Tampilkan postingan dengan label Universitas Negeri Jakarta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Universitas Negeri Jakarta. Tampilkan semua postingan

Kamis, 13 Desember 2018

PIPIT KAMELIA : DIANGGAP BUKAN YANG TERBAIK


Pertengahan tahun ini Pipit menjadi salah satu atlet yang paling mencuri perhatian pers. Tidak hanya karena keberhasilannya memenangkan medali emas Asian Games tapi kisah asmaranya dengan sesama atlet pencak silat peraih emas Asian Games Hanifan Y. Kusumah. Popularitas pasangan emas ini makin cemerlang ketika mereka menikah awal Oktober lalu, beberapa minggu setelah asian Games berakkhir.

Pipit lahir di Jakarta tanggal 6 Januari 1995. Ketertarikannya menekuni pencak silat karena merasa mempunyai tenaga melebihi rata-rata wanita lain. Sebagai tanda syukurnya kepada Allah, Pipit menyalurkan tenaganya untuk berlatih pencak silat. Hasilnya, prestasi demi prestasi diukirnya hingga setelah lulus SD, Pipit langsung mendapat tempat di SMP Ragunan, sekolah khusus para atlet nasional. Prestasinya terus meningkat hingga internasional. Namun, Pipit dianggap bukan yang terbaik di Indonesia hingga ia tak diunggulkan meraih emas Asian Games. Meski demikian, Pipit tak berkecil hati dan mampu membuktikan bahwa ia mampu menjadi yang terbaik tanpa meninggalkan kuliahnya di jurusan olahraga Universitas Negeri Jakarta. Lebih banyak tentang Pipit bisa dilihat di instagramnya @kameliapipit.

Prestasi:
- Medali emas pencak silat tarung kelas D: 60-65 kg putri, Malaysia Open 2014
- Medali emas pencak silat tarung kelas D: 60-65 kg putri, Malaysia Open 2017
- Medali emas pencak silat tarung kelas D: 60-65 kg putri, Belgium Open 2017
- Medali perak pencak silat tarung kelas D: 60-65 kg putri, SEA Games Kuala Lumpur 2017
- Medali emas pencak silat tarung kelas D: 60-65 kg putri, Asian Games Jakarta-Palembang 2018
(mgh/foto: istimewa)

Minggu, 01 Juni 2014

WEWEY WITA : NARSISNYA SANG JUARA DUNIA


Inilah salah satu Srikandi muda Indonesia yang berjaya pada Kejuaraan Dunia Pencak Silat 2012 di Chiang Mai (Muangthai). Mojang Ciamis ini berhasil merebut gelar juara untuk nomor tanding kelas C (55-60 kg) putri. Sementara dari ajang SEA Games 2013 di Palembang, Wewey mempersembahkan medali perak dari nomor tarung. 

Wewey Wita kelahiran Ciamis (Jawa Barat), tepat 5 Februari 1993. Mewarisi wajah oriental dari sang ayah yang asal Singapura Atong, dan keramahan urang Sunda dari sang ibu Ani Rohimah yang asli Sunda, Wewey mulai mempelajari pencak silat saat kelas 6 SD. Awalnya hanya mengikuti ekstrakurikuler. Tidak hanya pencak silat, Wewey juga ikut ekskul basket dan voli. Selanjutnya Wewey makin merasa asyik dengan pencak silat hingga bergabung dengan Perguruan Silat Perisai Diri. Uniknya, orangtua baru tahu putri sulung mereka menekuni pencak silat setelah Wewey menang kejuaraan pencak silat sekolah. Dari sinilah prestasi Wewey terus meningkat hingga tingkat dunia. 

Di luar kesibukannya sebagai olahragawati, Wewey kuliah di Universitas Negeri Jakarta. Di waktu senggang ia suka mendengarkan musik dan melewatkan waktu bersama Denny Aprisani, kekasihnya yang juga olahragawan pencak silat. Yang mungkin tidak banyak diketahui para pengagumnya, Wewey aslinya agak narsis juga....hobi banget selfie. Wewey dan Denny bahkan membuat beberapa akun Facebook bersama yang isinya penuh foto-foto selfie mereka berdua! Info tambahan, si cantik ini beragama Islam dan juga penyayang binatang. Kesayangannya bernama Nyun Nyun, seekor kelinci imut berwarna coklat. Sesekali Wewey dan keluarganya menjenguk nenek dan keluarga besar dari pihak sang ayah yang masih tinggal di Singapura. 

