Tampilkan postingan dengan label atlet bulutangkis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label atlet bulutangkis. Tampilkan semua postingan

Selasa, 12 Maret 2013

TJUN TJUN : REKOR JUARA GANDA PUTRA ALL ENGLAND


Jauh sebelum era keemasan Rexy Mainaky/Ricky Subagdja, Indonesia telah mendominasi ganda putra bulutangkis dunia dengan 2 pasangan tangguh: Christian Hadinata/Ade Chandra dan Tjun Tjun/Johan Wahjudi yang merajai arena di tahun 1970-1980an. Permainan cepat, akurat, dan bertenaga menjadi ciri khas Tjun Tjun. Selain pemain handal di sektor ganda, Tjun Tjun juga jago berlaga sendirian alias bermain di nomor tunggal. Bersama ganda Denmark era 1960 Hammergard Hansen, Tjun Tjun/Johan Wahjudi memegang rekor juara ganda putra All England. 

Tjun Tjun adalah adik dari Liang Chiu Hsia (Liang Qiu-xia), atlet bulutangkis putri andalan Cina yang kemudian menjadi pelatih bulutangkis Indonesia. Tahun 2009, Tjun Tjun terpilih menjadi salah satu atlet World Badminton Hall of Fame, membuktikan pamornya dalam sejarah bulutangkis dunia. 

Prestasi:
A. Ganda Putra
- Juara Asian Championships 1971 (bersama Tatat)
- Juara Danish Open 1972 (bersama Johan Wahjudi)
- Juara German Open 1972 (bersama Johan Wahjudi)
- Juara Danish Open 1973 (bersama Johan Wahjudi)
- Juara 2 All England 1973 (bersama Johan Wahjudi)
- Juara Thomas Cup 1973 (bersama Tim Indonesia)
- Juara Danish Open 1974 (bersama Johan Wahjudi)
- Juara All England 1974 (bersama Johan Wahjudi)
- Medali emas Asian Games 1974 (bersama Johan Wahjudi)
- Juara All England 1975 (bersama Johan Wahjudi)
- Juara Asian Championships 1976 (bersama Ade Chandra)
- Juara Thomas Cup 1976 (bersama Tim Indonesia)
- Juara IBF World Championships 1977 (bersama Johan Wahjudi)
- Juara All England 1977 (bersama Johan Wahjudi)
- Juara Swedish Open 1977 (bersama Ade Chandra)
- Juara All England 1978 (bersama Johan Wahjudi)
- Juara All England 1979 (bersama Johan Wahjudi)
- Juara Thomas Cup 1979 (bersama Tim Indonesia)
- Juara All England 1980 (bersama Johan Wahjudi)
- Juara 2 All England 1981 (bersama Johan Wahjudi)

B. Ganda Campuran
- Juara Danish Open 1974 (bersama Regina Masli)
- Medali perak Asian Games 1974 (bersama Sri Wiyanti)

C. Tunggal:
- Juara 2 All England
(MGH/Foto: BBC)

Senin, 11 Maret 2013

HAPPY HEROWATI : BERJAYA DI ASIAN GAMES 1962

Happy Herowati adalah srikandi bulutangkis Indonesia di era 1960-an. Bermain di sektor tunggal dan ganda putri, Happy turut mengharumkan nama Indonesia di tingkat dunia lewat permainannya di masa itu. Happy yang lahir di tahun 1935 kadang juga disebut dengan nama Heppi Herowati atau Jap Happy. 

