Tampilkan postingan dengan label Bandung. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bandung. Tampilkan semua postingan

Selasa, 18 Desember 2018

HANIFAN YUDANI KUSUMAH : SANG PEMERSATU KEDUA CAPRES




Inilah atlet paling fenomenal sepanjang perhelatan Asian Games pertengahan tahun ini. Selain karena keberhasilannya menyabet medali emas pencak silat dari nomor tarung kelas C:55-60 kg putra, ialah satu-satunya atlet yang mampu menyatukan kedua capres Indonesia Joko Widodo dan Prabowo Subianto yang sama-sama menonton. Begitu dipastikan menjadi pemenang, Hanifan langsung lari berkeliling arena kemudian menghampiri kedua tamu kehormatan, Jokowi dan Prabowo lalu memeluk keduanya. Momen ini langsung diabadikan para penonton lain dan semua media lalu menjadi momen paling tak terlupakan dari Asian Games 2018.

Hanifan Yudani Kusumah atau akrab disapa "Hanif" adalah atlet pencak silat kelahiran Bandung, 25 Oktober 1997. Seperti kebanyakan atlet lain, Hanif juga lahir di keluarga atlet.  Kedua orangtuanya, Dani Wisnu dan Dewi Yanti adalah atlet pencak silat. Tak heran, keduanya mendukung penuh bakat Hanif sebagai atlet pencak silat. Kelas 2 SD, Hanif sudah bergabung dengan perguruan pencak silat Tadjimalela. Sehari-hari Hanif dikenal ramah dan humoris. 

Selain prestasi dan 'keberhasilannya menyatukan' kedua capres di final pencak silat Asian Games lalu, kisah asmara Hanif juga menaik perhatian media dan masyarakat. Pasalnya Pipit Kamelia atlet pencak silat yang ketika itu kekasihnya, juga berhasil memboyong medali emas nomor tarung kelas D:60-65 kg putri. Kebahagiaan pasangan emas ini makin sempurna ketika Hanif resmi menikahi Pipit awal Oktober lalu. 
Instagram: hanifan_yk

Prestasi:
- Medali emas pencak silat nomor tarung kelas C:55-60 kg putra Malaysia Open 2015
- Medali emas pencak silat nomor tarung kelas C:55-60 kg putra Malaysia Open 2016
- Medali emas pencak silat nomor tarung kelas C:55-60 kg putra World Champions Bali 2016
- Medali perunggu pencak silat nomor tarung kelas C:55-60 kg putra SEA Games Kuala Lumpur 2017
- Medali perak pencak silat nomor tarung kelas C:55-60 kg putra Asian Championships Korea 2017
- Medali perak pencak silat nomor tarung kelas C;55-60 kg putra Malaysia Open Pinang 2017
- Medali emas pencak silat nomor tarung kelas C:55-60 kg putra, Asian Games Jakarta-Palembang 2018
(mgh/foto: istimewa)

Senin, 26 Mei 2014

NIGHTSPADE : MENDUNIA BERKAT TUGAS KULIAH


Berawal dari kelompok tugas kuliah, barudak Bandung ini sukses berkiprah sebagai profesional di bidang IT. Perusahaan pembuat gim yang mereka dirikan di tahun 2010, Nightspade, telah mampu bersaing di tingkat dunia. Dari Bandung, mereka mengerjakan gim-gim pesanan perorangan, perusahaan yang berpromosi, hingga perusahaan pengembang gim besar seluruh dunia. Menariknya, meskipun baru seumur jagung, 90% klien Nightspade justru berasal dari luar negeri, utamanya Amerika Serikat, Cina, Singapura, dan Jepang. Tetap, mereka membuat gim-gim langsung untuk para pemain gim (bukan pesanan). Gim dibuat untuk beragam aplikasi sesuai pesanan, mulai IOS, android, window 8, symbian, bahkan meego.  

Nightspade didirikan oleh 7 mahasiswa semester 6 Jurusan Teknik Informatika, Institut Teknologi Bandung (ITB) saat mereka mendapat tugas kuliah pemrograman berorientasi obyek. Waktu itu, mereka sepakat membuat gim untuk PC karena kebetulan sekelompok penggemar berat gim. Dari kelompok tugas kuliah inilah muncul ide membuat gim sebagai usaha komersial. Awalnya, mereka menamai usaha pembuatan gim dengan Night Club Coder. Beralih menjadi Nightspade karena nama pertama terkesan sedikit negatif.  Setelah lulus, 2 dari 7 pendiri Nightspade keluar karena kuliah ke luar negeri dan bekerja di tempat lain. 

