Minggu, 14 April 2013

DONALD PANDIANGAN : DI BALIK MEDALI OLIMPIADE PERTAMA RI


Robin Hood Indonesia, demikian media Tanah Air menggelari mantan atlet dan pelatih panahan ini. Ialah tokoh di balik kesuksesan trio Srikandi Lilies Handayani, Nurfitriyana, dan Kusuma Wardhani merebut medali Olimpiade pertama Indonesia di Seoul (1988). Donaldlah yang menempa ketiga putri Indonesia hingga berhasil mencapai prestasi gemilang di Olimpiade. Sebagai atlet panahan, Donald telah membela Indonesia di Olimpiade Montreal (1976)   dan berhasil masuk 16 besar. Hebatnya, saaat menjadi atlet Donald menyusun sendiri program latihannya. 

Lahir dengan nama Donald Djatunas Pandiangan di Sidikalang (Sumatera Utara) pada tanggal 12 Desember 1945. dari pernikahannya dengan Paula Saune, Donald dikaruniai 4 orang anak. Dikenal sebagai pribadi yang berdisiplin tinggi dan keras, wataknya ini membuat Donald dicap sebagai pelatih kontroversial. Pasalnya, ucapannya yang terkesan keras sering disalahtafsirkan orang yang tak terlalu mengenal Donald. Terlepas dari kontroversinya, dedikasi Donald pada olahraga panahan Indonesia tak diragukan lagi. Hingga menjelang akhir hayatnya, Donald Pandiangan terus bergiat melatih panahan. 

Tokoh panahan Indonesia ini tutup usia di tahun 2008 akibat penyakit stroke. Donald menghembuskan nafas terakhir di RS MH Thamrin Jakarta Pusat dan dimakamkan di TPU Pondok Rangon, Jakarta Timur. (MGH/Foto: Antara)

NASI GURIH WIJEN

Bahan:
Minyak goreng   1 sdt
Minyak wijen   1 sdt
Bawang putih cincang   1 sdt
Nasi   200 gr
Kecap ikan   1 sdt
Wijen   1 sdt (sangrai)
Bawang putih cincang goreng   1 sdt
Telor ayam   1 btr (buat orak-arik)

Cara Memasak:
1. Tumis bawang putih hingga harum.
2. Masukkan nasi, bubuhi kecap ikan, dan minyak wijen. Aduk rata.
3. Masukkan wijen dan bawang putih cincang goreng. Aduk rata.
4. Angkat. 
5. Hidangkan bersama orak-arik telor dan sayuran.

Info Saji:
Untuk : 1 porsi (624/porsi)
(Resep: Ibu Tuti Soenardi/Kompas)

Sabtu, 13 April 2013

SUSY SUSWANTI : MEDALI SEA GAMES IBU PEMBALAP


Status boleh ibu satu anak. Tapi soal kecepatan memacu sepeda, Susy Suswanti atau kadang disebut Suswanti masih salah satu pembalap sepeda  BMX wanita tertangguh di Asia Tenggara. Ini dibuktikannya dengan meraih medali perunggu SEA Games Palembang (2011).  Bahkan sebenarnya Susy berpeluang meraih medali perak karena sejak start langsung melesat di urutsn terdepan bersama rekan sesama pembalap Indonesia, Elga Kharisma Novanda. Sayang, Susy kemudian terjatuh akibat sepedanya bersenggolan dengan sepeda pembalap Muangthai, Notsuda Wongwai. Akibatnya, Susy kehilangan momentum dan terpaksa turun ke urutan ketiga. 

Lulusan SMAN 3 Purwokerto ini menikah dengan sesama pembalap sepeda BMX Rino Prayogo dan dikaruniai seorang anak laki-laki yang lucu, Elnino atau biasa dipanggil Nino. Meski sangat menikmati perannya sebagai seorang ibu,  Susy terpaksa harus sering berpisah dengan Nino karena padatnya jadwal latihan sebagai atlet nasional. (MGH/Foto:Koleksi pribadi)

NASI GORENG MAWUT (khas Malang)

Bahan:
Minyak goreng   2 sdm (utk menumis)
Nasi   200 gr
Mi basah   100 gr
Bawang putih   2 siung (cincang)
Daun bawang iris   2 sdm
Daging ayam   50 gr (potong kecil)
Kecap ikan   2 sdm
Kecap manis   1 sdm
Taoge panjang   100 gr
Udang kupas   100 gr (potong kecil)
Bakso   100 gr (iris bundar)
Garam   sedikit
Kaldu   100 ml

Cara Memasak:
1.  Panaskan minyak goreng.
2. Masukkan bawang putih, daun bawang, udang, daging ayam, dan bakso. Aduk.
3. Masukkan kaldu.
4. Masukkan taoge, kecap manis, kecap ikan, dan garam. 
5. Masukkan nasi dan mi. Aduk rata hingga matang.
6. Angkat. 
7. Hidangkan.

