Kamis, 16 Agustus 2012

IKAN BAKAR BUMBU RICA

Bahan:
Ikan Cakalang (Tongkol)   500 gr 
Air jeruk nipis   1 sdm
Kecap ikan   1 sdm
Minyak tak jenuh   1 sdm (untuk mengoles)
Minyak tak jenuh   2 sdm (untuk menumis)

Bumbu Rica:
Irisan bawang merah   3 sdm
Irisan bawang putih   1 sdm 
Cabe merah   5 buah (gerus kasar)
Cabe rawit   5 buah
Daun jeruk   3 lbr
Daun kemangi   25 gr
Jahe   1 iris
Air jeruk lemon   1 sdm
Kecap ikan   1 sdm
Gula pasir   1 sdm
Tomat   100 gr (iris kecil)

Cara Memasak:
1. Bersihkan ikan, buang insang dan isi perutnya. Cuci bersih.
2. Campur air jeruk nipis dengan kecap ikan lalu balurkan pada ikan.
3. Biarkan ikan selama beberapa menit.
4. Panggang dalam oven sambil sesekali diolesi minyak.
5. Angkat setelah ikan matang.
6. Bumbu Rica:  
- Tumis semua bumbu sambil diaduk rata.
- Tunggu sampai matang dan harum.
- Angkat.
7. Siramkan bumbu rica pada ikan.
8. Sajikan.

Info Saji:
Untuk: 5 porsi (158 kal/porsi)
(Resep: Ibu Tuti Soenardi/Kompas)

Rabu, 15 Agustus 2012

MUHAMMAD LUTHFI NURFAKHRI: PENGHARGAAN DARI MARINIR AMERIKA


Penampilannya tak beda dengan remaja seusianya. Namun soal prestasi, Luthfi, begitu remaja cerdas ini biasa dipanggil, melampaui kebanyakan remaja seusianya. Bayangkan saja, tahun 2008 ia telah membawa pulang medali emas dari ajang International Exhibition for Young Inventors di Taiwan berkat Cooking Box, alat pengembang roti temuannya. Tak hanya itu. Sukses kembali dicapai pelajar kelas 2 SMAN 1 Bogor (Jawa Barat) ini di Pittsburgh (Amerika Serikat) dalam ajang International Science and Engineering Fair yang diikuti 70 negara. Dalam ajang ini, Digital Leaf Color Chart temuan Luthfi dihadiahi Grand Award dalam kompetisi yang diikuti 1100 penemuan dari seluruh dunia dan dinilai 12 juri bergelar PhD serta seorang peraih Nobel Fisika ahun 2001. 

Digital Leaf Color Chart merupakan alat sensor tanaman untuk mendeteksi kebutuhan pupuk. Cara kerjanya dengan mendeteksi warna daun. Dengan alat ini, petani dapat mengetahui berapa pupuk yang diperlukan tanaman secara lebih akurat daripada menggunakan perkiraan tradisional selama ini. Berdasarkan hasil percobaan terbukti, dengan menggunakan alat ini penggunaan pupuk lebih hemat 25 kh/ha dibanding menggunakan takaran berdadarkan perkiraan tradisional. Tentu, dengan hasil yang sama. Penemuan Luthfi ini bahkan mendapat penghargaan dari Angkatan Darat dan Marinir Amerika Serikat karena dinilai membawa kemaslahatan bagi orang banyak. Saat ini Digital Leaf Color Chart sedang dalam proses pendaftaran hak paten. Meski demikian, Luthfi masih terus menyempurnakan temuannya ini agar lebih ramping dan ringan hingga lebih nyaman digunakan. Luthfi mengaku, biaya pembuatan alat ini tak terlampau mahal, cukup Rp 900.000. Namun, proses penciptaannya amat tak mudah. Luthfi harus mengalami 135 kali kegagalan sebelum berhasil merancang alat yang tepat. 

