Bahan:
Bayam 3 ikat
Labu siam 1 buah
Bawang merah 4 btr
Bawang putih 1 siung
Bubuk ketumbar 1 peres sdm
Kencur 1 btr
Gula secukupnya
Garam secukupnya
Daun salam 2 lbr
Terasi 1 iris
Lengkuas 1 iris (memarkan)
Santan (dari 1/2 kelapa)
Cara Memasak:
1. Labu siam dikupas, potong-potong.
2. Bayam dipetik-petik.
3. Gerus bumbu-bumbu kecuali lengkuas dan daun salam.
4. Didihkan santan.
5. Masukkan bumbu, labu siam, dan bayam. Biarkan hingga bayam hampir matang.
6. Masukkan santan kental sambil diaduk-aduk hingga mendidih.
7. Angkat.
(Resep: Nyonya Rumah/Kompas)
Serabi Indonesia (SERbA-serBI INDONESIA), berisi tulisan tentang sisi positif Indonesia. Dipersembahkan untuk saudara-saudari sebangsa.
Rabu, 21 Mei 2014
Selasa, 20 Mei 2014
SIMON SANTOSO : NYARIS DICORET DARI PELATNAS
Sempat nyaris dicoret dari daftar atlet Pelatnas bulutangkis karena prestasinya dianggap tidak memenuhi harapan, Simon membuktikan bahwa ia masih salah satu yang terbaik dengan menyabet sejumlah gelar di berbagai kejuaraan internasional. Hasilnya, kini ia salah satu putra terbaik bangsa yang membela Merah Putih di ajang Piala Thomas yang sedang berlangsung di India.
Simon, bungsu dari 4 bersaudara putra Hosea Lim dengan Rahel Yanti. Jebolan PB Tangkas yang lahir di Tegal (Jawa Tengah) tanggal 29 Juli 1985 ini selalu tampil kalem di lapangan. Bertinggi-berat 175 cm/65 kg, Simon merupakan salah satu pebulutangkis tunggal putra andalan Indonesia. Untuk yang ingin tahu, Simon beragama Katholik dan gemar berenang atau membaca komik di waktu luang. Buat yang naksir, berita buruk, Simon telah bertunangan dengan Evelyn Carmelita, Januari lalu.
Prestasi:
- Medali perunggu SEA Games 2003Simon, bungsu dari 4 bersaudara putra Hosea Lim dengan Rahel Yanti. Jebolan PB Tangkas yang lahir di Tegal (Jawa Tengah) tanggal 29 Juli 1985 ini selalu tampil kalem di lapangan. Bertinggi-berat 175 cm/65 kg, Simon merupakan salah satu pebulutangkis tunggal putra andalan Indonesia. Untuk yang ingin tahu, Simon beragama Katholik dan gemar berenang atau membaca komik di waktu luang. Buat yang naksir, berita buruk, Simon telah bertunangan dengan Evelyn Carmelita, Januari lalu.
Prestasi:
- Medali emas beregu putra SEA Games 2003
- Juara 2 Singapore Satellite 2003
- Medali perak SEA Games 2005
- Juara 2 Piala Sudirman 2005
- Juara Robot HCMC Vietnam Satellite 2005
- Juara Singapore Satellite 2006
- Medali perunggu beregu putra Asian Games 2006
- Juara Swiss Open Super Series 2007
- Juara 2 Piala Sudirman 2007
- Medali emas beregu putra SEA Games 2007
- Juara 2 Malaysia Open Super Series 2008
- Juara 2 Djarum Indonesia Super Series 2008
- Juara Taiwan Open Grand Prix Gold 2008
- Medali emas SEA Games 2009
- Juara Denmark Open Super Series 2009
- Juara Chinese Taipei Grand Prix Gold 2009
- Medali emas beregu putra SEA Games 2009
- Juara Chinese Taipei Grand Prix Gold 2010
- Juara 2 Piala Thomas 2010
- Medali perunggu beregu putra Asian Games 2010
- Medali emas SEA Games 2011
- Medali emas beregu putra SEA Games 2011
- Juara 2 Yonex German Open Grand Prix Gold 2012
- Juara Djarum Indonesia Open Premier Super Series 2012
- Juara Djarum Indonesia Open Grand Prix Gold 2013
- Juara Singapore Super Series 2014
- Juara Malaysia Open Grand Prix Gold 2014
(MGH/Foto: Koleksi Pribadi)
JONGKONG HITAM
Bahan:
Tepung beras 400 gr
Tepung kanji 100 gr
Gula pasir 300 gr
Santan cair hangat-hangat kuku 1500 gr
Merang secukupnya
Air kapur sirih 1 sdt
Minyak goreng untuk oles
Kelapa parut (campur garam)
Cara Membuat:
