Kamis, 16 Juni 2011

RIO HARYANTO : PEMBALAP FORMULA TERMUDA DI DUNIA

     Di usianya yang masih sangat muda, Rio telah berhasil mengibarkan bendera Merah Putih dan mengumandangkan Indonesia Raya di beberapa  sirkuit balap dunia. Prestasi sang pembalap muda asal Solo (Jawa tengah) memang sangat mengesankan. Tahun 2008, saat usianya baru 15 tahun, Roy telah menjadi menyandang gelar Juara Formula Asia. 

     Darah balap memang mengalir deras di tubuh Rio. Bagaimana tidak, sang ayah adalah Sinyo Haryanto, pembalap kugiran nasional yang kini menekuni dunia usaha. Ketiga kakak Rio, Roy, Rizqi, dan Ryan pun semuanya pembalap.  Bahkan Roy dan Rizqi sempat menjadi juara formula Asia. Tak heran, sejak masih balita, Rio yang bungsu dari 4 bersaudara telah mengakrabi olahraga balap mobil. Awalnya ia sering diajak sang ayah ke lintasan balap. Di rumah, VCD rekaman balap sang ayah jadi hiburan utamanya. 

     Rio sendiri mulai bertanding di arena balap sejak usia yang sangat muda, 6 tahun! Bertarung di arena gokart dengan para pembalap yang lebih tua, Roy berhasil menggondol sejumlah gelar juara lokal dan nasional. Bahkan, gelar juara gokart ASEAN dalam ASEAN Kart Festival saat usianya baru 8 tahun! Dan Rio semakin tak terbendung. Hampir setiap kejuaraan  gokart yang diikutinya, Rio selalu meraih juara. Puncaknya, tahun 2005-2007 secara berturut-turut ia menjuarai Junior Asian Karting Championship. Riopun beralih ke kelas Formula. Bertarung di GP3, Rio bercita-cita menjadi pembalap F1 seperti idolanya, Ayrton Senna. 

     Tidak setengah-setengah, remaja bertinggi 168 cm ini diasuh pelatih profesional asal Belanda Dennys van Rhee yang membimbingnya dengan disiplin tinggi. Untuk menjaga kebugaran, Rio diwajibkan berenang setiap pagi dan berlatih kebugaran serta treadmill. Hanya Sabtu dan Minggu Rio boleh libur. "Tapi meski libur, tetap tidak sepenuhnya bebas," tukas remaja kelahiran 22 Januari 1993 yang berpembawaan kalem. Berlatih dan disiplin, tak lengkap tanpa doa. Yang terakhir inipun tak dilupakan Rio. Selain tak pernah lupa berdoa memohon kemudahan dan keselamatan pada Allah SWT, Riopun menempelkan ayat kursi di mobil balapnya.

     Tidak cuma bekerja sama dengan pelatih top, Rio pun pindah ke Singapura sejak tahun 2004 demi mewujudkan cita-citanya menjadi pembalap F1. Alasannya, karena iklim dan sarana di negeri singa itu lebih mendukung karir Rio sebagai pembalap F1. Kini,  bergabung dengan Tim Meritus Racing sejak 2 tahun lalu, Rio fokus merintis karirnya menuju arena F1, selain tetap menekuni pelajarannya di FPMS Junior High School (setingkat SMA) Singapura. Selain  terus membukukan prestasi di berbagai ajang balap dunia, Rio pun telah tercatat sebagai pembalap Formula berlisensi FIA (Federasi Otomotif International) termuda di dunia!

    Selain bakat dan ketrampilan, masalah dana tentu sangat berperan dalam karir pembalap, apalagi F1. Untuk itu, Rio menggandeng sponsor Oli Top One dan Djarum Black. Tapi sponsor terbesar masih tetap perusahaan Alat Tulis Kiky milik sang ayah. Semoga lebih banyak sponsor yang mendukung pembalap muda harapan Indonesia ini. 

