Rabu, 17 Oktober 2018

SUZZANNA : RATU FILM HOROR DENGAN 3 PIALA INTERNASIONAL



Di Indonesia, nama Suzzanna dikenal sebagai ratu film horor yang hingga kini tak tergantikan. Namun sejatinya, Suzie (demikian nama panggilannya) memulai karir sebagai aktris sejak usia anak-anak dan telah membintangi berbagai genre film sepanjang karir aktingnya. Kualitas akting Suzie bahkan diakui internasional, terbukti dengan keberhasilannya meraih 3 penghargaan dari festival-festival film di luar negeri. Dedikasi Suzie pada dunia seni peran tak diragukan lagi. Ia bahkan masih aktif ermain film hingga beberapa bulan sebelum tutup usia di tahun 2008.

Suzzanna Martha Frederika van Osch adalah putri bungsu dari 5 bersaudara anak pasangan Willem van Osch dan Johanna. Berdarah gado-gado Jerman-Jawa-Belanda-Manado, Suzie memiliki tampilan fisik indo namun cara bicara dan pribadinya sangat Indonesia. Lahir di Bogor (Jawa Barat) pada 13 Oktober 1942, cara bicaranya lembut dengan aksen Jawa. Maklum, Suzie sempat tinggal lama di Jawa Tengah. Meski menganut agama Katholik, Suzie mengaku mempraktikkan puasa ala muslim karena dianggap baik untuk kesehatannya. Wanita jelita ini mulai terjun ke dunia film di tahun 1950-an. Kehadirannya langsung menarik perhatian pecinta film. Sejak itu pula ia tak pernah sepi dari tawaran bermain peran.

Suzie menikah dengan aktror sekaligus produser film Dicky Suprapto di tahun 1959 dan dikaruniai sepasang anak: Kiki Maria dan Ari Adrianus. Bersama Dicky, Suzie sempat mejajal dunia tarik suara bahkan merekam 1 album musik. Sayang pernikahan ini berakhir dengan perpisahan. Dicky menikah lagi dengan putri presiden pertama RI Soekarno, Rachmawati. Sedangkan Suzie kembali tenggelam dalam kesibukannya di dunia seni peran hingga kemudian bertemu dengan aktor tampan Cliff Sangra yang jadi lawan mainnya di film Sangkuriang di tahun 1982. Tidak butuh waktu lama, Cliff langsung menikahi Suzie.  Pernikahan mereka sempat hangat di berbagai media dan perbincangan masyarakat pada masa itu, karena Suzie yang 23 tahun lebih tua daripada Cliff. Cliff sendiri mengaku yang sejak kecil telah mengagumi kecantikan Suzie yang dilihatnya di film dan selalu berkhayal menikahi sang aktris idola. Khayalan yang kemudian menjadi nyata. Suzie dan Cliff mengadopsi seorang anak, Rama Yohanes yang kini telah menjadi anggota TNI.

Sama-sama menyukai ketenangan dan suasana pedesaan, Suzie membeli sawah dan tanah yang luas di Magelang (Jawa Tengah). Di atas tanah itulah Suzie membangun rumah besar. Bukan sebagai peristirahatan, tapi sebagai tempat tinggal. Suzie dan Cliff memilih tinggal di Magelang, di tepi sawah yang damai, jauh dari hiruk pikuk Jakarta. Penduduk sekitar mengenal Cliff dan Suzie sebagai pasangan yang ramah dan dermawan. Cliff sangat aktif dalam kegiatan lingkungan sejak awal kepindahannya. Iapun dienal ramah dan santun pada setiap orang. Suzie jarang keluar rumah, hanya terlihat menyiram tanaman di halaman rumahnya, namun tetap ramah dan baik pada siapapun. Apabila ada tetangga yang sakit, Suzie dan Cliff bahkan selalu membiayai pengobatannya. Suziepun dikenal murah hati, selalu memberi bantuan finansial pada siapapun yang kesulitan, diminta maupun tidak. Suzie dan Cliff kelihatan sagat menikmati kehidupan di pedesaan. Suzie bahkan dengan bangga menyebut dirinya "petani", bukannya aktris. 