Prestasi:
- Medali emas beregu putri Asian Games Jakarta 1962
- Medali perak ganda putri Asian Games Jakarta 1962 (bersama Corry Kawilarang)
- Medali perunggu tunggal putri Asian Games Jakarta 1962
(MGH)



Rabu, 06 Maret 2013

RETNO KUSTIYAH : OTOT TERLATIH KARENA ANGKAT EMBER


Pecinta bulutangkis sejati pasti tidak asing dengan nama Retno Kustiyah. Ialah pemain bulutangkis putri handal Indonesia di era 60-70-an yang kini menggeluti karir sebagai pelatih bulutangkis di Pelatnas dan PB Jayaraya. Dianatara teman-temannya, ia biasa disapa dengan nama 'Mbak Kus'. Di masa jayanya sebagai bintang lapangan, wanita tegas ini telah meraih gelar juara di banyak kompetisi bulutangkis dunia terutama di nomor ganda. Namun sebenarnya ia juga pernah turun sebagai pemain tunggal. Sebagai pelatih, iapun sukses melahirkan para juara. Diantaranya Susi Susanti, sang legenda bulutangkis dunia. Retno Kustiyah atau sering ditulis dengan ejaan lama Retno Koestijah, wanita Jawa yang lahir di Padang Panjang (Sumatera Barat), 19 Juni 1942, sering menyelipkan bahasa Jawa bila berbicara. Sikapnya santai dan penuh humor, termasuk saat melatih. Namun, jangan salah. Ia dikenal teguh mempertahankan prinsip. Bila merasa benar, ia berani melawan arus kuat. 

Sebagai pelatih, Bu Kus,  memilih menggunakan pendekatan seorang ibu pada anak-anak latihnya. Saking menjiwai perannya sebagai ibu, ia sampai mencomblangi anak latihnya. Salah satu pasangan yang sukses dicomblangi Bu Kus tak lain penganten Olimpiade: Alan Budikusuma & Susi Susanti. 

Mengenang masa-masa sebagai atlet bulutangkis di tahun 60-an, Bu Kus menceritakan bagaimana para atlet di masa itu harus berjuang lebih keras karena terbatasnya fasilitas. Untuk makan saja, atlet harus mengusahakan sendiri, bahkan akhirnya terpaksa menjual raket. Belum lagi tempat latihan di GOR Hall C Senayan yang saat itu bocor parah. Akibatnya bila hujan turun, lapangan jadi tergenang air. Kalau sudah begitu, para pemain putra maupun putri bersama-sama menguras air yang menggenangi lapangan dengan menggunakan ember. Hikmahnya mungkin, menurut perkiraan Bu Kus, otot tangan para atlet kita masa itu menjadi kuat karena telah terlatih mengangkat ember berisi air! 

Kini Bu Kus tinggal di Kompleks Perumahan P & K Slipi, Jakarta Barat. Di samping tetap berolahraga, Bu Kus menjaga kebugaran dengan menjadi vegetarian. 

Prestasi:
A. Ganda Putri:
- Medali emas Asian Games 1962 (bersama Minarni)
- Medali emas Asian Games 1966 (bersama Minarni)
- Juara Malaysian Open 1966 (bersama Minarni)
- Juara Malaysian Open 1967 (bersama Minarni)
- Juara All England 1968 (bersama Minarni)
- Juara Canadian Open 1969 (bersama Minarni)
- Juara 2 Uber Cup 1969 (bersama Tim Indonesia)
- Juara US Open 1969 (bersama Minarni)
- Juara 2 Uber Cup 1972 (bersama Tim Indonesia)

B. Ganda Campuran
- Juara Malaysian Open 1967 (bersama Tan Joe Hok)
- Juara Asian Championships 1971 (bersama Christian Hadinata)
- Juara Indonesian Open 1974
(MGH/Foto: Widodo S. Jusuf)

Kamis, 10 Januari 2013

MIA AUDINA : ANAK AJAIB DARI ARENA BULUTANGKIS


Prestasi gemilangnya di usia muda membuat Mia Audina diramalkan para pengamat bulutangkis akan mengggantikan ratu bulutangkis dunia kala itu, Susi Susanti. Tak heran, Mia memang baru berusia 14 tahun kala bergabung dengan Tim Uber Indonesia dan berhasil menghantarkan Indonesia memenangkan Piala Uber, lambang supremasi bulutangkis beregu putri dunia. Tak hanya sekali, 2 kali Mia sukses memboyong Piala Uber ke Indonesia bersama Tim Uber kita. Nama Mia langsung meroket, sebagian bahkan menyebutnya 'anak ajaib'.

