Tampilkan postingan dengan label Universitas Indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Universitas Indonesia. Tampilkan semua postingan

Minggu, 11 Mei 2014

EMIRSYAH SATAR : KONTRIBUSI UNTUK INDONESIA DENGAN GARUDA


Tahun 1998 di tengah gejolak politik dalam negeri, Menteri Keuangan RI kala itu, Sugiharto, menghubungi Emirsyah Satar, salah satu putra Indonesia yang menduduki jabatan Assistant of Vice President of Corporate Banking Group Citibank di Hongkong. Emir diminta pulang ke Indonesia untuk menyelamatkan Garuda Indonesia yang terancam kebangkrutan. Sempat menolak, akhirnya Emir tergerak pulang ke Tanah Air. "Saya pikir, sepertinya saya bisa berkontribusi pada Indonesia melalui Garuda," kenang Emir tentang motivasinya saat itu. 

Kelanjutannya seperti yang sudah Anda tahu, Emir yang menduduki jabatan Direktur Keuangan Garuda mulai 1998 sukses merestrukturisasi maskapai yang sempat dilarang terbang ke Eropa dan Amerika Serikat. Beban hutang sebesar 1,8 milyar dollar AS pun berhasil dituntaskan. Semua dilakukan Emir hanya dalam waktu kurang dari 3 tahun! Tak heran, majalah Travel Finance yang bermarkas di New York (Amerika Serikat) mentasbihkan restrukturisasi keuangan Garuda sebagai Financial Restructuring of the Year (2001). 

Tahun 2005, Emir dipercaya memegang pucuk pimpinan Garuda Indonesia Airlines hingga kini. Tujuh tahun membenahi maskapai kebanggaan bangsa Indonesia, kerja kerasnya kembali membuahkan pengakuan dunia. Larangan terbang ke Eropa dan Amerika Serikat dicabut. Tahun 2012 Garuda meraih penghargaan dari perusahaan periset penerbangan dunia, Skytrax sebagai The World's Best Economy Class. Skytrax juga menempatkan Garuda sebagai maskapai peringkat ke-8 terbaik di dunia dengan 4 bintang (tertinggi 5 bintang). Bahkan berdasarkan survey terhadap ribuan penumpang dari berbagai negara terhadap maskapai sedunia, mayoritas menobatkan Garuda sebagai The Best Regional Airline in Asia dan The World's Best Regional Airline. 

Toh Emir tidak membanggakan diri. Baginya, berbagai penghargaan internasional yang telah dicapai Garuda selama ini adalah berkat kerja keras para karyawan. Emir pribadi juga telah mendapat pengakuan internasional dengan penganugerahan Travel Business Leader Award Asia Pacific dari CNBC, televisi bisnis yang bermarkas di Amerika Serikat (2013). 

Emirsyah Satar putra Minang kelahiran Jakarta, 28 Juni 1958. Ia adalah alumnus Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Indonesia. Sebagai putra diplomat, Emir terbiasa hidup berpindah-pindah sejak kecil. Karir pertamanya sebagai auditor di perusahaan konsultan bisnis terbesar di dunia Price Waterhouse Cooper.

Sekarang, Emir masih bekerja keras mewujudkan rencana-rencananya. Ia ingin Kelas Bisnis dan Utama Garuda juga meraih penghargaan internasional. Ia pun ingin meningkatkan posisi Garuda yang saat ini ke-8 terbaik di dunia dan memperbaiki reputasi dari maskapai bintang 4 menjadi bintang 5 (kategori tertinggi). Lebih penting, Emir sedang menyusun suatu sistem untuk Garuda yang tetap bisa berjalan baik walaupun kelak ia tak lagi memimpin maskapai itu. (MGH/Foto: Fan Page)

