Tampilkan postingan dengan label UGM. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label UGM. Tampilkan semua postingan

Rabu, 28 Mei 2014

PROF. T. JACOB : PEJUANG SEGALA MEDAN


Professor Doktor Teuku Jacob atau lebih dikenal dengan  Prof. T. Jacob adalah pakar paleoantropologi dan antropologi ragawi bereputasi internasional yang juga disebut Bapak Paleoantropologi Indonesia. Kepakaran Beliau di bidang paleoantropologi tak hanya diakui di Indonesia namun juga terkemuka di dunia internasional. Tidak hanya nama Beliau masuk dalam daftar keanggotaan perkumpulan ilmuwan di  beberapa negara, banyak tulisan Beliau telah diterbitkan di luar negeri menjadi referensi para ilmuwan bidang paleoantropologi. Beliau juga pernah menjadi Guru Besar Tamu paleoantropologi manusia di San Diego State College (Amerika Serikat). 

Lahir di Peureulak, Aceh Timur, tanggal 6 Desember 1929 sebagai bungsu dari 3 bersaudara putra Teuku Sulaiman. Ketika pecah perang kemerdekaan, Jacob remaja bergabung dengan Tentara Republik Indonesia Pelajar (TRIP). Bersama para pelajar patriotis seusianya, Beliau mengangkat senjata di medan perang untuk mempertahankan kemerdekan Indonesia. Setelah lulus SMA di Banda Aceh, Beliau melanjutkan pendidikan di Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada (FK UGM), Yogyakarta. Lanjut lagi ke American University di Washington DC, kemudian menyeberang ke negeri Belanda hingga meraih gelar Ph.D dari Rijk Universiteit, Utrecht. 

Pulang ke Tanah Air, Beliau mengajar antropologi ragawi di almamaternya UGM sambil mengadakan banyak penelitian atas fosil manusia dan binatang purba. Meski tak lagi mengangkat senjata seperti di masa remaja, Prof. Jacob tetap berjuang di medan yang baru: pendidikan dan ilmu pengetahuan. Di bidang pendidikan, Beliau sering menawarkan ide-ide orisinal seperti membuka Fakultas Kedokteran untuk lulusan SMA IPS dan Budaya. Pernah menjabat sebagai rektor UGM(1982-1986), jabatan terakhir Beliau adalah professor emeritus. 

Di bidang ilmu pengetahuan, Beliau gigih memperjuangkan kedaulatan Indonesia di dunia internasional. Antara lain dengan menggunakan jaringan internasional yang dimiliki untuk mengembalikan fosil kunci pithecanthropus erectus milik Indonesia yang dijual secara ilegal dan menjadi koleksi pribadi di luar negeri. Berkat kegigihan Prof.Jacob, fosil itu bisa dikembalikan ke Indonesia. Ketika merebak kontroversi klaim penemuan fosil manusia kerdil (manusia Flores/hobbit)  di Flores oleh sekelompok ilmuwan Australia, Prof. Jacob gigih menentang klaim Australia tersebut. Prof. Jacob memang terkenal teguh dalam memegang prinsip. Beliau juga keukeuh mendorong Pemerintah Indonesia memperjuangkan hak atas Celah Timor yang kaya minyak. 

Ilmuwan yang hobi membaca ini menikah dengan ibu Nuraini dan dikaruniai seorang putri, Nina Nurilani. Penghargaan internasional atas Beliau terlihat misalnya ketika Beliau berkunjung ke Jepang tahun 1977. Polisi Jepang sampai mengawal Beliau dengan foraider lengkap dengan lampu merah dan sirene segala. Professor pejuang ini tutup usia di Yogyakarta, 17 Oktober 2007, dan dimakamkan di Makam Keluarga Besar UGM, Sawit Sari, Sleman (Yogyakarta)

Karya ilmiah yang diterbitkan luar negeri:
- The Sixth Skull of Pithecanthropus Erectus, American Journal of Physical Anthropology, Amerika Serikat (1966)
- Some Problems Pertaining to the Racial History of the Indonesia Region, Neerlandia, Utrecht, Belanda (1967)
- The Pithecanthropus of Indonesia, Bulletins et Memoires de Societe d'Anthropologie de Paris, Perancis (1975)
- Pygmoid Australomelanesian Homo Sapiens Skeletal Remains from Liang Bua, Flores: Population Affinities and Pathological Abnormalities (2005)

