Tampilkan postingan dengan label Olimpiade London 2012. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Olimpiade London 2012. Tampilkan semua postingan

Jumat, 03 Agustus 2012

RANOMI KROMOWIDJOJO : 8 REKOR DUNIA RENANG DI TANGANNYA



Hari ini media internasional ramai memberitakan perenang Belanda, Ranomi Kromowidjojo. Pasalnya, dara cantik ini membuat prestasi gemilang di Olimpiade London: meraih medali emas sekaligus memecahkan rekor Olimpiade  renang 100 meter gaya bebas perorangan putri dengan waktu 53,00 detik. Hebatnya, pencapaian itu masih di bawah catatan terbaik Ranomi sehingga ia mengaku tidak puas dengan hasil final tersebut. Apapun pendapat Ranomi, prestasinya sangat diapresiasi publik Belanda. Ia bahkan disejajarkan dengan Mastenbroek dan De Bruijn, 2 perenang legendaris Negeri Kincir Angin. Padahal, De Bruijn adalah perenang idola Ranomi, selain  Melanie Schlanger. Apresiasi juga ditunjukkan Heineken, perusahaan bir besar Belanda yang langsung menyewa Alexandra Palace di London utara begitu Ranomi mencatat prestasi gemilang. Di istana yang biasa disebut 'Ally Pally' itulah timnas renang Belanda tinggal hingga Olimpiade usai. 

Meski membawa bendera Belanda, dari namanya kita langsung tahu, perenang bertinggi/berat 178 cm/67 kg ini keturunan Indonesia. Kakek dan Nenek Ranomi memang orang Jawa yang dipaksa hijrah ke Suriname oleh pemerintah kolonial Belanda. Sang ayah, Kromowidjojo yang lahir di Suriname, kemudian hijrah ke Belanda dan menikah dengan seorang wanita Belanda bernama Netty. Dari pernikahan itu lahirlah Ranomi dan saudara laki-lakinya, Chjanoy. Hingga kini, Kromowidjojo masih fasih berbahasa Jawa. Lucunya, Kromowidjojo selalu berusaha mengajak setiap orang berwajah Melayu yang ditemuinya mengobrol dalam bahasa Jawa. "Iso boso Jowo?" (bisa berbahasa Jawa?) begitu sapanya, berusaha mencari saudara dari tanah leluhur. Reporter JPNN yang bertemu Kromowidjojo saat meliput Olimpiade di London langsung mendapat hadiah kartu pos dan tanda tangan Ranomi setelah Kromowidjojo tahu sang reporter bisa berbahasa Jawa! Lebih dari itu, reporter beruntung itu mendapat kenang-kenangan foto bersama dan diperkenalkan pada anggota keluarga Ranomi lainnya. Wah senangnya!


Ranomi lahir di kota Sauwerd, 20 Agustus 1990.Dibanding saudara laki-lakinya, wajah Ranomi lebih Indonesia. Jauh sebelum pencapaiannya di Olimpiade kali ini, Ranomi telah mencatat berbagai prestasi dan rekor kelas dunia. Ia bahkan telah meraih medali emas internasional pertamanya pada umur 15 tahun! Toh ia tak mengabaian pendidikan formal. Di samping kesibukannya sebagai atlet profesional, Ranomi tetap menekuni kuliahnya di Business School Notenboom jurusan administrasi bisnis. Ranomi tinggal di Eindhoven. Ingin kenalan bisa langsung tulis email ke info@ranomi.nl atau cari kabar terbarunya di www.ranomi.com