Suzie tutup usia pada 15 Oktober 2008 di Magelang. Serentetan kontroversi dan misteri melingkupi kematiannya hingga kini. Tragedi lain yang tak banyak diketahui umum tentang kehidupan Suzie adalah kematian putra sulungnya Arie. Pemuda yang dikenal ramah dan jago bermain gitar itu tewas dikeroyok segerombolan remaja berandalan di depan rumahnya sendiri pada tahun 1977. 31 tahun kemudian, Suzie dimakamkan satu liang lahat dengan putra sulungnya tersebut. 

Prestasi:
- Aktris Cilik Terbaik, Festival Film Asia 1960, Tokyo
- Golden Harvest Award
- Aktris Terpopuler Se-Asia, Festival Film Asia-Pasifik 1972, Seoul 
(mgh/foto: Okezone)

REMPEYEK UDANG



Bahan:
Udang kecil     200 gr
Tepung beras    1 cangkir
Tepung kanji     1 sdm
Bawang putih     2 siung
Kencur     1 btr
Kemiri     3 btr
Garam     1/2 sdt
Daun bawang     2 btg (iris halus)
Santan     secukupnya 
Minyak goreng

Cara Membuat:
1. Udang dibuang kepalanya, cuci bersih.
2. Gerus semua bahan kecuali daun bawang.
3. Tambahkan 1/2 cangkir santan. Ratakan.
4. Masukkan tepung beras dan tepung kanji.
5. Aduk-aduk sambil ditambahkan santan hingga terbentuk adonan yang cair.
6. Masukkan udang dan daun bawang. 
7. Goreng tipis-tipis di pinggir wajan hingga kering. Angkat.
(Nyonya Rumah/Kompas)

Selasa, 16 Oktober 2018

FULLY SUTAN ASWAR : PRESIDEN JET SKI SE-ASIA


Siapa tak kenal Aero dan Aqsa Aswar, dua bersaudara atlet jet ski kelas dunia kebanggaan Indonesia? Nah Pak Fully Sutan Aswar atau sering disebut Fully Aswar inilah orang paling berjasa hingga kedua atlet tampan itu berada di posisi mereka yang sekarang. Bukan hanya karena Pak Fully adalah ayah kandung Aero dan Aqsa, tapi Beliau juga yang memperkenalkan jet ski pada Aero dan Aqsa sejak keduanya masih balita. Beliau juga berperan sebagai manajer kedua putranya sejak awal mengikuti kejuaraan jet ski d usia balita hingga kini berkiprah sebagai atlet-atlet elit  dunia. Tidak hanya mengurus karier kedua putranya,  Fully Sutan Aswar juga menjabat sebagai Presiden Federasi Jet Ski Asia.

Lahir dengan nama lengkap Syaiful Ihsan Sutan Aswar, Fully adalah putra kedua dari pendiri Angkatan Udara Republik Indonesia (AURI) Sutan Aswar dengan Ida. Fully satu-satunya pria dari 5 bersaudara. Keempat saudaranya semua perempuan: Sativa, Fadia, Mutia, dan Gina. Sejak remaja, Fully menyukai olahraga gokart dan jet ski. Ia bahkan pernah menjadi atlet jet ski nasional. Fully berulang tahun setiap tangal 22 Agustus. Tahunnya? Ih kamu kepo aja deh! Tanya sendiri ma Pak Fully ya. 

Untuk lebih memasyarakatkan olahraga jet ski sekaligus menjaring bibit-bibit atlet jet ski, Fully mendirikan sekolah jet ski di kawasan Ancol, Jakarta Utara. Dilengkapi fasilitas bertaraf internasional, sekolah jet ski yang baru berdiri tahun ini dipilih menjadi lokasi pertandingan jet ski Asian Games Agustus lalu. Fully berharap, dari sekolah ini akan muncul atlet-atlet jet ski berprestasi internasional. Fully juga sudah menyusun agenda kejuaraan jet ski regional hingga internasional yang akan diadakan di Indonesia. Di samping itu ia sedang gencar melobby agar jet ski masuk cabang yang dipertandingkan di SEA Games. Semoga berhasil, Pak! (mgh/foto: istimewa)

SAYUR SAMBAL TUMPANG

Bahan:
Daging pinggiran has/daging sengkel     1/4 kg
Tempe semangit (tempe yang sudah 4 hari)     1 ptg 
Cabe rawit     10 buah (biarkan utuh)
Cabe hijau     3 buah (iris kasar)
Daun jeruk     5 lbr
Sereh     2 btg (memarkan bagian putihnya)
Lengkuas     2 iris (memarkan)
Daun salam     9 lbr
Santan yang sedang kekentalannya     1/4 l
Minyak goreng     3 sdm (untuk menumis) 