Kini pasukan inti Nightspade terdiri dari: Inas Luthfi (CEO), Doddy Dharma (programmer), Garibaldy W Mukti (CMO), Teddy Pandu Wirawan (COO), Ulung Siberuang (creative director), Magdalena M Amanda (script writer), Tommy Hidayat S (game designer), Rizal 'Algren' Azhari (2D artist), Edwin Zaniar Putra (programmer), Sakina Fathiani (bagian personalia & 2D artist), Hermina Nurdiwati (2D & 3D artist), Viananda A Andrias (2D artist), Hasna Tsaniya R (produser & pemasaran), Mahardiansyah K (programmer), Afina Zahra (animator & 2D artist), Nadya Oktavia (game designer), dan Bibi Wiwin Ligar (komandan rumah tangga). Proyek-proyek yang mereka kerjakan terus meningkat dengan nilai bervariasi mulai jutaan hingga milyaran rupiah. Tetap, mereka terus belajar meningkatkan kemampuan. Viananda, Sakina, dan Hasna misalnya, bekerja sambil belajar game teknologi dan media digital tingkat magister di ITB. 

Meski bisnis IT termasuk pembuatan gim makin marak di Indonesia, Nightspade tidak pelit berbagi ilmu. Secara tetap mereka ikut berbagi ilmu dengan sesama pembuat gim lain yang tregabung dalam wadah Gamedev (Game Developer). Mereka juga membuka kesempatan magang untuk para mahasiswa. 

Lebih lengkap tentang Nightspade, silakan menjelajah di nightspade.com atau kontak mereka di info@nightspade.com, telp.(022) 2501597, twitter: @thenightspade. Markas mereka masih di Jl. Anatomi No.10, Bandung.(MGH/Foto: Koleksi Pribadi)

Sabtu, 24 Mei 2014

MUHAMMAD SATRIANUGRAHA : LUTHIER OTODIDAK YANG MENDUNIA


Masih banyak yang belum tahu, Indonesia merupakan salah satu produsen gitar utama dunia. Gitar buatan Indonesia unggul dalam kualitas didukung bahan baku melimpah. Salah satu luthier (ahli membuat dan memperbaiki gitar) kelas dunia asal Indonesia adalah Muhammad Satrianugraha, pria Bandung yang biasa dipanggil Hanung. Selain membuat gitar untuk produsen-produsen gitar di luar negeri, Hanung kini memproduksi gitar dengan merek sendiri, Stranough dan The Tripper. Berbeda dengan luthier lain, Hanung membuat travel guitar atau gitar yang dirancang untuk dibawa bepergian. Tak hanya berukuran kecil hingga bisa disimpan di balik jaket, travel guitar juga dilengkapi dengan energi batere dan headphone agar dapat dimainkan dalam perjalanan.  Ide yang sangat menarik dan kreatif, bukan?

Hebatnya, Hanung belajar sendiri cara membuat gitar dari internet. Itupun bukan karena ia bercita-cita menjadi luthier, tapi karena tak punya cukup uang untuk membeli gitar. Hanung memang suka ngeband sejak sekolah menengah. Alat musik favoritnya, apalagi kalau bukan gitar pinjaman dari teman. Sayang, setelah ia kuliah, tak ada lagi teman yang bisa dipinjam gitarnya. Uang Rp 2 juta pemberian orangtuanya ternyata jauh dari harga gitar idamannya yang Rp 19 juta! Tak putus asa, Hanung belajar sendiri cara membuat gitar hingga berhasil. Melebihi harapannya, Hanung tak hanya membuat gitar untuk diri sendiri, ia bahkan sudah membuka usaha pembuatan gitar saat masih mahasiswa dengan konsumen dari dalam dan luar negeri. Konsumen asing pertamanya, produsen gitar asal Belanda, Lapstick. Hasilnya, travel guitar buatan Hanung meledak di Eropa hingga Lapstick melipatgandakan pesanannya pada Hanung. Kerjasama Hanung dengan Lapstick bahkan langgeng hingga kini. 