Prestasi: 
- Medali emas 4x100 meter  gaya bebas beregu putri European LC Championship (2006)
- Medali perunggu 4x100 m gaya bebas beregu putri World LC Championship Melbourne (Australia, 2007)
- Medali emas 4x100 m gaya bebas beregu putri European Aquatics Championships Eindhoven (Belanda, 2008)
- Juara dunia 4x200 m gaya bebas beregu putri FINA Short Course World Championships Manchester (2008)
- Medali emas  4x100 m gaya bebas beregu putri Olimpiade Beijing (2008)
- Medali emas 4x50 m gaya bebas beregu putri European Short Course Swimming Championships Rijeka (Kroasia, 2008)
- Medali emas 4x50 m gaya ganti beregu putri European Short Course Swimming Championships Rijeka (Kroasia, 2008)
- Medali perungggu 100 m gaya bebas putri European Short Course Swimming Championships Rijeka (Kroasia, 2008)
- Medali emas 4x100 m gaya bebas beregu putri World LC Championships Roma (2009)
- Medali emas 50 m gaya bebas putri FINA World Swimming Championships (2010)
- Medali emas 100 m gaya bebas putri FINA World Swimming Championships (2010)
- Medali emas 4x100 m gaya bebas beregu putri FINA World Swimming Championships (2010)
- Medali emas 4x100 m gaya bebas beregu putri World Aquatics Championships (2011)
- Medali perunggu 100 m gaya bebas putri World Aquatics Championships (2011)
- Medali emas 100 m gaya bebas putri Olimpiade London (2012)

Rekor:
- Rekor dunia 4x100 m gaya bebas beregu putri, Dutch Open Swim Cup (2007)
- Rekor dunia 4x50 m gaya bebas beregu putri, European Short Course Swimming Championships Debrecen (Hongaria, 2007)
- Rekor dunia 4x100 m gaya bebas beregu putri European Aquatics Championships Eindhoven (Belanda, 2008)
- Rekor dunia 4x200 m gaya bebas beregu putri FINA Short Course World Championship Manchester (2008)
- Rekor dunia 4x100 m gaya bebas beregu putri World LC Championships Roma (2009)
- Rekor FINA World Swimming Championships 100 m gaya bebas putri (2010)
- Rekor dunia 4x100 m gaya bebas beregu putri World Aquatics Championships (2011) 
- Rekor Olimpiade 100 m gaya bebas putri, London (2012)
(MGH/Foto: Soenar Chamid)

Kamis, 02 Agustus 2012

TRIYATNO : PERAK OLIMPIADE UNTUK INDONESIA


Para atlet angkat besi Indonesia kembali mengharumkan nama bangsa di ajang Olimpiade London. Setelah Eko Yuli Irawan memboyong medali perunggu, kemarin giliran Triyatno mempersembahkan medali perak. Ini merupakan medali Olimpiade kedua dari Triyatno. Medali pertama, perunggu, ia rebut dalam ajang Olimpiade Beijing (2008).Triyatno lahir dari keluarga petani di Metro, Lampung, tepat 20 Desember 1987. Di luar kesibukannya berlatih dan berlaga di berbagai arena angkat besi nasional maupun internasional, Triyatno bekerja sebagai karyawan di jajaran Pemda Balikpapan. Sama seperti Eko, Tri digembleng pelatih Lukman. 

Tentang Triyatno, ada yang istimewa dari Olimpiade London, selain tentu saja medali perak yang diboyongnya, Di ajang internasional itu Tri menjadi salah satu atlet terpopuler di arena angkat besi, selain Deni, juga asal Indonesia. Bahkan pembawa acara yang asli Inggrispun menggunakan bahasa Indonesia saat memanggil Tri dan Deni. Padahal pada peserta negara lain, sang pembawa acara selalu berbahasa Inggris. Di kalangan wartawan Eropapun, Tri populer dan termasuk atket yang paling banyak ditunggu untuk wawancara. Tri sendiri selalu melayani semua pertanyaan wartawan dengan ramah. Yang membuat para wartawan internasional lebih senang, Tri menguasai bahasa Inggris dengan baik. Sementara bagi para penggemar angkat besi, Tri populer karena keramahannya dalam melayani permintaan foto dan tandatangan, atau sekedar mengobrol. 