Prestasi:
- Juara Gokart ASEAN, ASEAN Kart Festival (1991)
- Juara Junior Asian Karting Championship (2005)
- Juara Junior Asian Karting Championship (2006)
- Juara Junior Asian Karting Championship (2007)
- Juara Seri 1 AKOC (Asian Karting Open Championship) Macau (2008)
- Juara Pra-Final Rotax Max World La Conca, Italia (2008)
- Juara 2 Seri 1 Race 2 Asian Formula Renault Championship Zhuhai, Cina (2008)
- Juara Seri 6 Race 1 Asian Formula Renault Championship Zhuhai, Cina (2008)
- Juara Seri 6 Race 2 Asian Formula Renault Championship Zhuhai, Cina (2008)
- Juara Seri 7 Race 2 Asian Formula Renault Championship Shanghai, Cina (2008)
- Juara 3 Seri 1 Race 2 Formula Asia 2.0 Sepang, Malaysia (2008)
- Juara 3 Seri 2 Race 1 Formula Asia 2.0 Sepang, Malaysia (2008)
- Juara 2 Seri 3 Race 2 Formula Asia 2.0 Sepang, Malaysia (2008)
- Juara 2 Seri 4 Race 1 Formula Asia 2.0 Sepang, Malaysia (2008)
- Juara 2 Seri 5 Race 1 Formula Asia 2.0 Bira, Muangthai (2008)
- Juara Seri 6 Race 2 Formula Asia 2.0 Bira, Muangthai (2008)
- Juara 2 Seri 7 Race 1 Formula Asia 2.0 Bira, Muangthai (2008)
- Juara Seri 8 Race 2 Formula Asia 2.0 Bira, Muangthai (2008)
- Juara Seri 9 Race 2 Formula Asia 2.0 Shanghai, Cina (2008)
- Juara 3 Seri 10 Race 1 Formula Asia 2.0 Shanghai, Cina (2008)
-Juara Seri 11 Race 1 Formula Asia 2.0 Shanghai, Cina (2008)
- Juara Seri 12 Race 2 Formula Asia 2.0 Shanghai, Cina (2008)
- Juara 3 Formula BMW Pacific Seri 1 Sepang, Malaysia (2009)
- Juara 2 Formula BMW Pacific Seri 2 Sepang, Malaysia (2009)
- Juara 3 Formula BMW Pacific Seri 4 Sepang, Malaysia (2009)
- Juara Formula BMW Pacific Seri 6 Sentul, Indonesia (2009)
- Juara Formula BMW Pacific Seri 7 Sentul, Indonesia (2009)
- Juara Formula BMW Pacific Seri 8 Sentul, Indonesia (2009)
- Juara Formula BMW Pacific Seri 9 Sentul, Indonesia (2009)
- Juara Formula BMW Pacific Seri 10 Sentul, Indonesia (2009)
- Juara Formula BMW Pacific Seri 11 Marina Bay, Singapura (2009)
- Juara 2 Formula BMW Pacific Seri 13 Okayama, Jepang (2009)
- Juara Formula BMW Pacific Seri 14 Okayama, Jepang (2009)
- Juara 3 Formula BMW Pacific Seri 15 Guia, Macau (2009)
- Juara 2 Seri 1 Formula Renault Asia Shanghai, Cina (2009)
- Juara 2 Seri 2 Formula Renault Asia Shanghai, Cina (2009)
- Juara 2 Race 1 GP 3 Silverstone, Inggris (2010)
- Juara Seri 2 GP3 Istanbul, Turki (2010)


Alamat:
- Jl. Slamet Riyadi No.358 Solo, Jawa Tengah
- 11-01 Parkway Mansion 09, Amber Rd, Singapore


Email: rioharyanto@hotmail.com
(MGH/Foto:Koleksi Pribadi)

BUBUR KOMBINASI LABU PARANG

Bahan:
A. Bubur
Labu parang   200 gr (kupas, cuci, & potong-potong)
Biji mutiara   100 gr
Kacang hijau   30 gr (rendam selama 2 jam)
Gula pasir   3 sdm
Garam   1/4 sdt
  
B. Saus Putih:
Santan   1,5 l (dari 3/4 btr kelapa)
Gula pasir   200 gr
Daun pandan   3 lbr
Daun jeruk   5 lbr
Tepung maizena   1 sdm (larutkan) 

 Cara Memasak: 
1. Rebus kacang hijau hingga lunak. 
2. Tambahkan gula dan garam, rebus hingga kacang hijau terasa manis.
3. Angkat dan sisihkan.
4. Rebus labu parang hingga empuk. Angkat dan tiriskan.
5. Di tempat terpisah, rebus biji mutiara hingga mengembang dan matang.
6. Angkat. Rendam dalam air es.
7. Saus Putih: Rebus semua bahan hingga mendidih sambil terus diaduk agar santan tidak pecah.
8. Susun kacang hijau, labu parang, dan biji mutiara dalam mangkuk saji.
9. Siram dengan saus putih.
10. Sajikan.

Info Saji:
Untuk: 5 porsi 
(Resep: Tabloid Femme)

BUBUR GAMPING LABU PARANG

Bahan:
Labu parang   500 gr (kupas, cuci)
Daging buah nangka   100 gr (potong dadu)
Gula pasir   200 gr
Sirup murbei   10 sdm
Tepung sagu   80 gr
Garam   1/4 sdt

Saus Santan:
Santan kental   500 ml
Garam   1 sdt
Tepung maizena   1 sdm

Cara Memasak Bubur:
1. Potong labu parang sesuai selera, rebus hingga lunak.
2. Masukkan gula, sirup, nangk, dan garam. Aduk hingga gula larut.
3. Tambahkan tepung sagu yang telah dicairkan sambil terus diaduk agar tidak menggumpal.
4. Angkat.