Mia Audina Tjiptawan nama lengkapnya alias Zhang Haili. Lahir di Jakarta, 22 Agustus 1979. Mulai belajar memukul kok sejak umur 3 tahun, Mia tak hanya bersinar di arena Piala Uber. Iapun meraih medali perak Olimpiade pertamanya saat usianya baru 17 tahun. Tak heran, masyarakat Indonesia berharap banyak pada Mia. Meski di luar bulutangkis sempat terbetik kabar Mia bermasalah dengan sang ayah setelah berpulangnya sang ibu terkasih. Tapi harapan publim tetap, pebulutangkis bertubuh lentur ini bisa menggantikan Susi Susanti. 

Sayang, harapan itu kandas ketika Mia memutuskan menikah di usia amat muda, 20 tahun. Pria beruntung yang dipilih Mia tak lain penyanyi gospel asal Suriname berkewarganegaraan Belanda, Tylio Lobman. Tak hanya menikahi Tylio, Mia berpindah kewarganegaraan dan tinggal di Belanda, mengikuti sang suami tercinta. Tak meninggalkan olahraga yang membesarkan namanya, tapi sejak itu merah-putih-biru yang dibelanya. Bedanya, jika saat membela Merah-Putih ia fokus sebagai tunggal putri, di bawah bendera tiga warna ia bermain di nomor tunggal dan ganda. Mia kembali merebut medali perak Olimpiade keduanya, 9 tahun lalu sebelum kemudian memutuskan mundur dari bulutangkis karena kesehatan yang semakin menurun. 

Sekian lama tinggal di Negeri Kincir Angin, Mia mengaku sering kangen Indonesia dan terkenang riuhnya teriakan para penonton yang Kini, Mia yang sengaja menunda memiliki momongan, menikmati kehidupan barunya sebagai pengusaha batu mulia bersama sang suami. Pasangan inipun banyak menghabiskan waktu dengan berkeliling dunia, sembari mencari negara baru untuk mereka bermukim. Wah, berarti ada niat pindah dari Belanda. Kenapa nggak kembali ke Indonesia saja, Mbak? 

Prestasi: 
A. Sebagai atlet Indonesia
- Juara Uber Cup Jakarta 1994 (bersama Tim Uber Indonesia)
- Medali perak Olimpiade Atlanta, Amerika Serikat 1996
- Juara Uber Cup Hong Kong 1996 (bersama Tim Uber Indonesia)
- Juara USA Open 1996
- Juara Japan Open 1997
- Juara Singapore Open 1997
- Medali emas SEA Games 1997
- Juara Indonesia Open 1998
- Juara 2 Uber Cup Hong Kong 1998 (bersama Tim Uber Indonesia)

B. Sebagai atlet Belanda:
- Juara tunggal putri Taiwan Open 2000
- Juara tunggal putri Nederland Open 2001
- Juara tunggal putri Nederland Open 2002
- Juara tunggal putri German Open 2002
- Juara tunggal putri Swiss Open 2002
- Juara tunggal putri Taiwan Open 2003
- Juara  tunggal putri Korea Open 2003
- Juara 3 tunggal putri The World Championships Birmingham, Inggris 2003
- Medali perak tunggal putri Olimpiade Athena, Yunani 2004
- Juara tunggal putri Japan Open 2004
- Medali emas tunggal putri European Badminton Championships Geneva, Swiss 2004
- Medali emas ganda putri European Badminton Championships Geneva, Swiss 2004
- Medali perak beregu European Badminton Championships Geneva, Swiss 2004
(MGH/Foto: Republika)