1. Bakar merang hingga hitam. Gerus halus dan ayak.
2. Campur kedua jenis tepung.
3. Tuangi tepung dengan santan cair, aduk-aduk hingga adonan dapat dipulung.
4. Uleni hingga adonan tidak melekat pada tangan.
5. Tambahkan santan cair sedikit demi sedikit sambil adonan terus diaduk.
6. Bubuhi air kapur sirih, gula, dan abu merang hingga adonan berwarna abu-abu tua.
7. Saring dengan saringan halus.
8. Siapkan loyang persegi ukuran 20 x 20 x 6 cm. Olesi minyak.
9. Alasi dasarnya dengan selembar plastik.
10. Rebus air dalam langseng hingga mendidih.
11. Letakkan loyang di langseng.
12. Aduk-aduk adonan lalu tuang 1/4 bagiannya ke atas loyang.
13. Kukus selama sekitar 10 menit.
14. Tuang adonan lagi.
15. Angkat setelah semua adonan matang. Dinginkan.
16. Potong-potong.
17. Hidangkan dengan kelapa parut.
(Resep: Nyonya Rumah/Kompas)
Tepung beras 400 gr
Tepung kanji 100 gr
Gula pasir 300 gr
Santan cair hangat-hangat kuku 1500 gr
Merang secukupnya
Air kapur sirih 1 sdt
Minyak goreng untuk oles
Kelapa parut (campur garam)
Cara Membuat:
1. Bakar merang hingga hitam. Gerus halus dan ayak.
2. Campur kedua jenis tepung.
3. Tuangi tepung dengan santan cair, aduk-aduk hingga adonan dapat dipulung.
4. Uleni hingga adonan tidak melekat pada tangan.
5. Tambahkan santan cair sedikit demi sedikit sambil adonan terus diaduk.
6. Bubuhi air kapur sirih, gula, dan abu merang hingga adonan berwarna abu-abu tua.
7. Saring dengan saringan halus.
8. Siapkan loyang persegi ukuran 20 x 20 x 6 cm. Olesi minyak.
9. Alasi dasarnya dengan selembar plastik.
10. Rebus air dalam langseng hingga mendidih.
11. Letakkan loyang di langseng.
12. Aduk-aduk adonan lalu tuang 1/4 bagiannya ke atas loyang.
13. Kukus selama sekitar 10 menit.
14. Tuang adonan lagi.
15. Angkat setelah semua adonan matang. Dinginkan.
16. Potong-potong.
17. Hidangkan dengan kelapa parut.
(Resep: Nyonya Rumah/Kompas)
Senin, 19 Mei 2014
IHSAN MAULANA MUSTOFA : SI BUNGSU DI TIM THOMAS INDONESIA
Inilah anggota termuda tim Indonesia yang sedang berjuang di kejuaraan beregu putra bulutangkis paling bergengsi di dunia, Thomas Cup, yang berlangsung sejak kemarin (18/5) di New Delhi. Ihsan mengawal tunggal putra bersama Tommy Sugiarto, Dionysius Hayom Rumbaka, dan Simon Santoso.
Ihsan Maulana Mustofa, jajaka Sunda kelahiran Tasikmalaya (Jawa Barat) tanggal 18 November 1995. Remaja bertinggi 170 cm ini awalnya menerjuni bulutangkis karena dorongan sang ayah. Ternyata kemudian ia jatuh hati pada olahraga teplok bulu angsa ini dan mantap menjadi atlet hingga ke tingkat internasional. Apalagi setelah pendidikannya di SMAN Ciawi, Tasikmalaya, purna.
Memang saat ini prestasinya di tingkat dunia belum segemilang rekan-rekan di Tim Thomas Indonesia. Namun kualitas permainan dan prestasi atlet binaan PB Djarum yang terus meningkat membawa harapan. Apalagi baru tahun ini ia naik kelas ke tingkat senior.
Ihsan beragama Islam dan sempat dekat dengan sesama atlet bulutangkis, Marsa Indah Salsabila. Ingin dekat juga dengan Ihsan? Kirim saja surel (surat elektronik/email) ke: maulana.ihsan85@ymail.com.
Prestasi:
- Medali perunggu tunggal putra World Junior Championships 2013
- Medali perak beregu campuran World Junior Championships 2013
(MGH/Foto: Koleksi Pribadi)
PEPES IKAN PINDANG
Bahan:
Ikan pindang tongkol 100 gr (potong-potong)
Tomat hijau 2 buah (belah 4)
Daun bawang 2 btg (iris halus)
Lombok merah 4 buah
Bawang merah 2 btr
Bawang putih 1 siung
Terasi 1 iris
Gula secukupnya
Garam secukupnya
Daun salam
Minyak jelantah 2 sdm
Daun pisang untuk membungkus
Lidi
Arang untuk memanggang
Cara Memasak:
