Jumat, 18 Mei 2012

GAVIN KWAN ADSIT : DARI MANCHESTER KE MILAN

Satu lagi laskar Indonesian All Star Team (IAST) yang berperan mempertahankan gelar juara di ajang sepakbola internasional  Intesa San Paolo Cup 2011 di Milan, Italia. Gavin Kwan Adsit, namanya. Berdarah campuran Amerika Serikat dari ayah dan Jawa dari ibu, ia besar di Bali. 

Sulung dari 3 bersaudara ini beruntung dilahirkan dari keluarga penggila bola. Tak hanya kedua kakeknya yang penggemar berat sepakbola, sang ayah bahkan sempat aktif bermain bola semasa tinggal di Amerika Serikat. Sayangnya, kepopuleran sepakbola yang sangat rendah di sana membuat sang ayah terpaksa bermain. Pasalnya, tidk ada olahraga sepakbola di sekolahnya. Tak heran, saat Gavin menunjukkan bakat dan minatnya pada sepakbola, seluruh anggota keluarga langsung mendukung penuh!


Gelandang kelahiran 24 Januari 1996 ini sebenarnya telah lolos seleksi IAST 2010. Namun saat itu ia sedang mengikuti Manchester United Academy di Inggris. Jadilah ia melewatkan kesempatan ke Milan Junior Camp. Tahun 2011, ia kembali mengikuti seleksi dan lolos lagi!


Meski serius menekuni sepakbola, Gavin menegaskan tetap memprioritaskan sekolahnya. Berbeda dengan kebanyakan pesepakbola sesusianya, gavin bercita-cita menjadi arsitek. Apalagi, dia juga senang menggambar rumah. Saat ini, Gavin bergabung dengan Timnas U-16. (MGH/Foto:www.goal.com)

DI SINILAH PAUL MCCARTNEY SUKA BELI GADO-GADO...



Meski kurang dipromosikan, makanan Indonesia pelan-pelan mulai go international.  Makin banyak restoran masakan Indonesia yang didirikan orang-orang Indonesia di luar negeri. Hebatnya, makin banyak warga setempat yang mencicipi dan bahkan menjadi pelanggan tetap. 

Tengok saja Nusa Dua Restaurant di 11-12 Dean Street, Soho, London. Didirikan pada tahun 1995 oleh pasangan suami-istri asal Indonesia yang telah puluhan tahun tinggal di London, Firdaus Ahmad dan Usya Soeharjono, mayoritas pengunjungnya justru warga pribumi Inggris alias para bule. Padahal restoran ini menawarkan masakan Indonesia dengan rasa otentik, tanpa kompromi dengan selera setempat. Bahkan rasa pedasnyapun otentik dengan masakan di Indonesia! Nama masakan juga ditulis tetap dalam bahasa Indonesia. Di sini, rendang merupakan menu favorit para pelanggan. 

Sederet pesohor Inggrispun termasuk daftar pelanggan tetap restoran ini. Sebut saja Paul McCartney yang doyan gado-gado, Sade yang menggemari sambal terung dengan teri kacang, Jason Donovan yang penikmat ayam bawang putih, atau Will Young yang suka makan iga kambing panggang pakai kecap. Oh ya, Simon Cowell sang mantan juri American Idol yang (sok) galak dan Boy George sang biduan cantik itu juga pelanggan Nusa Dua lho. 

Usya mengakui kurangnya promosi makanan Indonesia. Upaya yang dilakukan sporadis dan diprakarsai perorangan. Meski demikian, melihat respon warga pribumi London terhadap makanan Indonesia, Usya menegaskan siap membuka cabang-cabang Nusa Dua di London apabila ada ada investor yang bersedia bekerja sama. Tak hanya menjual makanan, Usya sering menceritakan tentang Indonesia pada para pelanggannya. Hasilnya, tak sedikit yang penasaran dan tertarik mengunjungi Indonesia secara langsung.(MGH/Foto:www.artsthread.com)

COMBRO KEJU ISI DAGING TUMIS

Bahan:
A.Kulit:
Singkong parut   500 gr (peras 50 ml airnya)
Susu bubuk   1 sdm
Air   50 ml
Keju cheddar parut   50 gr
Garam   1/2 sdt
Merica bubuk   1/4 sdt
Minyak untuk menggoreng


