Sabtu, 16 Maret 2013

MI INSTAN WEDANG JAHE AYAM SPESIAL


Bahan:
Mi instan Rasa Ayam Spesial   1 bks
Bawang bombay   1/4 buah  (cincang kasar)
Telor   1 btr  (kocok lepas)
Jahe   1 cm  (potong korek api)
Air   250 ml
Saus tiram   1 sdt
Sawi hijau   2 lbr  (iris)
Daun bawang   1 btg  (iris serong)
Kembang kol   50 gr  (rebus)
Jagung putren   1 buah  (iris melintang & rebus)
Ayam goreng   1 ptg
Daun seledri   1 btg  (iris halus)
Cabai merah besar   1 buah  (iris serong)
Margarin   1 sdm  (utk menumis)

Cara Memasak:
  1. Rebus mi instan Rasa Ayam Spesial setengah matang. Tiriskan.
  2. Tumis bawang bombay dan bawang putih sampai harum. Masukkan telor. Orak-arik sampai berbutir kasar.
  3. Masukkan jahe, air, bumbu mi instan, dan saus tiram. Aduk rata. Masak sampai mendidih. Matikan api.
  4. Masukkan sawi hijau, daun bawang, dan mi instan . Aduk rata.
  5. Tuang dalam mangkok. Tata kembang kol, jagung putren, dan ayam goreng.
  6. Sajikan bersama taburan seledri dan cabai merah. (Resep: Indomie)

Jumat, 15 Maret 2013

SANGKOT MARZUKI : PAKAR BIOLOGI MOLEKULER BEREPUTASI DUNIA


Pakar biologi molekuler ini tak hanya handal di dalam negeri, namun disegani dii dunia internasional.Menyandang 3 gelar doktor dari 3 universitas ternama dunia: Higher Doctorate dari  Monash University Australia, Honorary Doctorate dari Utrecht University Belanda, dan Honorary DSc dari University of Queensland Australia, Sangkot lebih  dulu menjadi ilmuwan di Benua Kanguru. Pencapaian lain adalah (Honorary/Adjunct) Professor of Medicine di Monash University dan (Honorary) Professor of Biochemistry and Molecular Biology di University of Queensland. 

Di almamaternya, Monash University, ia mengajar mahasiswa program S3 dan memimpin laboratorium yang cukup besar. Lebih dari 20 tahun ia tinggal di Benua Kanguru hingga Menteri Negara Riset dan Teknologi (Menristek) kala itu, BJ Habibie, menyuratinya untuk pulang dan turut membangun Indonesia. Sangkotpun pulang dengan tekad menyumbangkan ilmu dan pengalamannya untuk bangsa tercinta.

Di Indonesia, ilmuwan kelahiran Medan tanggal 2 Maret 1944 ini turut mendirikan Lembaga Biologi Molekuler Eijkman (selanjutnya disebut LBM Eijkman) yang para stafnya merupakan ilmuwan terpilih negeri ini. Lebih dari itu, LBM Eijkman dilengkapi laboratorium yang sangat canggih di masanya (1992), bahkan lebih modern dibanding laboratorium Monash University di Australia! Ditambah dukungan dana dari pemerintah yang amat memadai, dalam waktu singkat LBM Eijkman menjadi salah satu lembaga penelitian terkemuka di dunia. Banyak ilmuwan asing yang bekerja sama dengan LBM Eijkman. Di lembaga ini, Sangkot mengemban tugas berat: Direktur LBM Eijkman. 

Bangsa Indonesia makin harum di bidang ilmu pengetahuan setelah Sangkot Marzuki menjadi salah seorang dari 4 ilmuwan terkemuka Asia yang menjadi arsitek proyek studi genetik Pan Asian Single Nucleotide Polymorphism tahap 1. Sayang, setelah dilanda krisis moneter disusul krisis multi dimensional di akhir 1990-an, LBM Eijkman kehilangan tajinya. Para penelitinya banyak yang dipindahkan ke luar negeri untuk menghemat biaya. Dana penelitianpun  dipangkas habis-habisan, apalagi dengan terjadinya peralihan kekuasaan di tengah gonjang-ganjing politik. Keterbatasan dana ini pula yag membuat Indonesia terpaksa tidak turut lagi dalam studi genetik tahap 2. 

Sebagai ilmuwan bereputasi internasional, Sangkot dibajiri tawaran pindah dari negeri tetangga. namun, Sangkot selalu menolak. Tekadnya mantap untuk terus mengembangkan ilmu Biologi Molekuler dan kembali membangkitkan LBM Eijkman sebagai salah satu lembaga penelitian terkemuka dunia. Minimal, Sangkot ingin LBM Eijkman yang telah dirintisnya sejak nol tetap bertahan hidup meski kini dibatasi minimnya dana dan peralatan pendukung yang telah ketinggalan zaman karena tidak pernah ada peremajaan. Untuk kaderasasi, Sangkot masih mencari kandidat untuk memimpin LBM Eijman, bila kelak ia tak lagi bisa berjuang untuk ilmu pengetahuan Indonesia. Iapun masih menyimpan asa, kelak bisa kembali memanggil pulang para ilmuwan Indonesia yang hijrah ke luar negeri sejak krisis moneter, dan mengembalikan pamor Indonesia di tatar ilmu pengetahuan internasional, khususnya di bidang Biologi Molekuler.(MGH/Foto: Rumah Pengetahuan)

