Sabtu, 05 Juli 2014

PISANG PENYET SAUS COKLAT KEJU

Bahan:
Pisang kepok atau pisang raja matang   8 buah
Mentega
Coklat balok   50 gr (lumerkan)
Keju parut

Cara Membuat:
1.  Sediakan wajan pemanggang.
2. Beri 1 sdt mentega, lumerkan.
3. Masukkan pisang.
4. Panggang sambil dibolak-balik hingga matang.
5. Angkat, pipihkan, dan panggang lagi.
6. Sajikan di piring dengan disiram coklat yang sudah dilumerkan.
7. Taburi keju parut di atasnya.
(Resep: Nyonya Rumah)

Jumat, 04 Juli 2014

HASHIM DJOJOHADIKUSUMO : BUKAN JAGO KANDANG


Kiprah pengusaha satu ini sangat membanggakan. Bukan sekedar jago kandang, Hashim berhasil membangun jaringan bisnis di luar negeri. Perusahaan-perusahaannya berjaya di Kanada, Eropa, hingga negara-negara pecahan Uni Sovyet. Bisnisnya mulai bio-ethanol hingga pertambangan. Tak heran, ia dinobatkan beberapa media luar negeri sebagai salah satu orang terkaya di Asia. Uniknya, di Indonesia masih banyak yang belum kenal  kiprah Hashim sebagai pengusaha. Ia justru lebih dikenal sebagai adik Prabowo Subianto, pendiri Partai Gerindra yang kini sedang berjuang di bursa RI-1.

Hashim adalah alumnus Claremont University, California (Amerika Serikat). Sebelum pulang ke Indonesia dan menjalankan salah satu perusahaan sang ayah, ia sempat bekerja sebagai analis keuangan salah satu bank investasi di Perancis. Kiprahnya sebagai pengusaha kakap internasional justru dimulai setelah krisis moneter 1998. Kala itu bisnis Hashim tumbang dilanda badai krisis. Situasi dalam negeri yang tidak menentu membuat Hashim pindah berbisnis di London, kali ini membangun bisnisnya sendiri. Sukses! Ia bahkan mampu mengembangkan sayap ke benua Amerika dan negara-negara bekas Sovyet. Setelah kerajaan bisnisnya di luar negeri mantap, Hashim pulang ke Indonesia untuk mengembangkan usahanya di dalam negeri lagi. Kini bisnisnya berkibar dengan nama Arsari group, diambil dari nama panggilan ketiga anaknya.

Hashim lahir tanggal 1 januari 1970  dari kalangan menengah atas. Sang ayah, Prof. DR. Soemitro Djojohadikusumo adalah seorang bangsawan Jawa sekaligus pakar ekonomi kaliber dunia yang dijuluki Begawan Ekonomi Indonesia. Hingga kini buku-buku pemikiran Prof. Soemitro menjadi acuan 'wajib' para ekonom Indonesia. Sedangkan sang ibu, Dora Sigar, berdarah Manado.  Hashim dan saudara-saudaranya telah dididik menyikapi perbedaan dengan pandangan terbuka. Ini terlihat dari kedua orangtuanya yang berbeda suku dan agama. Sang ayah muslim, sementara ibunya pengiman Kristen. Hashim lahir sebagai bungsu dari 4 bersaudara.  

Dirunut ke atas, bukan hanya sang ayah yang berperan besar dalam sejarah pemerintahan Indonesia. Kakeknya, R.M. Margono Djojohadikusumo adalah pendiri Bank Negara Indonesia 1946 (sekarang lebih dikenal dengan nama BNI), bank pertama yang dimiliki pemerintah Indonesia. Beliau juga salah satu anggota BPUPKI (Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia) dan pernah menduduki jabatan-jabatan penting di era Orde Lama. Kisah hidup sang kakek dan 2 pamannya sempat difilmkan Hashim dalam trilogi film layar lebar: Merah Putih, Darah  Garuda, dan Hati Merdeka. Hebatnya, ketiga film itu tak hanya diputar di bioskop-bioskop Indonesia tapi juga luar negeri. 

