Tampilkan postingan dengan label Olimpiade Melbourne 1956. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Olimpiade Melbourne 1956. Tampilkan semua postingan

Minggu, 29 Juli 2012

MENGENANG SEPAKBOLA INDONESIA DI OLIMPIADE

Timnas sepakbola Indonesia pernah mencatat prestasi membangggakan di Olimpiade, bahkan berhasil bermain seri menghadapi salah satu raksasa sepak bola dunia masa itu, Uni Sovyet, di perempat final Olimpiade Melbourne  Australia (1956). Uni Sovyet maju ke perempatfinal setelah mengalahkan Jerman. Dengan penuh semangat, para pemain Indonesia mengerahkan segenap kemampuan menghadapi para pemain Sovyet yang jauh lebih berpengalaman di tingkat internasional. Kerepotan menghadapi Indonesia, Uni Sovyetpun bermain 'keras'. Tapi para pejuang lapangan hijau Indonesia mati-matian menjaga pertahanan hingga kedudukan tetap 0-0 hingga akhir perpanjangan waktu 2x15 menit. Pertandingan bersejarah itu terjadi 29 November 1956. Termasuk dalam squad Indonesia adalah Oros Witarsa, penyerang berusia 40 tahun yang juga menjadi atlet tertua dalam kontingen Olimpiade Indonesia kala itu. 

Meski tak berhasil menyarangkan gol ke gawang lawan, perjuangan para atlet sepakbola Indonesia sangat membangggakan mengingat dari segi pengalaman, postur, dan peringkat Uni Sovyet jauh di atas Indonesia. Berusaha keras menahan serangan lawan, para pemain Indonesia tak takut berbenturan dengan pemain Sovyet yang terpaksa bermain keras untuk menembus pertahanan Indonesia. Laga ini mendapat perhatian internasional karena pamor Uni Sovyet di kancah sepak bola dunia kala itu dan permainan kedua tim yang sangat seru. Bahkan media Australia menyebutnya sebagai "the most fantastic soccer match"!   

Usai laga, tak sedikit pemain Indonesia yang kelelahan berat, bahkan ada yang sampai ditandu ke ruang ganti dengan memakai alat bantu pernafasan. Beberapa pemain utama Indonesia sampai mengalami cedera. Padahal tak sampai 40 jam kemudian, pertandingan melawan Uni Sovyet harus diulang. Bisa diduga, para pemain Indonesia yang sudah bermain habis-habisan di laga pertama, belum sepenuhnya kembali ke kondisi normal hingga terpaksa kalah 0-4 di pertandingan ulang yang dilangsungkan 1 Desember 1956. Bukan kekalahan yang memalukan karena para pemain kita telah menunjukkan permainan dan perjuangan yang luar biasa. Apalagi Uni Sovyet kemudian keluar sebagai peraih medali emas.

Tim Indonesia:
- Achad Arifin
- Ashari Danoe
- Jasrin Jusron
- Kwee Kiat Sek
- Phwa Sian Liong
- Rusli Ramang
- Mohamed Rashjid
- Maulwi Saelan (kiper)
- Chairuddin Siregar
- Tan Liong Houw
- Thio Him Tjiang
- Oros Witarsa
- Ramlan Yatim 

Pelatih: Tony Pogacnic (Yugoslavia)
(MGH)