Prestasi:
- Peringkat 4 kelas 62 kg Kejuaraan Dunia (2007)
- Medali emas  kelas 62 kg SEA Games Muangthai (2007)
- Medali perungu kelas  62 kg  Olimpiade Beijing (2008)
- Medali perak kelas 69 kg Olimpiade London (2012)
(MGH/Foto: Paul Hanna)

Rabu, 01 Agustus 2012

EKO YULI IRAWAN : 2 OLIMPIADE, 2 MEDALI


Dua hari lalu kita mendapat kabar baik dari London. Eko Yuli Irawan, salah satu atlet angkat besi yang mewakili Indonesia di Olimpiade beroleh medali perunggu untuk kelas 62 kg sekaligus menjadi medali pertama yang diperoleh  Indonesia dalam Olimpiade kali ini.  Pencapaian yang sangat bagus, apalagi Eko bertanding dalam keadaan cedera, retak tulang kaki. Ini merupakan medali kedua yang didapat Eko. Empat tahun lalu, ia telah membawa pulang medali perunggu dari ajang Olimpiade di Beijing. Uniknya, kala itupun Eko dalam keadaan cedera kaki. Tak hanya di Olimpiade, Ekopun telah mencapai berbagai prestasi kelas dunia. Ia bahkan sempat dinobatkan sebagai atlet angkat besi terbaik dalam kejuaraan dunia yunior di Praha (2007).

Eko lahir dari keluarga sederhana di Lampung tanggal 24 Juli 1989. Ayahnya bekerja sebagai penarik becak sementara ibunya penjual sayur keliling. Semasa kecil Eko membantu orangtuanya mencari nafkah dengan menjadi penggembala ternak. Perkenalannya dengan olahraga angkat besi bermula dari kegemarannya menonton latihan para atlet angkat besi. Sang pelatih yang melihat minat Eko kecil pada angkat besi, kemudian mengajak si bocah ikut berlatih. Melampaui dugaan banyak orang, Eko tak hanya bersinar di tingkat nasional, namun juga internasional!

Bagi Eko sendiri, medali Olimpiade kali ini lebih istimewa karena diperolehnya beberapa hari setelah ulang tahunnya. Apalagi sang istri, Masitah, beberapa hari lagi akan melahirkan anak pertama mereka. Eko berharap bisa mendapat pekerjaan sebagai PNS setelah tak lagi aktif sebagai atlet angkat besi. Semoga mendapat perhatian dari yang berwenang. 

Prestasi:
- Medali emas SEA Games Mangthai (2007)
- Medali emas Kejuaraan Dunia Yunior Praha (2007)
- Gelar 'The Best Lifter' Kejuaraan Dunia Yunior Praha 2007
- Medali perunggu kelas 56 kg Kejuaraan Dunia Chiang Mai (Muangthai, 2007)
- Medali perunggu Kejuaraan Dunia Chiang Mai (Muangthai, 2007)
- Medali perunggu kelas 56 kg Olimpiade Beijing (2008)
- Medali perak kelas 62 kg Kejuaraan Asia  Kanazawa, Jepang 
- Medali perunggu kelas 62 kg Olimpiade London (2012)
(MGH/Foto: Koleksi pribadi)

Selasa, 31 Juli 2012

MEILIANA JAUHARI : BELUM PUAS JADI JUARA


Bersama Greysia Polii, Meiliana menempati peringkat 12 ganda putri bulutangkis dunia. Dan di pundak merekalah bangsa Indonesia saat ini meletakkan asa raihan medali Olimpiade. Langkah kedua putri Indonesia di babak penyisihan grup sejauh ini cukup menjanjikan setelah mengalahkan ganda Australia dengan rubber set.

Atlet yang rendah hati ini lahir di Jakarta, 7 Mei 1984. Dibanding pasangannya, Greysia Polii yang lebih ekspresif, Meiliana jarang disorot media. Dara 168 cm ini memang pendiam dan pemikir, jadi kurang nyaman apabila menjadi perhatian media. Kalau sedang ada waktu, Meiliana suka membaca, jalan-jalan, mendengarkan musik, dan makan.Makanan favoritnya cukup banyak; mulai dari steak, ayam, cumi-cumi, udang, kepiting, hingga masakan Padang. Urusan bulutangkis, Meiliana mengidolakan Tony Gunawan dan mantan ganda putri Cina Ge Fei/Gu Jun. Soal musik, ia paling suka mendengarkan lagu 'Dan' dari Sheila On 7. 