Rabu, 26 Desember 2012

DONNY DAMARA : AKTINGNYA HEMPASKAN ANDY LAU


Siapa tak kenal Donny Damara di tahun '90-an. Kala itu wajah tampan khas Indonesianya sangat sering terpampang di berbagai sampul majalah, halaman mode, panggung peragaan busana, iklan, hingga film-film nasional. Seiring berjalan waktu, karir Donny di dunia hiburan tampak meredup. Tapi laiknya aktor sejati, karir Donny di dunia film tak pernah mati. Prestasinya bahkan tak lagi di tingkat nasional, tapi meningkat ke kelas dunia. Awal tahun ini,  Donny dinobatkan sebagai Aktor Terbaik lewat film Lovely Man dalam 6th Asian  Film Awards di Hong Kong. Tak sembarangan, Donny melibas nama-nama besar seperti Park Hae Il (Korea), Yakusho Koji (Jepang), Andy Lau dan Chen Kung (Hong Kong) yang juga masuk nominasi. 

Donny memerankan waria dalam film Lovely Man. Dengan akting kuat para pemerannya plus cerita yang memikat, Lovely Man menuai banyak pujian para juri dan kritikus film dalam dan luar negeri. Dalam film itulah, Donny beradu akting dengan Raihaanun, istri sutradara Lovely Man,Teddy Soeriaatmadja. Yang lucu, anak Teddy dan Raihanuun yang baru berumur 3 tahun hingga kini membenci Donny karena melihat Donny sering memarahi sang ibu saat syuting Lovely Man. Teddy dan Raihanuun memang membawa anak mereka ke lokasi syuting. 

Pria mancung berkulit sawo matang ini lahir dengan nama Donny Damara Prasadhana, tanggal 12 Oktober 1966, beragama Islam. Ia adalah adik penulis terkenal, Ikke Soepomo. Donny terjun ke dunia model sejak masih kanak-kanak. Awalnya, Donny kecil dikontrak membintangi iklan TV produk mentega Blue Band. Sejak itu, sosoknya laris membintangi iklan berbagai produk, hingga mencapai puncak popularitas di tahun 1990-an sebagai aktor sekaligus model. Tak hanya model iklan dan majalah, sosok tegapnya laris sebagai peragawan karya para perancang papan atas. Sukses di dunia hiburan dan model, tak berarti mengesampingkan pendidikan formal. Terbukti, Donny juga berhasil meraih gelar sarjana dari FISIP Universitas Indonesia dengan mulus. 

Sayang, di tengah kesuksesannya dalam karir, Donny menghadapi masalah dalam kehidupan pribadi. Sang istri yang telah 16 tahun mendampingi, Vita, mengajukan gugatan cerai. Tentang ini, baik Vita maupun Donny kompak tutup mulut soal penyebab perceraian mereka. (MGH/Foto: Koleksi Pribadi)

Sabtu, 29 September 2012

RADHAR PANCA DAHANA : MEDALI KEHORMATAN DARI 15 NEGARA


Namanya dimasukkan dalam 5 Seniman Muda Masa depan Asia versi media Jepang, NHK (1996). Tak hanya itu. Iapun dianugerahi medali Prix de la Francophonie dari 15 negara berbahasa Perancis (2007)! Radhar Panca Dahana, wartawan dan sastrawan yang terakhir menimba ilmu formal tingkat doktoral di De l'Ecole des Hautes Etudes en Sciences Sociales (EHESS) Paris, lahir tepat 26 Maret 1965 di Jakarta. 

Idealis, gigih, unik, dan tangguh. Mingkin itulah yang cocok untuk menggambarkan budayawan muda ini. Bagaimana tidak, meski berhasil menyelesaikan kuliahnya di Universitas Indonesia dalam waktu hanya 2,5 tahun, namun ia menggantung skripsinya selama 7 tahun 'hanya' karena asyik mencari dana untuk teaternya! Saat menempuh pasca sarjana di Perancis dengan dana beasiswa, ia bahkan menolak merampungkan pendidikan S-3nya meski pemberi beasiswa mati-matian berusaha menahannya. Radhar memang tak peduli ijazah. Jauh sebelum itu, ketangguhan Radhar teruji saat usianya baru 13 tahun. Ia nekad minggat dari rumah karena tak tahan sikap sang ayah yang dinilainya terlalu keras. Keluar dari rumah tanpa uang, anak ke-5 dari 8 bersaudara ini menghidupi dirinya dengan menulis. Di usia belasan, ia sudah menjadi wartawan lepas harian Kompas dan kemudian di majalah remaja Kawanku. SMAnyapun berpindah-pindah karena ia menentang 'kebenaran mutlak' para guru. Setelah menjadi wartawan, Radhar yang memakai nama Reza Morta Vileni dikenal mbeling hingga sempat membuat gusar  sutradara senior, Teguh Karya. Saking gusarnya, Teguh pernah berkata dalam sebuah forum bahwa Reza tak akan jadi apa-apa 10 tahun ke depan. 