Info Saji:
Untuk: 2 porsi (637 kal/porsi)
(Resep: Ibu Tuti Soenardi/Kompas)

Jumat, 12 April 2013

BRYAN TJUT : PECAHKAN REKOR SEA AGE GROUP


Wajahnya memang imut, usianyapun baru 12 tahun. Tapi jangan salah. Si imut asal Bandung ini telah berprestasi dalam olahraga renang hingga di tingkat antar bangsa. Tak hanya memborong 3 medali emas dan 1 perak dalam Kejuaraan Renang Kelompok Umur se-Asia Tenggara (SEA Age Group) tahun lalu, Bryan juga memecahkan rekor 400 meter gaya ganti perseorangan putra yang sebelumnya dipegang perenang Vietnam. Sekedar info, nama Bryan Tjut sering ditulis sebagai Bryan Cut oleh beberapa media cetak. 

Prestasi:
- Medali emas  200 m gaya punggung putra SEA Age Group Palembang 2012
- Medali emas 400 m gaya bebas putra SEA Age Group Palembang 2012
- Medali emas 400 m gaya ganti perseorangan putra SEA Age Group Palembang 2012
- Rekor 400 meter gaya ganti perseorangan putra SEA Age Group Palembang 2012
- Medali perak 200 m gaya ganti perseorangan putra SEA Age Group Palembang 2012
(MGH/Foto: Koleksi Pribadi)

SAMBAL PETIS

Bahan:
Buncis   10 buah (potong)
Petis mentah   4 sdm

Bumbu:
Bawang merah   3 btr
Minyak goreng
Bawang putih   2 siung
Mentega
Cabe merah   2 buah (potong)
Air panas   1 cangkir
Laos   1 ptg
Daun jeruk purut   2 lbr
Sereh   1 ptg
Air asam   1 cangkir
Gula   sedikit
Terasi
Petis

Cara Membuat:
1. Gerus halus emus bumbu kecuali daun jeruk purut, sereh, petis, terasi, dan cabe.
2. Tumis bumbu alus dengan mentega hingga bawang hampir matang.
3. Seduh terasi dengan air panas dan air asam dan campurkan pada bumbu yang sedang ditumis.
4. Tumis beberapa saat.
5. Masukkan petis hingga hancur.
6. Masukkan daun daun jeruk purut, daun salam, dan sereh.
7. Masukkan santan.
8. Biarkan hingga santan berminyak. 
(Resep: Ny. Handayani)

Kamis, 11 April 2013

RAINA SAUMI GRAHANA : JUARA RENANG KELOMPOK UMUR ASIA


Nama lengkapnya cukup panjang: Raina Saumi Grahana Ramdhani. Sampai-sampai kadang media cetak salah menulis namanya sebagai nama 2 orang yang berbeda. Ada juga yang menulis namanya sebagai Raina atau Saumi Grahana. Yang jelas, ialah atlet renang putri remaja harapan Indonesia di masa depan. Simak saja, prestasinya di kejuaraan renang kelompok umur Asia terus naik. Apalagi, Mojang Bandung kelahiran 24 Oktober 1995 ini masih duduk di bangku SMAN 20 Bandung. Masih sangat muda. 

Tapi tak banyak yang tahu, Rena, begitu sapaan dara penyayang kucing ini, menerjuni olahraga renang sejak umur 6 tahun awalnya untuk mengatasi penyakit asma yang dideritanya. Di luar urusan renang, mojang hitam manis ini ternyata penggemar gadget. Pegangannyapun lengkap: iPhone dan Blackberry! Raina bahkan mengaku sudah memiliki telefon genggam sendiri waktu baru berumur 10 tahun. Sampai sekarang, ia sudah berganti-ganti telefon genggam belasan kali. Namun soal operator, sejak awal memakai ponsel hingga kini Rena setia pada Simpati. Rena memang fasih bicara soal ponsel. Maklum, ia sangat 'dekat' dengan ponselnya. Kalau sudah asyik main ponsel, ia mengaku bisa lupa waktu! 

Kembali ke soal renang, Raina mengaku selain tekun berlatih iapun membuka diri terhadap kritik dan masukan dari siapapun. Raina percaya, menerima masukan dengan rendah hai merupakan salah satu kunci untuk terus memperbaiki diri. 

Prestasi:
- Medali perak AASF Asian Age Group  Championships Jakarta (2007)
- Medali perunggu AASF Asian Age Group Championships Jakarta (2007)
- Medali perak AASF Asian Age Group Championships Jepang (2009)
- Medali perunggu AASF Asian Age Group Championships Jepang (2009)
- Medali perunggu AASF Asian Age Group Championships Jepang (2009)
- Medali emas AASF Asian Age Group Championships Jakarta (2011)
- Medali perak AASF Asian Age Group Championships Jakarta (2011)
- Medali perunggu AASF Asian Age Group Championships Jakarta (2011)
- Medali perunggu AASF Asian Age Group Championships Jakarta (2011)
- Medali perak 200 meter gaya kupu-kupu putri SEA Games Palembang (2011)
- Medali perunggu SEA Games Pelmbang (2011)
- Medali perunggu SEA Games Palembang (2011)
(MGH/Foto: Koleksi Pribadi)