Sederet gelar telah didapatnya dari berbagai turnamen bulutangkis dunia. Namun, Meiliana belum puas karena cita-citanya menjadi juara dunia belum tercapai. Tapi iapun sudah menata rencana masa depannya. Setelah tak lagi berkiprah di arena bulutangkis, penonton FTV ini ingin berwiraswasta. Ingin berwiraswasta bersama Meiliana? Email saja ke : meiliana_dj@yahoo.com

Prestasi:
A. Ganda Putri:
- Juara Malaysia Satellite 2005
- Juara Brazil International Coris Corporate 2006 (bersama Purwati)
- Juara  Bulgaria Open 2006
- Juara KLRC New Zealand Open 2007
- Juara Bahrain Series 2007
- Juara Spanish Open 2008
- Juara 2 Bitburger Open, Jerman, 2008 (bersama Shendy Puspa Irawati)
- Juara Le Volant d'Or de Toulouse 2008
- Juara 2 KLRC Bulgarian Grand Prix 2008 (bersama Shendy Puspa Irawati)
- Juara Polish International 2008
- Juara 2 Yonex Dutch Open 2008 (bersama Shendy Puspa Irawati)
- Juara 2 Vietnam Open Grand Prix 2008 (bersama Shendy Puspa Irawati)
- Juara 2 Bingo Bonanza Philippine Grand Prix Gold 2009 (bersama Shendy Puspa Irawati)
- Juara 2 Indonesia Open Grand Prix Gold 2010
- Medali perungggu beregu putri SEA Games 2010
- Juara 2 Macau Open Grand Prix Gold 2010 (bersama Greysia Polii)
- Juara 2 Yonex Chinese Taipei Open 2011 (bersama Greysia Polii)

B. Ganda Campuran:
- Juara 2 Brazil International Coris Corporate 2006 (bersama Crisnanta Danny Bawa)
- Juara 2 Le Volant d'Or de Toulouse 2008
- Juara Spanish Open 2008 (bersama Rendra Wijaya)
(MGH/Foto: www.pbdjarum.org)

Jumat, 27 Juli 2012

IKA YULIANA : SRIKANDI DI OLIMPIADE LONDON


Dara ini satu-satunya harapan Indonesia di cabang olahraga panahan dalam Olimpiade yang sedang berlangsung di London. Ika Yuliana Rochmawati, demikian nama lengkapnya, lahir di Bojonegoro (Jawa Timur) tanggal 2 Juli 1989. Semasa sekolah, alumnus SMAN 3 Bojonegoro ini tak termasuk siswi yang menonjol dalam arti bukan termasuk pengurus OSIS ataupun siswi yang populer. Namun, prestasi belajarnya cemerlang, sejalan dengan prestasinya di olahraga panahan. Di sekolahnya, Ika mendduki peringkat 2 di kelas. Sebagai pribadi Ika dikenal pemalu namun selalu bersikap baik pada siapapun sehingga memiliki banyak teman. 

Ika mengidolakan Lilies Handayani, salah seorang atlet panahan yang sukses meraih medali perak beregu putri Olimpiade Seoul (1988). Ia berharap bisa mempersembahkan medali Olimpiade untuk indonesia seperti sang idola. Untuk itu, Ika memutuskan tidak berpuasa selama berlaga di London. Iapun mengurangi jadwal latihan agar stamina dan konsentrasinya terpusat pada pertandingan. Selama di London, sebelum turun berlaga ia hanya berlatih setengah hari selama jatah 2 hari latihan yang disediakan panitia. Biasanya Ika berlatih seharian penuh pagi-sore, 6 hari seminggu!

Prestasi:
- Medali emas SEA Games Laos (2009)
- Medali emas nomor recurve Kejuaraan Asia, Teheran (2011)
(MGH/Foto: M.Yazid)