Kesuksesan kerjasama dengan perusahaan gitar internasional membuat Hanung makin percaya diri dan mendirikan perusahaan gitar dengan merek sendiri: Stranough. Meskpun berkesan bule, merek itu sebenarnya diambil dari nama belakang Hanung: Satria Nugraha. Tak hanya memproduksi gitar, Hanung juga membuka sekolah pembuatan gitar, kursus gitar, rekam medis gitar, dan konsultasi gratis perbaikan gitar. Belakangan, ia juga membuka cafe di kawasan Surapati, Bandung. Sukses dengan Stranough, lagi-lagi Hanung belum puas. Iapun menawarkan kreasinya yang lain, The Tripper, travel guitar yang lebih praktis dan mudah dibawa. Disamping itu, Hanung juga membuat gitar atas pesanan khusus. Sebagian besar pembuatan masih dengan tangan. Mesin hanya digunakan untuk meningkatkan presisi.

Meskipun sudah mempunyai perusahaan gitar sendiri, Hanung tetap menjaga kepercayaan Lapstick dengan hanya membuat desain khusus Lapstick untuk perusahaan Belanda itu. Hanung tak memmbuat gitar yang serupa untuk merek lain, termasuk mereknya sendiri. Baginya, kejujuran dan kualitas adalah kunci kesuksesan. Untuk itu, Hanung selalu menjaga kepercayaan konsumen. Buahnya, kualitas gitar buatan Hanung diakui internasional. Ini terbukti tahun 2011 saat Stranough bersama Buddy Blaze diundang menghadiri pameran musik terbesar di dunia yang dihelat di California (Amerika Serikat). 

Dari Bandung, gitar-gitar buatan Hanung kini mendunia. Setiap bulan ratusan gitar diekspor ke berbagai negara di Asia, Amerika, Australia, dan Eropa. Selain dengan Lapstick, Hanung juga telah bekerjasama selama betahun-tahun dengan Buddy Blaze dan Pepijn de Blecourt. Karya ayah satu putra ini juga telah dimainkan di banyak panggung musik internasional, salah satunya oleh gitaris jazz Amerika Serikat, Mike Stern. Rentang harga gitar buatan pria 32 tahun ini cukup beragam, mulai Rp 1,5 juta - 3500 dollar AS. Ingin beli atau belajar membuat gitar dari Hanung, bisa ke Jl. Surapati No.153B, Bandung atau Telp. (o22) 2530433. Bisa juga lewat email info@guitar-technology.com. (MGH/Foto:Team Nyata Indonesia)

Jumat, 16 Mei 2014

YOLLA YULIANA : SI LEMBUT YANG GARANG DI LAPANGAN


Pertama dipanggil bergabung dengan tim voli SEA Games saat usianya baru 14 tahun. Akibatnya, sang ABG terkaget-kaget menghadapi disiplin di asrama atlet. Tak hanya semua serba diatur, ponsel yang selama ini menjadi perlengkapan wajibnya pun tak boleh lagi dipegangnya. Padahal, Yolla kangen rumah dan ingin sering menelefon orang tuanya. 'Penderitaan' ini bertambah karena Yollapun tidak nyambung berbicara dengan para seniornya di tim.  Walhasil, Yolla patah arang dan mengundurkan diri. Dua kali Yolla dipanggil bergabung dengan tim voli SEA Games, 2 kali pula ia mengundurkan diri. Hebatnya, ia diberi kesempatan ketiga. Untung kali ini Yolla sudah lebih matang dan tangguh. 

Bersama timnas voli Indonesia, Yolla meraih medali perak kejuaraan yunior ASEAN 2008 dan medali perunggu SEA Games 2013. Ramah, lembut, manja, dan tak segan mengakui kekurangan, itulah Yolla. Kalau bermain jelek misalnya, ia akan meminta maaf lewat sosial media. Tapi di lapangan voli, ia garang  menyerang lawan lewat smash-smash tajam yang didukung postur jangkungnya. 

Yolla Yuliana lahir dari keluarga voli. Ia putri tunggal Alan Cherlan, mantan manajer tim voli, dengan Mira Mutiara yang mantan atlet voli. Yolla lahir di Bandung tepat tanggal 16 Mei 1994. Sebagai atlet voli posturnya sangat ideal, tinggi  180 cm dengan bobot 65 kg. Di luar kesibukannya sebagai atlet, Yolla kuliah di Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Bagasasi. Iapun rajin merawat tubuh di salon dan menjaga istirahat serta makanannya. Ingin tahu lebih banyak tentang dara cantik ini bisa nge-tweet @D1515OLA.
(MGH/Foto: Koleksi Pribadi)

Jumat, 12 April 2013

BRYAN TJUT : PECAHKAN REKOR SEA AGE GROUP


Wajahnya memang imut, usianyapun baru 12 tahun. Tapi jangan salah. Si imut asal Bandung ini telah berprestasi dalam olahraga renang hingga di tingkat antar bangsa. Tak hanya memborong 3 medali emas dan 1 perak dalam Kejuaraan Renang Kelompok Umur se-Asia Tenggara (SEA Age Group) tahun lalu, Bryan juga memecahkan rekor 400 meter gaya ganti perseorangan putra yang sebelumnya dipegang perenang Vietnam. Sekedar info, nama Bryan Tjut sering ditulis sebagai Bryan Cut oleh beberapa media cetak. 