Kini, Radhar berjuang melawan 20 penyakit permanen stadium akut yang merongrong tubuhnya. Perokok berat ini juga mengalami kerusakan ginjal yang parah hingga harus cuci darah 3 kali seminggu sejak 11 tahun lalu. Toh ia tetap berkarya dan melawan rasa sakitnya. Pengagum RMP Sosrokartono, wartawan dan ahli bahasa, ini tinggal bersama sang istri yang juga orang teater, Nkis M, dan anak mereka, Cahaya Prima di sebuah rumah yang asri di Tangerang Selatan. Meski gemar merokok, Radhar anti minum alkohol. Minuman wajibnya sehari-hari adalah kopi. Lebih banyak tentang Radhar ada di www.radhar.tk(MGH/Foto: Koleksi Pribadi)

Jumat, 28 September 2012

GARIN NUGROHO : SUKSES INTERNASIONAL LEWAT FILM DAN SENI INSTALASI


Di usianya yang menapaki setengah abad, Garin Nugroho makin produktif dan berprestasi.  Tak hanya melahirkan film-film berkualitas dunia, ia kini menekuni seni visual bahkan telah meraih sukses internasional. Karya-karya seni instalasinya telah digelar di berbagai negara Eropa, bahkan menjadi pembuka pameran seni rupa yang menyuguhkan karya 500 maestro seni rupa dunia! Setelah berpameran di salah satu butik Louis Vuitton di Paris, Garin lanjut berpameran di Korea. Soal Louis Vuitton, tak hanya memfasilitasi pameran Garin, merek premium kelas dunia inipun telah membeli salah satu karya Garin untuk butik mereka di Paris. Jauh sebelum ini, orang telah mengenal Garin sebagai sutradara handal berkelas dunia. Terbukti, gelar Sutradara Terbaik disabetnya dari Festival Film Asia-Pasifik di Korea Selatan (1992) lewat film 'Cinta Dalam Sepotong Roti'. Gelar yang sama kembali diraihnya lewat film 'Bulan Tertusuk Ilalang' kali ini dari ajang Festival 3 Benua (Three Continents Festival) di Nantes, Perancis.  

Putra ke-4 dari 7 bersaudara anak pasangan Soetjipto dan Mariah ini lahir di Yogyakarta, saat kalender menunjukkan tanggal 6 bulan Juni tahun 1961. Mengenyam pendidikan formal terakhir di Fakultas Hukum Universitas Indonesia, Garin menikahi Riani Ikaswati dan dianugerahi 4 anak: Kamila Andini, Gibran Tragari, Adinda Fudia Hanamichi, dan Anala Ahimsa. (MGH/Foto: The Jakarta Post)

Sabtu, 21 Juli 2012

LALA KARMELA : SUKSES JADI PENYANYI DI FILIPINA


Mengawali karir dengan membintangi beberapa sinetron remaja, Lala sukses meniti karir musik di Filipina, negeri dengan tradisi musik jazz-pop yang kuat. Dan di genre musik itulah Lala meluncur. Tak hanya piawai bernyanyi, Lala juga jago menulis lagu dan bermain gitar. Di panggungpun Lala sering menyanyi sambil memetik gitar. 