B.Isi:
Bawang Bombay   1/2 btr (cincang halus)
Daging giling   100 gr
Garam   1/4 sdt
Merica bubuk   1/4 sdt
Gula pasir1/4 sdt
Air   50 ml
Daun bawang   1 btg (iris halus)
Minyak goreng untuk menumis   1 sdm


Cara Membuat:
1. Isi: Tumis bawang Bombay sampai harum. Masukkan daging giling. Tumis hinga berubah warna.
2. Masukkan garam, merica bubuk, dan daun bawang. Aduk rata.
3. Tuangi air. Biarkan hingga meresap. Sisihkan.
4. Kulit: Aduk rata singkong, susu bubuk, air, keju cheddar parut, garam, dan merica bubuk.
5. Ambil sedikit adonan kulit. Beri isi. Bentuk bulat.
6. Goreng dalam minyak yang dipanaskan di atas api sedang sampai matang.


Info Saji:
Untuk: 21 potong


Tips:
Menggoreng combro jangan terlalu banyak agar lebih mudah diaduk dan combro tidak meletus. (Resep:Majalah Sedap)

Kamis, 17 Mei 2012

SABEG FAHMI FACHREZY : HATTRICK DALAM 12 MENIT


Inilah penyerang Indonesia All Star Team yang akhir tahun lalu memukau publik San Siro, Milan, Italia saat menyarangkan 3 gol ke gawang tim gabungan Amerika Tengah di laga penyisihan kedua. Lebih hebat lagi, 3 gol itu dibuatnya hanya dalam waktu 12 menit pertama!

Siapakah Sabeg? Penyerang asal Jember ini lahir tanggal 24 Januari 1996, dan sekarang masih tercatat sebagai siswa kelas 1 SMA Al Badri, Sumber Jeruk, Jember. Minatnya pada sepakbola sudah tampak sejak kecil, dan didukung penuh oleh kedua orangtuanya, H. Mahfud dan Hj. Luluk. Apalagi, sang ayah mantan pemain sepakbola yang pernah bergabung dengan Persebaya. (MGH/Foto:www.goal.com)

BROMO : TERBAIK DIDAKI VERSI LONELY PLANET



Ingin mendaki gunung  tanpa ribet mencari porter? Datanglah ke Bromo karena penerbit panduan perjalanan terpercaya dunia yang bermarkas di Rusia, Lonely Planet, menobatkan gunung berapi di Probolinggo (Jawa Timur)  sebagai gunung ketiga terbaik untuk didaki tanpa porter. 


Berikut ulasan Lonely Planet tentang Bromo di situs mereka: www.lonelyplanet.com yang dikutip situs berita Indonesia detikcom:


Gunung Bromo, Indonesia


Gunung Bromo nan eksotik muncul dari lembah Pegunungan Tengger. Bromo adalah salah satu dari tiga puncak gunung berapi di Jawa Timur. Gunung Bromo memiliki ketinggian 2.392 meter.

Rute termudah dan paling populer untuk melakukan pendakian di Bromo adalah dari Cemoro Lawang yang bisa diakses dari Kota Probolinggo. Untuk mencapai puncak Bromo, harus melewati kawah pasir terlebih dahulu. Cukup melakukan pendakian selama satu jam saja, Anda sudah bisa mencapai puncak Bromo.

Dari puncak Bromo, Anda bisa menikmati pemandangan indah, seperti kawah panas dan Gunung Semeru yang masih dalam satu rangkaian dengan Gunung Bromo. Seperti gunung-gunung di seluruh dunia pada umumnya, waktu yang paling disukai untuk mencapai puncak Bromo adalah saat matahari terbit.