MI KUAH PESOK


Bahan:
Mi instan Rasa Ayam Bawang   1 bks
Tempe   150 gr  (goreng & hancurkan)
Bawang merah   3 btr  (haluskan)
Bawang putih   2 siung  (haluskan)
Brokoli  100 gr
Caisim   3 lbr  (potong-potong)
Cabe rawit   3 buah  (iris)
Telor   1 btr
Air   400 ml
Bawang goreng   1 sdt
Minyak   goreng   1 sdm  (utk menumis)

Cara Membuat:
  1. Rebus mi instan dalam air mendidih sampai matang. Tiriskan.
  2. Panaskan minyak.  Tumis bawang merah dan bawang putih sampai harum. Masukkan caisim dan brokoli. Tumis sampai layu. Tambahkan telor, tempe, dan bumbu mi instan. Aduk rata.
  3. Tuang air. Masak sampai mendidih. Tuang kuah ke dalam mangkok mi.
  4. Sajikan bersama taburan bawang goreng dan cabai rawit iris. (Resep: Indomie)

Kamis, 14 Maret 2013

ADE CHANDRA : GANDA UTAMA DUNIA ERA 70-AN


Inilah salah seorang pebulutangkis ganda putra utama dunia di tahun 70-80an. Di masa jayanya, Ade Chandra berpasangan dengan Christian Hadinata merupakan ganda tangguh yang hanya bisa diimbangi oleh ganda Indonesia lain: Johan Wahjudi dan Tjun Tjun. Kala itu, kedua ganda Indonesia ini saling susul prestasi puncak di berbagai turnamen dunia. 

Ade Chandra lahir dengan nama Zhang Xingyuen di Jakarta tanggal 4 Februari 1950. Menikah dengan Margaretha Widjaja, Ade dikaruniai 4 putra-putri : Michael Lovender, Angela Lovenia, Aoura Lovenson, dan Michelle Lovena. 

Prestasi:
- Juara All England 1972
- Juara All England 1973
- Juara Thomas Cup Jakarta 1973 (bersama Tim Indonesia)
- Juara Thomas Cup Bangkok 1976 (bersama Tim Indonesia)
- Medali emas Asian Games 1978
- Juara IBF World Championships 1980
(MGH/Foto: Liputan 6)

MI INSTAN RASA KARI AYAM GURIH PEDAS


Bahan:
Mi instan Rasa Kari Ayam   1 bks
Taoge   50 gr
Telor   1 btr (didadar, iris tipis)
Air   500 ml
Minyak   2 sdt (untuk menumis)

Bumbu:
Bawang merah  1 btr (iris tipis)
Bawang putih  1 siung (iris tipis)

Bahan Taburan:
Cabai rawit   5 buah  (iris tipis)
Bawang merah   2 butir  (iris tipis)
Bawang putih   1siung  (iris tipis)
Teri Medan    25 gr
Minyak   (untuk menggoreng)

Cara Memasak:
  1. Panaskan minyak, masukkan teri Medan. Goreng setengah matang. Masukkan bawang merah, bawang putih, dan cabai rawit. Goreng sampai kering. Angkat dan tiriskan.
  2. Panaskan minyak. Tumis bumbu stengah kering. Tuang air, masak sampai matang.
  3. Masukkan mi instan Rasa Kari Ayam beserta bumbunya hingga matang. Masukkan taoge. Aduk rata. Angkat.
  4. Tuang ke dalam mangkuk. Tambahkan telor dadar di atas mi instan Rasa Kari Ayam. Taburkan bahan taburan. Sajikan. (Resep: Indomie)

Rabu, 13 Maret 2013

CORRY KAWILARANG : 3 MEDALI BULUTANGKIS DARI ASIAN GAMES 1962

Corry Kawilarang lahir tahun 1935, adalah atlet bulutangkis putri asal Sulawesi Selatan yang menjadi salah satu andalan Indonesia di era 50-60an.  Corry mampu berprestasi baik sebagai pemain tunggal maupun ganda. Tahun 1962 di ajang Asian Games, Corry sukses mempersembahkan medali perak untuk nomor tunggal dan ganda putri (berpasangan dengan Happy Herowati) serta medali emas untuk nomor beregu putri! Setelah tak lagi aktif sebagai atlet, Corry menekuni profesi sebagai pelatih bulutangkis.(MGH)

PROL TAPE

Bahan:
Tape singkong   1 kg (buang seratnya, haluskan)
Telor ayam   6 btr
Telor itik   4 btr
Santan kental/susu   sedikit
Tepung terigu   1 cangkir
Mentega   1 cangkir
Manisan blimbing (cuci, jemur, potong-potong)
Vanili
Garam

Cara Membuat:
1. Kocok telor, gula, garam, dan vanili hingga putih.
2. Campurkan tape, terigu, dan mentega.
3. Kalau adonan terlalu kering, tuangkan susu atau santan kental hingga adonan lembek.
4. Campur manisan blimbing dan aduk rata.
5. Ambil loyang, olesi mentega, lalu olesi tepung. 
6. Masukkan adonan dan ratakan. 
7. Hias menurut selera bila suka.
8. Bakar dalam oven.
(Resep: Kutinawati)