Prestasi:
- Medali emas  200 m gaya punggung putra SEA Age Group Palembang 2012
- Medali emas 400 m gaya bebas putra SEA Age Group Palembang 2012
- Medali emas 400 m gaya ganti perseorangan putra SEA Age Group Palembang 2012
- Rekor 400 meter gaya ganti perseorangan putra SEA Age Group Palembang 2012
- Medali perak 200 m gaya ganti perseorangan putra SEA Age Group Palembang 2012
(MGH/Foto: Koleksi Pribadi)

Kamis, 11 April 2013

RAINA SAUMI GRAHANA : JUARA RENANG KELOMPOK UMUR ASIA


Nama lengkapnya cukup panjang: Raina Saumi Grahana Ramdhani. Sampai-sampai kadang media cetak salah menulis namanya sebagai nama 2 orang yang berbeda. Ada juga yang menulis namanya sebagai Raina atau Saumi Grahana. Yang jelas, ialah atlet renang putri remaja harapan Indonesia di masa depan. Simak saja, prestasinya di kejuaraan renang kelompok umur Asia terus naik. Apalagi, Mojang Bandung kelahiran 24 Oktober 1995 ini masih duduk di bangku SMAN 20 Bandung. Masih sangat muda. 

Tapi tak banyak yang tahu, Rena, begitu sapaan dara penyayang kucing ini, menerjuni olahraga renang sejak umur 6 tahun awalnya untuk mengatasi penyakit asma yang dideritanya. Di luar urusan renang, mojang hitam manis ini ternyata penggemar gadget. Pegangannyapun lengkap: iPhone dan Blackberry! Raina bahkan mengaku sudah memiliki telefon genggam sendiri waktu baru berumur 10 tahun. Sampai sekarang, ia sudah berganti-ganti telefon genggam belasan kali. Namun soal operator, sejak awal memakai ponsel hingga kini Rena setia pada Simpati. Rena memang fasih bicara soal ponsel. Maklum, ia sangat 'dekat' dengan ponselnya. Kalau sudah asyik main ponsel, ia mengaku bisa lupa waktu! 

Kembali ke soal renang, Raina mengaku selain tekun berlatih iapun membuka diri terhadap kritik dan masukan dari siapapun. Raina percaya, menerima masukan dengan rendah hai merupakan salah satu kunci untuk terus memperbaiki diri. 

Prestasi:
- Medali perak AASF Asian Age Group  Championships Jakarta (2007)
- Medali perunggu AASF Asian Age Group Championships Jakarta (2007)
- Medali perak AASF Asian Age Group Championships Jepang (2009)
- Medali perunggu AASF Asian Age Group Championships Jepang (2009)
- Medali perunggu AASF Asian Age Group Championships Jepang (2009)
- Medali emas AASF Asian Age Group Championships Jakarta (2011)
- Medali perak AASF Asian Age Group Championships Jakarta (2011)
- Medali perunggu AASF Asian Age Group Championships Jakarta (2011)
- Medali perunggu AASF Asian Age Group Championships Jakarta (2011)
- Medali perak 200 meter gaya kupu-kupu putri SEA Games Palembang (2011)
- Medali perunggu SEA Games Pelmbang (2011)
- Medali perunggu SEA Games Palembang (2011)
(MGH/Foto: Koleksi Pribadi)

Kamis, 04 April 2013

CHRIS LESMANA : PERANCANG MOBIL TERBAIK DI DUNIA


Satu lagi putra Indonesia yang dipercaya menjadi perancang mobil kelas dunia. Chris Lesmana, kelahiran Bandung, adalah perancang mobil Jerman Volkswagen atau lebih dikenal dengan nama singkatan VW.

Salah satu mobil yang dirancang Chris, VW Up! yang berkonsep mobil perkotaan. Hebatnya,  VW Up! dinobatkan sebagai World Car of The Year 2012 dalam New York Auto Show 2012, mengungguli 2 nominator lain: BMW 3-series dan Porsche 911. VW Up! dipasarkan dalam 2 rancangan: 3 dan 5 pintu. Sayangnya, mobil handal ini justru belum bisa masuk ke Indonesia karena kendala bahan bakar. VW Up! menggunakan bahan bakar ramah lingkungan standar Euro 5 yang belum ada di Indonesia. 

