindah jalur ke atletik dan sukses mencetak prestasi. Di Olimpiade, Nando bertekad akan berjuang sebaik-baiknya. Ia berharap bisa memperbaiki rekornya. Alamat kontak Nando di email: fernandolumain@yahoo.com Twitternya @Nando_L18

Prestasi:
- Medali perunggu lari 100 meter putra University Games, Muangthai 
- Medali emas lari estafet putra University Games, Muangthai
- Medali emas lari estafet 4x100 meter putra, Vietnam
- Medali emas Muangthai Open (2009)
- Medali emas estafet 4x100 meter putra SEA Games XXVI, Palembang (2011)
(MGH/Foto:Koleksi pribadi)

Kamis, 26 Juli 2012

FRANKLIN RAMSES BURUMI : DIRAGUKAN, RAIH 3 EMAS SEA GAMES


Dalam SEA Games di Palembang (2011) lalu, Franklin Ramses Burumi mempersembahkan 3 emas untuk Indonesia: lari nomor 100 meter putra, nomor 200 meter putra, dan  4x100 meter estafet putra. Membanggakan, apalagi itu pertamakalinya Franklin bertanding di SEA Games. 

Atlet yang dikenal humoris ini lahir di Serui (Papua), 14 Mei 1991 dari pasangan guru SD Max Burumi dan Dolli Warusi. Nama Franklin sempat  dicoret dari Pelatnas karena prestasinya kurang memuaskan. Padahal diakui, pemuda Papua ini sangat berbakat. Namun memang saat itu Franklin terbawa arus teman-teman party goers-nya. Gara-gara hobi dugemnya inilah performa Franklin sebagai pelari cepat (sprinter) menurun. Teman-teman atletnyapun menjauhi. Untunglah, Franklin segera sadar dan kembali fokus mengejar prestasi sebagai atlet. Hasilnya, Franklin bisa kembali menembus Pelatnas bahkan berprestasi di tingkat internasional.Franklinpun menjadi salah satu atlet yang digadang-gadang membawa pulang medali emas Olimpiade. Sayang, beberapa bulan lalu Franklin menderita cedera hingga tak maksimal tampil dalam kualifikasi Olimpiade. (MGH/Foto: www.untukindonesiajuara)

Selasa, 17 Juli 2012

RICKY YANG : PEBILYAR PERINGKAT 5 DUNIA


Atlet bilyar ini berhasil mempersembahkan medali emas dalam SEA Games Palembang (2011) lalu. Waktu itu, Ricky mengatakan, kemenangannya dipersembahkan untuk seluruh bangsa Indonesia dan Mayjen (Purn) Putra Astaman, mantan ketua PB POBSI (Pengurus Besar Persatuan Olahraga Bilyar Seluruh Indonesia). Menurut Ricky, Putra Astamanlah yang banyak memberinya kesempatan hingga bisa menjadi pebilyar kelas dunia seperti sekarang.


Ricky meraih medali emas SEA Games pertama di Muangthai (2007).  Kesempatan kedua mewakili Indonesia di SEA Games, Laos, Ricky mempersembahkan medali perunggu (2009). Tak hanya itu, pebilyar bergelar  'Piranha' ini juga sudah sering menjuarai berbagai turnamen bilyar. Sebut saja diantaranya,  Philippine Open Pool Championship (2009) dan juara 2 Asian 9Ball Tour leg Jakarta (2006). Iapun telah 2 kali menjadi pemenang ke-2 kejuaraan bilyar sedunia. 


Ricky lahir di Labuhan Ratu (Sumatera Utara) tanggal 11 Juli 1972 dengan nama Yang Han Tjong. Saat ini Ricky menduduki peringkat 5 dunia. Di luar kesibukannya sebagai atlet, Ricky berbisnis rumah bilyar yang didirikannya di Batam. Toh sampai sekarang Ricky mengaku belum mampu membeli rumah sendiri alias masih mengontrak.(MGH/Foto: Kolekdi Pribadi)

Minggu, 08 Juli 2012

TITA SUPITA : PERINGKAT 4 PANJAT TEBING INTERNASIONAL

Melihat prestasinya, siapa sangka Tita belum lama menerjuni olahraga panjat tebing. Minatnyapun baru tumbuh kala melihat teman-teman kuliahnya di Universitas Negeri Jakarta berlatih panjat tebing. Titapun tertarik ikut berlatih karena ingin berprestasi. Tak dinyana, prestasinya tak hanya di tingkat daerah seperti keinginan semula, tapi bahkan hingga tataran internasional. Dalam turnamen panjat tebing internasional Rock Master yang diadakan di Cina, Tita berhasil menduduki peringkat ke-4. Sedunia lho! Sedangkan dalam ajang SEA Games XXVI di Palembang (2011), medali emas nomor speed world record berhasil direbutnya. Sementara dari Asian Beach Games di Haiyang (Cina) yang baru digelar bulan lalu, Tita berhasil mempersembahkan medali perak nomor speed estafet putri.