Lahir di Jakarta pada tanggal 1 Januari 1953 dengan nama Hashim Sujono. Nama keduanya diambil dari nama salah seorang dari 2 pamannya yang gugur dalam Peristiwa Lengkong di  masa perang kemerdekaan. Hashim menikah dengan Anie, wanita sederhana asal Ngawi (Jawa Timur) dan dikaruniai 3 putra-putri: Aryo, Rahayu Saraswati, dan Indra. (MGH/Foto: Budi Sucahyo)

WEDANG KACANG

Bahan:
Kacang tanah kupas   secukupnya

Kuah Jahe:
Jahe   50 gr (bakar, memarkan)
Sereh   2 btg (memarkan)
Daun pandan   2 lbr
Gula pasir   250  gr 
 Air   1 l

Cara Membuat:
1. Rebus kacang tanah hingga sangat empuk.
2. Masukkan ke dalam kuah jahe.
3. Rebus hingga mendidih beberapa saat. 
4. Hidangkan.
(Resep: Nyonya Rumah)

Kamis, 03 Juli 2014

SIDROTUN NAIM : DARI HARVARD UNTUK ILMU PENGETAHUAN INDONESIA


Lahir dari keluarga sederhana tak menghalanginya berprestasi di tingkat internasional. Sidrotun Naim, ilmuwati muda kelahiran Sukoharjo (Jawa Tengah) adalah salah seorang pemenang L'Oreal Unesco FWIS International 2012. Inilah penghargaan untuk 15 ilmuwan dari seluruh dunia yang diberikan perusahaan kosmetik Perancis, L'Oreal.

Sidrotun Naim lahir di keluarga besar pasangan Alm. Abidullah dengan Siti Musrifah. Sebagai seorang guru agama, Pak Abidullah mendidik ke-11 putra-putri Beliau dalam atmosfer keilmuan yang kental. Alih-alih menonton TV, Pak Abidullah membiasakan putra-putrinya mendengarkan radio  luar negeri dan membaca. Sidrotun mengenang, di pertengahan tahun 70-an ayahnya melanjutkan studi ke Inggris atas beasiswa dari British Council. Pulangnya, Beliau membawa oleh-oleh sangat banyak buku-buku baru hingga mereka membuka perpustakaan. Ya itulah oleh-olehnya. Tak heran ke-11 putra-putri mereka semua meraih gelar S1, separuhnya S2 dan 2 orang termasuk Sidrotun meraih S3. 

Sidrotun menikah dengan Dedi Pribadi, alumnus Fisika ITB dan dikaruniai buah hati nan cerdas bernama Elhurr. Uniknya, sang suami kemudian lebih tertarik pendalami psikologi pendidikan di University of Arizona,Tucson (Amerika Serikat). Sidrotun sendiri saat ini menjadi peneliti di Harvard Medical School (Amerika Serikat). Ia berharap ilmu dan pengalaman sebagai peneliti di Negeri Paman Sam dapat banyak berkontribusi bagi industri udang dan dunia ilmu pengetahuan Indonesia. (MGH/Foto: Koleksi Pribadi)

BUBUR SUMSUM MUTIARA COCKTAIL

Bahan:
Beras mutiara   100 gr (rendam air 30 menit)
Santan encer   500 ml
Garam   secukupnya
Daun pandan   2 lbr
Buah cocktail kaleng   200 gr

Cara Membuat:
1. Rebus beras mutiara dengan santan, daun pandan hingga menjadi bubur kental.
2. Bubuhi garam. Aduk rata. 
3. Angkat.
4. Siram buah cocktail di atas bubur.
5. Hidangkan.

