Tampilkan postingan dengan label Universitas Padjadjaran. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Universitas Padjadjaran. Tampilkan semua postingan

Jumat, 27 Juni 2014

ANGGER DIMAS : SANGAT BANGGA INDONESIA


Meski menyandang gelar Sarjana Hukum dari Universitas Padjadjaran (Unpad), ia memilih total di dunia musik elektronik. Pilihan yang telah terbukti tepat karena disinilah Dimas meraih sukses internasional. Padahal awalnya ia hanya mengunggah karya-karya musiknya ke Soundcloud. Tak diduga, karya-karya Angger memikat eksekutif industri musik Australia dan menghasilkan kontrak dengan perusahaan rekaman Negeri Kanguru, Vicious Records (2009). 

Sejak itu, nama Angger makin dikenal kalangan musik elektronik Australia hingga mendunia seperti sekarang. Tak hanya sering diminta tampil di Australia dan Selandia Baru, Angger juga beraksi di pesta-pesta di kota-kota besar berbagai negara di Asia, Eropa, hingga Amerika Serikat dan Kanada. Ia bahkan telah menggelar tur keliling Amerika Serikat dan Kanada. Musisi-musisi elektronik kelas dunia juga telah banyak yang bekerjasama dengan Angger. Diantaranya sang nominator Grammy asal Amerika Serikat, Steve Aoki. Bersama Steve, Anger menggarap album perdananya, Angger Management yang rilis secara internasional pertengahan tahun lalu. Steve juga mendukung tur promosi album Angger keliling Amerika Serikat dan Kanada. Sekedar informasi, penyanyi hiphop Australia Iggy Azalea juga turut mendukung album perdana Angger. 

Meski telah meraih sukses internasional, Angger tetap rendah hati dan selalu menunjukkan identitas sebagai orang Indonesia. Di setiap venue, sebelum tampil ia selalu berpesan pada MC untuk memanggilnya dengan "Angger Dimas from Indonesia". Itu dilakukan Angger karena ia sangat bangga jadi orang Indonesia. Sama sekali tidak pernah terbersit rasa rendah diri bekerja bersama musisi-musisi dari negara-negara lain. Bahkan hingga kini, setelah mendunia sebagai DJ dan produser yang kerap berkeliling dunia, Angger tetap memilih tinggal di Jakarta.

Lebih mengagumkan, Angger tetap rendah hati meski telah mendunia. Simak apa katanya tentang kesuksesan internasional yang diraihnya,"Bagi gue menjadi nomor 1 itu bukan yang utama. Gue yakin di atas gue masih banyak DJ Indonesia lain yang lebih hebat daripada gue." Betul-betul layak jadi idola nih. 

Lahir dengan nama Angger Dimas Riyanto di Jakarta pada 1 Maret 1988. Angger ternyata sangat mengidolakan Almarhum Presiden Soeharto. Ia bahkan memiliki dan telah membaca semua buku tentang Pak Harto. Lebih dari itu, ia ingin membuat lukisan wajah Pak Harto untuk dipasang di kamarnya. Jempol untuk Anger! Manusia beradab menghargai jasa para pendahulunya. Angger bisa dikunjungi di anggerdimas.com. 
(MGH/Foto: Koleksi Pribadi)

Senin, 28 Januari 2013

PROF. DR. EKA JULIANTA WAHJOEPRAMONO : OPERASINYA DISIARKAN LANGSUNG KE JEPANG


Meskipun sebagian orang Indonesia lebih percaya pada tenaga media asing, bukan berarti kualitas dokter-dokter kita kalah dibanding dokter negara lain. Salah satu buktinya adalah Prof. DR. dr Eka Julianta Wahjoepramono, ahli bedah syaraf (neurosurgeon) yang juga Guru Besar Kedokteran Universitas Pelita Harapan. Dokter bedah syaraf yang mengkhususkan diri pada bedah batang otak ini juga menjadi Professor tamu di Harvard University Medical School, Amerika Serikat. Ini berarti, Prof. Eka merupakan orang Asia pertama yang menjadi Professor tamu di Harvard University Medical School. 