Luthfi lahir di Bogor, putra kedua Iyus Hendrawan dengan Endang Sri Rejeki, seorang pendidik di Sekolah Dasar. Sehari-hari, Luthfi suka mengadakan percobaan untuk menemukan berbagai instrumen baru. Inspirasi temuannya didapat dari pengalaman sehari-hari. Seperti saat menciptakan Cooking Box, Luthfi terinspirasi kebosanannya menanti proses mengembangnya kue yang memakan waktu berjam-jam. Jangan heran, Luthfi memang suka membuat kue bersama sang ibu. Begitu juga dengan Digital Leaf Color Chart. Idenya muncul Luthfi bercita-cita meraih Nobel Fisika dan mendirikan perusahaan multinasional untuk membantu para petani kecil di seluruh dunia. Yang di luar dugaan banyak orang, meski penampilannya kalem, ternyata Luthfi  sangat humoris. Ia bahkan aktif dalam komunitas Stand Up Indonesia Bogor.  Hmmm...ternyata.....  Twitter:  @luthfi0610 (MGH/Foto: Koleksi Pribadi)

ES SARANG BURUNG LENGKENG

Bahan:
Agar-agar bubuk   1 pak
Air matang
Lengkeng kering
Gula pasir   1 cangkir
Air panas

Cara Membuat:
1. Rebus agar-agar bubuk dengan 400 cc air sampai hancur.
2. saring dan dinginkan.
3. Parut dengan parutan keju agar bentuknya panjang dan lembut, menyerupai sarang burung.
4. Seduh lengkeng dengan air panas hingga melar. Tiriskan.
5. Gula Karamel: 
- Letakkan gula pasir di atas wajan. 
- Nyalakan api dan biarkan gula pasir meleleh berwarna coklat muda.
- Tunggu hingga seluruh gula sudah meleleh dan gula mulai berbuih. 
- Tuangkan air sedikit demi sedikit hingga menyatu dengan gula.
- Angkat lalu saring.

Cara Menghidangkan:
- Letakkan 2 sdm sarang burung dalam gelas.
- Masukkan 1 sdm lengkeng, air, gula karamel, dan air gula sekupnya.
- Tambahkan beberapa potong es batu.
(Resep: Nyonya Rumah/Kompas)

Selasa, 14 Agustus 2012

AYU AZHARI : AKTRIS TERBAIK SE-ASIA PASIFIK


Wanita cantik berwajah lembut ini mengharumkan Indonesia dengan merebut gelar Aktris Terbaik pada Festival Film Asia Pasifik lewat film Telegram besutan sutradara papan atas, Slamet Rahardjo (2001). Dalam film itu, Ayu berperan sebagai arwah gentayangan seorang Wanita Tuna Susila. Tahun 90-an iapun turut berperan dalam satu film kolosal Belanda, Oeroeg.

Lahir di Jakarta dengan nama Siti Khadijah pada tanggal 19 November 1969, ia mengganti namanya menjadi Ayu Azhari saat terjun ke dunia seni peran. nama Azhari jelas diambil dari sang ayah. Tapi nama Ayu dipakai karena ia tak ingin memakai nama Khadijah yang merupakan istri Rasulullah. Ayu menjelaskan, Khadijah RA  adalah wanita yang mulia. Karenanya tak pantas nama Beliau digunakan seorang pemain film yang kadang harus beradegan kurang sesuai dengan ajaran Islam. Ayu memang berlatar belakang keluarga muslim yang taat. Awal terjun ke dunia artis, Ayu harus kucing-kucingan dengan kedua orangtuanya yang tidak suka sang putri menjadi artis. Nyatanya kemudian tak hanya Ayu, namun adik-adiknya: Ibra, Rahma, dan Sarah juga terjun ke dunia hiburan. Ayu, sulung dari 6 bersaudara dari keluarga keturunan Timur Tengah. Orangtuanya berasal dari Afganishtan. Tak hanya menekuni dunia seni peran, dunia seni suara dan modelingpun dilakoninya. Bahkan beberapa tahun lalu ia sempat mencalonkan diri sebagai Wakil Bupati Sukabumi namun gagal.