Rancangan Chris lainnya, VW New Beetle juga mendapat pujian dari pihak Volkswagen. Bos Volkswagen Group, Martin Winterkorn sendiri yang memilih sketsa karya Chris Lesmana dari beberapa sketsa karya para perancang mobil lainnya. Hebatnya, sketsa Chris dipakai hampir tanpa perubahan apapun. Frank Bruse, perancang eksterior VW mengatakan pada Autoweek, rancangan Chris sudah sangat bagus hingga hampir tidak ada perubahan lagi dalam realisasinya. Berbeda dengan VW Up!, VW New Beetle dirancang sebagai mobil untuk kaum wanita. Karena tuntutan pekerjaan, Chris kini bermukim di Jerman. (MGH/Foto: Jo Fischer)

Minggu, 17 Maret 2013

IIE SUMIRAT : NYENTRIKNYA SANG PENDEKAR BULUTANGKIS


Tahun 1970-an Indonesia mendominasi bulutangkis dunia terutama di sektor putra. Indonesia merajai arena dengan 7 Pendekar Bulutangkis atau The Magnificent 7: Rudi Hartono, Liem Swie King, Christian Hadinata, Tjun Tjun, Ade Chandra, Johan Wahyudi, dan tentu saja: Iie Sumirat. Nama terakhir tak hanya dikenal karena prestasinya, namun juga sifat humoris dan nyentriknya. Iie merupakan salah seorang pebulutangkis andalan Indonesia di sektor tunggal, di samping Rudi Hartono. Di luar lapangan, Iie dan Rudi bersahabat karib. Meski prestasinya lebih menjulang sebagai pemain tunggal, Iie juga mampu mencetak kemenangan sebagai pemain ganda putra di turnamen-turnamen internasional. 

Salah satu kenyentrikan Iie yang paling diingat masyarakat bulutangkis, terjadi saat pertandingan final Piala Thomas antara Indonesia melawan Denmark (1979). Saat bertanding melawan Svend Pri di nomor tunggal, Iie banyak melakukan gerakan-gerakan senam yang mirip tarian Sunda. Tapi, tentu tak cuma itu. Iie menyumbang 3 dari 9 poin kemenangan Indonesia: 2 kemenangan di nomor tunggal dan 1 kemenangan di nomor ganda bersama Tjun Tjun. Artinya, dari 3 kali penampilan, Iie tak sekalipun terkalahkan!

Iie Sumirat lahir di Bandung, 15 November 1950. Ia malang melintang di arena bulutangkis dunia di era 60-70an. Tan Joe Hok kecil, demikian pers menjulukinya kala itu. Tapi bukan hanya itu julukan bagi ayah 6 anak ini. Iie juga digelari 'Sang Pembunuh Raksasa.' Setelah gantung raket, ia berkonsentrasi menjadi pelatih dan mendirikan klub bulutangkis PB Sarana Muda yang kemudian berganti nama  menjadi SGS Elektrik. Atlet tunggal putra papan atas dunia, Taufik Hidayat, merupakan salah seorang anak didik Iie.

Kalau ingin sejago Iie atau Taufik, atau sekedar ingin bertemu salah satu legenda bulutangkis Indonesia ini bisa datang ke stadion milik Iie di Jl. Soekarno Hatta No.52 Bandung. Letaknya di dekat SM Bulding Mengger Moh. Toha. 

Prestasi:
- Medali emas Asian Games 1966
- Medali emas Asian Games 1970
- Juara 2 All England 1974
- Juara Asian Invitation Tournamment Bangkok 1976
- Juara 2 All England 1977
- Juara Taiwanese Open 1977
- Juara Tokyo Open 1978
- Juara Thomas Cup 1979 (bersama Tim Indonesia)
(MGH/Foto: Koleksi Pribadi)

Jumat, 22 Februari 2013

RICKY SUBAGJA : TOLAK MELATIH DI LUAR NEGERI


Di era 90-an kala ganda putra Rexy Mainaky dan Ricky Subagja merajai bulutangkis dunia, Ricky banyak diidolakan remaja putri karena ketampanannya. Sementara bagi pecinta bulutangkis dunia, pasangan Rexy-Ricky merupakan 'raksasa' bulutangkis dunia. Selain sama-sama jago, karakter merekapun saling melengkapi. Pelatih ganda Indonesia, Christian Hadinata menyebut, Rexy dan Ricky bagaikan yin dan yang yang saling melengkapi. Ricky yang kalem dan tenang menjadi pengimbang Rexy yang berapi-api. 