Bumbu Halus:
Cabe merah     5 buah
Bawang merah     6 btr
Bawang putih     3 siung
Kencur     2 btr
Ketumbar     1 sdt (sangrai)
Irisan gula Jawa     1 sdm
Garam     secukupnya

Cara Memasak:
1. Gerus bumbu halus.
2. Rebus daging hingga empuk, potong-potong persegi kecil.
3. Tempe diiris sesuai selera.
4. Tumis bumbu halus hingga harum.
5. Masukkan sereh, lengkuas, dan daun salam. 
6. Aduk-aduk sebentar lalu masukkan ke dalam rebusan daging.
7. Tambahkan tempe, cabe rawit, dan irisan cabe hijau.
8. Biarkan hingga bumbu-bumbu meresap.
9. Tambahkan santan. 
10. Didihkan beberapa saat sambil diaduk-aduk hingga kuah agak mengental. 
11. Hidangkan dengankerupuk gendar dan aneka sayuran rebus seperti untuk pecel.
12. Sebagai pelengkap, sediakan sate telor puyuh dan rempeyek udang.
(Nyonya Rumah/Kompas)

Jumat, 28 September 2018

AQSA SUTAN ASWAR : EMAS DARI JETSKI


Di tengah ramainya berita memprihatinkan tentang kebobrokan sebagian remaja Indonesia yang tawuran, ribut sana sini, keluyuran tidak jelas, main geng motor, berbuat onar di mana-mana dan sebagainya, masih remaja-remaja hebat yang berprestasi hingga tingkat internasional. Salah satunya adalah Aqsa Sutan Aswar atau sering juga disebut Aqsa Aswar saja. Inilah atlet jetski remaja kebanggaan Indonesia yang berhasil mempersembahkan medali emas Asian Games 2018 baru lalu. Tapi tidak hanya itu. Aqsa sudah dikenal sebagai atlet jetski kelas dunia yang banyak memengkan berbagai kejuaraan internasional meski masih belia.

Aqsa lahir di keluarga pecinta olahraga jetski. Bahkan ayahnya, Saiful Sutan Aswar adalah Ketua Umum Indonesia Jetsport Boating Association. Sedangkan kakaknya Aero Sutan Aswar adalah atlet jetski kelas dunia yang pernah menjadi  juara dunia tahun 2014. Aqsa lahir di Jakarta tanggal 31 Mei 1997 dari keluarga berkecukupan. Sejak balita, ia dan kakaknya sudah diperkenalkan pada olahraga jetski dan laut. Tidak hanya melatih bermain jetski, Pak Saiful juga mengajarkan agar kedua putranya mencintai laut. Tak heran Aqsa merasa laut adalah rumahnya. Keren banget ya, masih muda, ganteng, berprestasi internasional, cinta lingkungan lagi! Ini tipe anak muda mileneal banget!

Prestasi:
- Juara Canadian National Watercross nomor Pro Runabout Limited, Belle River 2011

- Juara Canadian National Watercross nomor Expert Runabout Limited, Belle River 2011
- Medali perunggu jetski nomor Runabout Limited Asian Games Jakarta-Palembang 2018 
- Medali emas jetski nomor Endurance Runabout terbuka Asian Games Jakarta-Palembang 2018
(mgh/foto: istimewa)

SATE TELOR PUYUH



Bahan:
Telor puyuh     30 btr (rebus, kupas)
Kecap manis     3 sdm
Air asam     1 sdm
Minyak goreng     2 sdm
Air    3 sdm
Garam     1/2 sdt
Tusuk sate

Cara Membuat:
1. Masukkan semua bahan kecuali tusuk sate ke wajan.
2. Masak sambil diaduk-aduk sampai bumbu meresap. Angkat.
3. Dinginkan.
4. Tusuki dengan tusuk sate.
(Nyonya Rumah/Kompas)