Penasaran dengan peringkat 1 dan 2? Ada Gunung Elbrus di Rusia dan Gunung Olympus di Yunani. Nah sekarang, kapan berangkat ke Bromo?
(MGH disarikan dari detikcom/Foto:www.poskota.co.id)

COMBRO

Bahan:
A. Kulit
Singkong parut   750 gr (peras, buang airnya)
Air   75 ml
Kelapa parut kasar   150 gr
Garam   1/2 sdm
Ketumbar bubuk   1/2 sdm
Daun bawang   2 btg (iris halus)
Minyak untuk menggoreng


B. Isi:
Oncom   200 gr (bakar, cincang kasar)
Daun jeruk   3 lbr (buang tulangnya)
Daun salam   1 lbr
Garam   1 sdt
Gula pasir   1/2 sdt
Air   150 ml
Kemangi   4 tangkai/15 gr (petik daunnya)
Cabai rawit hijau   36 buah (untuk isi)
Minyak goreng untuk menumis   4 sdm


Bumbu:
Bawang merah   6 btr
Bawang putih   3 siung
Cabai merah besar   2 buah
Cabai merah keriting   3 buah


Cara Memasak:
1. Isi : Haluskan bumbu. Panaskan minyak lalu tumis bumbu halus, daun jeruk, dan daun salam sampai harum.
2. Masukkan oncom. Aduk rata.
3. Tambahkan garam dan gula pasir. Aduk rata.
4. Tuangi air.  Masak sampai matang.
5. Masukkan daun kemangi. Masak sampai matang dan meresap. Sisihkan.
6. Kulit : Campur singkong, air, kelapa parut, garam, ketumbar bubuk, dan daun bawang. Aduk rata.
7. Ambil sedikit bahan kulit. Pipihkan.
8. Beri isi. Letakkan 1 buah cabai rawit hijau.
9.Bentuk oval.
10. Goreng dalam minyak yang sudah dipanaskan di atas api sedang sampai matang.


Info Saji:
Untuk: 36 potong


Tips:
Bentuk combro dengan bantuan sendok supaya lebih mudah
(Resep:Majalah Sedap)

Rabu, 16 Mei 2012

SAPUTRA : LOPER KORAN DI PALEMBANG, JUARA DUNIA DI MILAN



Salah satu pejuang lapangan hijau yang mengharumkan nama bangsa di kompetisi  dunia sepakbola kelompok umur 12-14 tahun Intesa Sanpaolo Cup 2011 di Milan, Italia,  adalah Saputra, seorang loper koran dari Palembang. Bahkan, hingga sekarang, setelah sukses mempertahankan gelar juara dunia bersama Indonesian All Star Team (IAST).


Lahir di Palembang, 6 November 1997, Saputra harus bekerja sejak masih duduk di kelas 3 SD untuk membantu ibunya yang bekerja sebagai buruh cuci. Setiap hari sebelum berangkat ke sekolah, siswa kelas 3 SMP ini berkeliling mengantarkan koran pada para pelanggan. Salah satu tempatnya berjualan adalah mess pemain Sriwijaya FC. Tak heran, Saputra cukup dekat dengan para pemain klub tersebut, seperti Firman Utina, Arif Suyono, dan Supardi Nasir yang merupakan para langganannya. Bahkan, Supardilah yang pertama ditelefon Saputra saat ia lolos seleksi Indonesian All Star Team 2011. 


Menggemari sepakbola sejak balita, Saputra mulai serius menekuni olahraga ini saat usinya baru 5 tahun. Ia bahkan sempat berlatih di SSB Sportivitas di kotanya. Sayang harus terhenti karena ketiadaan biaya. Tak putus asa, ia berlatih sendiri dengan teman-teman sebaya. Bakat dan semangatnya berbuah manis. 3 tahun lalu Saputra mendapat beasiswa dari PT Pusri. Sejak itulah Saputra berlatih di sekolah sepakbola milik perusahaan negara itu, seminggu 3 kali. 


Saat mengikuti seleksi Indonesia All Star Team, Saputra hanya berbekal uang Rp 2000 untuk membeli sarapan. Kini, setelah sukses mempertahankan gelar juara dunia, tidak banyak yang berubah pada Saputra selain lebih banyak orang yang mengenalnya. Sehari-hari pemain penyerang ini masih bekerja sebagai loper koran, bersekolah dan berlatih sepakbola di PT Pusri. Iapun masih tinggal bersama keluarganya di Jl Bendungan Lrg. Rawa Laut  RT 03 RW 01 No.180/199, Palembang. (MGH/Foto:www.bluefame.com)