Tak terhitung lagi gelar juara turnamen internasional yang diraih Rexy-Ricky selama bersama. Yang paling dikenang masyarakat Indonesia mungkin medali emas Olimpiade Atlanta, Amerika Serikat (1996). Saat itu, Ricky-Rexy memang berada di singgasana bulutangkis ganda putra dunia. Sejak 1994-1997 mereka menduduki peringkat 1 dunia, tanpa mampu digeser ganda putr lainnya. Namun bukan berarti keduanya tak pernah bermaslah. Sebagai 2 karakter berbeda merekapun pernah berselisih paham hingga saling tak bicara di dalam dan luar arena saat menghadapi turnamen French Open (1992). 

Ricky Ahmad Subagja, bungsu dari 6 bersaudara lahir di Bandung tanggal 27 Januari 1971. Persentuhannya dengan bulutangkis dimotivasi kekagumannya pada Liem Swie King, salah seorang legenda bulutangkis Indonesia. Begitu kagumnya pada King, sampai-sampai Ricky selalu menulis 'ingin menjadi Liem Swie King' sebagai cita-citanya bila mengisi biodata. Untungnya, Ricky berangkat dari keluarga pecinta olahraga. Setiap hari Minggu, keluarganya bermain bulutangkis bersama di lapangan dekat rumah mereka. Sang ibupun mendukung penuh minat Ricky pada olahraga, terutama bulutangkis. Tak heran, saat baru kelas 2 SD Ricky telah diikutkan klub bulutangkis. Bakat dan prestasi yang menonjol mengantarkan Ricky masuk Pelatnas saat baru kelas 3 SMP. Selain bulutangkis, Ricky menggemari sepakbola dan renang.

Setelah mundur dari bulutangkis, pria bertingi 172 cm ini kebanjiran tawaran melatih di luar negeri. Toh, ia  memilih melatih di Indonesia. Selain melatih di salah satu klub bulutangkis di Batam, Ricky sibuk mengisi pelatihan singkat di berbagai kota seluruh Indonesia. Belum lagi undangan-undangan dari berbagai eksibisi. Di luar urusan bulutangkis, diam-diam Ricky berbisnis dengan sesama mantan atlet bulutangkis, Hariyanto Arbi. Mereka memproduksi peralatan bulutangkis bermerek Flypower yang aktif mensponsori para atlet bulutangkis Indonesia. Sejak beberapa waktu lalu, kesibukan Ricky kini semakin padat setelah bergabung di jajaran pengurus PBSI. 

Dari pernikahannya dengan atlet renang jelita Elsa Manora Nasution, Ricky dikaruniai seorang putri cantik: Nailah Cahaya Puteri yang tahun ini genap berusia 12 tahun. Meski Ricky dan Elsa telah bercerai, mereka tetap kompak dalam mendidik Nailah. 

Prestasi:
Ganda Putra 
A. Bersama Rudy Gunawan:
- Juara IBF World Championships Birmingham, Inggris 1993

