Tampilkan postingan dengan label pianis klasik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pianis klasik. Tampilkan semua postingan

Kamis, 10 Juli 2014

INGE BUNIARDI : TAK PERNAH LEPAS DARI MUSIK


Satu lagi musisi Indonesia yang meraih sukses internasional lewat genre klasik. Anastasia Inge Buniardi atau lebih dikenal dengan Inge Buniardi, lahir di Jakarta tepat tanggal 13 Mei 1986. Mulai belajar piano di usia 4 tahun pada Prof. Mary. Sebagai pianis, Inge telah melanglang buana berkonser di seluruh dunia. Kini Inge sedang menempuh S3 Piano Performance di University of Kansas (Amerika Serikat) sambil tetap tampil dalam pagelaran-pagelaran musik klasik di negeri Barack Obama itu. Awal tahun ini iapun telah sukses menjuarai MTNA West Central Division untuk kategori the Young Artist. Bahkan kalau pulang ke Indonesiapun ia tak meninggalkan musik. Menjadi juri kompetisi musik klasik ataupun tampil dalam konser. Pokoknya Inge tak lepas dari musik. Wanita yang fasih berbahasa Inggris, Jerman, Belanda, dan Mandarin selain bahasa Indonesia, tentu saja,  bisa diikuti kiprahnya lewat twitter: @Inge_Buniardi. (MGH/Foto: Daniel Jin)

Rabu, 09 Juli 2014

RANDY RYAN : PRESTASI INTERNASIONAL SANG PIANIS REMAJA


Di usianya yang baru belasan tahun, Randy  telah meraih prestasi internasional sebagai pianis. Konser musik di berbagai negara terutama Eropa pun telah dilakoninya. Kini, untuk memantapnya kemampuan sebagai musisi klasik tingkat dunia, Randy menempuh program S1 bidang Classical Piano Performance di perguruan tinggi musik papan atas Amerika Serikat, The Juilliard School. 

Pianis muda ini lahir di Jakarta tanggal 9 Juni 1995. usia  5 tahun, Randy sudah belajar bermain piano pada Prof. Ilda Ratna. Lepas dari labelnya sebagai musisi klasik kelas dunia, Randy sehari-hari tetap remaja yang ceria dan suka menghabiskan waktu bersama teman-teman sebanyanya. Kalau pulang ke Jakarta, ia pasti jalan-jalan dengan teman-teman lama. Meski suka becanda, pemeluk agama Kristen ini selalu santun pada mereka yang lebih tua.

Prestasi:
- Juara The 1st ASEAN Piano Concerto Competition, Kuala Lumpur (2005)
- Juara The 2nd ASEAN International Chopin Piano Competition, Kuala Lumpur (2006)
- Juara LK-CCO Mozart Piano Competition, Kuala Lumpur (2006) 
- Juara International Competition for Young Pianist, Enschede (Belanda, 2012)
- Juara Bandung International Music Academy (2014)
(MGH/Foto: Koleksi Pribadi)

Selasa, 08 Juli 2014

EDITH WIDAYANI : MELINTASI BENUA DENGAN PIANO


Edith Widayani adalah salah seorang pianis Indonesia yang telah meraih reputasi dunia.  Tidak hanya di Indonesia, Edith telah menggelar konser di banyak negara seperti Kolumbia, Amerika Serikat, Italia, Jerman, Hongaria, Cina, dan Kosta Rika. sejumlah penghargaanpun telah dikantonginya. Sebut saja Juara 1 Jakarta International Open Piano Competition (2013). Tidak hanya tampil sebagai pianis, Edithpun sempat diundang untuk mengajar piano di Bogota (Kolumbia) tahun lalu. 

Prestasi membanggakan pianis asal Jakarta ini tentu tak lepas dari peran orangtuanya yang jeli membaca bakat sang putri sejak dini. Umur 3 tahun, Edith telah belajar bermain piano meskipun sekedar pengisi waktu. Namun melihat bakat sang putri, orangtuanya segera memasukkan Edith ke sekolah musik Yayasan Pendidikan Musik hingga usia 15 tahun. Setelah lulus, Edit lanjut belajar musik pada DR. Johannes S. Nugroho, mantan Dekan Musik Universitas Pelita Harapan. Ketika itulah Edith memutuskan musik sebagai jalan hidupnya. Maka berangkatlah ia ke negeri Cina untuk mempelajari musik secara serius di sekolah musik milik Prof. Ling Yuan d Beijing hingga lulus tahun 2008.  Belum puas, Edith terbang ke barat untuk belajar musik klasik secara lebih mendalam. Yang dipilihnya Texas Christian University School of Music (Amerika Serikat). Dasarnya memang berbakat, Edit lulus Magna Cum Laude tahun 2012. Lanjut lagi ke Eastman School of Music hingga meraih gelar Master of Music tahun lalu. 