Tita lahir di Subang (Jawa Barat) tepat tanggal 15 November 1987. Putri pasangan Atim dan Hayati ini mengidolakan sang ibu. Bagi dara manis ini, ibunya adalah sosok Kartini masa kini. Tita sendiri masih menimba ilmu di Universitas Negeri Jakarta. Selain memanjat tebing, iapun suka bersepeda dan hiking.(MGH/Foto:Koleksi pribadi)

Sabtu, 07 Juli 2012

EKA OKTARORIANUS : DENGAN DAYUNG MENGHARUMKAN INDONESIA

Atlet dayung kano dan perahu naga ini langsung meraih 2 medali emas pada hari pertama SEA Games XXVI di Palembang akhir tahun lalu. Emas pertama diraihnya pada laga pembuka kano di nomor tunggal 1000 C1. Sedangkan emas kedua dipersembahkan Eka bersama Anwar Tarra di nomor C2 1000 meter.

Eka lahir di Kuantan Singingi (Riau) tanggal 25 Oktober 1989 dari pasangan petani karet Ermis dan Kasmayuhana. Dibesarkan dalam keprihatinan, Eka kini telah menjadi salah satu atlet kebanggaan Indonesia dan teladan keberhasilan bagi adiknya. Bahkan sang adik, Sefta Endrika yang baru berusia 15 tahun mengikuti jejak kakak sulungnya, menekuni olahraga dayung. Sefta kini menjadi salah seorang atlet kano andalan Riau. Ekapun berhasil meningkatkan taraf hidup keluarganya setelah memberi modal sang ayah untuk menjadi pengusaha tambang batu dan rumah kontrakan. Sementara ibunya dibelikan kebun sawit seluas 200 hektar. Tak hanya itu, dalam waktu dekat Eka akan membiayai orangtuanya berhaji.

Meski telah meraih prestasi internasional, Eka tetap rendah hati dan ramah pada siapapun. Pemuda tegap bertinggi-berat 175 cm/71 kg ini tetap murah senyum dan lembut dalam bertutur kata. Pada para awak mediapun Eka selalu siap meluangkan waktu untuk wawancara, bahkan di saat kawan-kawannya telah beristirahat.

Satu keinginan Eka yang belum tercapai, meneruskan pendidikan di perguruan tinggi hingga tamat. Padatnya jadwal latihan dan pertandinganlah yang masih menghalanginya fokus pada pendidikan formal hingga sementara terpaksa cuti dari FKIP Universitas Riau.

Prestasi:
-         Medali emas  nomor 1000 C1 SEA Games (2007)
-         Medali perak nomor 500 C1 SEA Games (2007)
-         Medali emas nomor perahu naga Asian Games Teheran (2009)
-         Medali emas Kejuaraan Kano Asia (2009)
-         Medali perak Kejuaraan Kano Asia (2009)
-         Medali emas nomor 1000 C1 SEA Games XXVI Palembang (2011)
-         Medali emas nomor 1000 C2 SEA Games XXVI Palembang (2011)
(MGH/Foto:Eka Gusmadi Putra)

Kamis, 05 Juli 2012

RISA SUSEANTY : PEMBALAP SEPEDA LANGGANAN MEDALI SEA GAMES

Tak hanya senior diantara para atlet balap sepeda Indonesia, Risapun merupakan yang paling populer. Wajah cantik pembalap sepeda spesialis down hill ini memang terhitung sering muncul di media cetak dan  layar kaca untuk acara bincang-bincang ataupun iklan. Tapi tentu bukan hanya karena sosoknya yang menarik, pestasinyapun layak diacungi jempol. Setiap mengikuti SEA Games, Risa selalu berhasil mempersembahkan medali untuk Indonesia. 

Risa memang selalu berkonsentrasi penuh pada setiap pertandingan yang dihadapi. Baginya yang terpenting adalah berusaha sebaik-baiknya, "Soal kalah atau menang, itu urusan Allah," tandas wanita cantik alumnus Labschool Rawamangun ini.

Soal kehidupan pribadi, mojang kelahiran Bandung tanggal 25 Oktober 1980 ini telah bertunangan dengan pembalap sepeda asal Hongkong blasteran Belanda, Steven P.m.j Wong. Tak jarang, mereka berlatih bersama di Indonesia. Lebih lengkap tentang Risa ada di website resminya www.risasuseanty.asia  atau twitter  @risasuseanty  Risa bisa dikontak melalui email: me@risasuseanty.asia  atau di rumahnya: Babelan Indah Jl. Garuda B.336 Bekasi, Jawa Barat. 