Melihat penampilannya yang begitu indah, orang tak akan mengira Ayu telah mempunyai 6 orang anak dari 3 pernikahannya. Pernikahan pertama dengan musisi Djody Gondokusumo membuahkan satu anak laki-laki yang kini telah dewasa, Axel. Setelah bercerai dengan Djody, Ayu menikah lagi dengan pria Finlandia, Timo Yusuf Ibrahim dan melahirkan Sean Azad, Mariam Nur Al Iman serta Sulaiman Atiq. Sayang, pernikahan dengan Timopun tak langgeng. Kini, Ayu mengarungi bahtera pernikahan dengan penyanyi rock Amerika Serikat, Mike Tramp yang di era 90-an sangat mendunia sebagai vokalis White Lion. Dengan Mike, Ayu telah dikaruniai sepasang anak, Isabelle dan Lennon. Begitu cintanya pada Ayu, Mike sampai menciptakan lagu berjudul 'Khadija', nama asli Ayu Azhari. Di luar kesibukannya sebagai artis, Ayu dan keluarganya mendirikan yayasan sosial Al Azhari.  Ayu bisa dikontak via email: ayukhadijah@gmail.com (MGH/Foto: Koleksi Pribadi)

KERANG HIJAU BUMBU IRIS

Bahan:
Kerang hijau   350 gr
Asam Jawa   1 sdt (larutkan dalam 1 sdm air)
Daun Salam   1 lbr
Terasi bakar   1/2 sdt (haluskan)
Garam   2 sdt
Gula merah   1/2 sdm
Air   250 ml
Minyak goreng   3 sdm (untuk menumis)

Bumbu Iris:
Bawang merah   8 btr
Bawang putih   4 siung
Cabe merah keriting   5 buah
Cabe hijau besar   2 buah
Cabe merah besar   2 buah
Jahe   2 cm
Tomat merah   1 buah

Cara Memasak:
1. Lumuri kerang hijau dengan air asam Jawa. Sisihkan.
2. Panaskan minyak.
3. Tumis  bumbu iris, daun Salam, dan terasi hingga harum.
4. Masukkan kerang. Aduk rata.
5. Tambahkan garam dan gula merah. Aduk rata.
6. Tuangkan air.Tunggu hingga matang dan meresap.

Info Saji:
Untuk : 4 porsi
(Resep: Kompas)

Senin, 13 Agustus 2012

TILLY SOELISTYO : BERSAING DI PASAR MODE SINGAPURA HINGGA DUBAI


Kalau Sahabat suka berbelanja mode ke Singapura, pasti tak asing dengan merek Possi-tilly-ty.  Tapi mungkin Sahabat belum tahu, pemilik sekaligus perancangnya adalah Tilly Soelistyo, wanita asal Indonesia alumnus LASALLE College of the Arts Singapura. Tilly mendirikan Tilly PTE Ltd di Singapura (2009). Perusahaan inilah yang memproduksi busana berlabel Possi-tilly-ty. Sebelumnya, Tilly sempat bekerja sebagai Creative Director di Sino, London. 