Pengalaman konser di banyak negara ditambah gelar Master dari sekolah musik terkemuka Amerika Serikat ternyata belum cukup untuk Edith. Ia masih merasa harus belajar lagi. Maka kembalilah ia ke Eastman School of Music mulai musim gugur tahun ini, kali ini untuk mengejar gelar Doktor Musik. Tetap di sela-sela jadwalnya yang padat, Edit menyempatkan pulang ke Indonesia untuk mengajar, menjadi juri kontes-kontes musik, atau menggelar konser.

Dengan referensi musik Indonesia, Cina, dan barat, membuat edith menjadi unik dibanding musisi lain. Apalagi Edith juga bisa bermain gu-zheng (alat musik tradisional Cina) dan gamelan Indonesia, yang sering dilakukannya saat senggang. Selain musik, Edith juga senang memasak dan membuat kue. 

Penghargaan:
- Judith Solomon Award in Chamber Music 
- TCU Faculty and Friends Chamber Music Award
- Juara 1 Jakarta International Open Piano Competition (2013)
(MGH/Foto: Koleksi Pribadi)

Jumat, 20 Juli 2012

ARYO WICAKSONO : MENDUNIA LEWAT MUSIK KLASIK



Penggemar musik klasik pasti kenal musisi yang tinggal di Manhattan, New York City (Amerika Serikat) ini. Komposer, music director, dan pianis ini tak hanya populer, namun juga telah diakui kepiawaiannya di kalangan musisi dunia. Terbukti Aryo telah dianugerahi berbagai penghargaan internasional di bidang musik.Konser?  Tak terhitung lagi berapa kali Aryo telah menggelar konser di mancanegara. Mulai Amerika Serikat, Kanada, Spanyol, Mexiko, Rusia, hingga Uni Emirat Arab. Iapun pernah menjadi dosen tamu di American University of Sharjah di Dubai (2009). Aryo juga banyak mengisi musik film dan pagelaran balet  Amerika, Mexiko, dan Jepang. 


Sementara popularitasnya terbukti dengan cukup seringnya profil Aryo diliput berbagai media cetak maupun elektronik Amerika dan Eropa. Bahkan salah satu media Amerika Serikat yang menganugerahinya penghargaan, the Arizona Daily Star menyebut Aryo sebagai "a pianist with technical prowess, balletic grace, warm tones, and unwavering devotion to the score". 


Meski berjaya di negeri orang, Aryo tidak pernah melupakan Indonesia. Tak hanya sering mengunjungi Indonesia, master musik dari  University of Arizona ini sering terlibat konser amal untuk Indonesia. Ia bahkan menggandeng 2 musisi internasional, Kathryn Mueller dan Nathan Krueger membentuk trio Swara Sonora yang membawakan karya-karya pianis senior Indonesia, Ananda Sukarlan.  Selain tampil dalam banyak konser amal untuk Indonesia, trio ini telah mengunjungi beberapa kota besar Indonesia untuk menularkan ilmu mereka pada musisi-musisi muda kita. 


Sekarang Aryo bekerja untuk NYU Tisch School of the Arts dan 92nd Street Y Harkness School, keduanya di New York City (Amerika Serikat). Beberapa hari lalu ia bahkan baru saja tampil dalam konser amal di Hotel Shangri-La Surabaya. Selain bermusik, Aryo juga senang bersepeda, jalan-jalan di gunung,  lari, atau tinggal di rumahnya: membaca, mendengarkan musik, memasak, dan...tidur! Pria rendah hati ini punya motto: only a life lived for others is a life worthwhile. Cocok sekali kan dengan hidup yang dijalani Aryo. Oh ya, Aryo lahir tanggal 30 Juli. 

Karir cemerlang Aryo bisa disimak di 2 situs resminya: www.aryo-wicaksono.com atau www.swarasonora.com  Ingin kontak secara pribadi bisa lewat AIM: pianorach03 atau Skype: rachmaninov_arw  email: awicaksono7760@msn.com atau aryow@email.arizona.edu  

Penghargaan:
- Best of Awards untuk kategori Best Musical dari Tucson Weekly di Tucson (Amerika Serikat, 2007)
- Best of Awards untuk kategori Best Musical dari Tucson Weekly di Tucson (Amerika Serikat, 2006)
- Mac Award untuk kategori Best Musical dari Arizona Daily Star di Tucson (Amerika Serikat, 2006) 
(MGH/Foto:Spencer Myer)