Prestasi:
- Juara 3 putri Kejuaraan Asia Cebu (Filipina, 1997)
- Medali emas putri SEA Games Jakarta (1997)
- Juara 3 putri Kejuaraan Asia, Malaka (Malaysia, 1999)
- Medali emas putri SEA Games Brunei Darussalam (1999)
- Juara 3 putri Kejuaraan Asia, Korea (2001)
- Medali emas putri SEA Games Malaysia (2001)
- Medali perunggu putri Asian Games Busan (Korea, 2003)
- Medali perak putri SEA Games 2003
- Juara 3 putri Kejuaraan Asia, Filipina (2004)
- Juara 2 putri Kejuaraan Asia, Bali (2005)
- Medali perunggu putri SEA Games Filipina (2005)
- Medali emas putri SEA Games Vientine (Laos, 2009)
- Juara 2 putri Kejuaraan Asia ke-15, Malaka (Malaysia, 2009)
- Medali emas putri SEA Games Palembang (2011)
(MGH/Foto: Koleksi Pribadi)

Selasa, 03 Juli 2012

SIMAN SUDARTAWA : 4 EMAS DAN 2 REKOR RENANG SEA GAMES


3 tahun lalu, Siman diragukan pelatih renang nasional karena posturnya yang tergolong pendek untuk ukuran atlet renang. Saat datang ke Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PRSI) untuk minta ikut berlatih di Pelatnaspun ia sempat ditolak. Siapa sangka, remaja Bali yang sempat dipandang sebelah mata itu kini menjadi harapan Indonesia di Olimpiade setelah memborong 4 medali emas dalam SEA Games akhir tahun lalu. Tak hanya menjadi yang terbaik dalam 4 nomor renang, Siman membukukan 2 rekor untuk nomor 50 meter gaya punggung putra dan 100 meter gaya punggung putra dengan catatan waktu 55,59 detik, memecahkan rekor lama 56,16 detik atas nama perenang Malaysia, Alex Lim Keng Liat, yang telah bertahan selama 10 tahun 2 bulan.

I Gede Siman Sudartawa, anak tunggal Ketut Sudartawa dan I Made Sri Karmini, lahir di Klungkung (Bali) pada 8 September 1994. Sejak kecil ia selalu bersungguh-sungguh dan berusaha menjadi yang terbaik dalam segala hal. Tak heran, sejak kecil ia telah sering menjuarai berbagai turnamen renang tingkat daerah dan nasional. Meski telah memmbukukan prestasi gemilang, siswa SMA Olahraga Pekan Baru (Riau) ini tetap rendah hati. Siman mengatakan, kesuksesannya dalam SEA Games lalu berkat dukungan orangtua, pelatih, dan masyarakat Indonesia. 

Selain orangtua yang mendukung, Siman memang layak berterimakasih pada sang pelatih, Albert C. Sutanto yang juga mantan atlet renang nasional. Tak hanya membimbing di kolam renang, Albert sempat menampung Siman di rumahnya untuk berlatih di klub renang milik Albert, Millenium Aquatic di Jakarta Pusat. Pertemuan mereka terjadi 3 tahun lalu saat Siman dan ibunya menemui Albert di klub renang Millenium Aquatic. Waktu itu, ibu Made meminta Albert melatih Siman. Namun melihat postur Siman yang terbilang pendek untuk ukuran perenang, Albert ragu. Keraguan Albert segera berubah menjadi kekaguman saat melihat kemampuan berenang Siman. Walhasil Albert tak hanya bersedia melatih Siman, tapi bahkan membawa Siman Ke PRSI untuk dilatih di Pelatnas agar mendapat fasilitas yang lebih baik. Sayang, Siman ditolak karena diangggap belum mempunyai catatan prestasi yang memadai. Albert akhirnya menampung Siman di rumahnya untuk berlatih di Millenium Aquatic. 

Meski tak bisa berlatih di pelatnas, Siman tak berkecil hati dan tetap belatih keras. Dia lahap semua porsi latihan dari sang pelatih tanpa mengeluh. Setiap hari Siman berlatih renang selama 6 jam ditambah latihan beban di siang hari. Sekitar setahun berlatih di Millenium Aquatic, akhirnya Siman berhasil mengalahkan salah seorang atlet pelatnas di tahun 2010. Simanpun akhirnya diterima masuk Pelatnas, dan tak lagi tinggal di rumah Albert. 