Organisasi Ilmuwan Internasional:
- Anggota American Association of Physical Anthropologists
- Anggota Society for the Study of Social Biology
- Anggota American Association for the Advancement of Science
- Anggota Societe d'Anthropologie de Paris
- Anggota Society for Medical Anthropology
(MGH/Foto: Flores Girl) 

Jumat, 08 Februari 2013

SRI SUPARYATI : DOKTER ANAK TERBAIK SE-ASIA PASIFIK


Prof. DR. Sri Suparyati Sp.A.(K), Ph.D., demikian lengkapnya, adalah Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Gajah Mada (UGM) yang reputasinya telah diakui internasional. Tahun 2009 lalu, Prof. Sri menerima penghargaan Outstanding Asian Pediatric Award dari Asosiasi Dokter Anak Asia-Pasifik (APPA) di Shanghai (Cina). Penghargaan ini diberikan APPA setiap 3 tahun sekali pada dokter-dokter spesialis anak yang memiliki prestasi menonjol di kawasan Asia-Pasifik.

Prof. Sri dianugerahi gelar terbaik karena penelitiannya selama 40 tahun  terhadap penyakit diare pada anak-anak di Indonesia mendorong Pemerintah Indonesia memproduksi vaksin rotavirus untuk terapi diare dengan harga relatif murah. Sebelumnya, diare diobati dengan antibiotik impor yang mahal. Sekedar informasi, rotavirus merupakan penyebab utama penyakit diare di Indonesia.  (MGH/Foto: Indowebster)

Selasa, 05 Februari 2013

PRAMUDYA ANANTO : MEDALI OLIMPIADE DARI AMSTERDAM


Pramudya Ananto berhasil memboyong medali perunggu dari ajang International Mathematics Olympiad di Amsterdam (2011).Waktu itu, ia masih berstatus siswa SMA Taruna Nusantara, Magelang (Jawa Tengah).  Lahir di Kulon Progo (Yogyakarta), putra pasangan Kurnia Suhartono dan Sri Rusmini. Remaja cerdas yang sederhana ini kini menuntut ilmu teknik elektro di Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. Biasa dipanggil Antok, bisa dikontak di twitter: @p_ananto(MGH/Foto: SMA Taruna Nusantara)

Kamis, 27 September 2012

PROF. BAKDI SOEMANTO : PENGHARGAAN DARI AMERIKA DAN MALAYSIA


Sastra dan kesusastraan yang dipandang sebelah mata oleh sebagian orang di Indonesia, juga telah mengharumkan nama bangsa di tingkat internasional. Salah satunya, lewat Prof. DR. C. Soebakdi Soemanto, SU, penulis dan guru besar Sastra Inggris Universitas Gajah Mada (UGM), Yogyakarta.  Kepakaran Beliau dalam bidang sastra telah diakui secara internasional, terbukti dengan penghargaan yang diperoleh Prof. Bakdi dari Universitas Kebangsaan Malaysia dan Oberlin College, Ohio (Amerika Serikat). Di perguruan tinggi yang disebut terakhir itu pula Prof. Bakdi didapuk menjadi dosen tamu pada tahun 1986-1987 dan selain juga mengajar di Northern Illinois (1987). Tak hanya itu, Beliau juga sering diundang sebagai penceramah teater di berbagai negara. Hingga kini, hari-harinya disibukkan dengan menulis cerpen, artikel, dan buku dalam bahasa Indonesia, Jawa, dan Inggris. 

Lahir di Solo (Jawa Tengah), di hari ke-29 pada bulan Oktober 1941 dengan nama Soebakdi. Umur 13 tahun, Beliau telah menjadi anak yatim ketika sang ayah, RM Soemanto tutup usia. Alumnus doktoral Imu-Ilmu Budaya, Fakultas Ilmu Budaya, UGM ini menikah dengan Nin, seorang wanita cerdas penerjemah buku. Pasangan abadi ini telah dikaruniai 3 anak dan 3 cucu. Pak Bakdi dan Bu Nin merupakan pemeluk agama Katholik yang taat. Soal sastra, Prof. Bakdi sudah beberapa tahun belakangan ini menggemari karya para sufi, terutama Jalaluddin Rumi, penyair legendaris asal Afganishtan. 
(MGH/Foto: Suratmin Bagus Priyo)