Senin, 24 September 2018

HUTOMO SURYO WASISTO : ILMUWAN MUDA, SEGUDANG PENGHARGAAN DUNIA


Penampilannya jauh dari kesan serius seperti image para ilmuwan. Ito, demikian ia biasa disapa, berpenampilan tak beda dengan anak muda metroplitan jaman now. Model rambut dan busana kasual yang trendy untuk saat santainya, iapun gemar berolahraga terutama bilyar. Bicaranyapun santai bahkan sering berbahasa Jawa bila berkomunikasi dengan teman-temannya. Padahal ia adalah fisikawan yang berkarir di Jerman dan menjabat sebagai Kepala Grup OptoSense-Laboratory for Emerging Nanometrology di Technische Universitatet Braunschweig. Itopun sangat sering diundang sebagai pembicara dalam berbagai konferensi internasional fisika, terutama sebagai narasumber teknologi nano. Nama Hutomo Suryo Wasisto memang sangat dikenal di kalangan ahli teknologi nano internasional. Ia telah menerbitkan lebih dari 60 makalah ilmiah baik berupa jurnal peer-review maupun konferensi ilmiah internasional. Itopun mempunyai 2 paten di Jerman dan Eropa. Prestasinya yang begitu mengagumkan membuat pemerintah Jerman terpesona dan menganugerahi Ito dengan hak tinggal khusus untuk warga non Jerman berkualifikasi hebat. 

Sukses dan terhormat di negeri orang tidak menggerus identitas dan rasa cinta Ito pada Indonesia. Ia mendirikan lembaga kerjasama Indonesia-Jerman di bidang nano dan quantum yang diberi nama Indonesian-German Center for Nano and Quantum Technologies (IG-Nano). Langkah awal lembaga ini memfasilitasi pendidikan S3 dan penelitian untuk para ilmuwan muda LIPI di bidang nano dan quantum di Technische Universitaet Braunschweig. Berikutnya, IG-Nano memperluas kerjasama dengan ilmuwan-ilmuwan Indonesia di luar LIPI termasuk dengan sejumlah universitas. Ito menegaskan, ia tak mau pikiran dan tenaganya hanya dicurahkan untuk Jerman. Karena itu pula tahun 2018 ini Ito pulang ke Indonesia, selain untuk menghadiri pertemuan ilmuwan dispora Indonesia, Simposium Cendekia Kelas Dunia 2018 yang diselenggarakan pemerintah Indonesia bulan lalu, iapun berbagi ilmu dan pengalaman dengan saudara-saudara sebangsa lewat seminar Mit Wissen kann man Die Welt Veraendern (dengan kemauan, manusia bisa merubah dunia). Dalam seminar ini, Ito tidak hanya menjelaskan tentang teknologi nano, namun juga berbagi pengalaman dengan siapapun yang berminat kuliah di Jerman, termasuk kiat-kiat menjadi ilmuwan kelas dunia. Sangat menarik, bukan?

Hutomo Suryo Wasisto menamatkan pendidikan S1 teknik elektro dengan predikat cum laude di Universitas Gadjah Mada (UGM), sebelum kemudian terbang ke Taiwan untuk menempuh pendidikan S2 di Asia University. Sedangkan gelar PhD diperolehnya dengan (lagi-lagi) predikat cum claude dari Technische Universitaet Braunschweig, Jerman. Lebih lengkap tentang Ito bisa diikuti di:
Facebook: hutomosuryowasisto
Instagram: hutomowasisto
Website: www.tu-braunschweig.de/mib/lena/nachwuchsgruppen/optosense

Prestasi:
- Best Young Scientist Poster Award, the 26th European Conference on Solid-State Transducer (Eurosensors 2012), Krakow (Polandia)
- Best Paper Award dari IEEE Nanotechnology Council, Suzhou (RRC) 2013
- Penghargaan Walter-Kertz-Studienpreis, Technische Universitaet Braunschweig 2014
- Travel Grant Award dari Transducer Research Foundation (TRF), Alaska (AS) 2015
- Best Conference Poster Award, The 31st European Conference on Solid-State Transducer (Eurosensors 2017)
- Pembicara di European Materials Research Society Meeting 2017 Fall Meeting
- Pembicara di The 8th International Workshop on Advanced Materials Science and Nanotechnology (IWAMSN) 2016
- Niederlassungserlaubnis fuer Hochqualifizierte (hak tinggal khusus untuk orang asing dengan kualifikasi tinggi) dari Pemerintah Jerman, sejak 2016
- Pembicara di International Conference on Functional Nanomaterials and Nanodevices 2017 (NANOMAT 2017)
(mgh/foto: istimewa)