Sukses menyabet 4 medali emas dan 2 rekor SEA Games, Siman menuai bonus ratusan juta rupiah. Untuk apa uangnya? Ternyata sebagian besar diserahkannya pada orangtua. Siman hanya mengambil sebagian kecil untuk membeli keperluan latihannya termasuk vitamin untuk atlet yang harganya memang mencapai jutaan rupiah untuk konsumsi per bulan. Siman berharap, dengan mengkonsumsi vitamin ia akan lebih optimal bertanding di Olimpiade London. Targetnya, masuk 16 besar. Untuk itu iapun giat berlatih keras di Jakarta. Setelah berusia 20 tahun dan semua tekniknya sempurna, barulah Siman mau berlatih di luar negeri untuk mencapai target prestasi di Olimpiade Brasil (2016). 

Prestasi:
- Medali emas nomor 100 meter gaya punggung putra SEA Age Group Swimming (2012)
- Medali emas Kejuaraan Renang Singapura Terbuka (2011)
- Medali emas nomor 50 meter gaya punggung putra SEA Games Palembang (2011)
- Medali emas nomor 100 meter gaya punggung putra SEA Games Palembang (2011)
- Medali emas nomor 200 meter gaya punggung putra SEA Games Palembang (2011)
- Medali emas nomor 4 x 100 meter gaya ganti estafet putra SEA Games Palembang (2011)

Rekor:
- 100 meter gaya punggung putra SEA Games dengan catatan waktu 55,59 detik (2011)
- 50 meter gaya punggung putra SEA Games (2011)
(MGH/Foto:Koleksi Pribadi)

Sabtu, 30 Juni 2012

FLENTY ENOCH : EMAS KARATE SEA GAMES PERTAMA


Dalam SEA Games XXVI di Palembang akhir tahun lalu, Flenty berhasil meraih medali emas karate nomor kata perseorangan putri. Sebelumnya wanita cantik berpenampilan feminin ini mengantongi medali perunggu Kejuaraan Asia Karate di Guangzhou (Cina, 2011).

Flenty Meyti Laurence Enoch lahir di Jakarta 38 tahun lalu. Bungsu dari 7 bersaudara ini sudah lama menekuni olahraga karate sebelum memutuskan berkonsentrasi pada pekerjaannya sebagai PNS di Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora). Dorongan sang kakak, Anneke Enochlah yang menggugah Flenty untuk kembali ke arena karate hingga lolos seleksi tim karate SEA Games XXVI. Sekedar informasi, Anneke juga menekuni olahraga karate, dan sekarang aktif sebagai pelatih karate pelatda DKI Jakarta.  Flenty sendiri mulai berlatih karate sejak usia 8 tahun. Sampai sekarang, Flenty menguasai 3 jurus karate: seisan, kururunfa, dan suparimpei.

Bagi Flenty, perjuangannya dalam SEA Games XXVI merupakan yang pertama karena sebelumnya ia selalu gagal dalam seleksi tim. Dan si cantik berkulit kuning ini membuktikan, ia memang layak mewakili Indonesia.(MGH/Foto: Koleksi Pribadi)

Rabu, 27 Juni 2012

WUKIRASIH SAWONDARI : ATLET SOFT TENIS PERINGKAT 2 DUNIA


Dalam SEA Games akhir tahun lalu di Palembang, atlet-atlet soft tenis kita sukses menyapu bersih semua medali emas. Indonesia mengantongi total 7 medali emas, 2 perak, dan 2 perunggu di semua nomor soft tenis yang dipertandingkan. 3 dari medali emas tersebut dipersembahkan srikandi kita, Wukirasih Sawondari. Atlet kelahiran Purwokerto (Jawa Tengah), 20 November 1980 ini menjadi ratu di semua nomor putri: tunggal, beregu, dan ganda (bersama Maya Rosa). Lebih hebat lagi, Wukir melaju mulus tanpa sekalipun terkalahkan selama ajang SEA Games. Tak heran, sebagai atlet soft tenis peringkat 2 dunia, Wukir nyaris tak punya lawan seimbang di Asia Tenggara.

Tentu bukan sekali itu Wukir merebut emas SEA Games. Tahun 1997, iapun membawa pulang medali emas, disusul tahun 1999 untuk nomor beregu putri. Tahun 2002, Wukir bahkan meraih emas nomor beregu putri di ajang yang lebih besar, Asian Games. 

Sebelum terjun ke soft tenis, Wukir lebih dulu menekuni olahraga tenis.  Ia telah terjun sebagai petenis profesional di usia 13 tahun. Pertama kali ia bertanding di Turnamen ITF di Singapura (1993). Bagi Wukir sendiri, kemenangan gemilang di SEA Games 2011 merupakan hal yang sangat istimewa karena terjadi tepat di hari ulang tahunnya. "Ini kado terindah bagi saya," katanya sambil mencium medali emasnya dengan wajah berseri-seri.(MGH/Foto: Agus Rusmin Nuryadin)