1. Gerus kedua jenis bawang dan bumbu-bumbu.
2. Bubuhi minyak jelantah dan irisan daun bawang. Ratakan.
3. Balur ikan pindang dengan bumbu lalu bungkus.
4. Masukkan beberapa iris tomat dan selembar daun salam dalam tiap bungkusnya.
5. Tutup kedua ujung pembungkus dengan lidi.
6. Panggang di atas bara arang hingga harum.
(Resep: Nyonya Rumah/Kompas)
Ikan pindang tongkol 100 gr (potong-potong)
Tomat hijau 2 buah (belah 4)
Daun bawang 2 btg (iris halus)
Lombok merah 4 buah
Bawang merah 2 btr
Bawang putih 1 siung
Terasi 1 iris
Gula secukupnya
Garam secukupnya
Daun salam
Minyak jelantah 2 sdm
Daun pisang untuk membungkus
Lidi
Arang untuk memanggang
Cara Memasak:
1. Gerus kedua jenis bawang dan bumbu-bumbu.
2. Bubuhi minyak jelantah dan irisan daun bawang. Ratakan.
3. Balur ikan pindang dengan bumbu lalu bungkus.
4. Masukkan beberapa iris tomat dan selembar daun salam dalam tiap bungkusnya.
5. Tutup kedua ujung pembungkus dengan lidi.
6. Panggang di atas bara arang hingga harum.
(Resep: Nyonya Rumah/Kompas)
Minggu, 18 Mei 2014
GERSON POYK : ANUGERAH DARI KERAJAAN MUANGTHAI
Boleh jadi, Beliaulah penulis paling produktif di Indonesia. Bayangkan, hampir tiada hari tanpa menulis sejak tahun 1950-an hingga hari ini. Mulai puisi, esai, cerita pendek, novel, hingga naskah drama. Pak Gerson bahkan bisa menyelesaikan 10 cerpen anak-anak dalam semalam! Untuk itu, beliau tidak pernah tidur sebelum pukul 2.00 dini hari. Bahkan kalau keasyikan menulis, Beliau bisa begadang semalaman dan baru tidur pukul 6.00 pagi!
Hebatnya, meski tak pernah berhenti menulis selama puluhan tahun, Beliau mampu menjaga kualitas karya-karyanya. Terbukti dengan diperolehnya anugerah SEA Write Award dari Kerajaan Muangthai (1989). Tak heran karena meski sibuk menulis, Beliau selalu berusaha meningkatkan wawasan dengan membaca buku-buku filsafat. Kamar tidurnya yang sempitpun penuh tumpukan buku, khas kamar penulis.
Lebih dari segala anugerah, dari menulis pula Pak Gerson mampu mengentaskan 4 dari 5 anaknya menjadi sarjana. Iapun bisa membeli rumah dan sebidang tanah di Depok (Jawa Barat) yang kini digunakannya untuk berkebun singkong.
Pak Gerson Poyk lahir di Namodele, Pulau Rote (Nusa Tenggara Timur) pada tanggal 16 Juni 1931. Alumnus SGA Kristen Surabaya ini sempat mendapat beasiswa untuk belajar menulis dalam International Writing Program, University of Iowa (Amerika Serikat). Menikah dengan Antoneta Saba dan dikaruniai 5 anak: Fanny, Frederik, Martin, Ester, dan Agnes.
Tak banyak yang tahu, hidup penulis senior berkelas internasional ini lebih dramatis daripada karya-karyanya. Ia meninggalkan pekerjaan pertamanya sebagai guru karena tertarik pada jurnalistik. Pekerjaan berikutnya sebagai wartawan harian Sinar Harapan dengan gaji cukup besar juga ditinggalkannya karena ingin fokus menulis.
Cobaan terbesar datang kemudian. Putra ketiganya, Martin, menderita skizofrenia sejak remaja hingga tak mampu meneruskan pendidikan dan bekerja. Ialah satu-satunya anak Pak Gerson yang tidak meraih gelar sarjana. Cobaan berat berikutnya terjadi 7 tahun lalu ketika sang istri yang menderita dementia senilis (kehilangan ingatan) tiba-tiba menghilang dari rumah. Meski sudah dicari kesana-kemari, hingga hari ini tiada kabar beritanya. Untuk mengenang masa-masa bahagia bersama sang istri, Pak Gerson memasang foto berdua istrinya semasa muda di cover Facebook Beliau. Apapun yang dialami, Pak Gerson selalu bersyukur dan gembira. Pemeluk agama Kristen ini memang selalu menghadapi apapun dengan humor dan tawa. Bisa jadi itulah resep sehat jasmani-rohani Beliau.
Di usianya yang hampir 83 tahun, Pak Gerson masih sehat dan aktif. Ingatan Beliau masih sangat tajam dan bicarapun lugas. Tak hanya menulis, Beliau giat berkebun di tanah miliknya yang berjarak 4 km dari rumah. Hebatnya, jarak itu ditempuhnya dengan mengayuh sepeda pergi-pulang! Bersama 2 anak dan seorang menantunya, Pak Gerson tinggal di Jl. R. Saleh Gg. H. Miun No.21A, Depok (Jawa Barat).(MGH/Foto: Koleksi Pribadi)
Langganan:
Postingan (Atom)