Info Saji:
Untuk: 5 porsi (220 kal/porsi)
(Resep: Ibu Tuti Soenardi/Kompas)

Rabu, 02 Juli 2014

PROF. TJUT NYAK DEVIANA DAUDSJAH : SETELAH 36 TAHUN BERJAYA DI EROPA


Namanya memang kurang akrab di telinga sebagian besar orang Indonesia. Padahal prestasi srikandi satu ini di tingkat internasional sangat lah membanggakan. Tak hanya menjadi Professor di Jazz Department di Akademi Musik Basel (Swiss), ia pernah menjabat Rektor Jazz & Rockschulen Freiburg (Jerman) selama 5 tahun (1990-1995). Lebih dari itu, Prof. Deviana telah menyusun kurikulum pendidikan tinggi musik yang diakui pemerintah Jerman. 

Lahir tepat 13 Februari 1958 di Jakarta dari ayah Aceh dan ibu Minahasa, Prof. Deviana mewarisi bakat musik dari sang ayah, Teuku Daudsjah yang penggubah lagu Aceh Lon Sayang. Tapi tidak hanya bakat alam. Prof. Deviana mengasah kemampuan musikalnya di sekolah formal. Sang ayah yang musisi teah mengirm sang putri sejak kecil untuk belajar musik di Muangthai. Umur 18 tahun, deviana pindah belajar musik ke Jerman hingga tamat dari jurusan piano klasik dan komposisi Musikhochschule Freiburg (1977). 

Sejak itu Prof. Deviana berkarir di Eropa, sebagai pengajar musik institusi pendidikan tinggi formal dan musisi. Berbagai penghargaanpun telah direngkuhnya selama  malang melintang di Eropa.  Ia antara lain pernah 2 kali meraih gelar vokalis terbaik pada lomba musik tingkat nasional di Swiss (1982 dan 1983), pianis jazz terbaik di Zürich-Örlikon di Swiss (1997), hingga dinobatkan sebagai pengajar musik terbaik di Jerman. Industri musikpun tak mau ketinggalan. Prof. Deviana mendapat tawaran rekaman dari perusahaan internasional BMG Ariola dan Polygram yang menyodori kontrak selama 7 tahun. Tawaran ini ditolak karena ia lebih senang bekerja secara mandiri tanpa terikat kontrak.

Setelah berjaya di negeri orang selama 36 tahun, pianis, penyanyi, komposer, arranjer, orkestrator, dan profesor musik yang sederhana ini pulang ke Indonesia (2000). Di sini, ia menyumbangkan pengalaman dan pengetahuannya di bidang musik antara lain dengan mendirikan Institut Musik Daya bersama pianis jazz kugiran Nick Mamahit (2001). Inilah perguruan tinggi musik swasta dengan kurikulum standar internasional pertama di Indonesia. (MGH/Foto: The Tubas)

JUS DURIAN

Bahan:
Santan cair   400 ml
Tepung beras   75 gr
Daging buah durian   300 gr (haluskan)
Garam   1/4 sdt
Gula pasir   100 gr
Pewarna makanan kuning   2 tetes
Almond   50 gr (sangrai & cincang, untuk taburan)

Bahan Topping:
Buah naga   1 buah (kupas, potong dadu 1 cm)
Kiwi hijau   1 buah (kupas, potong kotak)
Leci kaleng   75 gr (potong kotak)

Cara Membuat:
1. Campur santan, tepung beras, durian, garam, dan gula pasir. Aduk rata.
2. Rebus hingga mendidih dan kental.
3. Bubuhi pewarna makanan kuning. Aduk rata.
4. Angkat dan dinginkan.
5. Simpan dalam almari pendingin hingga beku.
6. Tuang jus durian beku ke dalam mangkok.
7. Taburi irisan buah segar.
8. Beri es batu serut.
9. Taburi mente cincang.
10 Hidangkan.

Info Saji:
Untuk: 3 porsi
(Resep: Ayu/Nyata)