Tampilkan postingan dengan label World Press Photo. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label World Press Photo. Tampilkan semua postingan

Minggu, 17 Februari 2013

ZAENAL EFFENDI : BERJAYA DI WORLD PRESS PHOTO

Wartawan senior tabloid Bola ini memperoleh penghargaan dari kompetisi jurnalis foto sedunia World Press Photo di Amsterdam (Belanda) berkat foto olahraga karyanya. Zaenal yang kini berusia 63 tahun adalah anak ke-2 dari 13 bersaudara. Salah seorang adiknya, Didik Nur Yusuf, juga menekuni dunia jurnalistik karena dorongan Zaenal. Sayang, Didik meninggal saat meliput penerbangan pesawat Sukhoi tahun lalu (ingat kecelakaan tragis Sukhoi di gunung Salak pertengahan 2012). Zaenal sendiri masih aktif mengabdikan diri sebagai kuli warta hingga kini. 

Zaenal menikah dengan Endang dan tinggal di Depok, Jawa Barat. Zaenal juga biasa disebut dengan inisial namanya, ZE. Sempat menjalani rawat inap di RSPP karena diterjang stroke tahun lalu, Zaenal berhasil mengatasi penyakitnya dan kembali bergiat sebagai jurnalis.(MGH)

Sabtu, 16 Februari 2013

KARTONO RYADI : FOTOGRAFER OTODIDAK KELAS DUNIA


Salah satu nama besar dalam jurnalistik foto Indonesia yang 2 kali meraih penghargaan dari World Press Photo. Penghargaan pertama diraihnya lewat foto Pangeran Bernard dari Belanda yang sedang menggendong orang utan dalam kunjungannya di Indonesia (1974). Penghargaan kedua berkat karyanya foto pesut yang sedang melahirkan di Ancol (1980). dalam perkembangannya, ia kemudian mengkhususkan diri pada foto jurnalistik olahraga. 

Lahir di Pekalongan (Jawa Tengah) pada 30 Juni 1945, fotografer handal ini biasa dipanggil dengan nama KR. Berbeda dengan kebanyakan fotografer, KR belajar fotografi secara otodidak. Ia bahkan sempat bekerja sebagai guru SMP di Jakarta sebelum kemudian memenuhi panggilan jiwanya terjun ke dunia jurnalistik. Awalnya KR bergabung dengan majalah Ekspress sebagai fotografer. dari sana, ia kemudian pindah ke suratkabar Kompas (1971). Meski  ilmu fotografi didapatnya secara otodidak, KR dikenal sebagai fotografer yang memiliki teknik  tingkat tinggi. Lebih istimewa, KR memiliki naluri yang kuat dalam menangkap momentum sensasional, hal yag amat diperlukan jurnalis foto handal. 

KR wafat 31 Agustus 2005 di Jakarta. Dari sekian karyanya, foto ratu bulutangkis tahun 80-90-an Susi Susanti yang sedang menitikkan air mata ketika memenangkan medali emas Olimpiade Barcelona, Spanyol (1992) merupakan favorit KR. (MGH/Foto: Aryono Huboyo Djati)

Jumat, 15 Februari 2013

TARMIZY HARVA : FOTO-FOTO KARYANYA DIBUKUKAN DI LUAR NEGERI


Latar belakang pendidikannya tak berhubungan dnegan jurnalistik: Teknik Sipil Universitas Sumatera Utara (USU). Tapi kepiawaiannya dalam menyampaikan kabar, utamanya dalam bentuk gambar sudah diakui secara internasional. Terbukti ia mengantongi Mention Honorable dari World Press Photo, Belanda (2004). Tak hanya sukses meraih Honorable Prize, karya Meji (begitu ia biasa diakrabi) juga telah diterbitkan dalam 2 buku yang terbit di mancanegara: Beyond Tsunami yang diterbitkan Poplar Publishing, Jepang (2006) dan The State of The World terbitan Reuters, London (2007). Meji mengawali karir jurnalistiknya di majalah Gatra, dan kini bekerja untuk kantor berita asing Thomson Reuters.