Tak hanya Harvard, Prof. Eka juga menjadi Professor tamu di berbagai universitas terkemuka. Diantaranya Taiwan National University, Taipei Medical University, The University of Melbourne (Australia), The University of Toronto (Kanada), dan Tokyo Women's Medical University.

Bukan cuma itu. Sudah beberapa kali, operasi yang dilakukan Prof. Eka disiarkan langsung melalui satelit dan disaksikan para dokter bedah syaraf di Jepang! Tak heran. Keahlian Prof Eka memang mengagumkan. Sejak pertama kali menangani operasi batang otak (2001) hingga kini, tingkat keberhasilan operasi yang ditangani Prof Eka mencapai 100 % alias tidak pernah gagal sama sekali! Ini merupakan prestasi luar biasa bahkan di tingkat internasional.

Prof. Eka lahir di Klaten (Jawa Tengah), 27 Juli 1958 dengan nama Tjioe Tjay Kian. Berasal dari keluarga miskin, Eka cemerlang di sekolah hingga akhirnya berhasil lolos ujian masuk Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro, Semarang. Meski lahir dan tumbuh di keluarga miskin, sejak kecil eka memang bercita-cita menjadi dokter dan yakin cita-citanya tercapai. Setelah meraih gelar dokter dari Universitas Diponegoro, Eka lanjut mendalami spesialisasi bedah syaraf (neurosurgery) di Universitas Padjadjaran. 

Kini, sulung dari 5 bersaudara ini telah sukses menjadi dokter bereputasi internasional. Tetap, Prof. Eka tidak melupakan akarnya. Tak pernah pilih-pilih pasien, Eka tak jarang mengoperasi pasien miskin secara cuma-cuma. Baginya, ilmu kedokteran memang untuk menolong sesama yang memerlukan, tanpa pandang bulu latar belakang mereka. 

Sikap pantang menyerah, berani mencoba hal-hal baru, yakin tidak ada yang mustahil selama mau berjuang, dan selalu belajar adalah kunci keberhasilan Prof. Eka. Selain rajin membaca berbagai literatur kedokteran, Prof. Eka tak segan belajar secara formal di universitas. Tak tanggung-tanggung, 8 gelar S3 telah dikantonginya, termasuk gelar Doktor Ilmu Hukum dari Universitas Pelita Harapan, Tangerang (Banten). Motivasinya mempelajari ilmu hukum juga untuk mendukung profesinya sebagai ahli bedah syaraf. Prof. Eka ingin mengetahui aspek hukum dari profesinya agar lebih nyaman dan aman dalam mengamalkan keahliannya sebagai ahi bedah syaraf. Tak bisa dikesampingkan, tentu dukungan dari istri tercinta, Hannah Kiati Damar. Prof. Eka bisa dikontak lewat email: eka@siloamgleneagles.com (MGH/Foto:  Creativetrees)

Senin, 10 Desember 2012

NANCY MARGRIED : PENGUSAHA TANPA KANTOR, RAIH 3 PENGHARGAAN INTERNASIONAL


Melihat fotonya, Sahabat mungkin mengira kita sedang berkenalan dengan seorang model. Tapi, gadis cantik berdarah Batak ini bukanlah model. Di usianya yang masih belia, Nancy telah menduduki pucuk pimpinan Piksel Indonesia, perusahaan kreatif yang didirikannya 5 tahun lalu bersama 2 temannya: Muhammad Lukman dan Yun Hariadi. Bekerja dengan komputer dari rumahnya di Bandung, Nancy lebih bebas mengeksplorasi kreativitasnya hingga menyabet beberapa penghargaan internasional. Piksel Indonesia sendiri merupakan perusahaan yang menjual perangkat lunak untuk para pengrajin batik. Karena berkantor dari rumah, Nancy bisa bekerja dengan efektif tanpa dipusingkan kemacetan, cuaca, ataupun berdandan ribet. Cukup memakai jeans dan kaos saat bekerja, dan sesekali ia bermain dengan kucing kesayangannya, George, untuk sekedar melepas penat. 