Prestasi:
- Juara dunia  nomor tanding kelas 55-60 kg, Chiang Mai, Muangthai 2012
- Medali perak nomor tanding kelas 55-60 kg SEA Games, Myanmar 2013
- Medali emas nomor tanding kelas 55-60 kg Belgium Open 2013
(MGH/Foto: Koleksi Pribadi)

Jumat, 30 Mei 2014

YULINAR TIKASARI WARDAH : PENDEKAR PUTRI NAN CANTIK



Berbusana muslimah ditambah tutur kata lemah lembut, bisa jadi membuat orang tak menyangka Yulinar Tikasari Wardah adalah olahragawati pencak silat handal. Tidak sembarangan, ialah juara dunia pencak silat kelas tanding putri 45-50 kg. Gelar itu diraihnya dalam World Championships di Negeri Gajah Putih, Muangthai (2012). Di tahun yang sama, Tika mempersembahkan medali emas pencak silat putri SEA Games. Siapakah pendekar putri nan cantik ini?

Tika, demikian nama sapaannya, adalah pendekar dari Paguron Silat Ayu Pusaka Indonesia (API), di Bogor. Tidak hanya Tika, kedua adiknya Dela Tikasari Wardah dan Efril Syahbayan juga berguru pencak silat di perguruan yang sama. Tika lahir di Bogor (Jawa Barat), tepat di hari ke-12 bulan Juli 1989. Mengaku belajar silat awalnya hanya iseng pengisi waktu, ke-2 dari 4 bersaudara anak pasangan Bahrudin dan Yani Mardiani ini nyatanya sangat berbakat dalam beladiri asli Indonesia ini. Meski sudah berprestasi di tingkat dunia, Tika tetap rendah hati. Menurutnya, apa yang telah dicapai selama ini berkat dukungan masyarakat dan pelatih. Tidak terlena, Tika kini berkonsentrasi menghadapi SEA Games tahun depan. 

Prestasi di bidang olahraga tak lantas menghambat pendidikan formalnya. Tika lulus dengan mulus dari Fakultas Keolahragaan, Universitas Negeri Jakarta dan kini telah bekerja di Pengprov IPSI Jawa Barat. Buat yang naksir, siap-siap patah hati karena mojang Bogor anu geulis ini baru dipersunting Ari Faizal, staf KONI Propinsi DKI Jakarta, tanggal 12 April 2014 lalu. Semoga sakinah mawaddah wa rahmah. (MGH/Foto: Koleksi Pribadi)

Kamis, 29 Mei 2014

MARGARETHA HERAWATI : SETAHUN 2 GELAR JUARA DUNIA


Inilah salah satu Srikandi Indonesia yang berhasil menyandang gelar juara dunia di bidang olahraga. Margaretha Herawati yang biasa disapa Retha, menyabet gelar juara dunia renang sirip (fin swimming) putri pada tahun 2011 di RRC. Tak hanya 1, Retha langsung menyabet 2 gelar juara dunia sekaligus yaitu B-i-Fins 50 meter dan 100 meter putri. Dan tak hanya itu! Iapun pemegang rekor renang B-i-Fins 100 meter putri Asia hingga kini. Untuk mengingatkan, B-i-Fins adalah renang dengan menggunakan alat pada kaki dan snorkle. 

Menekuni olahraga renang sejak usia 4 tahun atas arahan sang ayah, kini dara penyayang binatang ini menjadi andalan Indonesia di tingkat internasional terutama untuk renang sirip. Bertinggi-berat 168 cm/65 kg, Retha lahir di Jakarta tanggal 20 Oktober 1988. Selain berenang, Retha suka main basket, nonton, dan jalan-jalan. Tapi tak hanya di kolam renang dan lapangan basket, Retha juga gemar menempa fisik di pusat kebugaran dan menjaga postur dengan pilates. 

Hebatnya, meski berprestasi tingkat dunia sebagai atlet, Retha tak melupakan pendidikan formal. Gelar Sarjana Olahraga disandangnya dari Universitas Negeri Jakarta.  Retha beragama Katholik dan dikenal ramah, ceria, serta mudah berteman. Ingin berteman, bisa kenalan lewat twitternya @dora_etha.

Prestasi:
- Medali perak Kejuaraan Asia AASF (2007)
- Medali emas Asian Indoor Games, Vietnam (2009)
- Medali emas SEA Games renang sirip nomor B-i-Fins 100 m, Laos (2009)
- Peringkat 5 dunia (2009)
- Juara dunia renang sirip nomor B-i-Fins 50 m, RRC (2011)
- Juara dunia renang sirip nomor B-i-Fins 100 m, RRC (2011)
- Rekor Asia renang sirip nomor B-i-Fins 100 m
(MGH/Foto: Koleksi Pribadi)