B. Bersama Denny Kantono:
- Juara Japanese Open 1994

C. Bersama Rexy Mainaky:
- Juara Piala Sudirman 1989 (bersama Tim Indonesia)
- Juara Piala Sudirman 1991 (bersama Tim Indonesia)
- Juara Final World Badminton Grand Prix 1992
- Juara Chinese Open 1992
- Juara Thai Open 1992
- Juara Hong Kong Open 1992
- Juara Piala Sudirman 1993 (bersama Tim Indonesia)
- Juara Malaysian Open 1993
- Juara Indonesian Open 1993
- Juara Swedish Open 1993
- Juara Badminton World Cup 1993 
- Juara Thomas Cup 1994 (bersama Tim Indonesia)
- Medali emas beregu putra SEA Games 1994 (bersama Tim Indonesia)
- Medali emas beregu putra Asian Games 1994 (bersama Tim Indonesia)
- Juara Indonesian Open 1994
- Juara Swedish Open 1994
- Juara Malaysian Open 1994 
- Medali emas Asian Games 1994
- Juara Final World Badminton Grand Prix 1994
- Juara Singaporean Open 1994
- Juara IBF World Championships Lausanne, Swis 1995
- Juara Singaporean Open 1995
- Juara Korean Open 1995
- Juara Piala Sudirman 1995 (bersama Tim Indonesia)
- Juara Badminton World Cup 1995
- Juara All England 1995
- Juara Japanese Open 1995
- Juara Thomas Cup 1996 (bersama Tim Indonesia)
- Juara Korean Open 1996
- Medali emas Olimpiade Atlanta, Amerika Serikat 1996
- Juara Final World Badminton Grand Prix 1996
- Juara Japanese Open 1996
- Juara All England 1996
- Juara Piala Sudirman 1997 (bersama Tim Indonesia)
- Juara Badminton World Cup 1997
- Juara Malaysian Open 1997
- Juara Japanese Open 1997
- Juara Vietnamese Open 1997
- Juara 3 IBF World Championships Glasgow 1997
- Medali emas beregu putra SEA Games 1998 (bersama Tim Indonesia)
- Juara Indonesian Open 1988
- Medali emas Asian Games 1998 
- Juara Dannish Open 1998
- Medali emas beregu putra Asian Games 1998 (bersama Tim Indonesia)
- Juara Thomas Cup, Hong Kong 1998 (bersama Tim Indonesia)
- Juara Indonesian Open 1999
- Juara Thomas Cup 2000 (bersama Tim Indonesia)

Ganda Campuran
- Medali emas SEA Games 1991 (bersama Rosiana Tendean)
(MGH/Foto: Gembira Putra Agam)

Minggu, 02 September 2012

SUCI RIZKI ANDINI : PEBULUTANGKIS YUNIOR PERINGKAT 1 DUNIA


Suci Rizki Andini, salah seorang pemain yunior ganda putri Indonesia, merupakan asahan PB Mutiara Bandung. Mojang Bandung bertinggi-berat 165 cm/58 kg  ini lahir 26 Maret 1993 dan beragama Islam. Di sektor ganda putri, Suci berpasangan dengan srikandi muda bulutangkis lain, Tiara Rosalia Nuraidah. Suci adalah pebulutangkis yunior peringkat 1 dunia saat ini..  Di luar bulutangkis, Suci seorang penyayang binatang. 

Prestasi:
- Juara Asia Youth Under 19 Championships 2011
- Juara Indonesia International Challenge 2011
(MGH/Foto: Koleksi pribadi)

Minggu, 22 Juli 2012

NYE BOYS : PENGHARGAAN DI FESTIVAL K-POP INTERNASIONAL



Trio asal Bandung ini diganjar Encouragement Award dalam ajang K-Pop World Festival 2011 di Changwon (Korea Selatan). Dalam kontes yang diikuti kelompok cover dance aliran K-Pop dari seluruh dunia itu, penampilan NYE Boys mendapat sambutan paling meriah dan difavoritkan para penonton remaja Korea. 


NYE Boys berangggotakan 4 mahasiswa Universitas Padjadjaran, ITB, dan Maranatha: Arya, Adith, Icul, dan Lucas.  Trio ini dipimpin Adith atau lengkapnya Aditya Rahmadi, lahir di Bandung, 14 April 1991. Ia suka mendengarkan musik, menyanyi, menari, dan menggambar sketsa dengan pensil. Adith juga sangat membuat kostum-kostum ala tokoh kartun Jepang (cosplay). Selain menekuni cover dance, Adith juga bekerja sebagai perancang grafis. jTapi angan salah, iapun menguasai alat-alat musik gitar, seruling, piano, harmonika, dan bass. Meski menekuni K-Pop, Adith juga menggemari musik tradisional. Sampai sekarang, Adith suka sekali naik sepeda motor kesayangannya. Adith bisa dikontak lewat email kuroiga91@gmail.com juga twitter @NYE_Adith



NYE Boys berada di bawah agen NYE Entertainment yang bermarkas di Bandung. Ingin kenal lebih dalam dengan NYE Boys bisa kontak nomor 082116661387 atau 085221609133  Untuk mengikuti berita NYE Boys tinggal follow twitter NYE Entertainment @NYEnt_official (MGH/Foto: Pepem Tiyana Setiawan)

Rabu, 18 Juli 2012

GLENN VICTOR : HARAPAN EMAS DI OLIMPIADE 2012



Perkenalkan, inilah Glenn Victor, salah seorang atlet renang Indonesia yang diharapkan menyumbang medali emas Olimpiade yang akan digelar di London akhir bulan ini. Bukan harapan berlebihan, karena catatan prestasi Glenn memang menjanjikan. Simak saja, ia berhasil mengantongi medali perak nomor 100 meter gaya punggung putra dalam SEA Games Palembang tahun lalu. Sedangkan dalam ajang Hongkong Terbuka (2010) Glenn sukses membawa pulang 2 medali emas dan 1 perak. Setahun sebelumnya, ia telah meraih medali emas renang 100 meter gaya punggung putra dalam SEA Games Laos (2009) dan medali emas Singapura Terbuka juga di nomor yang sama. Lebih ke belakang lagi, Glenn telah mempersembahkan 2 medali perak dalam SEA Games 2007 dari nomor 100 meter gaya punggung putra dan 4 x 100 meter gaya ganti beregu putra. 