Karmela Mudayatri Herradura Kartodirdjo lahir di Bandung tanggal 2 April 1985 dari ayah Eko Kartodirdjo yang Indonesia dan ibu berdarah Filipina, Marie Herradura. Semasa kuliah di Universitas Indonesia, Lala bergabung dengan grup musik Inersia. Bersama grupnya, Lala menelurkan 1 album dan video klip. penampilan Lala di video klip itulah yang menarik perhatian seorang produser rekaman Filipina dan langsug menyodori Lala kontrak rekaman.  Lulus kuliah, Lala langsung hijrah ke Filipina untuk membangun karir musik solonya. Tak semudah yang diduga, meski kontrak relaman telah di tangan, jadwal rekaman tak kunjung didapat. Dalam ketidak pastian, Lala yang tinggal di rumah neneknya bekerja di sebuah perusahaan content provider sambil menyanyi di kafe. Justru dengan menyanyi di kafelah Lala mulai dikenal penikmat musik setempat hingga akhirnya iapun berhasil masuk dapur rekaman dan lahirlah album 'Stars' di bawah Warner Music Filipina.  

Meski sukses di Filipina, Lala pulang ke Indonesia untuk melanjutkan karir musik dan aktingnya. Satu album dan film telah dihasilkan Lala sejak kembali ke Indonesia tahun lalu. Bersama orangtuanya, Lala tinggal di Cinere, Jakarta Selatan. 

Ingin tahu jadwal Lala bisa kontak 081999955222  juga twitter @lalakarmela atau @lalalandfriends (MGH/Foto:Koleksi pribadi)

Rabu, 11 Juli 2012

SUHARYO SUMOWIDAGDO : PENELITI HIGGS BOSON (PARTIKEL TUHAN)


Ternyata ada fisikawan Indonesia di balik perburuan Higgs Boson atau partikel Tuhan dalam eksperimen Large Hadron Collider (LHC) yang sedang menjadi perhatian ilmuwan sedunia. Suharyo Sumowidagdo, biasa diakrabi dengan nama Haryo, fisikawan Indonesia yang direkrut dalam penelitian Higgs Boson yang juga sering disebut dengan partikel Tuhan. Disebut demikian, karena penemuan Higgs Boson akan menutup lubang dalam Model Standar Fisika Partikel. Jadi, sama sekali bukan meneliti keberadaan Tuhan seperti dikira sebagian orang selama ini. 

Sekedar informasi, LHC adalah organisasi Eropa yang bergerak dalam penelitian nuklir (CERN). Markas besarnya ada di Jenewa, Swiss. Bulan lalu, perwakilan CERN datang ke Indonesia untuk menjalin kerjasama di bidang ilmu pengetahuan. Kerjasama ini berkat lobby Haryo dan Rahmat, peneliti Indonesia lain yang juga bekerja di CERN. 

Sedikit tentang Haryo, lahir di Singaraja (Bali) tahun 1976 dari ayah yang PNS dan ibu yang total berperan di rumah. Keluarga Haryo pindah ke Jakarta saat Haryo belum sekolah. Haryo menamatkan S1 dan S2 di jurusan fisika Universitas Indonesia (UI), kemudian lanjut mempelajari fisika partikel di Florida State University (Amerika Serikat) hingga meraih gelar Doktor. Di luar kegiatannya sebagai peneliti, Haryo bersama beberapa ilmuwan dan mahasiswa Indonesia membangun server pusat data ilmu pengetahuan Indonesia yang diberi nama ARSIP. Haryo juga menjadi moderator aktif dalam salah satu forum bagi para  fisikawan dan peminat fisika di Indonesia. Haryo mengakui, belum banyak ilmuwan Indonesia menekuni fisika energi tinggi. Selain Haryo, hanya ada 4 ilmuwan lain pada bidang tersebut, saat ini. Ilmuwan muda ini punya motto 'jer basuki mawa beya', motto lama  berbahasa Jawa yang artinya tiada  kemuliaan tanpa pengorbanan. 


Haryo bisa dihubungi lewat email: Suharyo.Sumowidagdo@cern.ch  atau haryo@fnal.gov Ingin bicara langsung, bisa telefon ke   +41-22-76-79913 (MGH/Foto: Koleksi Pribadi)