Cara Memasak Saus Santan:
1. Rebus santan dan garam di atas api kecil hingga mendidih.
2. Tambahkan larutan tepung maizena.
3. Aduk hingga matang dan mengental. 
4. Angkat.

Penyajian:
Sajikan hangat-hangat bersama saus santan.
(Resep:Tabloid Femme)

Rabu, 15 Juni 2011

MUSAWWADAH MUKHTAR : 2 PERAK DARI FISIKA

     Ia masih duduk di bangku kelas 2 SMAN 78 Jakarta saat meraih 2 medali perak di ajang Olimpiade Fisika Asia di Shanghai, Cina dan Olimpiade Fisika Internasional di Isfahan, Iran (2007).

     Waktu terus berlalu. Apa kabar pejuang muda? Musawwadah kini sudah mahasiswa teknik di National University Singapore (NUS). Di sana, ia belajar di kelas program kerjasama  NUS-Ecole Polythechnique Perancis.Para mahasiswa program ini belajar 2 tahun di NUS dan 2 tahun di Ecole Plytechnique. Sekarang, Musawwadah telah tingal di Palaiseau, Perancis untuk melanjutkan kuliahnya yang kurang 2 tahun lagi. 
     Selain sibuk kuliah, ia tetap aktif di organisasi mahasiswa muslim Ecole Plytechnique dan menulis beberapa karya ilmiah fisika yang telah dipublikasikan di Singapura. (MGH/Foto:www.tofi.or.id)

KUE MANGKUK UBI/TELO UNGU

Bahan:
A. Biang
Tepung terigu protein rendah   100 gr
Ragi instan   2 sdt
Air   150 ml


B. Tambahan
Tepung beras   250 gr
Ubi manis/telo ungu kukus   100 gr (haluskan)
Air   250 gr
Gula pasir   350 gr
Ubi manis/telo ungu kukus   50 gr


Cara Memasak:
1. Biang: Campur semua bahan biang hingga rata. Diamkan selama 15 menit.
2. Campur tepung beras, ubi manis/telo ungu halus, dan 250 ml air. Uleni hingga rata.
3. Masukkan biang. Aduk rata.
4. Tambahkan gula sedikit demi sedikit sambil diuleni hingga rata. 
5. Masukkan telo ungu kukus, aduk hingga rata.
6. Panaskan panci pengukus. Tuang adonan ke dalam cetakan.
7. Kukus selama sekitar 15 menit hingga matang. 
8. Angkat dan keluarkan dari cetakan.
9. Sajikan.
(Resep:Tabloid Koki)

Selasa, 14 Juni 2011

IRMA APRIYANTI : RAIH PERUNGGU GULAT YUNIOR ASIA

     Hari ketiga Kejuaraan Gulat Yunior Asia di Jakarta, Sabtu (11/6), menjadi hari yang bersejarah bagi Irma sekaligus membanggakan bagi bangsa Indonesia. Hari itu,  Irma yang baru pertama kali bertanding di ajang internasional berhasil merebut medali perunggu nomor bebas putri 72 kg. Irma  yang tampil percaya diri, berhasil mengalahkan Dorijulan Erdenebat dari Mongolia. 

     Irma lahir di Bandung, 25 April 1994. Ia bungsu dari 4 bersaudara, putri pasangan Maman dan Nuryana. Meski mampu mengalahkan lawannya  hanya dalam dua ronde, Irma mengaku tidak menduga bisa mengalahkan pegulat Dorijulan kaena berat badannya hanya 66kg, lebih ringan 4 kg daripada Dorijulan yang berbobot 70 kg.(MGH)

STIK TARO KRISPI

Bahan:
Telur ayam   2 btr
Gula pasir   50 gr
Tepung ketan   175 gr
Ubi manis/telo ungu kukus   100 gr (haluskan)
Garam   secukupnya
Baking powder   1 sdt
Air   50 ml
Margarin   50 gr
Minyak goreng   1 l
Pewarna makanan ungu   secukupnya


Cara Memasak:
1. Kocok telur dan gula hingga gula larut.
2. Tambahkan tepung ketan, telo ungu, garam, dan baking powder. Aduk hingga rata.
3. Tuangi air, uleni hingga rata.
4. Masukkan margarin, uleni hingga kalis.
5. Panaskan minyak goreng. Cetak bentuk stik sepanjang 4-5 cm dengan cetakan dawet/petulo.
6. Goreng adonansambil terus diaduk hingga matang dan kering.
7. Angkat dan tiriskan.
8. Sajikan.

Info Saji:
Untuk : 400 gr
(Resep:Tabloid Koki)