Nancy Margried Panjaitan, lahir di Medan, 3 Maret 1979, putri ke-2 dari 4 bersaudara buah hati pasangan P Panjaitan dan Ria Sinurat, bukan berasal dari keluarga pengusaha. Tak heran, kedua orangtuanya sangat mengharap sang putri bekerja sebagai PNS atau karyawati BUMN setelah merampungkan pendidikan di Fakultas Ilmu Komunikasi (FIKOM) Universitas Padjadjaran, Bandung. Hmmm... tipikal umum orangtua Indonesia, bukan? Namun, Nancy yang sempat menjadi karyawati selama beberapa tahun setamat kuliah, menyadari bahwa jiwanya bukan sebagai karyawan. Jiwa petualangannya tak cocok dengan ritme monoton kerja kantoran konvensional. Saat itu, Nancy sudah ingin menjadi pengusaha, meskipun belum tahu di bidang apa dan bagaimana caranya. Hingga suatu hari, saat berkumpul dengan beberapa teman di sebuah cafe, tercetuslah ide untuk patungan usaha perangkat lunak batik. Setelah melewati penelitian selama setahun, berdirilah JBatik dan Batik Fractal yang digawangi Nancy beserta 2 sahabatnya, Lukman yang arsitek dan Yun yang matematikawan. Tidak setengah-setengah, selama penelitian, mereka bertiga rela berkeliling ke pelosok Indonesia untuk mempelajari batik. Modalnya didapat dari hadiah memenangi berbagai kompetisi inovasi.

Dara cantik yang selalu ceria inipun terus berusaha meyakinkan kedua orangtuanya, termasuk memberi pengertian tentang siklus jatuh-bangun dalam setiap usaha. Nancy sangat sadar, tak selamanya bisnis berjalan mulus. Selalu ada masanya saat roda berada di bawah dan terasa sulit bergerak ke atas. Justru itulah yang memberi nilai lebih pada bisnis dibanding bekerja sebagai karyawan. Tantangan yang hanya memanggil mereka yang kreatif dan bermental tangguh, seperti Nancy. 

Penghargaan:
- Asia Pacific ICT Award 2008
- UNESCO Award of Excellence 2008
- International Footwear Design Competition, Shanghai (RRC) 2010
(MGH/Foto:Koleksi Pribadi)

Minggu, 22 Juli 2012

NYE BOYS : PENGHARGAAN DI FESTIVAL K-POP INTERNASIONAL



Trio asal Bandung ini diganjar Encouragement Award dalam ajang K-Pop World Festival 2011 di Changwon (Korea Selatan). Dalam kontes yang diikuti kelompok cover dance aliran K-Pop dari seluruh dunia itu, penampilan NYE Boys mendapat sambutan paling meriah dan difavoritkan para penonton remaja Korea. 


NYE Boys berangggotakan 4 mahasiswa Universitas Padjadjaran, ITB, dan Maranatha: Arya, Adith, Icul, dan Lucas.  Trio ini dipimpin Adith atau lengkapnya Aditya Rahmadi, lahir di Bandung, 14 April 1991. Ia suka mendengarkan musik, menyanyi, menari, dan menggambar sketsa dengan pensil. Adith juga sangat membuat kostum-kostum ala tokoh kartun Jepang (cosplay). Selain menekuni cover dance, Adith juga bekerja sebagai perancang grafis. jTapi angan salah, iapun menguasai alat-alat musik gitar, seruling, piano, harmonika, dan bass. Meski menekuni K-Pop, Adith juga menggemari musik tradisional. Sampai sekarang, Adith suka sekali naik sepeda motor kesayangannya. Adith bisa dikontak lewat email kuroiga91@gmail.com juga twitter @NYE_Adith



NYE Boys berada di bawah agen NYE Entertainment yang bermarkas di Bandung. Ingin kenal lebih dalam dengan NYE Boys bisa kontak nomor 082116661387 atau 085221609133  Untuk mengikuti berita NYE Boys tinggal follow twitter NYE Entertainment @NYEnt_official (MGH/Foto: Pepem Tiyana Setiawan)