Meji lahir di Medan, tanggal 4 Januari 1971 dan beragama Islam. Pria asal Banda Aceh ini hingga kini tinggal di Medan bersama istri dan 3 anak mereka. Hanya keluarganyalah yang dicintai Afa melebihi kecintaannya pada dunia fotografi. Afa bisa dikontak di tharva@tarmizyharva.com atau  YM: giri_lantang@yahoo.com. ngobrol langsung juga bisa lewat Skype: meijiharva@yahoo.com atau hpnya: 0812.690.9736. Website: www.tarmizyharva.com(MGH/Foto: Koleksi Pribadi)

Sabtu, 18 Agustus 2012

KEMAL JUFRI : JUARA 2 WORLD PRESS PHOTO BERKAT MERAPI


Fotografer lepas untuk sejumlah media asing ini turut mengharumkan nama Indonesia ketika merebut juara ke-2 World Press Photo kategori People In The News Stories (2011). Karyanya yang menggambarkan letusan gunung Merapi berhasil memenangkan hati Dewan Juri dan mengungguli karya-karya jurnalis foto lain dari seluruh dunia. Tak hanya itu. kemalpun telah mengoleksi sejumlah penghargaan internasional di bidang fotografi jurnalistik diantaranya Juara Photographer 2011 Contest, Newsweek Magazine Best Picture (2005), Photo of the Year Award dari US News & World Report (2000), Silver Award Newx Photography dari IFRA ,dan  juara pertama China International Press Photo Contest. 

Kemal mengawali karir di dunia jurnalistik sebagai fotografer kantor berita Perancis AFP Biro Jakarta (1996) sebelum kemudian pindah ke Asiaweek tempat ia mengabdikan diri selama lebih dari 10 tahun. Kini, Kemal bekerja mandiri sebagai fotografer lepas untuk beberapa media massa asing, diantaranya majalah terbitan Jerman Stern, Newsweek, The New York Times, Business Week, Asiaweek, dan Time . Bulan lalu ia telah meluncurkan buku kumpulan foto karyanya berjudl 'Aftermath: Indonesia in the Midst of Catatrosphes'. Hebatnya, hasil penjualan buku tersebut akan disumbangkan untuk para korban bencana.

Fotografer berusia 38 tahun ini merupakan putra wartawan senior Fikri Jufri dan telah menikah dengan Dina Purita Antonio yang juga seorang fotografer handal.(MGH/Foto: Dina P. Antonio-Jufri)

Jumat, 17 Agustus 2012

SHOLIHUDDIN : JUARA FOTO BERITA OLAHRAGA SEDUNIA


Wartawan Jawa Pos ini mendadak terkenal di seluruh dunia ketika salah satu fotonya beroleh juara pertama dalam ajang pemilihan foto berita terbaik sedunia,World Press Photo di Belanda (1996). Foto bidikan So, begitu ia dipanggil, yang menggambarkan truk tentara penuh Bonek sedang terguling, dinilai paling unggul dari semua karya wartawan seantero jagad untuk kategori Sport News Single tahun itu. Foto itu diambil So di suatu senja di jalan Ambengan, Surabaya. Sukses meraih juara World Press Photo, foto karya So tersebut langsung terpampang di berbagai media seluruh dunia. 

Kini, So tak lagi berkeliling mencari berita sebagai reporter karena ia telah menjabat Direktur harian Radar Kediri, salah satu surat kabar di bawah naungan Jawa Pos Group. Di luar profesinya, ayah 3 anak bergelar MM ini aktif sebagai guru mengaji di masjid dekat rumahnya di Jl. Sudiro Gayam, Kediri (Jawa Timur).  Setiap sore setelah pulang dari kantor, pria kelahiran Bojonegoro (Jawa Timur) ini tak pernah absen mengajar ilmu agama pada warga sekitar Masjid, utamanya anak-anak. (MGH/Foto: kickandy.com)