Yang tak banyak diketahui orang, ketertarikan Glenn pada olahraga renang berawal dari pengaruh teman-temannya. Ia sendiri awalnya lebih menekuni olahraga tennis. Olahraga renang mulai ditekuninya pada umur 10 tahun, saat bergabung dengan klub  Elvira Swima Gemilang di kotanya, Bandung.

Glenn Victor Sutanto, demikian nama lengkapnya, lahir tanggal 7 November 1989 di Bandung, terbilang senior di jajaran perenang nasional Indonesia. Perenang bertinggi 183 cm dan berat 74 kg  ini adalah putra sulung pasangan Haris Untung Sutanto dan Janti Kumalawati. Di waktu senggangnya, alumnus SMAK BPK 2 Penabur Bandung ini suka mendengarkan musik dan bermain game komputer. Glenn juga suka belajar, terlihat dari kegiatannya mengikuti kursus bahasa Inggris di sela-sela kesbukannya sebagai atlet nasional, hingga kini. Sebagai persiapan masa depannya, Glenn juga memulai bisnis jual-beli binatang peliharaan meskipun masih taraf kecil-kecilan. Sebagai pribadi, Glenn merupakan sosok yang  sportif, rendah hati, dan ramah. Ia tak segan memuji atlet renang lain yang berprestasi dan selalu melayani dengan ramah setiap penggemarnya yang meminta foto bersama. Cocok kan, dengan motonya, "jalani kehidupan dengan berusaha dan bersyukur." (MGH/Foto: Rosa Panggabean)

Jumat, 29 Juni 2012

YESSY YOSAPUTRA : PECAHKAN REKOR RENANG SEA GAMES


Inilah salah satu perenang Indonesia yang membuat kejutan dalam SEA Games akhir tahun lalu. Yeye, begitu perenang ini diakrabi, sukses meraih emas nomor 200 meter gaya punggung putri. Pencapaian Yeye mengakhiri paceklik emas yang dialami Indonesia selama bertahun-tahun di nomor putri. Tak hanya itu, Yeye memecahkan rekor SEA Games dengan catatan waktu 2 menit 16,07 detik, menumbangkan rekor lama yang telah dipegang selama 18 tahun 5 bulan atas nama perenang Filipina berdarah Amerika-Jepang, Akiko Thomson. Yeye juga berperan merebut medali perunggu nomor 4x200 meter estafet di ajang yang sama. Sebelumnya, Yeye telah meraih medali perak di nomor 100.000 meter Asian Beach Games di Oman (2010). 

Yessy Venisia Yosaputra, lahir di Bandung tanggal 27 Agustus 1994. Untuk mencapai prestasi seperti sekarang, putri Yohanes Yosaputra dan Sumarni  berlatih renang 3 sampai 7 jam sehari mengarungi jarak 10.000 meter di bawah bimbingan pelatih Nizarudin Nizar. Latihannyapun tak hanya di kolam renang, tapi juga di perairan bebas yang memerlukan stamina dan kekuatan lebih. Bakat berenang Yeye memang sudah nampak sejak kecil. Awalnya  bergabung dengan klub Aquarius, Bandung. Apalagi sang ayahpun mendukung penuh. Kakak Yeye, Hans, lebih dulu terjun sebagai atlet renang. 

Di luar kolam renang, Yeye tetap menekuni pelajaran di SMAK BPK 2 Penabur, Bandung. Kesibukannya sebagai atlet yang memaksa dia sering absen ke sekolah, tak membuat Yeye melupakan pelajaran. Ia selalu membawa buku pelajaran ke manapun pergi untuk dipelajari kapanpun waktu memungkinkan. Tak merasa cukup belajar sendiri, Yeyepun mengikuti pelajaran dari guru les yang diundang ke rumahnya. Di waktu senggang, Yeye juga suka melakukan hobinya yang lain, nonton. (MGH/Foto: The Jakarta Globe)