Tilly memilih berkarya di Singapura karena fasilitas yang lebih menjanjikan. Pemerintah Singapura yang serius menggarap sektor kreatif termasuk mode, merangkul para perancang mode berbakat, tanpa peduli kewarganegaraannya,  dalam program terpadu yang disebut 'Parco Next NEXT'. Dalam program ini, para perancang pemula diberi fasilitas bimbingan, kesempatan mengikuti berbagai pameran dan peragaan busana, serta pengembangan bisnis. Program ini juga memberi kesempatan para perancang pemula untuk menyewa gerai di pusat perbelanjaan dengan harga murah. Setiap peserta program mendapat 2 mentor untuk membina di bidang desain dan bisnis. Tilly bercerita, mentor biasanya pelaku bisnis mode yang telah mapan. Untuk mengikuti pameran maupun peragaan busana di luar Singapura, para peserta juga mendapat subsidi pemerintah Singapura! Tak hanya itu, Tilly menuturkan, pemerintah Singapura juga memberi kemudahan bagi para perancang pemula dalam memperoleh bahan baku yang berkualitas. Kain impor untuk para perancangpun bebas pajak! Untuk semua kemudahan itu, para perancang cukup membayar iuran sebesar 500 dollar Singapura. Itulah yang membuat wanita 35 tahun ini memilih berkarya di negeri jiran. Namun semua kemudahan tadi tentu ada syaratnya: para perancang pemula harus membawa bendera Singapura dalam setiap aktivitas karyanya, termasuk saat mengikuti berbagai pameran, peragaan busana, hingga lomba.

Gerai Possi-tilly-ty ada di Bugis Street Singapura. Tapi karya-karya Tilly tak hanya bisa dibeli di Singapura, namun sudah bersaing di pasar mode bebagai negara , bahkan hingga ke Dubai, Uni Emirat Arab. Koleksi Tilly bisa dilihat di www.tillydesigns.com atau www.possitillyty.com emailnya: tilly@possitillyty.com  Ingin ketemu langsung juga bisa, tapi janjian dulu lewat nomor kantornya (65) 9692-0612. Tapi kalau telefon cuma bisa hari Senin-Sabtu jam 10.00-19.00 saja ya. Maklum, kantornya libur tiap hari Minggu.(MGH/Foto: Koleksi Pribadi)

PEPES NASI

Bahan:
Beras   400 gr
Santan   700 ml (dari 1/2 butir kelapa)
Garam   2 sdt
Kunyit   50 gr (parut, ambil 30 ml airnya)
Daun salam   2 lbr
Daun pandan   3 lbr
Daun jeruk   3 lbr (buang tulangnya)
Daun pisang untuk membungkus
Lidi untuk sematan pembungkus

Isi:
Paha ayam   3 ptg/300 gr (ambil dagingnya, potong 3x3 cm)
Jamur Merang   50 gr (iris tipis)
Cabe rawit merah   12 buah
Daun salam   2 lbr
Sereh   2 btg (ambil putihnya, memarkan)
Daun jeruk   3 lbr (buang tulangnya)
Garam   3/4 sdt
Gula pasir   1/2 sdt
Air   125 ml
Kemangi   2 tangkai (siangi)
Daun bawang   1 btg (iris halus)
Minyak goreng   2 sdm (untuk menumis)

Bumbu halus:
Cabe merah keriting   3 buah
Bawang merah   6 btr
Bawang putih   3 siung
Kemiri   4 btr (sangrai)
Jahe   1 cm
Kunyit   1 cm (bakar)
Tomat   1 buah

Cara Memasak:
1. Isi:
- Panaskan minyak.
- Tumis bumbu halus, daun salam, sereh, dan daun jeruk hingga harum.
- Tambahkan ayam, jamur Merang, dan cabe rawit merah.
- Aduk-aduk hingga berubah warna.
- Masukkan air, garam, dan gula pasir. Biarkan hingga meresap.
- Tambahkan daun Kemangi dan daun bawang. Aduk rata.
- Angkat dan sisihkan.
2. Didihkan santan, garam, air kunyit, daun salam, daun pandan, dan daun jeruk.
3. Sisihkan.
4. Letakkan beras ke dalam penanak nasi. Tuangkan santan yang baru dididihkan.
5. Tanak hingga matang. Bagi menjadi 5 bagian.
6. Letakkan nasi di atas daun pisang, pipihkan, letakkan isi di atas nasi, tutup lagi dengan nasi. Bungkus. Semat dengan lidi.
7. Kukus atau oven 10 menit.
(Resep: Philips)